Kualitas Pertemanan

Sedang mencari pendapat saja nih.
Saya punya seorang teman dekat, yang tiba-tiba terasa begitu langsung jadi jauh setelah dia menikah.

Teman saya ini, hanya muncul sesekali. Dan  biasanya kemunculannya itu berkaitan dengan “butuh sesuatu”, misalnya menawarkan MLM, menawarkan beli panci buy 2 get 3, atau seperti kemarin karena dia butuh salon untuk make up pas mo merit, barulah dia menghubungi seorang dari kami. Kami sih sudah biasa saja menghadapinya, lalu kalau begitu mulai deh saling ledek-ledekan, misalnya ah itu kan sahabatmu, itu kan kawan dekatmu, padahl jelas dia itu kawan dekat kami semua hahhaaa…

Tapi lebih sering kami sadar bahwa berteman memang begitu, tidak bisa menuntut lebih, karena berteman memang tidak boleh egois. Apalagi kalau teman sudah punya kehidupan sendiri, kita kan tidak tahu seperti apa komitmennya dengan pasangannya. Harus kita hargailah.

Dan saya juga sadar bahwa memang ada tipe orang yang begitu, saat dia bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi pacarnya, dia akan tiba-tiba menghilang tak ada kabar, lalu tiba-tiba ketika mereka putus, baru dia datang untuk curhat karena kesepian tidak punya teman. Oke, oke kalau itu saya masih bisa ngerti deh walau kadang sebel juga. Ya habis, giliran putus baru deh dia ingat teman, coba kemarin pas lagi kasmaran. Sebulan sekali nge-buzz YM aja belum tentu. Tapi bukankah memang itu salah satu fungsi seorang sahabat? Menjadi keranjang curhat. Walaupun kadang sisi manusiawi ini mengeluh juga, kenapa sih giliran lagi ada perlunya aja baru calling-calling? Begitu.

Dan lebih kurang sebulan yang lalu, teman saya itu nge-buzz YM saya, let say saat itu kami sudah tidak bertemu dua bulan lebih sejak dia merit. Isi YM nya mengomentari foto di YM saya : “Wah, si Sasa udah besar ya Sy… cantik banget dia sekarang.”

Helloowww! Sejak kapan anak saya namanya jadi Sasa? Saya balas ym nya : “Kok Sasa sih? Itu kan Vaya? Kok bisa kau lupa nama anakku.” Dan tidak ada reply. Saya tahu dia malu karena sudah salah sebut nama. Buset dah, katanya saya ini sahabat terbaiknya, katanya dia tidak peduli biarpun teman yang lain tidak datang ke kawinannya, yang penting saya harus datang. Dan memang saya datang ke acara pemberkatannya, ya apalagi sih yang bisa membuat seorang sahabat senang di hari bahagianya kalau bukan kehadiran keluarga dan sahabatnya? Tapi, seorang sahabat bisa lupa nama anak saya? Padahal sempat beberapa kali kongkow bareng ramai-ramai dengan anak saya juga. Hahahaa… Ah mungkin dia lagi banyak pikiran, biarlah. Dan dia pun kembali menghilang. Kalau kami bilang sih, itu sudah biasa. Jangan harap dia akan sering-sering membalas ym or bbm, jadi harap maklum kalau gak pengen jengkel sendiri. 😀

Sampai seminggu kemudian tiba-tiba dia dia nge-buzz saya. Tidak ada pembicaraan soal “salah sebut nama anak”. Kali ini dia nge-buzz saya karena mau mengajak saya barengan beli panci biar harganya bisa jatuh lebih murah. Wakakakaa…. Ohhh ya sudahlah, terima nasib saja. Mau bilang apa lagi? Teman kan tidak boleh banyak menuntut. Tidak boleh egois.

Cuma ya jadi muncul pertanyaan itu : apa benar menikah berarti harus membatasi pergaulan? Terlepas dari siapa yang membatasi, apakah memang dia sendiri yang mau membatasi atau karena dilarang, entahlah. Ya kita juga pasti tahu dirilah mana pergaulan yang pantas atau tidak pantas lagi saat sudah berkeluarga. Cuma, memang beberapa teman ada yang terlihat jadi “susah bergaul” sejak dia menikah, dan itu sedikit banyak mengganggu hubungannya dengan para sahabat. Tentu orang gak kepengen hanya dihubungi saaat ada perlunya saja kan?

Kalau saya sih kayaknya biasa saja, saya sudah tanya ke teman-teman saya apakah menurut mereka saya berubah sejak saya merit? Katanya sih tidak (mudah-mudahan saja gak bohong mereka hehee). Toh kita masih mengobrol seperti biasa meski jarak memisahkan (halaaahh…), dan kami juga menyempatkan diri saling bertemu saat ada kesempatan. Sudah sama-sama sibuk jadi kami lebih mengutamakan kualitas sebuah pertemanan daripada kuantitasnya. Walaupun selalu ada rasa rindu juga untuk sering-sering berkumpul.

Teman-teman sendiri bagaimana? Masih rajin kontak dengan teman-teman lama atau sudah lupa sama mereka karena dapat teman baru? 🙂

137 Comments

  1. rasanya dah lama gak singgah kesini… 🙂

    saya sering juga ngalamin kayak gitu…
    malah terkadang, yang dulunya akrab banget… tapi waktu dah lama gak ketemu, gak tau mau ngobrol pa… bingung sendiri hehehe

    tapi ya begitulah…
    selalu ada hal yang membuat kita jarang komunikasi dengan teman2 “lama” entah kesibukan dengan kerjaan, pacar baru, atau teman baru..

    tapi biasanya kalau saya minimal dalam 6 bulan, ada deh sekali nge buzz mereka juga.. sekedar bilang kok ngilang gak ada kabar, basa-basi sebentar.. dan hilang lagi…
    hehehe

    sekedar mengingatkan dia, kalo disini juga ada temennya, walau jauh…

    🙂

  2. hm….
    kira kira apa yang buat dia begitu ya?
    mungkin banyak pikilan…
    kasian si sasa eh vaya..
    namanya dilupkan…

