Enakan Apartemen or Rumah ya?

Masih jam setengah tujuh kurang lima menit ketika saya memasuki Sudirman. Well, pagi yang lengang untuk ukuran Jakarta. Untunglah seperti biasa jalan Sudirman masih sepi, karena kadang kala ada saja kejadian tak terduga di depan sana yang bisa bikin kemacetan mengular kemana-mana.

Saya memutar-mutar mata, memandang gedung-gedung tinggi itu. Hampir setiap hari saya lewat sini dan setiap kali mata saya tertumbuk pada gedung apartemen, dalam hati saya langsung bergumam, bagaimana ya rasanya tinggal di apartemen? Miripkah rasanya dengan menginap di kamar hotel?

Dulu sebelum saya pindah ke Jakarta, impian saya adalah tinggal di apartemen suatu saat. Kenapa begitu? Dalam bayangan saya, apartemen cocok sekali dengan saya yang sangat sistematis dan praktis. Saya suka dengan segalanya yang serba teratur dan jelas. Kalau tinggal di apartemen, saya tidak perlu repot-repot hire asisten atau tukang kebun misalnya, karena beberapa apartemen ada yang menyediakan maid untuk penghuninya. Kalaupun tidak pakai maid, tentunya kerepotannya tidak seperti kalau stay di rumah biasa. Kemudian di apartemen ada sekuriti yang bertugas selama 24 jam, juga ada petugas perbaikan yang selalu ready setiap saat, jadi tak perlu repot pilah pilih tukang mana yang murah dan jujur. Lalu mau pulang malam atau pagi sekalipun tak perlu merasa pusing kalau ada yang ngomongin.

Pernah saya iseng datang ke satu pengembang apartemen di Medan. Tepatnya empat tahun lalu waktu saya masih di Medan. Saat itu gedung apartemen mereka belum jadi (tapi sekarang sudah jadi, dan memang termasuk bangunan termewah di Medan). Waktu itu si baru ada 4 flat yang di-booking. Dan harganya? Gile bener, mahal bo’. 1 sampai 1,5 M. Padahal view-nya juga sungai kumuh di belakangnya. Mending kalau view-nya pantai. Saya masuk ke dalam sebuah ruangan yang disetting jadi kamar apartemen yang akan dibangun. Isinya ternyata standard saja, terlalu ringkas dan gak mewah-mewah amat. Kenapa mereka pasang harga 1,5M, saya gak tahu, mungkin karena di sana belum banyak pilihan. Tapi kalau di Jakarta ini, harga apartemen sangat bervariasi, tergantung tipe dan lokasinya.

Then, impian untuk punya apartemen itu masih ada sampai sekarang, walaupun sudah mulai goyah juga sedikit. Wah ternyata bisa goyah juga ya? Hahahaa… Iya, bisa dong. Begitu punya anak, dan anak udah semakin besar, baru deh hati ini mulai melunak sedikit. Anak tentu butuh pergaulan yang sehat, dalam arti dia harus mengenal banyak orang serta mengenal lingkungan dan alam. Kalau anak saya besar di apartemen, rasanya tentu tidak senyaman stay di rumah biasa. Dia tidak bisa berlari-lari bebas di halaman sendiri, melainkan harus turun ke bawah dan harus cukup puas dengan taman yang seadanya. Belum lagi sekarang ini banyak berita orang jatuh dari apartemen, anak kecil jatuh dari rusun, hooalaahhh… semakin seramlah saya. Cerita anak yang jatuh dari rumahnya di rusun itu tentunya tidak lepas dari kurangnya area bermain untuk mereka sehingga mereka pun bermain-main di wilayah gedung yang (mungkin sekali) tidak ada pengaman jerajak dll. Nah begini ini yang bikin saya akhirnya mikir, ah rumah biasa ternyata lebih enak dan nyaman. Pagi-pagi bisa keluar sebentar untuk bawa anak jalan-jalan menghirup udara segar – dengan catatan musti jalan jam setengah enam pagi, kalo gak ya udah keburu ramai sama mobil-mobil orang komplek yang keluar mau ngantor – lalu sore hari juga bisa muter-muter dikit bawa anak melihat-lihat kucing dan ayam di taman depan. Tapi kalau jalan sore, jarang. Soalnya taman umum di depan rumah itu busuknya minta ampun. Rumputnya udah setinggi betis, kotor, dan masih banyak mobil-mobil yang lewat. Tahu sendiri dong jalan di Jakarta, jalan dalam komplek pun dijadikan trayek.

