Cipika-Cipiki
Budaya cium pipi atau istilah kerennya cipika-cipiki adalah hal yang biasa di masyarakat kita. Setiap bertemu teman atau keluarga yang lama tak bertemu, misal ketemu sahabat kuliah di sebuah mall, atau saat arisan keluarga, pasti para perempuan saling menyalam dan menempelkan pipi. Sementara para pria umumnya bersalaman dan saling berangkulan tanpa cipika-cipiki — kasus ini terkecuali bagi para pria yang sudah lansia, yang biasanya jarang bertemu saudaranya, jadi saat bertemu, aturan itu tak berlaku.
Tapi sebenarnya, saya kurang begitu suka saling menempel pipi (kecuali pada teman dekat atau keluarga). Soalnya cipika-cipiki itu melelahkan. Apalagi kalau kita bertemu banyak orang dan semua saling menempelkan pipi, huaduh…. capek bo’. Pertimbangan capek ini bukan hanya karena harus maju mundurkan kepala saja, tapi juga berkaitan dengan mengatur posisi tubuh saya yang pendek ini. Kalau dapat lawan yang tinggi, kasihan banget doi harus membungkuk demi menempel pipi. Secara tidak langsung saya kan harus menyesuaikan sedikit biar gak jomplang banget.
Berantakan vs Rapih
Beberapa hari lalu, masuk email dari sekretaris divisi. To all staff. Bunyinya begini :
“Dear rekan-rekan,
Guna menjaga kerapihan ruangan dan keamanan dokumentasi serta perlengkapan di Ruang Kerja, mohon bantuan utk dpt merapihkan dokumen dan barang-barang yg ada di masing-masing meja kerja dan sekitarnya.â€
Suasana yang tadinya sedikit lengang, langsung berdengung. Ada suara-suara protes dan gak terima (ini adalah mereka yang mejanya memang berantakan), dan suara-suara penuh kemenangan (ini jelas adalah mereka yang mejanya selalu rapi). Hahaha…
Cuci Mata ke Ace Hardware
The FoodHall, Grand Indonesia
Saya punya tempat favorit untuk menghabiskan jam lunch yang tidak lama itu. Seperti pernah saya cerita di postingan-2 terdahulu, saya selalu bawa bekal ke kantor (kecuali bila sedang pengen makan di luar), jadi biasanya saya makan dulu bekal saya di kantor, baru setelah itu saya keluar untuk jalan-jalan. Aktivitas ini biasa saya lakukan seminggu dua kali.
Tempat fave saya itu adalah The FoodHall, Grand Indonesia. Pertama, Grand Indonesia itu dekat sekali dari kantor, jadi memang itulah pilihan pertama saya – yang memang malas berpanas-panasan jadi suka sekali kalau ke mall.
Branded Mania tapi KW?
Kapan Terakhir Kali Kamu Bersepeda
Ternyata bersepeda itu indah ya. Saya tidak bicara tentang saya yang naik sepeda, tapi tentang para pesepeda yang sering saya lihat setiap pagi kalau saya ke kantor. Sekarang pemandangan orang bersepeda ke kantor bukan lagi pemandangan asing, karena dari arah rumah saya ke kantor pun saya sering lihat ada satu dua pesepeda di sisi kiri.
Seperti pagi tadi, waktu lewat Sudirman, di sisi kiri ada tiga pesepeda yang berjalan beriringan. Seorang di antaranya cewek, mengenakan kaus kutung, celana ketat super pendek, dan tentu saja pakai helm sepeda. Cowok-cowoknya juga keren-keren gayanya. Yah walaupun pakaian itu kurang cocok untuk bersepeda di Jakarta, tapi setidaknya mereka memberikan pemandangan segar di pagi hari karena model pakaian dan warna yang mencolok. Untung tadi masih jam setengah tujuh pagi, jadi masih aman untuk bersepeda dengan baju yukensi ya. Coba siangan dikit, pasti gosong, hehehe…
Sekaratnya Lahan Hijau
Itik Penjaga or Angsa Pemilih
Krasivaya 2nd Birthday
Beberapa tahun yang lalu, saat masih kerja jadi marcomm, saya terbiasa dengan segala tetek bengek event, mulai dari mengurus izin, mendesign flyer, sampai mencari peserta juga saya kerjakan.
Lalu sekarang? Saya kembali menjadi penyelenggara event. Ya, bukan event musik or event amal dari kantor saya, tapi event ulang tahun anak saya. Hahahaha…. iya, anak saya Krasivaya baru saja berulang tahun yang kedua pada hari Minggu 28 Maret 2010 kemarin.