  3. aku punya teman kek gitu kak
    tapi belakangan aku sedang memutus kontak dengan para teman hihi aku sedang berada di titik unknown

  4. ian

    tentu aja masih,,

    meski ada juga sih yang lost kontak 🙁

  5. Kontak teman lama yah?
    Kalau gak modal Y!M atau fesbuk, pastinya tak pernah :p

    Tapi bukan didasarkan pada “dapat yang baru, lupa sama yang lama” lho. Tapi lebih ke “dapat yang baru, urusin yang baru dulu aw” :))

    Buat ku, semua itu sederhana, kalau ada yang harus diurus di dekat kita, ngapain juga ngurusin yang jauh? Bukankah lebih baik, selama gak ketemuan kita tak usah basa-basi, nanti malah lupa nama anak lagi.. malu kan? (ini karena emang sifat aku seperti itu, gak gampang ngingat ucapan orang lain, kecuali mengalaminya sendiri).

    Kecuali urusannya gak basa-basi, bilang lah “azas manfaat” ketika butuh sesuatu. Nah, itu juga gak salah. Toh friend in need, is friend indeed, ya kan?

  6. saya kira ini adalah kesempatan untuk menguji kesabaran mbak.
    tidak masalah orang lain berbuat salah tterhadap kita, asal jangan kita tiru.
    jika kita sakit diperlakukan seperti itu maka dipakai sebagai pelajaran hidup agar kita tidak memiliki sifat yang demikian. ah mungkin saya ngaco kali! saya ini kan cuma mahasiswa yang belum jadi sarjana! maaf lho mbak… habisnya cuma bisa melihat sisi positifnya disini saja.

  7. jgnkan nikah
    saya pnya beberapa temen yg “menghilang” hanya karena punya pacar
    dan hanya “muncul” ketika bermasalah dengan pacarnya

    dan buat saya itu “menggelikan”
    😀

    • Zizy

      jangan berkomen pakai sisipan link ya… 🙂
      komen udah di-edit hehe…

  8. tak bs dipungkiri, kadang kita mengontak teman lama karena kebutuhan.ini sah2 saja kan? he2.

  9. oma

    kalo aku sih karena masih kuliah, jadi masih sering jalan-jalan geje sama temen
    hmm, temenku pernah bilang “teman itu kalo ngelakuin sesuatu hukumnya sunnah, kalo pacar hukumnya wajib”
    maksudnya sih gini, kadang temen ga bisa selalu ada buat kita, kalo ada buat kita ya bagus, kalo ga ada ya ga apa-apa
    kalo ngerasa dimanfaatin, ya bilang aja atuh mba
    kalo kata si mantan, pertemanan yang baik itu seperti pertemanan mafia, berkomitmen satu sama lain dan ga akan mengkhianati, tetap ada kapan pun itu 🙂

  10. memangs seringkali teman lama terlupakan bilamana ada tema baru…. namun, walaupun saya jarang berkunjung ke sini, saya tetap menganggap tehsusu adalah temanku…

  11. Jujur saja …
    Kualitas dan intensitas “fisik” pertemanan menjadi agak jauh … (bahkan jauh) … jika kita semua sudah menikah …
    Karena memang ada prioritas yang harus kita dahulukan …

    Namun …
    Jika menghubungu hanya saat “butuh” saja …???
    memang harus dipertanyakan kembali … benarkah pertemanan seperti itu yang kita bina selama ini …

    Yang jelas …
    Pengalaman saya … teman akrob saya jaman SMA/Kuliah … sekali sekala say Hi … apa kabar … dst
    dan itu bukan basa-basi … saya pikir .. sudah lebih dari cukup tetap menjalin silaturahmi …

    Salam saya Zee

  12. mnrt saya teman itu ada di hati.. mskpun dia jarang menghub kita ato sbaliknya, tapi mrk tetap di hati kita.. suatu saat kita ato dia menghub kita skedar say hey.. patut kita hormati. Kita kan ga tau kesibukan dia skr pasca menikah. Itu bagian yg harus kita mengeri sbg teman.. Klo dia sibuk, kita yg ngalah menghub dia pasti dia juga akan seneng bgt.. ya begitulah hidup, ga selalu sesuai dg apa yg ada dlm kehendak dan pikiran kita.. Itulah knapa kmd timbul pertemanan2 baru.. Btw, gmn klo kita berteman zee? hehehe..

  13. masing2 orang mang beda2. kalo soal lupa nama, kadang memang nama anak2 gak gampang diingat lho. ini karena sering blogging, jadi aku ingat Vaya, ingat Shaina, ingat anak2 teman blogging lainnya, lebih ke “ala-ingat-karena-biasa”, karena sering mampir ke blog. aku di china sini, susah bagnet lho ingat nama orang dalam bhs china, tapi kalo misal yg bersangkutan punya nama inggris, jamin langsung ingat.” (padahal aku chinese juga lho). soal teman, yah mungkin dah sibuk sendiri setelah nikah, sibuk dg suami, sibuk dg keluarga besar di belakang suami setelah menikah, dstnya. aku dan teman2 sekelas sudah jarang kontak. masih untung bisa silaturahmi via fesbuk. tapi kalo hubungi karena ada maunya, kadang bikin bete yah. kalo memang gak kontak2..yah udah gak kontak aja seklian… sekali2 say hello aja spy tetap keep in touch. tapi kontak karena ada kebutuhan, yah..ngeselin juga yah sih.

  14. Saya boleh ikut berpendapat?

    Kalau menurut saya, teman memang ndak selamanya bisa memenuhi semua keinginan kita. Sama seperti kita, blum tentu memenuhi keinginan orang lain. Tapi justru di sana serunya.

    Saya sendiri ndak terlalu mempedulikan gaya berteman orang lain, selama ndak menggangu kepentingan saya. Misalnya; ada teman yang datang pas dia butuh sesuatu saja. Ndak apa-apa, karena saya pun berhak untuk ndak membantu dia saat dia datang. hehe!