Kalau stay di apartemen, anak saya tentu tidak bisa melihat kucing liar atau ayam kampung yang sedang mengais-ngais rumput. Ngeliat katak di tengah hujan deras juga tidak bisa kalau stay di apartemen. Cuma ya gitu, kalau tinggal di rumah yang menjejak tanah, suka banyak pungutan liar. Contoh, tukang sampah tiap bulan pasti minta uang rokok, lalu suka banyak pengamen model orkes gitu, yang kalau lewat berisiknya minta ampun, dan malam hari pulak! (heran, ngamen tuh siang-siang aja napa?) Lalu misalnya dapat tukang servis AC nih, yang tadinya saya dengar dari orang ongkos kerjanya 45 rb per-AC, mendadak ongkos kerja naik begitu tukangnya sampai di rumah. Belum lagi di rumah kami ini asisten masih muda-muda pula, sering kalah gertak kalau ada petugas apa gitu datang ke rumah. Masalahnya anak saya di rumah tanpa ada keluarga yang mendampingi, kalau ada apa-apa anak juga yang jadi korbannya.

Makanya impian untuk tinggal di apartemen tetap ada di benak. Yah kalau memang rejeki siapa tahu nanti memang bisa tinggal di sebuah apartemen yang lengkap dan juga asri. Mungkin nanti jangan minta di lantai yang tinggi aja kali ya… jadi kalau ada gempa bisa cepat lari turun hahahaa… **ya boleh kan berkhayal dikit.. 😀

Eh tapi di Jakarta ada apartemen yang katanya kerennnn banget. Apartemenen Pakubuwono. Environtmentnya oke banged untuk ukuran apartemen, asri dan sejuk. My hubby sudah pernah ke sana untuk suatu urusan, dia bilang begitu masuk ke dalam lingkungan apartemen ini, langsung terasa semilir angin berputar, membuat udara terasa sangat sejuk dan nyaman. Ini dia penampakan interior Pakubuwono, dapat nyomot dari website-nya.


Keren kan? Harganya? Hmm. Kalau tanya saya, saya langsung mencret dengar harganya, hahahahaa…

Bagimana dengan Anda? Kalau suruh milih apartemen atau rumah, pilih yang mana?

81 Comments

  1. Kalo saya sih sesuaikan saja dengan tempat kerja dan status, hehehehe…. Jika masih single dan kantor terletak di daerah yang jauh dari rumah orangtua dan macet maka apartemen bisa menjadi pilihan. Namun jika sudah berkeluarga maka usahakan mencari rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor dan masih bisa ditempuh dengan sewajarnya misal 1jam-1,5jam. 🙂

  2. efron

    kebetulan sy punya rumah dan apartemen..
    ada enaknya ada ngga nya

    rencana taun ini mo beli hotel yang bangkrut,
    mo saya jadikan apartemen murah buat masyarakat,
    tapi penghuninya diseleksi dulu, harus yg bening2 dan bersih2..hahaha

    efron

  3. oma

    kalo aku pilih tinggal di apartemen biar ga ribet dan apartemen biasanya kan terletak dipusat kota jadi gampang kalo mau kemana-mana. cuma apartemen ribet kalo mau ini dan itu, ngurus ke perhimpunan penghuni dan bla bla bla
    rumah sepertinya lebih seru buat dimacem-macemin

  4. Kalau aku sih, enakan di rumah biasa. aku pernah nginep di apartemen di Rasuna. dan nggak betah! hihi…sama sekali nggak ada interaksi dengan para tetangga…beuh…nggak tahan deh..

