Itinerary London untuk Pemula

4 Hari 3 Malam di London, Itinerary Lengkap Buat First Timer

Siapa sih yang gak punya bucket list liburan ke Eropa? Belakangan ini saya lagi rajin-rajinnya browsing dan berangan-angan ngajak Vay liburan ke Inggris. Kadang kalau sedang iseng menyusun rencana di waktu senggang, saya suka kepikiran, kira-kira kalau bikin itinerary 4 hari 3 malam di London itu cukup gak ya buat jalan-jalan santai?

Soalnya, kalau baru pertama kali ke London, rasanya harus pintar-pintar menyusun rute. Apalagi kalau waktunya terbatas, tentu gak mungkin semua tempat bisa didatangi. Belum lagi harus memikirkan penerbangan, hotel, makan, transportasi, sampai koper. Banyak juga ya ternyata.

Buat yang baru pertama kali merencanakan liburan ke Inggris, itinerary London untuk pemula bisa dimulai dari menyusun daftar tempat yang paling ingin dikunjungi. Dengan waktu yang terbatas, memilih destinasi berdasarkan lokasi akan membantu perjalanan terasa lebih santai dan gak habis di jalan.

Eniwei, dari hasil riset dan angan-angan panjang lebar, saya akhirnya berhasil menyusun draf rute yang menurut saya cukup masuk akal. Anggap saja ini contekan buat first timer yang juga sedang ngayal pengen ke London tapi masih bingung mau mulai dari mana.

Namanya juga draf, ya. Bisa saja nanti begitu benar-benar sampai di London, semuanya berubah. Tapi setidaknya kalau suatu hari jadi berangkat, saya sudah punya gambaran mau ke mana saja.

Dalam menyusun itinerary London untuk pemula ini, saya mencoba membagi perjalanan berdasarkan kawasan dan jenis aktivitas. Menikmati landmark ikonik, menjelajahi museum, ada hari yang lebih santai, dan kemudian hari terakhir dibuat longgar agar persiapan pulang gak terburu-buru.

Hari Pertama: Menyapa Big Ben dan Susur Sungai Thames

Big Ben London

Bayangan saya, hari pertama mendarat di London itu pasti badan masih agak jet lag, tapi hati sudah gak sabar ingin keliling. Setelah drop koper di hotel, saya mungkin akan memilih area Earls Court supaya lebih gampang ke mana-mana.

Kalau perjalanan 4 hari 3 malam di London ini benar-benar terjadi, saya rasa hari pertama gak perlu terlalu ambisius. Maklum, badan baru sampai dan koper juga belum tentu sempat dibereskan. Jadi, saya lebih memilih jalan-jalan di satu kawasan yang bisa dinikmati dengan santai daripada memaksakan terlalu banyak tempat.

Tujuan pertama tentu saja kawasan Big Ben. Vay pasti sudah tidak sabar ingin melihat bangunan yang selama ini cuma kami lihat dari foto. Saya sendiri mungkin malah sibuk mencari sudut foto yang bagus.

Untuk melihat Big Ben dari luar, gak perlu tiket khusus. Area publik di sekitarnya juga bisa dikunjungi sepanjang hari. Dari sana, kami bisa lanjut menyusuri Sungai Thames sambil menikmati suasana sekitar.

Kalau cuaca sedang bersahabat, kami bisa duduk sebentar sambil ngemil dan melihat orang-orang berlalu-lalang. Kalau hujan? Ya sudah, cari tempat berteduh. Namanya juga London.

Lanjut Melihat London dari Atas

Nah, kalau jalan kaki sampai London Eye dan ternyata tenaga masih ada, sekalian saja naik. Dari sini, kami bisa melihat London dari ketinggian sambil menikmati suasana sore.

Untuk first timer, menurut saya London Eye cukup enak dimasukkan ke hari pertama karena lokasinya masih satu kawasan dengan Big Ben dan Sungai Thames. Jadi, gak perlu bolak-balik naik transportasi hanya untuk mengejar satu tempat.