    Tapi, Sasa memang keliatan sudah besar kok. Hihihi..piss mbak!

    • Zizy

      Hmm kebetulan saya jarang begitu sih, datang ke teman klo saya ada perlu saja, jd saya ga terima klo ada teman yg begitu ke saya. Boleh klo emg perlu, tp klo cuma datang pas perlu, kok rasanya kyk dimanfaatkan ya.

  15. trus.. jadi, barengan beli pancinya ? klo aku ogah zee… ! 🙂

    klo tadinya memang ga akrab banget, mkin bisa ‘biasa2’ aja pas dia menghilang…tp klo tadinya dianggap sebagai sahabat terdekat.. wew.. agak gimanaa gitu..palagi mpe salah sebut nama anak.. ngubungi kita lagi pas butuh saja ? ah.. pasti ada rasa sebel… manusiawi lah..

    memang ada beberapa orang yang setelah menikah jadi agak ‘terkekang’, mkin karena punya kehidupan baru yang lebih menyita perhatian dia, atau mkin krn suaminya membatasi pergaulan tp kalo sama sahabat dekat rasanya ga sampai segitunya deh.. aku dulu ga gitu zee…

    • Zizy

      aku sih g dibatasi sama suami, tp ya aku yg tau diri, jd tetap pada batasnya. tp ya at least kabar2i lewat ym or bbm itu jg udah cukup lah…

  16. Tak dimungkiri bahwa pernikahan memang bisa mengubah pola hidup, termasuk gaya pertemanan. Jadi kita kadang memang harus mahfum, meski tak setuju. Barangkali bagian dari rona kehidupan mbak…

  17. Di ahkir ceritanya lucu banget , si teman tiba2 ngebuzz ngajak beli panci .. tuh khan , si teman lagi butuh ..ahahaha..

    salam kenal Zee

  18. banyak lagu tema judul sahabat.
    karena dekat di hati,makanya banyak di angkat

  19. memang manusiawi sih sis, aku punya temen yang sejak merit gak mau kita tau rumahnya ntah kenapa, padahal sebelumnya paling deket, dicari akun fbnya pun gak ada deh

  20. ok

    aku sendiri jga punya teman yg seperti itu, hanya datang saat ada perlu/butuh kadang jadi sebel tapi ya sudahlah akhirnya akupun menyerah dan membiarkannya mungkin itu emang sifatnya 😛

  21. ya itulah bedanya sahabat dan teman biasa. kalo teman biasa ya ada kecenderungan bakal dateng kalo perlu aja, tapi ya ga semua orang getu lah 😀

  22. Postingan kaka ini membuatku memikirkan tentang kualitas pertemananku selama ini..

    *langsung chat dengan salah seorang sahabat yang sudah lama tidak keep contact*

    thanks sist!

  23. masih sih..malah merekanya yang kayaknya gimana gitu dengan kondisi saya sekarang…ya udahlah..people come and go..

  24. Heheheh menanggapi komen kk di blog saya. Itu coklat emang dibagi2 ke para pengguna jalan semuanya… orangtua, anak kecil, yang naik mobil, motor atau jalan kaki… smua dapat jatah 😀

  25. ehm ehm teman lama yah *berfikir*
    cuma 1 sahabat yang masih setia menemani saya sampai saat ini biarpun agak jarang ketemuan tapi komunikasi lancar yg lain???kelaut mungkin

  26. Haha.. Zee juga mengalami kekecutan sama teman-teman lama ya? Aku juga sih. Dulu aku pernah sempat menulis juga mengenai masalah ini (mampir ya kalo ada waktu :D).

    Buatku kualitas sebuah pertemanan itu semakin susah ditemui semakin kita beranjak dewasa. Dan sering juga kudengar bahwa sahabat yang kita dapatkan di SMA adalah sahabat abadi.

    Terima kasih tapi kepada teknologi, katakanlah Facebook… walau jarak memisahkan (idih juga…) niscaya kontak akan selalu terjaga.

    Tapi buat pengguna BB yang on 24 jam… biasanya “service” mereka mengecewakan soalnya sering gak bales msg kita, ketiduran dan besoknya lupa. huh!

    • Zizy

      O iya, komennya pake sisipan link. Jadi masuk ke spam. No sisipan ya bro… 🙂

      • gak ada sisipan kok dikomennya. Cuman di kolom URL nya aja yang diganti kehalaman postingan langsung haha…

  27. Bener memang ada model teman yang kayak gitu, saya juga ngalamin. Sama, aku juga akhirnya “menyerah” … mungkin “jodoh” berteman kami sudah berakhir disini. Ngga ngarep2 dia lagi mba … hilang satu mudah2an bisa muncul seribu 🙂

  28. ahayy…kl aku sih,dh biasa dicari saat perlu trs ditinggal saat dh ga diperluken,tp namanya hdup ‘too many come n go’,jd ga bs protes jg scara org kan kualitasnya macem2 ;p
    berbahagialah krn akhlak kita ok,toh 1 ekor bermasalah msh ada 100 ekor teman lain yg baik kan dgn kita dan layak mendapatkan perlakuan baik dr kita jg 😉 (ahay sok bijak,padahal diriku jg hhmm hhmmm,hheheheheeh)

    • Zizy

      harapan sih bertambah teruslah teman jgn berkurang… tp klo emg harus berkurang ya sud lah, berarti memang bukan jodoh kita 🙂

  29. ah itu kan sahabatmu, itu kan kawan

    sama dengan

    Adek mu itu, ahhh apramu nya itu ….

    Gak ?

    Kalau iya, idem deh.. Seleksi alam lah itu to.. huaehauehaeuhauhe….

    Btw, sudah well done nich… Jadi asik baca baca lagi…

    • Zizy

      itulah, seleksi alam juga ya, benar itu. tp mksdku ya, kita berkawan kan jgn kapan butuh aja baru datang…

  30. Nda

    Sempat membahas hal ini sama teman yang lain. Memang waktu sudah berpisah, kita ketemu teman baru dan jadi sibuk untuk “menjalin” pertemanan lagi. Jadi, sebagai sahabat ya ngerti saja. Yang namanya sahabat kan menerima sahabatnya apa adanya.. hehhe..

