Lengan Kencang

Waktu di toilet tadi, saya ketemu ibu Mart, seorang pengurus aerobic di kantor kami. Orang batak. Umurnya 47thn. Fyi, biarpun judulnya ibu-ibu, ibu Mart ini jauh lebih enerjik dari mereka yang masih muda (termasuk saya). Mungkin itu sebabnya dia yang jadi pengurus bidang olahraga aerobic. Dia bisa senam aerobic selama satu jam tanpa ngos-ngosan, tanpa missed, dan tidak pernah kehilangan ritme di tengah-tengah. Setelah itu dia akan main treadmil lagi selama setengah jam. Setiap hari, dia rutin melakukan kegiatan naik tangga darurat dari lantai satu sampai lantai enam. Sering sekali saat saya keluar dari toilet, saya akan dengar bunyi ketukan dari balik pintu menuju tangga darurat. Pasti  Bu Mart. Yoi, memang dia. Karena naiknya lewat tangga darurat, dia harus rela menunggu ada orang yang ke toilet biar bisa membukakan pintu untuknya.

Wiken Kebanyakan Makan

Salah satu keuntungan menjadi wanita adalah, saat kami pergi beramai-ramai dengan para sahabat dan masuk ke sebuah resto, kami bisa pesan menu ini itu dan dapat saling mencicipi makanan teman tanpa perlu merasa gengsi. Belum pernah saya melihat sekelompok cowok yang makan sambil mencicipi hidangan milik temannya. Tapi mungkin juga ada, but kayaknya gak seheboh para wanitalah.

Jadi seperti itulah ceritanya kemarin siang. Dengan alasan kumpul-kumpul karena udah lama gak ketemu, kami yang dulu sama-sama dari Medan dan pindah gawe ke Jakarta, memutuskan untuk kongkow bareng. Sebenarnya hanya satu orang saja yang belum pernah ketemu selama di Jakarta, sebab satunya lagi – even dari Medan juga – tapi kan sekantor dengan saya, alias ya ketemu tiap hari.

Go Green

Kira-kira sebulan yang lalu, saya sedang membawa Vaya ke teras belakang untuk latihan jalan. Saat itu salah satu bedinde sedang keluar menenteng kantong plastik yang sangat besar berisi kantong-kantong plastik…

Kamus Ajaib-nya Bu Lis

Mo cerita-cerita sedikit ya.. Di kantor saya ini, ada yang namanya Bu Lis. Umurnya hampir lima puluh, manager di divisi procurement. Saya gak begitu tahu seperti apa Bu Lis ini…

Krisis Tisu Toilet

Sudah seminggu ini tisu di toilet wanita habis melulu. Pagi-pagi jam setengah tujuh saya ke toilet, pasti gak ada tisu. Ngecek-ngecek setiap bilik toilet, gak ada sepotong pun tersisa.  Box tisu di dekat hand dryer juga habis. Terpaksa balik lagi ke meja ambil tisu.

Jam 8, saat petugas cleaning service gedung mulai bersih-bersih, baru deh pasang tisu baru lagi. Tapi gak bertahan lama, karena mendekati jam 12 siang tisu sudah habis lagi. Lalu jam 1 jam 2 diisi lagi, tapi habis itu kalo habis ya sudah gak akan ditambah lagi tisunya. Padahal toilet tissue sudah termasuk fasilitas yang didapat kantor kita loh sebagai penyewa gedung. 

Anakku Sudah Bisa Pulang

Alhamdulillah, akhirnya setelah dirawat selama 9hari (4hari di RSIA B, yang bisa dibilang sia-sia karena tidak ada kemajuan apa-apa) dan 5hari di RS P (sebenarnya 3hari saja, 2hari istirahat penyembuhan), Baby Vay boleh pulang. Thx buat doa teman-teman.. 🙂

Diagnosa dokter, Vaya bukan terkena DBD, tapi hanya DD, disertai infeksi pencernaan akut. Dr. BL ini salah satu dokter spesialis anak senior, dengan spesialisasi darah. Bahkan DSA P saja mengaku kalo dia sering mengikuti seminarnya Dr. BL, makanya waktu kita bilang kita mo pindah ke Dr. BL, DSA P tidak bisa komentar banyak.

Anakku Sayang Anakku Sakit …

Lama tidak updated blog dan juga tidak blogwalking, rasanya seperti putus hubungan dengan dunia. Yeah, dua minggu ini pikiran saya terkuras habis untuk my baby Vaya. Maaf buat teman-teman karena saya lama tidak blogwalking, mudah2an bisa segera ya…

 

Vaya sakit, dan sekarang masih dirawat di RS “P”di kawasan perumahan Pantai Indah Kapuk. Untuk lengkapnya saya akan menceritakan kronologis tentang sakitnya Baby Vaya.

Orang Jakarta itu Matrek!

Tidak ada maksud aneh-aneh apabila saya menulis judul Orang Jakarta itu Matrek sebagai judul postingan kali ini. Karena pada dasarnya yang berbau materialistis ada dimana-mana. Tetapi karena Jakarta adalah ibukota…

Baby Sitter-nya Vaya – part 3

Saya lagi sebel sama babysitter-nya Vaya. Ini bs-nya Vaya yang kedua, setelah bs yang pertama kali saya berhentikan dengan sukses. Masih ingat postingan yang ini dan ini kan?

 

BS yang sekarang ini asal Ngawi, usianya 37thn, single parent dengan 1 orang anak laki-laki yang sudah duduk di bangku SMP. Saya ambil langsung dari Yayasan Fts di Kebayoran, JakSel. Sallarynya perbulan gak usah saya sebutin saja ya, yang pasti memang cukup gede untuk ukuran BS, tapi itu memang tarif standar yang ditentukan pihak yayasan karena tarif babysitter untuk infant memang lebih mahal dibanding tarif governess atau nanny untuk batita/balita.