Toko Buku Gramedia

Gramedia

Halo. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan ibadah puasa. Semoga di bulan Ramadhan ini, kita semua mendapatkan berkah yang berlimpah. Amin. *Lagi-lagi saya terkena virus malas, sudah dua minggu tidak meng-updated…

Perempuan yang Mandiri

Tadi siang, karena partner makan siang ternyata tidak masuk kantor, saya pun pergi sendiri ke Grand Indonesia. Pemandangan yang sering saya lihat di mall-mall saat hari Jumat tiba adalah pemandangan…

Perempuan dan Emas

Setahu saya umumnya perempuan pasti suka dengan perhiasan emas. Terlepas dari mau pakai sedikit atau banyak, tapi emas memang punya efek menggoda yang sangat untuk dimiliki.

Kemarin pagi, dalam perjalanan ke kantor, saya mendengar bahasan menarik di radio favorit saya. Ceritanya kedua penyiar ini — cowok cewek — sedang membahas Alm. Ibu Ainun yang menurut si penyiar wanita ini adalah sosok yang bersahaja karena meskipun termasuk kalangan berharta, tapi beliau tidak suka pamer dan tampil berlebihan. “Kalung saja dia tidak pakai. Coba lihat ibu-ibu lain. Tahu sendiri dong ibu-ibu di Indonesia ini. Kalau lakinya udah kaya dikit, pasti deh pada pakai emas segambreng biar ketahuan kaya rayanya.” Kira-kira begitulah katanya lebih kurang.

Itik Penjaga or Angsa Pemilih

Awalnya dari sebuah situasi. Ada beberapa teman pria di kantor yang menganggap saya adalah "angsa pemilih". Hmm sebenarnya saya tidak tahu apa istilah yang tepat, jadi saya putuskan pakai istilah…

Tuan Putri yang Angkuh

Habis main ke tempatnya Yessi dan baca postingannya tentang orang yang sangat menyebalkan, saya jadi pengen cerita juga tentang seseorang yang sangat-sangat menyebalkan.

Orang itu bukan sangat menyebalkan tapi juga tinggi hati dan belagu. Beberapa teman dekat saya pasti sudah tahu siapa yang saya maksud, karena saya juga cerita pada mereka tentang sosok perempuan tinggi hati ini. Kenapa saya bilang tinggi hati? Karena memang begitulah sosoknya yang tercermin selama ini.

Kamu Pasti Bisa Asal Kamu Mau

Saya ingin bercerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda. Ini postingan yang akan sangat panjang sekali, jadi saya sarankan membagi waktu untuk membacanya dahulu baru berkomen :). Dahulu kala, di jaman…

Tantrum & Flight w/ The New Airbus A330-200

TANTRUM

Ada yang pernah kehilangan rasa percaya diri secara tiba-tiba? Saya pernah. Kehilangan rasa percaya diri mendadak karena anak tiba-tiba tantrum dan saya tak sanggup menenangkan dia. Hehehee…

Ini terjadi Rabu minggu lalu ketika saya akan bertolak ke Medan. Kebetulan ada sedikit urusan yang mengharuskan saya datang langsung ke sana, jadilah saya ambil cuti, padahal sebelumnya udah bilang di blog kalo liburan gak kemana-mana :D, eh tahunya emang pergi juga. Jadilah saya bertiga dengan Vay dan susternya, yang pergi. Hubby gak bisa ikut karena masih ada kerjaan.

Setan – Jin – Dedemit

Tadi pagi lagi-lagi alarm hp tidak hidup. Alhasil saya terbangun jam setengah enam dengan badan dan pikiran yang masih ingin kembali tidur. Ternyata badan saya ini, meskipun alarm tidak hidup, sudah ter-setting sendiri untuk segera bangun. Ada alarm otomatis yang dikirim badan ke otak, yang kemudian dibawa ke dalam satu pikiran bawah sadar, yang akhirnya membuat saya sadar bahwa ini sudah saatnya bangun dan pergi ke kantor (jangan tanya kalo wiken ya, hari libur juga otak dan badan sudah punya setting yang berbeda :D).

Jangan Tuduh Aku

Kemarin siang di Hoka Hoka Bento Grandi. Dua orang perempuan mengantri di belakang saya. Menilik dari pakaiannya yang paduan blazer – celana panjang berwarna sama, mereka pastilah orang kantoran. Kantoran resmi, begitu istilah saya. Soalnya kalau dibandingkan dengan gaya saya yang pakai jeans coklat dan blus rajutan, saya memang lebih mirip orang  yang mau jalan ke mall daripada pergi ngantor.

Karena antrian masih lama, mau tak mau saya jadi mendengarkan repetan salah satu perempuan itu. Ya mau gimana lagi, saya sendirian, tidak punya kawan mengobrol dan mereka hanya selisih tigapuluh senti saja di belakang saya. Suara repetan berintonasi tinggi – kelihatan tidak peduli bisa terdengar oleh orang lain – mendominasi suara temannya yang pelan.

Uangku Bukan Uangmu – part 2

Masih ingat postingan “Uangku Bukan Uangmu.”? Nah kali ini saya mau buat postingan lanjutannya. Kalau dulu membahas tentang “So what? I can do everything I want with my money..” sekarang bahasannya tentang,”Urusan masing-masing ya bayar masing-masing.” Hehehee…

Pernah gak saat diajak kencan sama seseorang, kita mikir, nanti siapa yang bayar ya? Dia yang bayar atau bayar sendiri-sendiri? Anda tidak perlu khawatir mikir siapa yang bayarin siapa kalau kencannya di sejenis warung kopi modern kayak Starbucks, karena siapapun yang datang duluan so pasti akan pesan minum duluan dan yang datang belakangan cukup tahu diri untuk mengerti bahwa dia harus mengantri dan membayar minumannya sendiri. Beberapa kali saya janji ketemu orang di Jco juga bayar masing-masing, tak peduli siapa yang mengajak.