Makan Sehat di Imae Shabu-Shabu

Kemarin malam saya dan hubby makan di Imae Japanese Shabu-shabu di Pacific Place. Ini keempat kalinya saya makan disini, 3x disini, 1x di Imae Automall. Kali ini kami pesan paket daging Australi, terus add nya Kulit Tahu Jepang. Dulu waktu masih hamil, kepengennya makan yang hangat-hangat mulu, itu sebabnya hampir setiap minggu kami berdua rajin menjajal resto shabu-shabu.

Baby Sitter-nya Vaya – part 3

Saya lagi sebel sama babysitter-nya Vaya. Ini bs-nya Vaya yang kedua, setelah bs yang pertama kali saya berhentikan dengan sukses. Masih ingat postingan yang ini dan ini kan?

 

BS yang sekarang ini asal Ngawi, usianya 37thn, single parent dengan 1 orang anak laki-laki yang sudah duduk di bangku SMP. Saya ambil langsung dari Yayasan Fts di Kebayoran, JakSel. Sallarynya perbulan gak usah saya sebutin saja ya, yang pasti memang cukup gede untuk ukuran BS, tapi itu memang tarif standar yang ditentukan pihak yayasan karena tarif babysitter untuk infant memang lebih mahal dibanding tarif governess atau nanny untuk batita/balita.

Makan Steak di Angus House, bolehlah…

Malam minggu lalu, setelah my baby tidur, saya dan hubby kabur ke SenCi, untuk nonton Dark Night. Sehabis nonton, saya diajak hubby nyobain makan steak di Angus House. Hubby saya ini penggemar steak, jadi kemanapun dia pergi selalu aja nyari resto steak yang belum pernah dia coba.

Kalo Angus House sudah dijajal beberapa kali sama suami, sementara saya baru kemarin itu nyobain. Letak restonya agak di belakang, sedikit nyempil, yang  artinya kalo gak dicari ya gak bakal nemu.

Dasar Tikus Busuk…!

Beberapa hari lalu, saya nonton Good Morning-nya Transtv, yang meliput kompetisi para petani untuk membasmi hama tikus. Karena lokasinya di Siantar, saya jadi penasaran dan terus menonton. Ternyata seru juga, sawah penuh dengan para pemburu tikus, tikus yang didapat dikumpulkan untuk dihitung siapa yang dapat terbanyak. Saat penyerahan hadiah, saya lihat ternyata papi saya yang menyerahkan. Tentu saja saya norak, langsung telpon papi, bilang kalo papi masuk Transtv. Hahahaha……

Nah, sekarang… kami di rumah ini yang berburu tikus. Eh lebih tepatnya sih disebut kejar-kejaran sama tikus. Jadi ceritanya begini…

Fabulous Dads

Lagi pengen bahas ini, setelah saya membaca majalah ibu dan anak langganan, yang kali ini mengangkat tema fatherhood, fatherspecial, dan the most fabulous dads. Di dalam majalah, terpampang wajah-wajah pria…

Belanja baby’s stuff

Ternyata udah lama banged saya gak update blog. Kalo saja blog ini saya daftarin lagi untuk ppr, pasti ditolak karena jarang posting, kekekeke…

Gak kemana-mana siy, cuma sibuk ngurus Vaya aja. Untuk keluar menyenangkan diri sendiri juga belum pernah. Jadi untuk mengakali agar tetap bisa memanjakan diri, selain perawatan pasca melahirkan yang dipanggil ke rumah, saya juga panggil tukang refleksi yang deket rumah. Memang siy, jasa refleksi minta payment 2x lipat, tapi gpplah…toh ternyata masih under budget juga. Mau coba salon door to door tapi mereka masih full booked. Ya sud, mungkin next week.

Apa Benda Kesayanganmu?

Setiap orang pasti punya sesuatu yang jadi benda kesayangan alias favorit, yang bisa dikatakan selalu kita bawa kemana-mana, bahkan sampai kita sudah dewasa sekalipun. Ada yang benda kesayangannya boneka, topi, jaket, sepatu, atau mug pun ada juga. Kalo anak kecil kan biasanya guling yang udah bau ompol & liur, kalo abege biasanya boneka hewan yang imut. Kalo orang dewasa, emmm…… saya gak tahu pasti — apa yang udah pada dewasa ini masih punya atau menyimpan benda kesayangan mereka?

Udah 7 Hari Loh…

7 hari

 Hari ini Vaya berusia 7hari. Oh iya… we decided to call her Vaya, not Aya like I said before.

Baru hari ini sempat update blog, baru sempat sedikit tarik nafas. Bener kata orang, hari pertama pulang ke rumah bawa bayi pertama adalah hari yang menegangkan. Cemas, takut, bingung, campur aduk.

Pasca Kelahiran Vaya

Aya or Vaya lahir kecepatan dua minggu lebih dari jadwal yang diperkirakan dokter. Seharusnya tgl 13 April, begitu perkiraan dokter. Jadi saya pun mengajukan cuti pertanggal 1 April. **kt dr.spog saya, ini krn saya terlalu aktif jdnya kecepetan :D.

Rabu 26 Maret, saya gak masuk kantor, entah kenapa pagi itu malasss banget bangun. Masih mengantuk, dan badan juga lemas. Sorenya, saya ke RS untuk konsultasi rutin, dan ternyata tensi saya tinggi. 183/90 !! Setelah melakukan tes urine, 2 jam kemudian hasilnya keluar, positive 1, yang artinya ada keracunan ringan, dan pasien disarankan untuk rawat inap. Tapi setelah diukur ulang, tensi sudah turun jadi 140, jadi oleh dokter saya boleh istirahat di rumah, tentu dikasih resep agar tekanan darah cepat normal. Terus juga harus mengurangi makan yang bergaram.

Salon : “Nyari Pelanggan” atau Dicari Pelanggan?

Saya paling hobi ke salon. Biasanya untuk memanjakan diri seperti creambath, pedi-meni, luluran, massage, dan juga refleksi, rutin setiap minggu ke salon (dulu sih waktu masih lajang di Medan). Kalau untuk potong rambut atau colouring, itu baru… setiap tiga enam bulan sekali.

Karena itulah saya suka menjajal setiap salon yang ditemui. Mulai dari salon murah sampai salon yang agak mahal. Iya, agak mahal, artinya saya belum pernah menjajal salon yang terlalu mahal, yang misalnya untuk cutting harus bayar 400 ribu. Huhuu….mana sanggup.