  31. pengalaman kejadian mba ini mirip banget yg aku alami juga, giliran butuh aja datang dan say hello, gak ada samsek ikatan bathin pertemanannya, kalo udah gini, aku menaruh dia dihatiku diurutan yg paling bawah meskipun sering datang jika dia ada maunya. 😀

  32. Kalau aku sendiri setelah menikah memang ngga pernah jalan lagi sama temen, sebenarnya suami ngga melarang sech, cuma aku ngga enak aja senang2 sm temen sementara suami di rumah sendirian, kecuali suami lg diluar kota, barulah aku bikin janji sm temen utk ketemuan ehhehe….mungkin temen Mbak Zee ini seperti aku yachh….

  33. wew..
    mungkin pas ama kata tetangga..
    dunia milik berdua..
    yg laen ngkost..
    hehehe..
    btw, ayoo vote komodo.. 😀

  34. alhamdulillah, si pipi gag ngebatasin temen2 aku, cuman akunya aja yang harus tau diri membagi waktu… jangan sampe keasikan bareng temen malah jadi doi kelupaan diperhatiin hehehe…

    calling2 ma temen ga ada masalah, masih ada yang kip in touch bahkan temen baik pas esempe esema… temen kuliah lebih banyak lagi… apalage dapet temen2 baru blogger, kayak zee 🙂
    so happy! 😀

  35. teman2 saya yg sering saya jumpai sebatas teman di suatu komunitas, paling nggak seminggu sekali ketemu utk kongkow bareng. komunikasi pun nggak terlalu sering terjadi, email atau sms pas selagi butuh saja.
    **momen2 yg spontan menyatukan saya dan teman2 itu di antaranya : ada yg punya hajat, sakit atau saat duka cita

  36. yang disebut temen itu gimana sih mba. aku punya temen. deket. banget. tapi kok dia suka saingan ya. berasa banget lho kalo dia pengen lebih dari aku. padahal dia punya kelebihan sendiri, tapi kok masih aja iri sama orang lain yg notabene temennya sendiri.

    • Zizy

      katanya, wanita memang begitu, selalu menginginkan apa yg dimiliki oleh temannya. jdnya bersaing. well klo rasa iri itu membuatnya jd kreatif dan maju gpp, tp klo udah iri dan jelek2in, itu bukan teman namnya mir… parah itu.

  37. wah temen yg satu itu anomali ya mba. padahal yg lain kan masih suka kumpul tuh sama mba zee. Mudah2an aku bisa kaya mba zee kalo udah nikah, tetep bisa kumpul sama sahabat2.

    Aku malah sedih mba, satu sahabatku sejak kerja setaun lalu, bener2 ngilang, ga pernah mau ngehubungin lagi. Katanya sahabat toh? mungkin dia dapet temen2 baru yg jauh lebih asyi 🙁

    • Zizy

      entah ya, mgkn temanku itu masih asik sama kehidupan barunya :).
      klo ditinggal, kita cari saja teman baru..

  38. saya juga punya masalah mengingat… jadi sering lupa… menurutku sih wajar lupa nama, tetapi kalau temen deket… ga tau deh…

  39. wah..kalo aku msh tetap main sama temen2 SMA, dan gank jaman baheula. Meski gak reguler, kalao ngumpul pasti seruu..kalau yg datang kalo pas butuh, pasti bukan teman itu namanya, sis.. itu namanya relasi..haha

    • Zizy

      huehuee… bener sis, itu relasi namanya, bukan teman. hmm, aku ingat2 deh ini kl dia hub aq lg..

  40. kalo gw neh.. sebagai sesama teman lo yang agak2 baek ini.
    pergaulan seabis nikah itu gak ada bedanya, bahkan lebih trasa asyiknya.
    memang yg jadi problem, kalo antara pertemanan dan bisnis udah dicampur aduk.
    biasanya yg muncul malah renggangnya hubungan.
    gw udah ngalamin banyak… teman yang akhirnya jadi musuh.. gara2 urusan uang.
    pertemanan jadi tidak murni.. ditunggangi dg kepentingan cari2 untung.

    enaknya ya kayak gini kan Zee.
    teman tanpa ada embel2 apa2..
    temen ya temen aja

    • Zizy

      maksud gw jg gitu mod,ga pengen aja urusan teman jd ga enakan gara2 uang…
      iya, enakan ya teman, teman saja, g usah sahabat.. bener itu.

  41. hehehe..,aku ju9a punya teman kaya 9ituh,
    trima nasib ajahlah 🙂

    buat daku menikah hanyalah perubahan status,dari sin9le ke double
    tidak mempen9aruhi pertemanan/persahabatan
    sebab selalu ada ruan9 utuk sahabat terdekat 🙂

    sebulan sekali masih ketemuan sist,aku ama sahabat daku [kitakan belum pada merit hehe]

  42. Saya pernah punya teman seperti itu, kk. Mau gimana lagi? Terima aja 😀 namanya juga teman (bahkan udah kayak sodara). Kita jadinya ‘a shoulder to cry on when he/she remember’ aja 😀 hahaha…

  43. hehehehh, aku pilih untuk saling mengerti saja bahwa semua sudah punya kesibukan masing2. Yang penting tetap saling sayang.

  44. Ina

    Kontak2an ama teman lama dah jarang, tapi sekalinya ketemu atau ngobrol yang ditanyain selalu aja “kapan married?”
    Grrrrrrrr…! *pengen nelan bulet2*

  45. hiiii..emg suka ada tuh jenis ‘temen’ yang kaya’ gitu..kadang emg bikin risih ya.. 🙂

  46. Bagaiamanapun jika sudah berkeluarga hubungan dengan teman secara kuantitas pasti menurun.
    Dan celakanya biasanya juga disertai dengan kualitas.
    Apalagi seperti saya mbak, kerja ditengah belantara. Ketemu sama keluarga saja hanya satu bulan satu kali. *sedih mode on….*

  47. well memang manusia bisa berubah. Dan kalau memang dia gemar memakai kaca mata kuda, maka yang diperhatikan hanya yang di depan mata saja.

    soal salah nama itu wah memalukan sekali ya.