  5. kalau untuk sosialisasi lebih enak tinggal di rumah…punya banyak tetangga, yang kadang tetangganya ada yang nyebelin ada juga yang kayak sodara sendiri…

    kalau di apartemen kesannya menyendiri yachh, ngga kenal satu sama lain….kalau aku biasa hidup ditempat rame kayaknya ngga akan betah kalau tinggal di apartemen dan gak akan mampu juga hihihih…..

  6. Waktu kerja di Jkt aku cita2 tinggal di apt spy gga usah dealing ama macetnya rush hour. Tp ngeri juga ama bom yah…. Skrg udah tinggal disini sih macetnya lalu lintas gga separah di Indo, aku lbh prefer tinggal di rumah krn: apt ukurannya lebih kecil drpd rumah, kesian anak2 terbatas ruang geraknya. Kalau apt kita di lantai 2 dstnya, anak2 gga bebas lompat2, pasti deh gedebak-gedebuk bisa2 dikomplen ama tetangga dibawah.Kalu beli rumah, kita bisa bangun equity walau apt bisa sih dibeli tp kayaknya lebih safe invest di rumah daripada apt.

  7. Wah kalau aku tetap pilih rumah mba Zee, alasannya ya sama kayak yang disebutkan mba diatas … biar anak bisa punya teman dan tempat bermain 🙂

  8. namanya manusia biasa..kalo mampu ya beli dua2nya lah…soalnya masing2 ada kelebihannya

  9. Kebetulan kantorku yang dulu punya apartemen kosong di aston, nah karena waktu itu aku sm suami satu kantor dan tinggal di bogor, jadilah diperbolehkan tinggal disana, aku sempet tinggal sebulan kl weekend pulang ke bogor, rasanya enak mbak enakkkkk bgt soalnya ga perlu pusing mikirin bayarannya hehehe… emang bener kt kak zee, untuk urusan tetek bengek apartemen tempat paling menyenangkan, ya ky dirumah tp semua serba praktis. kekurangannya cm itu, sosialisasi. tp kl boleh ya ttp pgn tinggal di apartemen :))

    • Zizy

      Nah itu dia, yg praktis-2 itu banyak membantu utk menghemat waktu 🙂

  10. iya ze. kasian anaknya kalo tinggal di apt .. ga bisa maen galasin, patuk lele, ga ada lapangannya … hihihi

  11. allowww mami vay… waw, cat ‘apartment’nya ganti yaaa…
    suegerr ni rumah barunya 😉

    pilih rumah ajja ahh… abisan enak punya halaman (hihihi penyakit orang endonesah kan kalo gag punya halaman gag puasss 😀 )

    kalo uda tua aja kali ya, di apartment, biar lebih nyante… tapi lante 2 aja, biar kalo ada keadaan darurat ga pegel kakinya turun tangga hahaha…

  12. sy skrg tinggal di apt mba, mmg lebih praktis, privacy, lokasi ok. Tapi entah karena ada macam2 service/maintenance charge yg selangit, bil2 listrik/air yg lbh tinggi dr pada kalo di rumah biasa, atau simply karena the grass is always greener on the other side, i’m dying to live in a normal house with garden! ^^

    • Zizy

      oh gitu pulak ya hhiihih… memang begini deh, yg rumah pengen apt, yg apt pengennya rumah 😀

  13. saya pilih tinggal di apartemen…tapi yang tidak terlalu tinggi, mengingat kadang ada beberapa trouble, misalnya listrik mati, gen set mati, sehingga lift mati. Bisa dibayangkan repotnya kalau harus naik tangga

  14. mbak, itu apartemen di Medan harganya MAHAL amat ya, sampe 1 M? i mean, Medan gt loh… kalo harga segitu di Jakarta, udah dapet yg kayak apa ya, by the way?

    • Zizy

      Makanya, gila aja harga segitu, beli tanah di medan jg da dapat berapa Ha kali.

