2016 Dalam 250 Kata

Tak terasa sudah memasuki akhir Desember lagi. Lalu apa rekap yang bisa dilakukan untuk apa yang saya alami dan capai dalam tahun ini? Dan saya pun termenung. Berusaha mengingat, adakah janji khusus yang saya ucapkan di awal tahun untuk diri saya? Yang kalau kata orang adalah resolusi. Iya, memang ada. Dan well, tak semua berjalan lancar. Tak ada yang bisa menduga bagaimana roda kehidupan berjalan, ketika satu dua peristiwa yang tak bisa diduga memberikan efek pada dirimu, dan rencana yang sudah diangankan tak bisa berjalan sempurna.

Namun satu hal yang saya catat benar di tahun ini adalah, ketika saya berhasil melawan ketakutan diri untuk membuang semua mimpi buruk yang sudah saya alami selama bertahun-tahun. Operasi pengangkatan adenomyosis. ini adalah satu keputusan terbesar saya yang saya ambil sebagai langkah terakhir, setelah bertahun-tahun membiarkan tubuh ini tersiksa oleh nyeri luar biasa serta pendarahan setiap bulan saat haid.

Alhamdulillah sekali, ketika sekarang saya bisa beraktivitas lancar, rasanya usia jadi lebih muda 10 tahun. Bukan berlebihan, tapi bagi yang tahu bagaimana rasanya setiap bulan berada dalam skala 8/10 s/d 9/10 untuk nyeri haid, maka ketika sakit itu pergi, seperti inilah rasanya. Bebas beraktivitas, tanpa sakit bawaan yang ikut terus kemanapun pergi.

Memang di tahun ini saya belum sepenuhnya bisa menjalani hidup sehat yang ideal, seperti rutin berolahraga, namun satu-satu dululaj dijalani perlahan. Buat saya, berani mengambil keputusan untuk operasi adalah satu lompatan, dan saya menikmati betul bulan-bulan yang saya lalui setelahnya. Alhamdulillah, masih diberi umur, kesehatan, kekuatan, waktu bersama anak, keluarga, dan para sahabat, sehingga saya bisa katakan bahwa tahun 2016 ini adalah tahun dimana saya menikmati hidup ini dengan lebih bersyukur.

Saya akan membagi kisah saya ketika menjalani operasi pengangkatan adenomyosis di postingan terpisah ya.

Related Post

Pembantaian di Kenari Hmmm.. 17-an tahun ini sepi. Gak banyak lomba yang bisa diikutin. Kalau tahun lalu, di Medan, saya masih ikutan futsal dan aerobic. Futsalnya sih kalah, tapi aerobicnya juara II (kalah sama bapak-bapak! hahaha). Sempat membuat rencana pembalasan ...
Kapur Barus Addicted Punya kegilaan belanja suatu benda umumnya pernah dialami setiap orang. Ada yang gila belanja baju atau sepatu atau aksesoris, lalu ada juga yang hobi borong mie instant atau borong coklat. Tapi kalau saya, saya punya kebiasaan gila belanja macam-...
Welcoming 2011 @SeaWorld Indonesia Selamat Tahun Baru 2011 teman-teman. Semoga tahun ini jadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Resolusi yang belum tercapai di tahun lalu, bisa bersambung di tahun ini.  Extended :).. Awal tahun memang saat yang tepat untuk mencanangkan rencana, vi...
Dasar Tikus Busuk…! Beberapa hari lalu, saya nonton Good Morning-nya Transtv, yang meliput kompetisi para petani untuk membasmi hama tikus. Karena lokasinya di Siantar, saya jadi penasaran dan terus menonton. Ternyata seru juga, sawah penuh dengan para pemburu tikus, ti...
Jang Bicara Takaruan Saya punya banyak kisah masa kecil yang lucu kalau diingat-ingat. Kisah yang menurut saya lucu salah satunya adalah kisah “Jang Bicara Takaruan” berikut ini. Keluarga kami di Biak, tinggal di Jl. Yos Sudarso, di deretan rumah-rumah dinas untuk...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

13 thoughts on “2016 Dalam 250 Kata

  1. 2016 jadi tahun penuh warna bagi saya 🙂
    makasih juga mbak Zizy dan Indosat Ooredoo yang telah memberikan kepingan puzzle terindah sepanjang tahun ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.