Kalau sudah sampai sini, sekalian saja naik daripada cuma foto-foto dari bawah. Apalagi kalau dapat waktu kunjungan menjelang sore, mungkin pemandangannya bakal lebih menarik.

Tiket dan waktu kunjungan:

  • Tiket dewasa: mulai £29 jika membeli online
  • Tiket walk-in: mulai £39
  • Tiket fast track: mulai £38,50 per orang dewasa jika membeli online
  • Durasi: sekitar 30 menit

Tips: sebaiknya membeli tiket online terlebih dahulu karena harganya lebih murah dan kamu bisa memilih jadwal kunjungan. Harga tiket dapat berubah tergantung kapasitas dan tingkat permintaan. Kalau ingin mengurangi waktu antre, tiket fast track juga bisa dipertimbangkan karena menyediakan akses prioritas.

Setelah turun dari London Eye, saya rasa hari pertama sudah cukup. Tinggal cari makan, kembali ke hotel, lalu istirahat. Besok masih ada dua museum yang menunggu.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membuat itinerary London untuk pemula adalah jam operasional setiap destinasi. Dengan mengecek jadwal lebih dulu, kita bisa mengatur waktu kunjungan tanpa harus terburu-buru.

Hari Kedua: Rencana Ketemu Dinosaurus dan Mumi Mesir

Itinerary London untuk Pemula, 4 hari 3 malam di London bisa ke Natural History Museum

Pagi di hari kedua saya buat lumayan padat untuk urusan museum. Maklum, kalau cuma punya waktu 4 hari 3 malam di London, rasanya sayang kalau museum-museum terkenal di sana dilewatkan.

Destinasi pertama tentu Natural History Museum. Dari foto-fotonya saja, bangunannya sudah terlihat megah, dan saya bisa membayangkan Vay bakal lebih tertarik karena ada koleksi dinosaurus.

Saya sendiri mungkin bakal sibuk melihat-lihat bagian lain sambil sesekali mengingatkan, “Vay, jangan kelamaan di sini.” Bukan karena gak menarik, tapi karena masih ada satu museum lagi yang harus dikejar.

Setelah puas keliling museum, siangnya kami bisa mencari fish and chips untuk makan. Kalau perut sudah terisi, baru deh lanjut ke British Museum untuk melihat koleksi mumi Mesir.

Mengunjungi dua museum dalam satu hari? Iya, gak salah dengar kok. Meski kedengarannya agak ambisius, kalau mengatur waktunya dengan baik, rasanya masih cukup masuk akal.

Ketemu Dinosaurus di Natural History Museum dan Mumi Mesir di British Museum

Natural History Museum dan British Museum sama-sama punya koleksi reguler yang bisa dikunjungi secara gratis. Karena waktunya cukup terbatas, saya juga gak mau terlalu lama memikirkan semua koleksi yang ada. Tinggal pilih bagian yang paling ingin dilihat, lalu lanjut ke tujuan berikutnya.

Natural History Museum

  • Tiket: gratis
  • Jam buka: 10.00–17.50 setiap hari, dengan kunjungan terakhir pukul 17.30

Tips: sebaiknya memesan tiket gratis online terlebih dahulu, terutama saat akhir pekan atau musim liburan karena biasanya lebih ramai.

British Museum

  • Tiket: gratis
  • Jam buka: 10.00–17.00 setiap hari
  • Jam buka lebih panjang: Jumat hingga sekitar 20.30

Tips: sebaiknya mengecek dan memesan tiket kunjungan online sebelum datang, terutama saat periode ramai.

Kalau baru pertama kali datang ke London, menurut saya dua museum ini juga gak perlu dijelajahi sampai ke setiap sudut. Pilih koleksi yang memang paling menarik supaya jadwal tetap nyaman dan kaki masih punya tenaga untuk hari berikutnya.

Lagipula, kalau terlalu lama di museum pertama, bisa-bisa museum kedua cuma kebagian waktu untuk masuk, lihat-lihat sebentar, lalu sudah harus buru-buru keluar. Duh, malah gak puas.