  15. saya tidak pernah betah dengan yg namanya hotel palagi untuk tinggal lama di apartemen

  16. Susan Noerina

    Wadoww Mba ngeri ekye dengan case2 anak yang jatuh daru rusun, trus ada juga khan yang bocah 12 taun terjun dari apartmentnya. So, saya mah lebih milih beli rumah ajah, yang punya kebun 1 Ha (halah!). Tapi serius loh, ngiler saya liat rumah Om saya di Pandeglang, Banten. Dia beli tanah 1 Ha lebih, arealnya ga flat, berbukit2 gituh. Masih asri banged, viewnya keren, dan banyak pohon2nya kaya sukun, duren, dll. Trus sama Om dibiknlah beberapa cottage disono, ada kolam pemancingannya juga. Trus yang terbaru dia bikin lapangan golf mini. Wah, ngiler deh (tar Mba kalo saya pas mudix saya ajak deh ke tempat Om). Alhmd kalo Lebaran keluarga besar kami kumpul kaga usah nyewa hotel 🙂

  17. enakan rumah, mbak. aku sekarang tinggal di rusun semi apartement dan ngerasa kurang bebas. gak bisa punya hewan peliharaan, gak bisa masang internet sendiri, gak bisa ini dan itu. semua musti ijin sama pengelola. semoga aku bisa cepet pindah secepatnya. amieeeen.

    • Zizy

      wah benar itu poin tambahn jg utk landed house. bisa piara hewan… 🙂

  18. saya pilih dua2nya zee..!! Dua-duanya ditempatkan pada posisi/fungsi yang berbeda. Saya termasuk orang yang menjadikan kegiatan rumah sebagai salah satu kegiatan yang bisa menjaga kehangatan keluarga. Dulu saya senang menyuci mobil, menguras kolam ikan, nata2 tanaman dll dilakukan bareng dengan suami dan anak. Dan kegiatan ini mkin tidak dapat dilakukan di apartemen. Naa.. disisi lain karena pada dasarnya saya en suami suka traveling dan suka menginap di hotel, saya juga pernah bermimpi punya apartemen. Apalagi jika misalnya saya kerja di pusat kota jkt..wuihh.. punya apartemen selain bisa mnghemat waktu ke tempat kerja, juga bisa jadi tempat refresing dengan suami dan anak..serasa di hotel kan…heheh 🙂

    so, klo punya duit banyak, saya pengen juga beli apartemen…

    udah.. beli aja zee.. !! 🙂

  19. rumah kompleks murah cicilan KPR nya hihihi 🙂

    eh tapi kalo ditawarin apartemen GRATIS!!! gak bakalan saya pikirin plus minusnya lagi…sikaaattt 😀

  20. hihihi..klo aku pastinya pilih rumah yg halamannya luaaaaassss secara aku paling suka berkebon dan taneman.

  21. aku pilih rumah aja de..yang ada taman belakangnya..
    tapi kalo ada yang nawarin apartemen kaya gitu mauuuuu…tapi buat disewain aja…ehehehhe…

  22. Ria

    Aku milih Rumah mbak zee, maka dari itu waktu berniat berinvestasi aku beli rumah mungil itu…ya kalau rumah kan ada tanahnya walaupun agak minggir ke luar kota 😀

    tapi untuk apartemen kalau memang punya rejeki aku pengen deh punya apartment…pasti asyik, punya privacy dan tentunya gak perlu dengerin ocehan tetangga2

  23. hmm… (pikir2 dulu)
    paling enak ya punya kedua-duanya sis, ya apartemen ya rumah hahaha 😀

    kl utk tempat tinggal aku lbh milih rumah biasa, tp apartemen mau jg (dasar byk maunya 🙂 ) buat berlibur apalgi klo apartemennya berlokasi di tempat wisata spt di Bali misalnya, kl tdk dipakai bisa kita sewakan (dikaryakan utk menghasilkan rupiah 🙂 ) tp klo kita pas berlibur kesono kita pakai sndri, so ga usah bingung hotel lg. Asyiikk kan? hehehe