    EM

  48. Kalo sahabat-sahabat saya meski sudah ada yang menikah tetep masih komunikasi gt. Kalo misal yang sudah pada menikah lama ga kasih kabar, kamilah yang masih lajang2 ni menghubungi mereka sekedar menanyakan kabar. Ga nunggu untuk dihubungi dulu biasanya, kalo pas kepikiran or kangen tinggal hubungi aj duluan..

    Btw kalo sampai lupa nama anak sahabat sendiri rasanya kebangetan banget yah mba!

  49. waduh… ini yang saya sebut complicated. susah memang kalo menghadapi sahabat seperti itu, karena hampir semua orang pernah dihadapkan dengan masalah yang sama seperti mbak zee sama juga seperti saya.
    walau bagaimanapun sahabat tetap sahabat.

    Kalau menurut saya mbak.. diakan menghubungi mbak zee karena mbak adalah sahabatnya. dia membutuhkan pertolongan secara gak langsung atau dukungan gitu, pasti ada suatu saat dia berubah. persahabatan kan ada masa2 pasang surut kadang ada rasa gak enakan, ada rasa dibebani itu biasa karena sahabat tetap sahabat..

    • Zizy

      ya memang, tp klo menghubungi nya pas ada perlu aja, males dehh…

  50. Horas Botou, memang menemukan sahabat sejati sangat sulit, katanya sih sama seperti mencari jarum dalam jerami. haha.. kapan ketemunya ya. Terkadang harta, keadaan, keluarga, jabatan dapat mengobah persahabatan dengan tiba-tiba, ya itulah hidup. Tarimakasih botou untuk tulisan yang bagus ini.

    • Zizy

      Benar. Itulah sebabnya kita hanya bisa menerima nasib kita sbg teman, dia butuh ya kita ada utk dia, tp bukan utk dimanfaatkan, itu aja 🙂

  51. beberapa orang mengalami kehjadian itu termasuk saya. saya punya sobat yang bener bener sahabat. sepasang suami istri tersebut adalah temen kuliah semua. begitu menikah, jangankan menghubungi, dihubungipun susahnya minta ampun. diangkatpun, bilang lagi gak moodlah inilah itulah. tapi kalo mau minjem duit atau apa, hmmm telfon deh. kacaauuuuuuuuu

    • Zizy

      berarti duitmu banyak zul, makanya sering jad inceran :p

  52. yang penting saling mendoakan dalam kebaikan…. jangan doain yang jelek

  53. bener mbak zi, mbak kost saya setelah menikah juga tidak dibolehkan keluar² sama suaminya, meski toh dengan saya 😐

  54. temen-temen yang udah pada merit emang cenderung menghilang. hanya timbul sesekali saja. katanya sih karena lebih konsen ngurusin suami dan keluarga. tapi ada juga yang tetep keep in touch, meski hanya lewat email n fesbuk tentunya 🙂

    ntar aku kalo dah nikah gimana ya? masih bisa ga sebebas itu memberi waktu untuk sahabat-sahabat..hmm..kayanya si bisa..hopefully 😉

  55. Widi

    Aku setuju seperti Kak Zy, menikah memang pasti ada konsekuensi, tapi kalau memang semenjak menikah harus membatasi pergaulan karena pasangan kita, so mengapa kalau ada perlunya baru nelp kita juga. Cuma Ye em malah. Trus nanya yang sudah bolak balik ditanya. Kesal? iya lah. Ketika kita menikah, kita diberikan kemampuan untuk menjadi lebih mature utk mampu memilah-milah. Kalau hanya sebut “teman” waktu mau beli panci, apa dia juga mau kita sebut “teman” cuma karena butuh kenalan urusin sesuatu?. Pasti dia ga mau menguruskan bukan?. Pura-pura lupa … hahahah. Alasan “duh sibuk kali aku” *Dah pernah kucoba kak”. Ikhlaskan sajalah kak … at least we know.

    • Zizy

      betul wid, ikhlaskan aja yaa…
      *biar si suami yg kmrn baca dan kasih komen bs kabari ke dia :p~

  56. Meski teman dekat, tapi kalau datang untuk nawar2kan produk yang saya gak minat ya saya tolak dengan halus.

    Urusan yang sifatnya bisnis kan boleh diterima boleh tidak bila kita gak berminat, meskipun itu datangnya dari teman sendiri.

  57. yupz bener banget n stuju berteman emang ga boleh egois dan tahu akan batasa2n

    Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀

    • Zizy

      Wah… klo komen jgn pake sisipan link ya… tx 🙂

  58. jadi malu baca postingan ini…aku termasuk yang jarang ketemu temen setelah merit…la susah ngatur waktunya 😀
    tapi tetep kadang masih ketemuan juga, walo bisa dibilang jarang banget…dan tentu saja bukan unutk nawarin panci lo hehe

  59. Ria

    been there mbak…aku juga punya temen yang kayak gitu…katanya sahabat dari smu, ehhh telp aku pas lagi butuh aja…butuh pinjeman duit lah, butuh di anterin kesini lah…sebel deh.

    kadang klo dasar diriku sudah kesel…gak akan kuangkat telpnya…hehehehe nanti 2 hari kemudian baru ku telp kembali 😛

    • Zizy

      huehehehe…berarti kita sama…. klo da sebel ya dicuekin dulu bbrp hari..

  60. kebetulan saya punya sahabat sejak SMA sebanyak 8 orang (9 termasuk saya), kami tetap rutin berkumpul walaupun telah lulus SMA 9 tahun lalu. Tapi ya begitulah semenjak 3 orang telah menikah (termasuk saya), intensitas berkumpul memang menjadi berkurang, tapi yang menyebabkan bukan hanya keluarga, tetapi jarak dan sibuk dengan pekerjaan. Semuanya sebenarnya punya waktu untuk ngumpul, tapi masalahnya waktu luang kita berbeda-beda.

