Tadi siang, karena partner makan siang ternyata tidak masuk kantor, saya pun pergi sendiri ke Grand Indonesia.
Pemandangan yang sering saya lihat di mall-mall saat hari Jumat tiba adalah pemandangan para perempuan yang keluar beramai-ramai untuk makan siang. Umumnya gerombolan perempuan ini paling banyak antara tiga sampai empat orang. Sementara yang hanya jalan berdua tidak terlalu banyak. Cowok-cowok pada kemana? Belum. Cowok-cowok belum banyak yang keluar karena pada jumatan, jadi sekitar jam setengah satu ke atas baru jantan-jantan itu mulai beredar juga tempat makan.
Namun yang lebih sering jadi perhatian saya adalah mereka yang makan sendiri. Dalam hal ini adalah perempuan. Perempuan yang menghabiskan waktu istirahatnya seorang diri. Makan, duduk di kafe, atau belanja di supermarket : sendirian.
Kenapa para perempuan itu sendirian? Kemana temannya? Setahu saya ada dua alasan kenapa perempuan pergi sendiri.

Alasan pertama : Karena kebetulan sedang tidak ada teman untuk menemani. Umumnya perempuan suka pergi beramai-ramai, karena bisa saling curhat, berdiskusi, termasuk juga mencaci orang lewat beramai-ramai, hihihi… Tapi selalu ada saat dimana teman tidak bisa ada untuk kita. Jadi daripada bengong sendiri di kantor, lebih baik keluar sendiri ke suatu tempat. Bisa sekalian window shopping. Syukur-syukur bisa dapat kenalan cowok buat yang masih lajang. Uhuyy….!
Alasan kedua : Karena memang suka jalan sendiri. Mereka yang suka jalan sendiri ini setahu saya model orang yang cukup tight dengan waktu. Mereka tidak tergantung pada teman, jadi bisa mengatur sendiri rencananya hari itu. Mau makan siang di resto seorang diri, atau ngopi sendirian di Starbucks, itu bukan masalah dengan dirinya.
Tapi satu persamaan dari kedua asalan di atas adalah : perempuan-perempuan ini adalah perempuan yang sangat percaya diri. Tidak takut untuk tampil di tengah publik, tidak takut untuk menunjukkan ke-aku-annya.
Tidak semua perempuan bisa begitu lho. Kalau mau jujur, banyak perempuan yang tidak pede jalan sendiri. Contohnya ada satu rekan kerja saya di kantor. Kalau mau pergi kemana-mana selalu minta ditemani temannya. Kalau temannya gak ada, dia memilih untuk tidak pergi. Atau kalaupun terpaksa, ya minta ditemani pacarnya.
Dulu sekali, suatu waktu, saya pulang dari makan siang. Lalu seorang teman bertanya ke saya, tadi makan di mana, dengan siapa? Saya bilang, makan sendiri. Lalu mukanya berubah penuh rasa kaget dan heran. “Kau kok berani ya pergi makan sendiri? Aku takut, lho.†Dan ganti saya yang heran. “Loh, kenapa harus takut? Mau makan aja kok takut?â€
Saya jadi ingat satu scene dalam salah satu episode Sex And The City. Scene dimana Carrie yang sudah capek keliling New York sendirian tanpa teman yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing masuk ke sebuah restoran untuk lunch, dan pelayan bersikeras bahwa yang datang sendiri “harus†duduk di bar, tidak boleh di table. Table hanya tersedia untuk yang datang ramai-ramai, bukan untuk mereka yang datang sendiri. Carrie pun duduk di bar, bersebelahan dengan nenek-nenek tua yang juga single. Huhuu… kejam bo.
Mungkin, rasa takut itu aslinya adalah rasa tidak nyaman. Kalau boleh saya bilang, belum semua orang bisa ikhlas melihat perempuan tampil “seorang diri†di depan publik. Selalu ada saja tatapan itu. Tatapan menilai. Tatapan yang bilang, “Kasihan banget nih cewek, apa gak ada pacarnya atau suaminya ya?†Atau tatapan lain yang penuh penilaian. Seperti, “Ngapain coba dia nongkrong di sini sendirian?†atau “Pasti lagi nunggu Om-nya nih.†Sorry to say… tapi itu benar. Itu ungkapan yang pernah saya dengar dari teman-teman pria yang suka menilai perempuan yang duduk sendiri di kafe.
Yeah memang sih “tatapan†itu tidak terucapkan, tapi orang kan bisa ngerasa. Ada tatapan-tatapan penasaran, dan sekuat apapun perempuan, rasa tidak nyaman itu bisa bikin dia enggan untuk datang ke tempat itu lagi. Akhirnya memilih untuk beli makanan take away untuk dinikmati di kantor atau di rumah daripada makan di tempat.
