Vay #AdekMami Sudah 11 Tahun

Hari ini Dek Vay berulang tahun ke-11. Sebagai seorang ibu, selalu rasanya seperti baru kemarin gendong dia saat masih baby dan ileran, eh sekarang udah mau remaja. Kalau dulu dia mirip sekali sama ayahnya, sekarang sudah mulai sedikit mirip maminya, terutama dari ekspresi-ekspresinya.

Di usia pra-remaja ini, Vay punya banyak sekali minat. Dari dulu sampai sekarang masih tetap suka dengan coret-coretan gambar, tapi sekarang sudah lebih spesifik, dia bilang ingin sekali belajar animasi, dan bertanya ada gak sih sekolah khusus untuk itu, termasuk juga yang berbau teknologi. Lalu seperti halnya generasi milenial, sekarang pun Vay sibuk dan rutin bikin vlog.

Secara fisik, Vay masih terlihat anak-anak. Dibandingkan teman-teman sekelasnya, dia termasuk yang badannya tidak bertambah tinggi dengan pesat. Sementara teman lainnya meninggi, tingginya segitu-gitu aja. Beberapa bulan lalu saat saya bawa periksa ke dokter tumbuh kembang, saat dianalisa secara persentil Dek Vay memang termasuk persentil badan kecil, meski demikian masih termasuk normal. Dokter memberikan suplemen saja, dan kita harus kembali setelah suplemen habis. Bila belum ada perubahan baru nanti dilakukan pengecekan hormon. Bismillah.

Satu hal yang membuat saya suka spanning adalah kalau ketemu orang yang kemudian bertanya, Vay usia berapa, kelas berapa. Karena pertanyaan itu seolah berasal dari pandangan mata mereka yang melihat tubuh Vay kelihatan kecil. Come on, kenapa sih masih ada saja ya yang suka membanding-bandingkan anak? Kalau ternyata anak dia badannya lebih tinggi dari anak saya padahal usianya lebih muda, lalu kenapa? Seolah-olah dia yang paling tahu soal gizi, seolah-olah caranya mengurus anak adalah yang paling benar.

Syukurlah Vay tidak berkecil hati. Meski dia melihat teman-temannya meninggi sementara dia tertinggal jauh, dia gak mau mikirin itu. Katanya dia gak akan pernah marah sama saya (karena saya memberikan gen bertubuh kecil dan kurang tinggi padanya), dan tetap sayang. Coba, gimana gak makin cinta sama dia?

Jadi please, jangan pernah mengomentari kekurangan anak orang lain, karena itu menyakitkan hati orang tuanya. Dan khususnya buat saya, saya akan sangat marah dan tidak segan-segan menegur.

(Berani komentarin badan anakku, kulibas kau)

(Begitulah kira-kira)

Selamat masuk usia 11 tahun ya Sayang. You knowlah, mommy is your biggest fan.

-ZD-

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.