    **kok jadi curhat ya..

  61. kalo aku biasanya konsisten kontak dan bertemu taman-teman dekat atau teman-teman di komunitas. Secara berkala diusahakan kontak sama sohib di geng SMA, geng kuliah, geng organisasi. Emang sih kadang gak in touch bisa 3 bulan lebih tapi at least di hati masing2 kami selalu saling mengingat, halah apa siiih hehehe

    • Zizy

      iya sih, sebenarnya ga musti ketemu sering2 jg gpp, asal ya masih ada komunikasi dan perhtian 🙂

  62. Oh my G..pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan gw. (bakalan panjang nih nulisnya hehe)

    Ada teman di Indo yg dulunya asyik, begitu nikah, pas acara kantor yg biasanya kita nginap bareng di hotel, gak bisa lagi. (ngerti sih,dah nikah. Tp tetap aja eh kerasa kehilangannya)

    Ada juga yg begitu mendewakan keluarganya, sampe gak masuk akal, kita datang jauh2x, (dia tinggal di spore)kalo suaminya ada dirumah, gak bisa tuh berkunjung. Tp untungnya kalo kita sedih, dia perhatian banget.

    Ada juga yg kalo da ketemu jantan, gak ingat apa2x ! Pernah pas farewell aku, tak kasi kamar gratis biar kami bs ngumpul, eee malamnya ketemu jantan di internet, malah nginap di tuh jantan, paginya pas aku dah ke Seattle br nongol. Ini teman parah banget deh. Saat ama pacarnya, gak blh diganggu. Begitu butuh mobilku di Batam, nelpon. Sorry lah yaw. Sampe skrg aku agak males ama dia.

    Tuh khan panjang…(msh blm puas lho pdhl nulisnya haha)

    Kalo kita bertemannya saat msh single sampe nikah, akan kerasa. Kalo teman2xku di Amrik memang ketemunya dah nikah semua, jd gak kerasa drastisnya.

    • Zizy

      *mb kok komenmu masuk k spam sih?

      hahahaa…. wah panjang memang pengalamanmu mba, jelassss…

      memang benar, temenan dr single sampe merid jdnya kerasa banged, tp kita semua tetap berusaha saling mengerti, asal ya itu tadi, ga pas butuh aja kontak2an..

  63. DV

    Saya pernah salah menilai teman dan sahabat, Zee.

    Ada banyak orang yang dulu karena emosional lantas kerap kujadikan sahabat, ternyata eh ternyata, nggak masuk hitungan tahun pun sudah ngilang dan keliatan belangnya.

    Akhirnya, bagiku sahabat adalah teman. Teman adalah orang yang bukan musuh:) Aku memang melakukan perluasan arti seperti itu supaya tidak ada rasa sakit hati ketika mereka mulai ‘berubah’..

    Jadi, as long as mereka dan siapapun itu nggak menyakitiku, mereka adalah teman?

    Sahabat? Oh no 🙂

    • Zizy

      Prinsipmu boleh juga Don. Aku juga biasanya mengatakan mereka yg dekat denganku sebagai “teman dekat” & bukan sahabat krn sama sepertimu aku ga mo nanti kecewa. Baru belakangan ini saja aku berani gunakan kata “sahabat” itu hahaha, mungkin aku sudah mulai berani percaya akan makna kata sahabat 🙂

  64. gua rasa sih bukan karena menikahnya ya tapi ya orangnya aja begitu kali… 😀

    terus terang sih gua juga sejak menikah jadi berkurang banget frekuensi ngontek temen2. yah namanya juga udah sibuk ama keluarga sendiri ya. kadang gak sempet ngontek2. tapi ya once in a while masih berusaha lah untuk selalu ngontek2 terus. bukan cuma kalo ada butuhnya aja… 😀

    gile bete banget pasti kalo dikontek ama temen cuma pas ada butuhnya…

    • Zizy

      frekuensi gw jg jarang sih, man, tp kadang2 masih gw sempatkan utk sms/ym/bbm utk tanya kabar. jd ga kesannya pas butuh aja kan? huuu g enak banged dah kl ampe kita dicap kapan butuh aja 😀

  65. salam kenal ya mbak

    arti teman memang tidak bisa di buat perhitungan untung ruginya. tapi yang pasti banyak teman itu berarti terkenal hehehe

  66. masih dung..sesekali mengkontak temen-temen lama. apa lagi sekarang udah ada jejaring sosial. jadi lebih mudah berkomunikasi

  67. heheee…Alhamdulillah…walopun sudah menikah tapi aku ama hubby masih membebaskan masing masing buat punya waktu begaul…kaya sekarang nih…my hubby lagi jadi backpacker barengan temen kantornya… 🙂

    gue sih…selama itu cowo semua…*halaah masih ada jeles tooh buuu…* truus juga bisa bikin dia hepi, kenapa engga…?

    • Zizy

      hahahahaa…. sama mah hubby gw jg gitu mbak, mana ada larang2. lagian kita jg tau diri kok ya..

  68. Klo saya sih masih berhubungan sama teman lama lewat FB…..
    Klo teman baru juga ada beberapa…..

    Walaupun itu teman lama atau baru yang penting bersahabat dengan tulus…..
    Selama itu tulus tidak akan ada kata lama ataupun baru, wkwkwkwkwkwkwk…..
    [kyk jadi pembicara saja niy saya]
    hehehehehe……

  69. hm.. kalo aku sih, setelah menikah emang agak berkurang waktu dengan teman2..
    kebanyakan ‘gaul’-nya sekarang ya ama temen2 di kantor..

    tapi dengan temen2 lama juga gak putus kontak juga kok. kalo ketemu sih jarang.. paling via YM aja..

    pernikahan nggak membatasi pergaulan kok. cuma kadang2 kitanya aja yang udah sibuk ama kerjaan dan keluarga.. tanpa disadari ternyata ngaruh ke waktu untuk ketemu temen2…

    begitchu…. 🙂

    • Zizy

      harusnya sih begitu ya, jgn ampe temen2 mikir kita menghilang begitu merid, yg penting tetep kontak aja 🙂

  70. nah ini…kasus teman atau pasangan pernah saya lontarkan juga di Notes Facebook. Hasil yang saya peroleh, jaga jarak itu dilakukan agar pasangan tak cemburu. Dilematis Bu, sampai sekarang juga saya tak terpikirkan bagaimana solusi terbaik selain “hubungi jika perlu saja”…

    • Zizy

      Oh iya sih klo itu kita ngerti. Tapi sesama teman sejenis? Entahlah, mgkn bukan pasangannya, tp memang dianya..