Siang tadi, waktu mengantri di Burger King, di depan saya mengantri seorang cewek kantoran berpakaian batik. Dia juga sendirian, sama seperti saya. Saya lihat dia memasang mata — kebiasaan yang pasti dilakukan oleh kami-kami yang sering pergi sendiri — mencari posisi yang “amanâ€. Saya sudah mengincar satu tempat, tapi saya lihat dia juga mengincar tempat itu, yaitu pojokan, hahahaha…. Tak berapa lama dia memang akhirnya duduk di sana, dan saya putuskan untuk duduk di depan saja, dekat pintu. Eh gak lama si cewek itu lewat lagi, ternyata dia pindah tempat duduk, ke depan pintu juga tapi di sisi seberang dengan meja saya. Jadi posisi kami hadap-hadapan jugalah.
Sementara saya makan dengan lahap gak pake jaim – maklum, perut Batak – dia makan dengan pelan dan sesekali melirik-lirik cemas. Dasar saya penasaran, saya ikut pula menoleh mengikuti arah matanya (haha… bolot-bolot…) tapi tak saya temukan apa yang membuat dia sedikit cemas. Tak lama dia mengeluarkan novel. Tapi groginya tetap terlihat. Kayaknya saya melihat tangannya bergetar. Ahhh lebay deh.. :p Yah sudahlah, mungkin dia belum terbiasa makan sendiri di jam sibuk begini. Harap maklum..
Sejujurnya, saya juga kadang tidak nyaman saat harus makan di tempat ramai seorang diri. Ya harus pinter-pinter pilih tempat makanlah pastinya. Biasanya sih saya pilih tempat yang memang sudah sering saya masuki, jadi sudah paham situasinya.
Bagi saya, menjadi mandiri dan independen itu mutlak dimiliki perempuan (baik yang single atau yang udah married). Jadi gak perlu ada alasan takut atau tidak nyaman bila harus pergi kemana-mana sendiri. Lagian kenapa pula harus takut selama kamu bisa menjaga diri dengan baik? Berpakaian yang sepantasnya, bertutur kata yang baik, dan berbahasa tubuh yang sopan akan menjauhkan pandangan negatif orang yang akan membuat diri tidak nyaman.
Mau ke Ambassador tapi gak ada teman? Pergi saja. Mau periksa kehamilan tapi suami sangat sibuk? Kenapa tidak pergi sendiri? Mau ke toko buku dan baca-baca sendirian? Boleh!! Mau nongkrong sendirian di warung kopi? No problem!!! Eh kalo ini jangan ding, macam abang-abang aja pun…! Di Starbucks lah ya, yang kerenan dikit. 😀

iya bener bgt, masih banyak orang yg suka mengangap aneh kalau perempuan jalan sendirian.
saya sering jalan sendirian, belanja sendirian, window shopping sendirian.
bukan berarti ga punya teman,
memang kebetulan lg ga ada yg nemenin aja
malah kadang2 saya lebih enjoy jalan sendirian. 🙂
Lam Kenal Mbak…
Saya juga emana-mana sering sendiri. reasonnya
biar ringkes and fokus aja…Jelas..maem di mana, menunya apa, mo ngapain apa…
Lama-lama menikmati kesendirian itu asyik ternyata.
Kalo bareng2 suka banyak atributnya
ribet.
iya.. mungkin pergi kemana2x kalo keramean ribet banget jadinya.. banyak ide kesini ke sana.. wah repot dah.
Ada kali mbak, orang yg sukanya menyendiri..hehehe…salam buat vaya yang selalu membuatmu tak sendiri.
aku belajar untuk makan sendiri, beli baju sendiri, ke supermarket sendiri, setelah pindah ke jakarta, ke karawaci kak..
I’m really proud of my self, hahaha… sesuatu yang diharamkan waktu di medan. aku juga pernah jadi orang yang salah tingkah waktu harus makan sendiri, mengandalkan novel juga.. tapi alah bisa karena biasa… sekarang… aku malah agak terganggu kalau di temenin (mis: ke supermarket) takut kalau temen ku kelamaan nunggu or apa.. kebayangkan? memanfaatkan jam makan siang untuk belanja bulanan…hahahha
sekarang aku punya schedule setiap siang… masih banyak orang yang bertanya dengan aneh.. hah..pergi sendiri…hihihi
tapi dari pada tunggu2 an.. lama…banyak pertimbangan…bisa pula ngga jadi..