Jadi, saya rasa kuncinya bukan berapa banyak tempat yang bisa dicentang, tetapi bagaimana supaya setiap tempat masih bisa dinikmati tanpa bikin badan menyerah duluan.

Hari Ketiga: Angan-Angan ke Notting Hill dan Cuci Mata

4 hari 3 malam di London, ke Notting Hill

Hari ketiga ini saya buat sedikit lebih santai. Setelah dua hari sebelumnya cukup banyak jalan kaki, kayaknya kami memang butuh agenda yang tidak terlalu bikin ngos-ngosan.

Rencana 4 hari 3 malam di London rasanya belum afdal kalau belum mampir ke Notting Hill. Saya ingin sekali melihat langsung deretan rumah warna-warni pastel yang sering muncul di foto-foto London.

Dari Notting Hill, kami bisa lanjut jalan santai ke Portobello Road Market. Katanya banyak barang antik, suvenir, pakaian, sampai makanan yang bisa dicoba. Saya sudah membayangkan bakal sibuk melihat-lihat barang yang sebenarnya gak perlu dibeli.

Tapi biasanya begitulah kalau sudah masuk pasar.

Awalnya cuma bilang, “Lihat-lihat aja deh”

Lima belas menit kemudian, “Ehh, ini kok lucu ya”

Dan lima menit setelahnya sudah masuk tas hahah.

Waktunya Keliling Portobello Road

Destinasi selanjutnya adalah menyusuri Portobello Road. Kalau benar-benar ke sini, saya akan mampir ke Portobello Road Market, dan mungkin menjatuhkan pilihan pada hari Sabtu karena suasananya lebih ramai dan area barang antiknya juga lebih lengkap.

Tiket masuk: gratis

Jam buka:

  • Senin–Rabu: sekitar 09.00–18.00
  • Kamis: buka setengah hari
  • Jumat: jam operasional dapat berbeda
  • Sabtu: sekitar 08.00–19.00 untuk area barang antik
  • Minggu: tutup

Tips: kalau ingin melihat area barang antik saat suasananya sedang ramai, kamu bisa datang pada hari Sabtu pagi.

Saya juga sudah punya bayangan mau mencari tas kain bergambar peta London kalau benar-benar sampai ke sana. Benda kecil seperti itu biasanya justru lebih saya suka sebagai oleh-oleh karena masih bisa dipakai setelah pulang.

Nah, setelah puas keliling Portobello, kami bisa bergeser ke Oxford Street untuk cuci mata. Lumayan, sekalian melihat-lihat toko setelah tadi sibuk melihat barang-barang di pasar.

Tapi sebelumnya saya sudah memperkirakan risikonya. Ibu-ibu kalau bilang cuma cuci mata biasanya tetap perlu diawasi hahaha.

Walaupun waktunya cukup singkat, saya juga harus sadar diri soal belanja. Jangan sampai koper yang berangkat dari Jakarta masih longgar, pulangnya malah duduk di atas koper karena ritsletingnya susah ditutup.

Omaigat, semoga iman ini kuat.

Cuci Mata di Oxford Street

Itinerary London untuk Pemula, Main ke Oxfort Street London

Untuk sekadar jalan-jalan, Oxford Street tentu gak perlu tiket masuk. Kalau mau belanja, jam buka toko bisa berbeda-beda, tetapi umumnya berlangsung dari pagi hingga malam.

Tiket masuk: gratis

Jam buka toko:

  • Senin–Sabtu: umumnya sekitar 09.00–21.00
  • Minggu: umumnya sekitar 12.00–18.00

Kalau cuma ingin window shopping, sebenarnya gak perlu punya target belanja khusus. Jalan santai sambil melihat-lihat toko saja sudah cukup.

Meski begitu, saya gak bisa menjamin hasil akhirnya. Bisa saja awalnya cuma mau lihat-lihat, lalu pulang membawa satu atau dua kantong belanja. Ya sudahlah, namanya juga sudah sampai di Oxford Street.