  71. betulllll..
    sy memang jd jarang kongkow sama sahabat2 saya,
    tp saya selalu menyalakan ym dan menyapa mereka,,karna saya gabs menemui saya maka saya yg buka pintu lebar2 buat mereka datang kerumah saya bahkan menginap dan suami saya tidak keberatan 😀

  72. sahabatku berubah sih, tapi hanya berubah jadi nggak bisa main-main sesering dulu. tapi tetap, kalo ada waktu, meski jarang, kita usahain buat ketemu walau hanya sekedar ngopi.
    makanya saya sayang sahabat saya 🙂

    • Zizy

      Yoi, ketemu sesekali jg cukuplah utk mengobati kangen 🙂

  73. another-friend

    hahahaha.. I know this friend 😉
    mungkin penyesuaian jadi istri dengan suami jarak jauh membutuhkan banyak waktu untuk nya… yang penting kita sebagai teman gak menjauhinya 😉

    • Zizy

      ya kan temannya tdk menjauhinya tp sepertnya dia yg tanpa sadar menjauhi teman2nya. and maybe next time u’ll use or valid email mr.W, so I can send this reply this email direct to ur mail. 🙂

  74. berteman memang kadang punya resiko sendiri, pdhal berteman harusnya bertujuan utk slg menyenangkan… 🙁

  75. Hmm….

    Mungkin memang wajar kalau kesibukan dan rutinitas menciptakan jarak antara kita dengan teman, tapi bukan kalau pas butuh aja lantas mengontak… Apalagi kalo ngontaknya cuma karena pengen panci buy 2 get 3 😆

    Yahh…., terkadang ada sih teman yg seperti itu, dan sebagai manusia yg baik bagusnya kita memaklumi sepanjang kelakuannya bisa dimaklumi. Tapi kalo udah kebangetan, ngontak cuma mau pinjem duit misalnya, duh, gak deh… 🙁

  76. selalu ada org2 spt itu mbak….malah mngkn saya jg pelaku sklgs korbannya (hiks) yaa mo gmn lg c hubby emng ga boleh saya terlalu dekat dgn seseorang entah apa yg ditakutkannya.dilain pihak teman2 yg nota bene sgt2 dekat dg kita malah kaya ga kenal kalo ketemu skrg. tp saya ambil positifnya dong “apa yg kau buat itu yg kau dapat ” tp itulah nasib. sy cm bisa menjalaninya.

  77. Pernah sih ngrasa agak terpinggirkan waktu temen deket, boleh deh dibilang sahabat saya, udah punya cowok. Masak pas kita lagi ngobrol, bentar-bentar dia ditelpon cowoknya atau sms-an sama cowoknya. Akhirnya saya cuma ngomong sama badannya aja. Pikirannya gak tau kemana. Ngrasa sebel juga karena dicuekin..
    Tapi ya akhirnya saya biarin aja.. Habis, saya kan gak bisa egois, karena temen saya punya kehidupan sendiri yang gak bisa diganggu gugat. Akhirnya cuma bisa diem aja dan nyabar-nyabarin diri…

    • Zizy

      hahaaha saya pernah tuh, keasyikan sms jd temen merasa dicuekin. pdhl sy sms-an bukan sama pacar tp sama teman2 kami jg tp kebetulan temen kami itu ga ikutan. saya sih senang diingatkan jd tau klo kita udah buat temen merasa dicuekin..

  78. saia mshs ering keep in touch dg teman2 lama saia, mbak…
    tapi, saia juga gak menolak kalo dpt kenalan teman2 baru…hehehe

  79. Emang, kendati tidak banyak, tapi ada orang2 seperti itu. Yang terpenting, kita nggak kayak gitu, berusaha saja. Semoga….

  80. menurutku sih itu tergantung orang itu sendiri

    terkadang aku juga begitu ,
    bisa karna terpisah jarak yg jauh, kepadatan waktu , ataupun alasan tertentu

    bisa juga karna temenku sendiri yg seperti itu, jadinya yahh, aku ikut begitu juga

    heheheh

  81. kalau teman saya lain lagi ceritanya.. saban ketemu dia akan curhat panjaaaaaaang dan lebaaaaaaaar tentang setiap aspek kehidupannya.. TANPA menanyakan bagaimana kabar kehidupan saya 😀

    Yah.. sebagai teman sih ya saya dengerin aja curhatnya itu.. walo kadang terbersit pikiran kok dia ga pernah nanya atau ngasih saya waktu untuk curhat yah.. hehehe

    Mending mana, tuh?

    • Zizy

      Sama ancurnya berarti ya Pit, hahahaa.. temenku jg ada yg begitu, dia cuma mau ultahnya doang diingat-2 tp dia ga pernah mau mengingat hari ultah temannya.. ck ck..

  82. Aq jg punya teman yang persis kayak gitu. Dulu akrab banget pas masih sama2 satu SMA. Abis kulih, beda jalan, jadi jauh. di sms-sms gak pernah dbalas. trus nadak suatu ketika nelpon terus, nawarin MLM. pas waktu itu aq sibuk, Aq cuekin aja.. EGP!!! 😀

    • Zizy

      wakakaakakak….
      makanya mending kan saling silaturahmi dulu, mlm mah belakangan ya kekeke..

