[soliloquy id=”7358″]

Inilah cerita yang cukup lama tertunda ditulis. Begitu masuk kantor, mulai sibuk, langsung lupa, hahah.
So, dua hari setelah kami kembali dari Medan, mengingat waktu libur sekolah sudah mau habis, saya pikir inilah saatnya saya dan Vay pergi ke Museum Nasional, atau yang dikenal juga dengan sebutan Museum Gajah.
Maka, setelah memarkir mobil di gedung Indosat, kami berdua berjalan kaki menyusuri Jalan Medan Merdeka Barat. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang lewat, dan matahari tak malu-malu lagi panasnya. Anak perempuan di sebelah saya tak tahan dan mengeluh, Mami kenapa jauh? Katanya dekat dari kantor Indosat?
Begitu tiba di depan gedung, dengan tak sabar kami berdua bergegas mendekati gedung. Pengen cepat-cepat ngadem maksudnya, haha…
Suasana di museum kemarin itu tidak terlalu ramai. Normallah, banyak remaja, juga anak-anak bersama orang tua mereka. Tiket masuk ke Museum Nasional seharga Rp5000 untuk dewasa dan Rp2000 untuk anak-anak. Menurut saya harga ini wajar, karena selain suguhan isi museum yang banyak sekali, gedungnya juga bersih, terawat, dan tidak panas. Di beberapa ruangan ada pendingin udara juga. Museum Nasional bisa dikatakan sebagai museum terlengkap di Indonesia karena jumlah koleksinya yang mencapai lebih dari seratus empat puluh ribu. Mulai dari koleksi prasejarah, keramik-keramik asing, arkeologi hingga koleksi etnografi.
Melihat koleksi-koleksi di dalam menimbulkan kekaguman bagi kita para pengunjung. Saya tak tahan untuk berhenti dan memandangi arca-arca yang sangat detil, hingga koleksi etnografi yang menurut saya sungguh indah dan bikin jatuh cinta. Koleksi etnografi di Museum Nasional ini menyajikan hasil budaya dari suku-suku yang ada di seluruh Indonesia. Untuk ruang pameran etnografi sendiri dibagi di dalam tiga ruangan besar, mulai dari Indonesia bagian barat (Sumatera dan Jawa), Indonesia bagian tengah (Bali, Kalimantan, dan Sulawesi), kemudian Indonesia bagian timur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).
Kemudian ada juga ruang miniatur rumah adat. Lalu ada koleksi patung nenek moyang berupa tengkorak, dan patung raja Lombok. Koleksi kain adat satu hal juga yang saya suka, hingga ada juga baju dari kayu.
Ruangan dimana manusia akan membuka mata lebar-lebar kemudian memandang cukup lama koleksi di depan matanya adalah ruang emas. Hahaha….. sebelum masuk ke ruangan, ada larangan memotret, maka marilah kita patuhi aturan tersebut. Jangan sampai memotret diam-diam demi memenuhi ego. Di dalamnya terdiri dari koleksi peninggalan jaman kerajaan, mulai dari ikat pinggang, gelang lengan, mahkota, kalung, dan peralatan rumah tangga yang terbuat dari emas.
Saking luasnya museum ini, berkeliling tak bisa hanya sebentar, karena harus santai melihat satu-satu koleksinya. Maklum ya, saya bawa Vay jadi saya gak bisa betah lama-lama sendiri karena harus ikut dia yang loncat sana loncat sini. Kita menghabiskan sekitar dua jam di sana, terlalu cepat sih itu. Seharusnya seharian di sini baru bisa cukup. Berarti harus ke sana lagi nanti nih besok-besok.
Nah di Museum Nasional ini juga ada kids center, terletak di basement. Di sini banyak education games dan aktivitas yang bisa dilakukan anak. Sayangnya waktu kami tiba di bawah itu sudah masuk jam istirahat dan hingga jam setengah dua ternyata belum dibuka juga. Saya lihat Vay sudah lelah, dan dia bilang tak ingin menunggu lagi, ya sudah kalau begitu.
Di sisi luar kids room itu adalah basement terbuka dengan dinding berhiaskan arca gajah. Semilir angin berhembus kencang di bawah situ, pantas saja saya lihat banyak remaja asyik duduk bercengkerama di sekitarnya, juga berfoto. Off course salah satu spot kosong di dinding itu tidak saya sia-siakan.

Pulangnya? Jalan kaki lagi dong ke tempat parkir mobil. Dan karena ini pertama kali Vay jalan kaki di daerah Ring 1 Jakarta, maka dia wajib foto di sini! LOL.

Bila ingin ke Museum Nasional, tak perlu repot membawa makanan dan minuman karena di dalam juga ada kafe serta store penjual minuman dan cemilan serta cinderamata. Museum Nasional buka dari hari Selasa – Minggu. Hari Senin dan hari besar nasional, tutup.
Ayo kita wisata edukasi ke Museum Nasional. Jalan-jalan, dapat ilmu.