tetap sih..punya temen makan siang itu nice…tapi kalaupun ngga ada…tetap bisa nikmati makan siang sesuai selera.. ^^
hm.. kalau ane memang lebih sneng kluar bareng temen tapi gak pake mencaci orang yach.. hehe
😀
bukan wanita saja, saya sebagai pria kalau pergi sendirian malu, soalnya sering digodain cewek2 hehe…
Wah, kalo saya tiapkali nunggu temen, bisa-bisa jadi nggak pergi ke mana-mana…kebetulan saya termasuk tipe orang yang menikmati kesendirian. Memang sih, sering juga saya ajak teman-teman saya tiapkali saya mau jalan-jalan ke suatu tempat, mau nyoba restoran ini, mau nonton film, konser, pameran, etc etc….tapi kalau memang temen saya nggak ada yang mau atau nggak bisa, ya saya pergi sendiri aja kalau memang kepengen….enjoy-nya beda, asyik-nya beda, senangnya beda, tapi tetap ( paling nggak buat saya) menyenangkan.Khusus buat ke toko buku, pameran buku, atau toko-toko buku second, saya malah punya pakem khusus: mendingan sendiri! Soalnya kalau rame-rame malah kasian yang pergi sama saya, karena sekali masuk saya dijamin nggak keluar lagi sampai TKP tutup. Kecuali kalau saya pergi sama beberapa sahabat yang memang sama-sama gila baca. Saya juga punya beberapa restoran dan cafe yang lebih suka saya datangi sendiri. Memang sering sih ada yang nanya sama saya, ” Nggak risih nonton film sendiri? Nonton konser sendiri? Jalan-jalan sendiri?” Biasanya saya nanya balik, ” Memangnya kenapa?” Asyik-asyik aja, kok!
Zee…., sebagian besar waktuku setelah office hours ya aku isi sendiri.. Namanya juga single dan tinggal sendiri..
Soal makan di resto sendiri, kayaknya udah biasa.. Memang klo udah begitu pasti lah cari posisi yang nyaman dari pandangan mata orang yang terkadang tidak mengenakkan hati.. Tapi so far, alhamdulillah semua baik2 saja… Yang penting kita nyaman dengan diri kita dan keberadaan kita.. Bukan begitu, Zee…?
Betul Kak.
Memang sering kali kita mendapatkan tatapan mata orang yang tidak mengenakkan hati. Tapi aku pikir, selama tidak ganggu orang lain, ya harus bisa ikhlas dan sabar lah…
Ikhlas adalah kunci rasa aman… itu menurutku kak:)
aku termasuk orang yang sering banget jalan sendirian, kalau mau pergi yah pergi aja nggak usah cari teman, ntar kalau ada yang mau nyusul yah syukur tapi kalau nggak juga nggak apa-apa. Malah kadang sendirian di tempat umum itu lebih enak, selain lebih tenang untuk mikir, bisa lebih fokus juga nguping obrolan meja sebelah hihi
Apa kabar Zee 🙂
Kalau saya tergantung sikon, bisa sendiri, tapi memang paling enak rame-rame, bisa ketawa ketiwi.
kalo kepaksa aku juga berani sendirian sist 😀
Salam Kenal…
Memang sih kl kita jalan sendiri pasti masih ada perasaan tidak enak alias tidak nyaman…
ak jalan sendiri kalo sedang lg gak mood, alias i need me aka Me time
kalo di Jakarta sering banget ya liat perempuan jalan sendiri atau makan sendiri. Kalo di Semarang..apalagi Salatiga jarang banget lho..makanya aku kadang kalo jalan sendiri gitu sering diliatin orang..kalo dulu waktu masih di Jakarta sih nyantai aja..hehe..
kadang jalan sendiri itu lebih enak, bebas mau kemana aja selama apa aja tanpa harus mikirin keinginan kawan jalan 😉
Aha! Saya termasuk perempuan yang suka mojok sendiri, makan siang sambil baca buku, kadang sambil menulis.
Apalagi sekarang ini…karena kadang tujuan masing2 orang berbeda.
Namun kadang juga berdua atau bertiga, dan kadang teman cowok datang belakangan (setelah sholat Jumat)….sebetulnya makan siang bersama merupakan sarana agar tak terlalu jenuh kerjaan kantor….
haha Mbak saya ini juga termasuk yang sering pergi sendirian, habis masak gak jadi pergi krn teman2 kita emang lg sibuk? Pernah ketemu ama temen2 di mall pas saya lagi jalan sendiri, spontan deh mereka bertanya, sendirian? dengan tampang aneh gitu… tapi untuk belanja baju atau sepatu kadang saya lebih suka sendirian jadi kalo mau bolak balik ke kamar ganti ampe berapa puluh kalipun gak ada yg protes kecuali Mbak2 pramuniaga-nya^^
Emang klo jalan sendiri selalu ada pertanyaan dan pernyataan2 seperti itu ya…. :0
mantabss,….
memang harus begitu
kalo saya mmg tipe yang ke dua
lebih suka sendiri (bukan autis)
bener bgt mbaaa..
saya paling sebel tu kalo ke dokter kandungan sendirian.. haih! knapa juga orang-orang pada ngeliatin saya seolah saya ini apaaa..
hahaha..
tapi karena memang ga ada yang bisa nemenin, jadi sekarang udah biasa dengan tatapan2 aneh manusia.. 😀
Setuju..
