Setan – Jin – Dedemit

Tadi pagi lagi-lagi alarm hp tidak hidup. Alhasil saya terbangun jam setengah enam dengan badan dan pikiran yang masih ingin kembali tidur. Ternyata badan saya ini, meskipun alarm tidak hidup, sudah ter-setting sendiri untuk segera bangun. Ada alarm otomatis yang dikirim badan ke otak, yang kemudian dibawa ke dalam satu pikiran bawah sadar, yang akhirnya membuat saya sadar bahwa ini sudah saatnya bangun dan pergi ke kantor (jangan tanya kalo wiken ya, hari libur juga otak dan badan sudah punya setting yang berbeda :D).

Gue Hajar Juga Tu Orang!

Pagi ini ada kejadian yang membuat saya jadi agak-agak high temp. Hahahaha.. tapi kalau teman dekat saya dengar cerita ini, dia pasti bilang, ah sudah biasa kau kak high temp. Kapan enggaknya? Hihihi….

Seperti biasa, saya masuk dari pintu masuk Basement 1. Ada dua security yang berjaga, memeriksa tas dan mengucapkan “Selamat pagi,”. Kali ini salah satu security gedung bermarga Pasaribu yang memang sudah saya hapal wajahnya, bilang begini ke saya, “Lain kali dipakai id-cardnya ya, Bu.”

Kelamaan Bolos Nih

Wah bener-bener deh. Sepertinya saya semakin lama semakin tidak produktif saja menulis, mulai dari seminggu sekali, lalu dua minggu sekali, eh sekarang sudah tiga minggu lewat. Bisikan itu akhirnya datang. “Ayo dong, malu sama domain.” Hahahahaa…

Anyway, sebenarnya saya tidak kemana-mana dalam  tiga minggu terakhir ini, cuma memang pikiran dan tenaga sedang diarahkan untuk lebih konsen ke beberapa personal project yang  sempat tertunda.

Bicara tentang Perempuan

Saya bertemu seorang teman lama di facebook. Teman kuliah, cowok, pernah se-geng jugalah sebelum akhirnya pertemanan itu mengalami eliminasi sendiri. Seperti biasa message dimulai dengan kalimat basa-basi seperti, “Apa kabar?” , “Di mana sekarang?”, lalu karena kami berdua sama-sama pasang “foto bersama anak” sebagai profile picture, tentu saja pertanyaan basi itu berlanjut lagi ke : “Udah berapa anakmu?”.

“Satu,” jawab teman saya. “Dirimu?”

“Sama. Satu juga.” Jawab saya.

“Wah, bisa juga ya…. gak sangka. Dulu kan dirimu cowok sekali….” Lho?!

Jangan Tuduh Aku

Kemarin siang di Hoka Hoka Bento Grandi. Dua orang perempuan mengantri di belakang saya. Menilik dari pakaiannya yang paduan blazer – celana panjang berwarna sama, mereka pastilah orang kantoran. Kantoran resmi, begitu istilah saya. Soalnya kalau dibandingkan dengan gaya saya yang pakai jeans coklat dan blus rajutan, saya memang lebih mirip orang  yang mau jalan ke mall daripada pergi ngantor.

Karena antrian masih lama, mau tak mau saya jadi mendengarkan repetan salah satu perempuan itu. Ya mau gimana lagi, saya sendirian, tidak punya kawan mengobrol dan mereka hanya selisih tigapuluh senti saja di belakang saya. Suara repetan berintonasi tinggi – kelihatan tidak peduli bisa terdengar oleh orang lain – mendominasi suara temannya yang pelan.

Uangku Bukan Uangmu – part 2

Masih ingat postingan “Uangku Bukan Uangmu.”? Nah kali ini saya mau buat postingan lanjutannya. Kalau dulu membahas tentang “So what? I can do everything I want with my money..” sekarang bahasannya tentang,”Urusan masing-masing ya bayar masing-masing.” Hehehee…

Pernah gak saat diajak kencan sama seseorang, kita mikir, nanti siapa yang bayar ya? Dia yang bayar atau bayar sendiri-sendiri? Anda tidak perlu khawatir mikir siapa yang bayarin siapa kalau kencannya di sejenis warung kopi modern kayak Starbucks, karena siapapun yang datang duluan so pasti akan pesan minum duluan dan yang datang belakangan cukup tahu diri untuk mengerti bahwa dia harus mengantri dan membayar minumannya sendiri. Beberapa kali saya janji ketemu orang di Jco juga bayar masing-masing, tak peduli siapa yang mengajak.

Asisten & Babysitter baru lagi…

Ceritanya, dua hari lalu datang babysitter baru dari yayasan, umur 19thn, berseragam putih-putih. Saat saya pulang kantor, di teras depan rumah si babysitter baru sedang duduk bersama si transporter (ciee…

Oleh-oleh Mudik 1 : Lebaran di Siantar

Akhirnya online juga. Sebenarnya sih waktu mudik kemarin kita bawa laptop, tapi karena ternyata selama disana saya ngurusin Vay terus — yang ngintil aja kemana maminya pergi — alhasil tidak sempat mengupdate berita lebaran selama mudik. Hanya sempat update blog Vaya saja hehee.

Actually saya tuh selalu berlebaran di Medan (karena base keluarga saya ya di Medan), cuma memang sudah hampir 4 tahun belakangan ini saya mudiknya ke Siantar, karena papi saya stay for a while di Siantar, jadilah kami lebarannya di Siantar. Gitu lho…

Persiapan Mudik

Sebentar lagi mudik. Sudah pada siap-siap untuk mudik belom? Tiket, uang tunai, oleh-oleh. Perlengkapan printilan buat yang mudik bawa anak.

Saya sudah menyicilnya dari sekarang. Tiket pesawat, sudah ada di inbox, tinggal print nanti saat dekat-dekat mau berangkat. Koper-koper sudah diturunkan dan dibersihkan. Plastik-plastik untuk tempat baju kotor sudah dimasukin sekalian. Pakaian tinggal disusun mendekati hari H. Tidak bawa banyak-banyak karena masih banyak stock di Medan hihihih… Perlengkapan mandi juga sudah lengkap di dalam kotaknya. Tinggal masukin koper aja. Kamera dan notebook, belakangan.