![[Malang Trip] Batu Secret Zoo & Museum Satwa](https://tehsusu.com/wp-content/asd-uploads/2015/09/IMG_88451-150x150.jpg)
Terima kasih artikelnya menarik. Dan dengan harga yang menarik mulai dari 26 juta di Anamta Cinere
Sangat Bermanfaat artikelnya …
Pengambilan fotonya bagus sekali.., memang kalau yang foto fotografer jadi beda.. hehe
wah pas nih buat anaku biar tambah wawasan
Wahh, jalan-jalan murah nih, buat rekomendasi anak saat liburan.. hehe. Thank’s artikelnya.
wah, apakah koleksi di ruang emas itu benar-benar asli semua? makanya dilarang memotret… takut dirampok mungkin ya. anyway, worth to visit banget nih ya museum gajah! sayangnya pas hari besar nasional malah tutup 🙁
Museum Nasional merupakan salah satu museum yang kaya kan pengetahuan sejarah masa lampau. Lokasinya dekat dengan Monas. Museum ini dikenal juga sebagai Museum Gajah karena di halaman depan dipasang patung gajah.
Museum ini bagus sekali untuk menambah ilmu dan pengetahuan sejarah bagi anak sekolah dan mahasiswa.
Artefak paling mahal adalah kalung dan emas-emas. Tidak dipajang umum. Hanya tamu2 khusus yang boleh melihatnya.
Salah satu kekayaan busaha Indonesia
eksplore Indonesia bersama http://pesonawisataindonesia.com
Musem Nasional Jakarta, yang juga dikenal sebagai Museum Gajah karean ada patung gajahnya. Lengkap sekali isinya untuk edukasi. tapi kalau sendirian ke sana agak merinding karean sepi….he..he..
Saya beberapa kali lewat doang, hehe…
Harus berpetualang di museum ini suatu saat. Semoga.
waahhh lengkap juga koleksinya… dulu bgt aku tuh pgn kuliah di jurusan etnology2 gini… :D.. tp seperti biasalah, ditentang papa -__-.. pdhl yg berbau sejarah bgini, aku selalu suka ngeliat dan membacanya.. seolah pgn balik k jaman itu malah 🙂
ngeliat harga masuknya murah saya jadi pengen juga main kesana..
naik bus transjakarta kayaknya ada yaa yg langsung turun di depannya..
Bertahun kerja dan tinggal dekat Jakarta, belum pernah menginjakkan kaki disitu. Ahhh jadi kepengen juga nih. InsyaAllah taun ini lahh harus kesitu
fotonya bagus kak 🙂
suka bokehnya di foto terakhir, salam kenal kak
Foto terakhir Vaya mirip kali sama kakak. SI Vaya gayanya fashion blogger wannabe gitu, kak. Keren :)))
Aku belum pernah masuk ke museum ini, walaupun sebelahan sama kantor ayah. Takut euy, kalau sendirian ke dalam gitu. Setelah baca ini patut dijajal.
ini museum memang bagus dan nyaman. Saya juga senang ajak anak-anak ke sini. 🙂
Baru tahu dalamannya museum Nasional. Sering lewat kesana, tapi cuma lihat saja dari luar.
Benar ini mah, saya rasanya harus juga meluangkan waktu untuk mengunjungi museum ini satu waktu nanti.
Salam,
Ini museumnya yang cakep apa emang ambil angle gambarnya yang bagus yahh? hehe 😀 tahun lalu ke meseum ini masih di renovasi soalnya …
ahh seperti biasa fotomu selalu cantik zyyy …. ditambah ada model kecil cantik di foto fotonya….makin cihuy. Udah lama saya ingin ajak anak anak ke museum ini …. dan museum satria mandala, hanya belum dapat waktu nya saja sampai sekarang … semoga bisa kena waktunya, karena makin mupeng gegara lihat foto fotomu ini 🙂
Puasa kmrn aku juga ke museum nasional tp cuman foto2 di depan nya aja hehehe
Museumnya ketje banget mbak. Apalagi foto foto mbak zy emang keren keren.
Hi Irni, ini ya kebetulan aja lokasinya udah ketje….. ^^)
bagus juga ya museumnya.. keliatannya bersih dan terawat…
Iya, lumayanlah untuk wisata edukasi murah meriah tapi nyaman…
Nona kecil yang cantik, foto2 museum nya juga menarik…Ah I love this post ! 🙂
thanks! 🙂
salah satu museum favorit di jakarta…ngg pernah bosen main ke sini. Vay cantiiiik 🙂
benar, mba. saya baru 2x ke sini, dan ingin ke sini lagi….
sayang sekali dilarang memotret ya mbak,padahal pingin lihat aku. JAdi harus lihat langsung deh ke museum kapan-kapan/ btw aku suka lihat roknya Vaya 🙂 gagal fokus
Hahah…. iya, bahaya kali ya klo ketahuan ada berapa banyak emas di sini…
wah..belum jadi 2 nih, niat ajak anak2 kesini..Vaya senang ya disana.bagus ya…
dari sekolahan kok ga ada acara kesini lagi ya
Sama, aku juga berharap sekolah Vay nanti ada field trip ke sini…
keliatan Vay suka ya
di Museum, bisa betah aja 2 jam di sana
cuma ngeluh jauh ke parkiran ya…
Betul Kak. Jalan ke parkiran, lumayan capek, panas pula…
KAu suka maak jalan2 ke museum. Selain murah banyak hal ynag bisa kita pelajari di sana. Oke juga buat poto2 hehehe
Duh maap mak typo. “kau” maksunya itu aku.
Hehee… iya, hiburan murah meriah tapi asyik.
Salah fokus saya jadinya, liat kakak Vay yang kece banget gayanya di foto ^^
terima kasih ^^)
wah, vay jalan2 seru banget di museum nasional. Jalan sendiri lagi, semangatnya…..
Hahaa… itu jalan buru2 udah ga sabar dia..