Perempuan sekarang harus bisa dong sendiri, memang ga enak apa-apa melakukan sendiri, cuma usia akan habis kalo kita selalu menunggu-nunggu orang lain untuk melakukan sesuatu. Dan bersama-sama terus kadang kurang seru, sometimes kita memang perlu menunjukkan ke-aku-an kita kak…
Beda dengan saya. Risi kalau makan sendirian,apalagi ditempat umum.
enaknya memang rame2, apalagi kalau mbayarnya nggak dewe2-traktir aku donk nduk
salam hangat dari Surabaya
lebih suka cewek mandiri, ’cause cewek yang minta ditemenin kemana-mana kesannya manja, dan satu lagi, ane bukan bodyguard, hehehe…
wahh blognya keren … yang dateng banyak…. beritanya bagus bgt 😀 suka2 ^.^p
Hihihi gue juga sering pergi2 sendirian,
cuman hubby gue malah yg rewel mau nganter2 😀
Pdhl kalo sendirian tuh enak lho (in some cases) soalnya jd gak harus bertoleransi hahahha
Jadi kadang gue membagi sih kak, adakalanya sendirian, adakalanya gue jalan ama temen2 😉
Aku jg suka jalan sama teman, bisa cekakak cekikik kek orang gila =)).
Spt katamu, kadang perlu sendirian kadang kala juga perlu bersama teman…
dulu sewaktu SMA saya punya kebiasaan aneh…suka macarin cewek yang suka kemana mana sendiri terutama ke WC karena biasanya cewek2 yang lain selalu minta dianterin dan mereka pergi berdua dua..hee..nah kalo dari observasi saya ada cewek yang pergi sendirian ke wc dan cantik pasti akan saya dekati!heee…saya suka cewek mandiri prinsipnya…
klo aq sih mbak flexible aja..tapi lebih enak klo kluar ada yg nemenin sih dr pd sendirian.. 🙂
kaaknya ga hny perempuan deh
cowok juga ngalamin gitu juga kale….
*sama ajah sbnre
Pingback: CENGDEM « The Ordinary Trainer writes …
di Starbukcks… ya its oke banget.. sama kayak saya dunk Zee.. lebih suka sendirian daripada ama temen tapi yang tidak satu visi dan misi hahaha….
makan suka sendiri.. ngopi sendiri.. nonton pilm sendiri.. waaa…. saya merasa ada teman satu seperjuangan neh… wakakakakakakkkk
Iyalah, mana enak klo join ama yg ga sevisi..
Ah lu ikut2 gw aja :p
Saya cukup bersyukur skrg ada BB jadi saat terpaksa pergi sendiri gak salting dan tetep ‘sibuk’. Dulu sibuk juga sih sama HP, jaman masih maenin ring tone dan bunyinya membahana.. haha.. SMP bgt ya XD
Kalo aku sendiri lebih nyaman kalo ada teman, tapi kalo ada tujuan gak ragu untuk pergi sendiri. Suka ke Burger King juga ya.. Sarinah? kalo pas-pas an aku cowel ya mbak.. hihi..
Hahaha… aku di BK GrandI.. biar bisa sekalian cuci mata kemana gitu..
iya mbak, saya juga sering jalan sendirian karena tidak ada yg bs menemani. yang ada sambil jalan selalu saja digodain lelaki asing. bodo amatlah. resiko kali ya… 😉
Jangankan ceweq, cowoq aja banyak kok yg gak pede duduk di cafe/resto sendiri, termasuk saya hehe 😀
sepertinya istri saya juga perempuan yg sangat mandiri…
mbak zee…
berarti saia bkn termasuk perempuan mandiri ya?
soalnya saia susah bgt pergi kemana-mana sendiri…
kalo gak ada tmnnya, mdgn batal ajah deh perginya…hehehe
susah jg siyh…. 🙁
aku tipenya sama kayak orang yg duduk di seberang mbak. klo terpaksa harus makan atau ngopi sendirian, aku buka novel atau buka sketchbook. selain krn gelisah dan takut diliatin orang, itu juga kode yg artinya “saya gak mau diajak ngobrol!”
aku gak terlalu berani jalan/makan sendiri, cuma bisa nikmatin jalan2 sendirian klo lagi masuk toko buku 😀
kadang aku lebih suka jalan sendirian, terutaba bila sedang nyari sesuatu yang aku suka.kalo rame rame biasanya malah gak dapet
untuk urusan tertentu memang lebih enak bila dijalani sendiri, apa lai kalau mendadak suka berubah
sendiri kadang sepi
sendiri kadang jadi inspirasi
sendiri kadang menelan sunyi
sendiri kadang menyiksa jiwa
satu hal yang gue sadari soal ini
– kalau makan rame-rame biasanya diperlukan waktu sekitar 1-2 jam sampai selesai (biasanya untuk dinner yah)
– kalau makan sendiri , makanan sampe langsung di hajar, 5 menit kemudian udah diparkiran. jalan pulang.