  24. Enakan rumah kemana2 sih mnrt saya. hehehe. Soalnya skrg tinggal di apartment. Kl di indonesia mungkin apartment kebykan emang keren2. Nah disini, apartment yg affordable, kebykan ga sekeren yg di indo. Mana byk tetangga aneh2 bisa kedengeran… tp emang disini ada jg apartment yg bagus tp muahalnya ga kira2………

    Tp br sadar.. kebalikan banget ya. Di indo kl tinggal di apartment kesannya berada.. kl disini tinggal di apartment artinya belon mampu beli rumah! Hahahha

    • Zizy

      Hueuhehhe.. sama juga kali Chris, di sini juga pada beli rusun krn ga belum mampu beli rumah. Klo apartemen yg mahal itu sih ya emg orangnya duitnya banyak kali ya 😀

  25. gak kebayang tuh buat tinggal di apartemen… la wong tinggal di kompleks aja rasanya pergaulan agak ketinggalan.. gimana kalo di apartemen? paling enak tuh tinggal di kampung… kampung melayu, kampung rambutan, dll… wkwkwkw…

  26. mending rumah lah … kepemilikan tanahnya jelas … kalau apartement kan terus-terusan bayar. mana biaya perawatannya setiap bulan lagi .. terus juga ada kasus yang cuman ngecas hape di lorong apartemen sampai masuk BUI jadi makin males aja … dulu pernah di apartemen di bejing, busyet dah. kalau bukan kantor yang bayarin bisa mencret :p 20 juta sebulan … padahal isinya gitu-gitu aja sih … fasilitas juga jarang dipakai (biasanya)… enakan punya rumah gedong . hehehe. puas dech.

    • Zizy

      Hahaha…. ya pengennya ya apartemennya beli, jgn sewa. Kalo sewa sih iya, mencret… 😀

  27. hahaha…
    kayanya di blog gede
    dah pernah dibahas deh..
    kalo de bilang sih enakan rumah…
    apartemen gempa???

  28. kebetulan saya pernah tinggal di rumah dan apartemen dan saya lbh suka apartemen. kl masalah tempat main anak sih ga usah kuatir.. setiap apartemen itu kan ada playground, jogging track, swimming pool, dll. justru keunggulan apartemen itu ya untuk sosialisasi.

    apartemen pakubuwono sih memang mahal. taman rasuna tuh murah.. kl sewa, 60 jt/thn. itung2 5 jt per bulan, lbh enak dong drpd ngontrak rumah dan ga ada fasilitas apa2..

    *lama2 berasa kyk sales* 😆

    • Zizy

      Wah beneran deh kayak sales hahahaa…

  29. kalo prioritas sih saya pilih rumah.. parno gempa saya mba.. trauma 😐

  30. wah kalo nugra siih man suka rumah aza dari apartemen,,apartemen kurang luas daripada rumah

  31. gw udah update Zee,..
    dengan sedikit paksaan untuk menulis..
    pa boleh buaat.. hehe

    • Zizy

      Ssippp…. udah gw komen kan, sebagai pertamax plus plus

  32. apartemen pakubuwono,daku melewatinya setiap hare sist 🙂

    aku lebih memilih rumah 🙂

    **suale pen punya rumah yan9 halamannya luwasss..ada taman dan pohon cemara hehehh**

  33. impian yang wajar dari seorang ibu, ingin menyingkirkan bagian2 tak nyaman dalam pertumbuhan buah hati.

    yang jelas sbg warga kampung Bukittinggi, impian tinggal di Apartemen ndak pernah terlintas di benakku, hehhhehh. wong tinggalnya sdh diketinggian kok 😀

    • Zizy

      huehuhe… iya sih, udah cukup tinggi ya bundo…

  34. sempet kepikiran pingin apartemen saat masih di jakarta, untung keburu pindah *rogoh koceknya lumayan*, bulan-bulan kemarin tergiur lagi maktu ada promo apartemen kalibata dengan harga terjangkau di Blok M Square,maksudnya siapa tau buat anak-anak gede kuliah di jakarta ada tempat tinggal eh mimpinya kejauhan…