  83. Berteman tidak boleh menuntut. Itu aku setuju banget, Zee. Sekalipun aku pun sama jengkelnya kalau berada di posisimu, tapi tetap saja, kita kan sahabat yang tidak pernah meninggalkan? Setidaknya, aku memfungsikan diriku seperti itu di mata sahabat-sahabatku…

    • Zizy

      Yoi La, memang sih hati jengkel dan sepet jg. Tp krn aku sadar bahwa jd teman ga bisa nuntut, ya sud terimalah tp standar aja, jd lama2 dia jga ngerti kan hrs gimana dgn temannya.

  84. mayoritas teman saya pada lupa Mba, ya mungkin karena kesibukan masing2. hanya satu dua teman yang masih kontak2an. cari teman baru bisa menjadi obat Mba..he..

  85. Hihihi lucu jg. Saya aja tau itu namanya Vaya! (pdhal saya ga deket kan sama situ hehe)

    Temen2 lama masih contact sih walaupun mrk semua pd di indo (lewat internet pastinya), kl temen2 deket yg disini sih kebanyakan dah pada for good semua.

  86. Aku punya temen deket. setelah lulus, kami pun misah2 deh, karena kerjaan dsb. lama bangat nggak kontak…tiba-tiba dia SMS, pengen ketemu. OK, kuladenin. ternyata…dia nawarin MLM. maaf maaf saja, aku nggak suks MLM yang “membisniskan” pertemanan ini.
    Karena aku nolak MLM-nya, dia ngilang lagi.
    Tau-tau dia SMS, pengen minjem duit. kaget juga sih, ga ada basa basinya gitu. udah kupinjemin, blm sempet dibalikin, dia mau minjem lagi… haduhh….jadi aku merasa dia kontak2 kalau ada butuh aja… 🙁

    • Zizy

      kekeekeke…. mbak, paling males emg klo kita dihub krn ada sesuatu..

  87. Gak care ya sama sahabat sendiri, sampai nama anak aja bisa lupa/ biasanya sahabat yang seperti itu mau nya diperhatikan tapi dia sendiri cuek .

    • Zizy

      iya sih, tp aq ga tega jg bilang dia cuek pdhl emg dia gitu hahahaa..

  88. setuju dengan comment kk Eka diatas,
    klo Qta juga nganggap dia sahabat Qta, knp ndak tanya langsung ajah ‘y,tp awali dengan sedikit lelucon ajah…

    Terus Terang ajah, klo dia ‘Ngeh’ syukur klo ndak sich ‘yah..let it be ajaah dech,
    hehehe..

    • Zizy

      hahahaa…. dia mah udah basbang dibilang dgn cara blak2an. malah dia ngeles : enggak ah, mana ada aku kayak gitu? :p

  89. entahlah kalo sudah menikah, mungkin jadi begitu, tapi toh satu prinsip pertemanan saya, “i need them while i’m on my worst situations but more while i’m on my very best conditions, while i feel very happy, i need them more to share…!” <— semoga saya tetap bisa begini, dan selalu bisa melakukannya…!

  90. Waduh..jgn2 temen gw juga mikirnya gw kok begitu yah. Bedanya gua gga jualan panci lho. Aniwei, krn gw gga ada pembantu, baby sitter dan supir, sehari2 kd kerja, beresin rumah, masak and taking care anak2 plus misoa, jd emang deh gua tuh kuper, susah banget mo kontak2 ama temen. Masalahnya kalu telp, yg tdnya gga mau lama2 biasa jd bablas, terkadang gw kudu milih mau ngerjain A atau B.

    • Zizy

      hahahaa…. *iyalah jng ampe cari temen biar bs beli panci bareng.
      tp emg sih klo da sibuk bnged, kita ngerti juga. cm temen gw ini, merid jg baru, sekedar say hello aja jg gak..

  91. memang c klo keadaan seperti itu memang terkadang menjengkelkan. dan terjadi juga c sama shabt2 saya yg udah punya istri dan juga suami, tapi yah kontak tetep jalan paling via YM, FB atau twitter an deh hehe..

  92. emang banyak sie.. yang gitu, pas punya pasangan keliatan jauuuh banget, ilang blaszzz

    kalo menurut saya sie, itu wajar, yang dulunya cuma ngurus diri sendiri n bisa kongkow sama fren2nya, sekarang harus ngurus suami anak dan perabotan rumah tangganya..

    padahal sebenernya mereka pengen banget lho maen2 ma temen2 nya.. siapa yang gak pengen.. namanya juga sahabat… pasti kangen kongkow2 barenga lagi. tapi apa boleh buat prioritas sudah bergeser.. ada anak suami dan rumah yang harus di urus..

    bahkan ada juga yang harus gak kerja karena udah nikah, mutusin itu panjang tuh ceritanya.. melebihi panjangnya iklan coklat coki2 jaman dulu..

    jadi menurut saya, karena kondisi yang mengharuskan… mereka menggeser prioritasnya.., beruntung buat mereka yang bisa tetep “have fun with the gank” walau udah punya anak.. keren 😀

    • Zizy

      put, komenmu bijaksana sekali ya… sampe bawa2 coki2 pulak. 🙂 tp emg iya, semua tergantung situasi juga.

  93. Hemmm kak… gue ada temen persis kek gt. Beuuuh ngeselin beneeer.
    And gak kayak kk yang msh bisa sabar bilang jgn egois..

    Kalo gue, lsg gue sindir 😀 eh kemana aja? Ada perlu apa? Tumben inget gue? 😛 hehehe

    Semoga gue bisa selalu inget temen2 and brusaha menjalin tali silahturahmi 🙂

    and bener bgt tuh kalimatnya…
    Skr ini kualitas pertemanan yg palig penting 😉

    salam buat VAYA (tuh gak slah nama kan 😀 hahaha jela2 udh disebut gt hihihi)

    • Zizy

      ih ekaaa, kawanku ini mah ratunya ngeles… da digituin dia mah ga mo ngaku… “mana ada aku kayak gitu…” gak ah.. bla bla bla hahahaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.