Kalo gue sih enjoy aja jalan sendiri. bukankah jalan sendiri itu kesannya “elite”? ato gue yang mengada-ada wkwkwk
aduh ferr… makan 5 menit, boleh saja. tp sempat minum kan? biar ga batuk2 pas di mobil :))
Huhuhu… aku termasuk yg ga nyaman jalan sendiri kak zee, tak taulah kenapa, rasanya aneh, atau emang mulut aku aja kali ya yg ga bisa diam jd kl sendirian rasanya gatal 😀
eh tp serius aku manjaaaa ga bs pergi2 kmana2 sendiri, :'(
Hee… ayo jgn tll manja, coba sekali2 pegi sndr ke supermarket… ngetes… 😀
tapi saya pernah ketemu dengan cew yang emang maunya sendiri, mau kemana juga sendiri itu termasuk juga mandiri ga?gamau ditemenin sama sekali
yup. dia ga suka ditemani kayaknya, ganggu… hahaha..
zy awalnya aku jg ga pede kl jalan sendirian di mall, tp setlh nyoba ‘n merasakan ternyata enjoy jg tuh, haha…
bahkan lbh enak mnrtku, krn aku bs jalan/mkn kemanapun aku mau. Klo jalan sm teman kan ndak bisa begitu, kita mesti toleran jg sama kepentingan/selera dia, ya kan?
iya,klo sendiri tu enak gitu, tinggal lompat sana sini. klo ada temen mo g mo hrs toleransilah, tar ditinggal g enak.
saya juga zee. ngapain mesti takut. saya aja jaman kuliah, jalan2 sendiri ke jogja, tempat yg dulu belum pernah aku datangi. keliling ke sana sini. suatu kali ke prambanan, malah disuruh bawa tamu2 dari taiwan, korea dan jepang, nyaris 10 orang. bapak2 tua lagi. ada yg umur 75 tahun. dan aku belum ke prambanan. hayo aja, yg penting gak malu bertanya, gak sesat di jalan.
Cool Yen. Kami memang keliatan kok, sangat2 mandiri.. 🙂
hehehe saya juga tipikal perempuan yang cuek bebek jalan sendiri… nonton, hunting tempat makan enak ato cari printilan ini anu, bagi saya ada teman jalan bersama menyenangkan tak ada pun tak masalah.. seringkali saya bisa menangkap pandangan mata orang yang entah heran entah kagum atau apalah melihat “kemandirian dan keberanian” kita untuk “show off” sendirian.. hahaha entah siapa yang “aneh”..
yg memandang itu sptnya sih penasaran aja, ini cewek knp sendirian ya. spt kata wijna di komen sblmnya, perempuan yg jaln sendirian terlihat sangat misterius.
waaah kalau hidup di Jepang, HARUS berani sendirian ke mana-mana ;)) Lagi pula aman kok sampai jam 3 pagi juga no problemo. Asal tahu saja tempatnya bagaimana.
Awalnya memang sulit, tapi kalau sudah biasa sih malah lebih enak sendiri 😀
Aku periksa kehamilan selalu sendiri. Mau nunggu suami ya keburu jebol hhahaha
EM
tapi kalo keseringan sendiri bisa bosen juga loh kak
hehe
G ah, bosen apanya.. :p
Jalan sendirian menurut beta wajar2 aja…selama masih di jalur yg wajar jg..halah 😀
sendirian siapa takut! Asal ada tujuan ngga jalan atau kesuatu tempat sendirian tanpa tujuan, mati juga kita sendiri kok…he..he…
wow… luv it. sy sll bilang begitu to myself & friends… kita lahir sendiri & mati jg bakal sendiri. So, hrs bisa tanggung jawab sendiri dong. 🙂
Aku biasa nongkrong di cafe sendirian. Gak terlalu peduli juga orang mau memandang seperti apa. Asal udah buka laptop dan menikmati minuman, pikiran udah berkelana ke dunia maya.
kadang sampai gak sadar juga waiternya udah melirik-lirik sebal.. “ini cewek udah duduk 4 jam tapi minumnya gak nambah2 sih… pelit…” hehe..
