Ulang Tahun Vay vs Bedinde

ULANG TAHUN Ini adalah postingan yang tertunda sekian hari, bahkan tepatnya seminggu. Hari Senin lalu, anak saya berulang tahun yang ke-3. Dan seperti halnya orangtua lainnya, tentu saja doa saya…

Lagu Dewasa

Di satu sisi, hati ini tidak begitu suka mendengarkan anak saya menyenandungkan lagu dewasa. Tapi di sisi lain, kok terdengar lucu ya mendengar suara cadelnya sok-sokan nyanyi lagu cinta. Tapi…

Beres-Beres

Dua malam lalu saya bbm-an dengan seorang teman dekat saya. Saya bilang padanya – mungkin sedikit mengeluh – kalau para pembantu bodat ini kok gak balik-balik. Mbok ya bilang kek balik apa gak, jadi biar aku tahu mau ngapain? Begitulah repetan saya.

Teman saya itu ketawa. Katanya, Kak asyik itu aja masalahmu. Dan lalu saya pikir, ah dia benar. Haha, tentu saja karena setiap kali saya mulai ngerep (alias merepet), kejengkelan saya tak lain dan tak bukan memang lebih sering karena kelakuan para asisten yang bikin bosnya high tempre. Lalu saya jawab, ya cemanalah, namanya pun omak-omak, gak jauh-jauh dari masalah bedinde.

Tali Asih Buku Berjendela

Terkejut. Itulah yang saya rasakan saat Jumat sore kemarin sampai di rumah, dan menemukan benda berukuran besar bersampul coklat. Eh, apa ini? Paket dari siapa? Saat saya membaca tulisan di potongan kertas putih di depan paket, refleks bibir ini tersenyum. Ternyata paket itu adalah Tali Asih dari Pakde Cholik.

Buru-buru saya ambil gunting (emang paling demen dah kalo urusan buka kado :D) lalu saya gunting kertas pembungkus coklat itu mulai dari sudut. Aaah. Ya ampun. Saya terkesiap saat melihat isinya. Ini buku yang memang saya ingin-inginkan untuk Vay, tapi always lupa beli kalau ke Gramed. Aduh baiknya Pakde yang satu ini. Benar-benar tak menyangka. Pakde telah mengirimkan “Buku Berjendela” dengan judul : HUTAN, salah  satu seri dari “Lihat Sekelilingmu”.

Belanja Tanpa Plastik

Dua malam yang lalu, saya pergi belanja dengan anak saya. Kita pergi ke supermarket terdekat dari rumah untuk belanja bahan makanan buat Vay. Sebenarnya ingin jugalah sesekali turun ke pasar…

Like Mommy Like Daughter

Setiap kali saya mengganti profile picture BB saya dengan gambar anak saya yang centil, selalu saja suka ada komen yang masuk dari teman-teman di friend list. Ada yang memuji gaya…

Ghost Story Room

Para pengguna handset Blackberry tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bbm group. Nah, begitu juga dengan saya. Saya dan teman-teman jaman kuliah dulu, punya grup chatting di BBM…

Mengurus Anak saat Sakit

Beberapa hari belakangan ini Vay sakit. Demam cukup tinggi, lalu sehari kemudian mulai batuk dan flu. Pertolongan pertama kami lakukan yaitu dengan melakukan kompres seluruh badan, kemudian dilanjutkan dengan memberikan…

Mencaci Bangsa Sendiri?

Presiden Obama datang ke Jakarta. So?

Semalam, saat Presiden Obama dan Presiden SBY live di TV, ada kejadian dimana Presiden SBY ‘terselipet’ saat menjawab pertanyaan.

Banyak orang menghina dan mengejek Pak SBY yang katanya menjawab ‘lari dari jalur’ dikarenakan beliau tidak paham betul pertanyaan yang diajukan si wartawan itu dalam dialek Amerika yang kental. Begitu kata orang-orang di twitter. Hellow… perlukah cacian dan ejekan itu? Di twitter pula, yang bisa dibaca oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Jangan Cubit Pipiku

Anak kecil dengan pipi chubby dan gembil memang menggemaskan. Rasanya ingin sekali mencubit pipinya. Seringkali kalau kita jalan ke pusat keramaian lalu melihat anak kecil dengan pipi bulat, hati dan tangan tidak tahan ingin menjawil pipinya.

Tapi pernahkah terpikir oleh kita bahwa anak-anak berpipi chubby itu sebenarnya tidak suka kalau pipinya dicubit? Mungkin kalau anak itu masih sangat kecil, dia diam saja dan tidak bisa “melawan” saat ada tangan iseng menjawil pipinya, tapi saat sudah mulai besar, biasanya anak-anak sudah mengerti dan mencari cara melindungi dirinya.