Yang penting jangan sampai terlalu asyik belanja sampai lupa kalau besok sudah harus packing.

Hari Keempat: Packing dan Bersiap Pulang

Kalau sampai di hari terakhir, saya rasa agenda paling aman justru jangan terlalu padat. Setelah beberapa hari keliling, pagi bisa dipakai untuk santai sambil memastikan semua barang sudah kembali masuk ke koper.

Teh khas Inggris, cokelat, suvenir museum, tas kain, pakaian kotor, belum lagi barang-barang kecil yang entah kenapa selalu bertambah selama perjalanan. Kok barang bisa sebanyak itu padahal rasanya belanja cuma sedikit ya?

Vay mungkin sudah santai di kasur sambil main game di ponselnya, sementara saya sibuk melipat pakaian dan menekan-nekan koper supaya bisa ditutup.

Saya sudah bisa membayangkan adegannya. Yang satu santai, yang satu sibuk memastikan koper masih bisa ditutup.

Kalau masih ada waktu, mungkin kami bisa sarapan santai atau berjalan sebentar di sekitar hotel sebelum menuju bandara. Menurut saya, untuk first timer justru lebih aman kalau hari terakhir gak diisi dengan terlalu banyak tempat baru.

Dengan begitu, kami masih punya waktu untuk check-out, perjalanan ke bandara, dan tentu saja memastikan gak ada barang yang tertinggal.

Toh, kalau rencana 4 hari 3 malam di London ini benar-benar terlaksana, beberapa hari sebelumnya sudah cukup diisi dengan jalan-jalan. Hari terakhir gak harus dipenuhi dengan destinasi.

Saya belajar dari pengalaman. Jangan sampai sudah jauh-jauh meninggalkan hotel baru sadar ada handphone, charger, atau barang penting yang masih tertinggal di balik bantal. Duh, repotnya bisa panjang.

Jadi, kalau pagi itu ternyata kami cuma sarapan, beres-beres koper, lalu berangkat ke bandara, saya rasa gak masalah. Yang penting gak panik di perjalanan karena baru sadar ada barang yang ketinggalan.

Menurut saya, kunci itinerary London untuk pemula adalah memilih destinasi yang benar-benar ingin dikunjungi dan tetap menyediakan waktu untuk beristirahat. Jadi, perjalanan tetap menyenangkan tanpa harus terburu-buru mengejar waktu.

Semoga Bukan Cuma Jadi Angan-Angan

Begitulah kira-kira gambaran 4 hari 3 malam di London versi saya. Belum tahu kapan akan benar-benar berangkat, tapi menyusun rutenya saja sudah cukup menyenangkan. Saya memang suka bagian merencanakan perjalanan seperti ini, mulai dari melihat peta, menentukan tempat yang ingin didatangi, sampai memikirkan rute yang paling masuk akal.

Bisa saja nanti ketika benar-benar sampai di London, itinerary ini berubah menyesuaikan keadaan. Cuaca bisa berubah, waktu bisa meleset, atau ada tempat yang ternyata ingin saya datangi lebih lama. Ya sudah, namanya juga traveling.

Yang jelas, kalau suatu hari nanti saya benar-benar berdiri di depan Big Ben bersama Vay, rasanya saya sudah bisa membayangkan satu kalimat yang bakal muncul di hati.

“Wah, akhirnya sampai juga ke sini!”

Untuk sekarang, biarlah itinerary 4 hari 3 malam di London ini jadi salah satu rencana yang saya simpan dulu. Siapa tahu nanti waktunya pas dan bisa benar-benar berangkat.

Kalau hari itu benar-benar datang, selain menyiapkan itinerary, urusan penerbangan juga tentu harus dipikirkan supaya perjalanan dari Jakarta ke London tetap nyaman. Salah satunya tentu dengan mencari penerbangan Jakarta London yang sesuai dengan kebutuhan.

Yahh, semoga rencana ini gak berhenti di peta dan catatan saja.


Baca juga: Vietnam Trip: Perjalanan Menyapa Hanoi

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.