mbak na,
besok2 tambah ya minumannya… minimal 2jam ya 1 gelas. jd 4 jam itu 2 gelas. hahaha…
percaya diri!!!
mantabs
tapi kalo terlalu mandiri malah dikira jablai..haha
Saya beruntung, ibu, adik-adik perempuan, dan pacar saya termasuk perempuan yang mampu dan mau melakukan hampir banyak hal sendirian. Walaupun sesekali, sebagai perempuan, mereka juga pengen dimanja misalnya dengan minta diantar, ditemani atau dibantu mengerjakan hal-hal yang justru biasa mereka kerjakan sendiri. 🙂
Mba Zee, kita sama dong , aku juga paling sering jalan sendirian lho kemana mana, waktu lebih efisien, lebih bebas dan lebih puas he..he…., kalo lagi pingin jalan bareng sesekali nonbar atau hang out sama teman juga asyik, tapi saya prefer to go by alone kalau untuk me time 😀
hehehehe…aku ngakak baca komentar om NH 😀
banyak juga memang yg beramai ramai mbak hihihihi
yang paling sebel itu kalo lagi travelling sama temen cewek, masak kemana mana mesti bareng2 udah gitu yang bikin sebel masak ke toilet aja minta anterin! doh! ogah anget deh mbak…hihihihi
Justru kl lg travelling hrs lebih mandiri dong ya,krn kita hrs belajar urus diri masing2… menurutku sih begitu. Hehe..
Rasanya perlu ditambahkan juga mba, kalau ada yang tetep Mandiri, tapi ada moment moment yang lebih enak ramai ramai..justmy thought 🙂
Tentu mas arham. Jelas sekali ada momen yang memang enaknya rame2… contohnya klo piknik ke waterbom. Kl sendirian mah cengo ya 😀
HHmmm …
Pengamatan yang Jeli Zee …
Ya … saya pikir ini semua tergantung orangnya … Saya rasa sih biasa-biasa saja seorang wanita makan siang sendiri … (kenapa rupanya …?)
Lalu …
Mengenai menunggu “seseorang” ituh …
Yang jelas bagi saya … “Radar” saya kadang suka berbunyi sendiri … jika mencium gelagat yang seperti itu …
Dan kalau mau “menunggu” seperti itu … nggak perlu sendirian juga kan … Banyak juga yang rame-rame … baru nanti beraksi sendiri-sendiri …
salam saya Zee
Om….
Biasanya, yang punya sinyal radar cukup tinggi, itu karena sudah berpengalaman…
Pengalaman dalam mencium gelagat maksudnya…
Hihihi…
kayaknya bukan hanya perempuan, lelaki pun begitu, merasa lebih enak kalau makan beramai-ramai.
tapi saya sendiri kadang ndak suka makan bersama-sama, karena kadang ketika ingin mendahului jadinya sungkan..
Hahhaa… mksdnya ga eNak klo makan selesai duluan? Saya sering lho duluan selesai, soalnya sy emg makannya cepat hehe..
Aku lebih suka sendirian kalo belanja soale lebih bebas. Kalo sama teman, suka gak enak ati mau berlama-lama. Kalo makan siang di kantor juga sendiri, soale suka males nungguin teman yg blm selesai.
Iya,tunggu2an itu tuh yg bikin lama.
aku lebih sering sendiri…dari duluuu…
Jadi ingat zaman kuliah, dalam banyak hal seperti pergi kuliah, beli makan, ambil kursus, beli sesuatu ke mal,dll aku nyaris tidak pernah nyamper teman dulu.. klo bareng, itu karena kebetulan…
kebiasaan sendiri ini mungkin karena aku termasuk orang yang paling tidak suka disuruh ‘menunggu’… hingga masuk dunia kerja, baik waktu di cirebon atau BSD, aku juga begitu…
dan saat ini, jika aku akan pergi ke luar seperti ke supermarket atau gramedia, dan ‘budget waktunya’ hanya 2 jam, maka akupun tidak akan mengajak anak2.. krn klo pergi sama mereka waktu nya pasti lamaaaaa… 😀
iya ceusofi, tunggu2an itu kan habisin waktu. sendiri lbh cepat selesai :).
Tapi saya yakin mbak, bahwa perempuan pasti akan lebih suka kalau ada yang menemani meskipun berjalan atau makan sendiri ia sudah Pede.
Kalo saya sih gak bisa mbak makan sendiri di tempat keramaian seperti itu.