    • Zizy

      Wah kalau saya ga kepikir beli utk nanti anak kuliah. Paling cocok ya jual beli apartemen 😀

  35. yos

    klo yos mah,,,
    langsung mikirnya gini…
    duit dari mana???
    hehehehehe….
    tapi asik juga kali ya klo bisa diapartemen.. hehehe

  36. Klu saya untuk saat ini lebih milih punya rumah ketimbang apartemen,…. selain harganya yg ga terjangkau kantong, apartemen akan membunuh saya perlahan, secara saya takut ketinggian….apalagi dengan cita-cita pengen punya lapangan bola mini ditaman,.. ga mungkin diwujudkan dengan apartemen. Btw ini kunjungan perdana dirumah ini,…. Salam kenal mbak

  37. Hehehe kalau saya dari awal tetep konsisten pengin landed house yang masuk dalam sebuah cluster kecil. Selain aman (insya Allah), yang terpenting supaya anak bisa jalan-jalan keliling kompleks dengan bebas tanpa terganggu kendaraan. Ya kendaraan penghuni kompleks pasti lalu lalang tapi kan gak secrowded kalau rumah di tepi jalan besar. Alhamdulillah, impian tecapai. Walau bukan perumahan mewah dan keren sih 🙂

    Kalau alasan kenapa gak milih apartemen, selain alasan yang dipaparin mbak Zee soal pergaulan anak, menurut sy kok kehidupan di apartemen lebih cenderung individualis ya, trus saya gak suka ketinggian (makin dekat tanah kan makin mahal kan?. Kalau harganya mahal bgt kan bikin mikir2 😀 ).

  38. Saya pribadi, punya keinginan tinggal di apartemen. Itu terjadi karena saya pernah melihat om saya di jakarta tinggal di apartemen. Kayanya enak. Tapi buat saya, enaknya mungkin kalo saya masih sendiri.

    Kalau kelak saya sudah punya istri bahkan anak. Saya mungkin memilih tinggal di rumah. Rumah yang sesuai dengan keinginan saya tentunya. Dengan bangunan yang kecil saja, tapi nyaman. Lagipula, nilai minus apartemen biasanya terletak di gedungnya yang tinggi. Hehe!

    *kapan ya, saya bisa tinggal di rumah yang nyaman dengan istri dan anak..? hmmm.. 🙂

  39. pilih rumah …. saja kalo punya dana beli sekalian apartemen (dgn alasan apartemen dekat tempat kerja – jd pulang ga kena macet dan bisa cukup istirahat)

    pada weekendnya pulang ke rumah.. menikmati kelegaan dari “rasa mumet kerja”

  40. Ada Tiga Hal Zee …
    #1. Menjawab pertanyaan di Judul Post kamu kali ini …
    Jujur saja … dari dulu saya punya impian untuk punya rumah. Dan bukan tinggal di Apartemen. Karena betul seperti kamu bilang … disamping banyak kelemahan-kelemahannya … Rumah (yang menjejak tanah) juga punya kelebihan-kelebihan lain …

    #2. So akhirnya … saya berusaha punya rumah … tetapi cara yang punya keuntungan seperti Apartemen … i.e Keamanan, kebersihan, keteraturan dan yang sejenisnya

    #3. Mengenai Pakubuwono
    Setiap pagi saya lewat situ …
    aaarrggghhh proses pembangunan apartemen ini membuat jalanan disekitarnya macet …
    Dan memang … suasana (terutama dibagian depan … memang adem banget …)
    However … Apartemen itu bersebelahan dengan perkampungan yang lumayan kumuh … so di beberapa tempat viewnya … yaaaa gitu deh …

    Salam saya Zee
    (beuh panjang amat …)(maap)

  41. karena aku sedang kelu,
    karena aku tak ingin mengalir,
    karena aku hanya ingin,
    diam,

    tanpa kata, tapi tetep komen kok 🙂

  42. aku prefer RUMAH dong pastinya, bisa sesuka design rumahnya, bisa buat kebun, dsb..pokoknya bebas di tata ulang sesuai mood…

  43. Prefer rumah sizt’…
    ada halamannya yang bisa diatur sesuka hati untuk bunga dan tanaman lainnya, dan bisa bermain dengna kluarga dsana,
    heheheehhe……….

  44. DV

    Di Australia, seperti kebanyakan di beberapa developed country, apartment dan unit sangat marak. Orang, benar katamu, dengan pertimbangan praktis dan sistematis lebih memilih apartemen ketimbang rumah yang landed.

    Aku sendiri lebih memilih rumah karena bagaimanapun juga aku masih orang ‘udik’ yang selalu beranggapan bahwa ketika aku membeli properti itu berarti aku membeli tanah 🙂 dan bukan bangunan saja…

    Kurasa pola hidup apartment di Jakarta somehow sudah mulai cocok krn orang2 sudah yg egois juga hahaha tapi untuk keluarga hmmm… rumah landed masih tetap jawaban terbaik…

    IMHO sih…

  45. saya datang ke jakarta relatif sangat terlambat, sehingga nggak punya kesempatan lg utk punya rumah di bilangan yg strategis dekat ke mana-mana. mskpn begitu saya nggak pernah punya impian tinggal di sebuah apartemen, dng alasan utama bgmn nanti bersosialisasi dng tetangga. maka saya pun tinggal di wilayah timur jakarta.

  46. Jujur aja, gw sekarang kepingin tinggal di apartemen. Tapi gw juga kepingin punya anak dan gw kepingin anak gw main di halaman. Mungkin yang kita butuhkan sekarang adalah town house yang kepraktisannya mirip apartemen. Sebenarnya apartemen hanyalah solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan saja.

  47. kalo saya lebih milih rumah.. gak tau napa denger kata rumah kok seneng pokoknya home sweet home.
    dimana tempat saya nyaman untuk tinggal itu lah yang saya sebut rumah.

  48. demi alasan praktis, apartemen mungkin jadi pilihan utama. tapi ya itu… kalo ada gempa susah untuk langsung keluar. kalau di rumah bisa cepat keluar. hehehehehe…

  49. Kalau saya back to Nature mbak hehehe.siapa tahu keluar rumah sudah ada tarzan yang lewat sambil nyapa..:D

  50. wah iya apartemen pakubuwono mah mantep banget!! pernah diundang ultah disana. kereeennn banget! hehehe.

    kalo gua bilang sih kalo masih bisa afford rumah ya mending beli rumah. buat investasi nya itu lho, kan dapet tanahnya. hehehe.

    kalo masalah anak main di taman, pengalaman gua sih rumah ama apt sama aja. soalnya dulu pas di jkt, walaupun kita ada rumah, tapi jatohnya gak pernah keluar dari kamar juga. soalnya di luar gak ada AC. jadinya ngedekem di kamar terus dan kamar dibikin gede dan serba ada. tinggal dikasih dapur aja jatohnya udah sama ama apt. hahaha.

  51. ha? dirimu jadi pertamax No? weleh! Apartemen itu buat saya seperti kos-kosan mewah Bu. Kalau mau murah-meriah, bisa coba rumah susun. Tapi kabar terakhir yang terdengar banyak anak2 jatuh dari Rumah susun.

    Kalau saya sendiri sih, milih rumah lah. Soalnya saya suka bercocok tanam dan pelihara binatang. 😀

    • Yah kelihatan sih kamu orangnya sangat concern dgn alam. Tp klo ada apartemen yg jg ramah lingkungan, mau jg kan ya.

  52. kalau ingin bersosialisasi dengan tetangga ya saya pilih rumah sebagai pilihan saya..
    apartemen memang nyaman namun hanya cocok buat orang yang sibuk hanya sekedar pulang ke apartemen buat tidur atau istirahat saja..
    gitu menurut saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.