Selain sepi, jadi risih sendiri. 😀
Gak ada yang bisa diobrolin jadinya 😀
Yah..bisa dibilang gak PEDE 😀
Kan ada hp, bisa baca timeline di situ.. 🙂
Perempuan juga sering sulit di tebak….
karena lebih sering menggunakan perasaan….,
hmm, jalan sendiri.. klo di Bukittinggi aku suka jalan sendiri. Tapi klo udah sampe di Jakarta gak beraniiiiiii.. pasti kudu ditemenin.
tapi memang asyik jalan sendirian.
nggak cuma cewek, banyak juga cowok yang lebih senang melakukan bermacam hal kalau ada yang menemani…
kalau saya sih, lebih sering mandiri dan soliter…
wahh kebetulan gw tipe perempuan yang suka jalan sendiri… enak, santai, bebas n terserah orang mo bilang apa..
gw kemana-mana prefer sendirian daripada bareng-bareng… berarti gw perempuan yang mandiri juga ya? *eh*
hmm… perempuan yg ke-laki2an ya chanx ? 😀
Saya termasuk yang demikian, ketika saya dapat melakukan urusan saya sendiri, ya saya lakukan sendiri, Saya tidak mau urusan orang lain menjadi terbengkalai karena gara-gara nemenin dll. So, ada saatnya kita bergaul dengan orang lain (sebagai makhluk sosial), ada waktunya juga bagi kita untuk bisa bertahan hidup ketika sendiri ^_^ (bukan berarti antisocial ya.. hehe )
Teman saya biasanya akan bilang kalau dia sedang ingin sendiri. Jadi biarkan sendiri. Saya tidak begitu memahaminya, tapi setidaknya dia akan bilang kalau sedang ingin sendiri.
akuuu suka banget jalan-jalan keliling malioboro dan sekitarnya sendirian mbak.. Jalan sendiri menyenangkan, gak ada yang mengeluh kalo kita kebanyakan mampir.. 🙂
perempuan yang sendiri menurut saya…misterius…dan makanya bikin saya suka lirik-lirik ingin cari tahu 🙂
Bisa sekalian window shopping. Syukur-syukur bisa dapat kenalan cowok buat yang masih lajang. Uhuyy….!
Lok cewek yang masih singel kenalin ya bu heheheh 🙂
Sampai sekarang berani eprgi sendirinya cuma kalo ke toko buku atau ke mall…kalo makan sendirian belum pernah..habis risih diliatin sih….mending dibawa pulang….
kalo aku tergantung sikon untuk jalan sendiri, ke Mall males jalan sendiri kecuali ada tujuan jelas cari sesuatu
strong and independent women looks sexy in my eye 😀
Pengalaman naik KA Jkt Bandung sendiri, suka diajak kenalan terus minta no telp dan alamat. Kdg suka risih juga, makanya trik aku, pura2 tidur atau pura2 denger lagu. Yg penting kuping terlihat kesumpal…
Saya pernah nekad nonton film di bioskop sendiri waktu masih lajang dulu. Daaan…saya kapok. Bukan apa2 sih…kayak anak ilang aja hahaha. Kalau makan masih mending lah sendirian. Masalah pergi sendirian untuk hal lain : ke toko buku, periksa kehamilan, senam hamil…saya mah biasa sendiri. Maklum kelamaan melajang 😉
Sy juga pernah bun nonton bioskop sendiri, waktu itu masih pacaran jarak jauh ama hubby. And biasa2 aja sih,toh emg sy pgn nonton jd ya cuek aja hahaa… ce di sebelah sy yg kayaknya kasihan, dia nawarin popcorn k sy, hahahaa…
Ya mgkn krn sy jg kelamaan melajang ya 🙂
suatu hari aku pernah terlihat beberapa kali jalan sendirian oleh seorang kenalan dan dia dengan entengnya ngomong kalo aku ga punya temen deket di dunia nyata *sebagian besar temen deketku itu jaraknya jauh dan kalo pun di jakarta mereka sibuk, jadi kalo berhubungan lebih sering online*
bah, asal kali kan bocah ini
kadang-kadang kan kita memang butuh untuk jalan sendiri
jalan rame-rame kadang ga efisien dan bikin gregetan untuk perempuan yang dikejar waktu
*loh, jadi curcol, hihi*
Yoi Oma, kadang klo rame2 itu kan ga efisien ya, satu mau kesini satu mau kesana, jd ya pergi sendiri itu juga kebutuhan.
Org emg paling gampang menilai kita jomblo or g punya teman hny krn jalan sendiri. Saya sih suka klo ada yg omongin, berarti saya jd dapat banyak pahala hehehe… Semakin diomongin, toh orangnya yg panas hahaha…
kalo gw sering Mba pergi kemana2 sendiri. Tapi emang lebih enak kalo ada yang nemenin ketimbang sendirian. But kalo emang sitkon ga memungkinkan, yah walopun sendiri pun jalan teus
Aku sering sih pergi sendiri, makan sendiri, tapi kadang ada satu kesempatan pengen banget ditemenin … yah menurutku itu manusiawi 😀
Aku pacaran jarak jauh dengan mantan pacar yg sekarang jadi istriku slama 7 taon… dan selama itu aku terbiasa sendiri dan ‘sayangnya’ aku menikmatinya hahaha..
Sampe sekarang, jujur, kadang masih canggung kalau misalnya shopping bareng atau ke gereja bareng hehehe..
Aneh ya? TApi ini serius kualami 🙂
Tidak terlalu aneh, Don karena aku & hubbyku juga begitu. Kita pacaran jarak jauh jd masing2 udah biasa jalan sendiri. Jd hubby sampai skrg msh sk pegi sendiri, & misalnya kami pergi mo shopping gt, sampai di mall pasti pisah, dia cr sendiri incarannya, aku jg begitu.
Tidak terlalu aneh, Don karena aku & hubbyku juga begitu. Kita pacaran jarak jauh jd masing2 udah biasa jalan sendiri. Jd hubby sampai skrg msh sk pegi sendiri, & misalnya kami pergi mo shopping gt, sampai di mall pasti pisah, dia cr sendiri incarannya, aku jg begitu.
Tetep harus waspada kalo jalan sendiri, terkadang cowok “iseng” sll “ngincer” cewe yang lg sendirian.
penyuka film seri SexAndTheCity ya kak? OOT NIH
Sependapat banget. Sudah bukan jamannya lagi perempuan harus selalu bergantung pada laki-laki. Asal tidak kebablasan saja!
gua termasuk orang yang gak bisa pergi sendirian. kalo gak ada yang nemenin mendingan gak jadi pergi. hahaha. jadi kalo pas jam makan pasti gua yang paling ribut nyari barengan pergi makan. 😛
inget2 pernah sekali pas masih kuliah, karena dateng telat banget jadi akhirnya ke ps sendirian. asli lho kagok banget rasanya. trus cuma duduk di wendys. gak tau mau ngapain. 😛
tapi emang sikon berpengaurh sih. setelah berkeluarga lebih bisa kalo harus pergi sendirian. tapi tetep bukan untuk makan atau nonton bioskop. paling kalo belanja ke carefour tuh sendirian udah bisa. huahahaha.
nah sejak disini, entah kenapa, padahal temen makan siang juga selalu ada, tapi udah 2 kali gua merasa pengen makan sendirian. jadi gua pergi makan sendirian. dan gua gak merasa aneh sama sekali. mungkin karena disini banyak juga orang yang makan sendirian kali ya? gak ngerti juga… tapi gua merasa makan sendirian itu fine2 aja sekarang. hehehe. walaupun ya cuma baru 2 kali sih. lainnya ya tetep mendingan perginya rame2… kan sekalian bisa ngobrol… 😀
Hhahhaa…. gw sih suka jg rame2… tp kadang pny tujuan sendiri mo kemana, kan kl tunggu2an gt waktu jd kebuang. Tp klo makan siang ke belakang sih gw emg ikut temen jg, malas sendiri. Kl ke mall, mau makan or nonton, gw pede aja sendiri hehee…
bisa jadi pengaruh budaya keluarga dari si cewek tersebut…sehingga kelak ada perasaan was-was pergi sendiri….
bisa dikaji lewat foklor, misalnya orang tua bilanag “jangan keluar malem2, pamali”
beda halnya kalau tempatnya udah biasa dikunjungi, itu gak masakah….kalau tempat asing kayaknya masalah…..
wah mba, saya dua kali baca postingan ini….he2
Memang klo tempat yg asing sebaiknya tdk sendirian, kec terpaksa. Gimanapun jg cewek rada ga aman klo k tempat2 rawan sendirian.
wanita pasti bisa mandiri 😀
wanita itu banyak kelebihannya, salah satu minum kopi sendiri tanpa harus ditemani oleh siapapun *ting-tong* ;-p
ok2 aja tuh, aku jugi sering pergi makan sendiri atau belanja sendiri, tp memang ke tempat yg sudah biasa didatangi
kalau rame2 malahan ribet, jadi ikut ngebeli yang nggak direncanain
hahaa… nah itu jd beli2 yg g pengen itu yg males.
aku termasuk yg gak suka jalan sendiri, mbak. berasa kayak orang ilang, karena gak ada temen ngobrol. klo gak bener-bener terpaksa, jadinya males keluar sendirian.
coba deh sekali2… pasti asik 😀
(Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
Tapi masih banyak banget yang suka sok jaim, kemana2 minta diantar, dijemput dan ditemenin
hmm
baru ngerti nih
ternyata pergi sendirian bagi wanita itu bisa compicated gitu ya artinya
*manggut”*