Perempuan itu Boros

Jadi perempuan itu boros sekali ya. Boros biaya, boros tempat. Pernak-perniknya banyak. Ingat cerita outbond saya kemarin? Banyak yang tanya, cuma menginap semalam saja kok musti bawa koper? Saya kurang jelas menuliskan ukuran kopernya barangkali ya. Karena koper merah saya itu sejenis luggage bag, koper ukuran kecil dengan muatan yang juga sedikit. Karena bahannya dari plastik padat yang keras, kelihatannya sih gede padahal sebenarnya muatannya sedikit. Hanya cukup untuk 1-2 hari menginap.

Wiken Kebanyakan Makan

Salah satu keuntungan menjadi wanita adalah, saat kami pergi beramai-ramai dengan para sahabat dan masuk ke sebuah resto, kami bisa pesan menu ini itu dan dapat saling mencicipi makanan teman tanpa perlu merasa gengsi. Belum pernah saya melihat sekelompok cowok yang makan sambil mencicipi hidangan milik temannya. Tapi mungkin juga ada, but kayaknya gak seheboh para wanitalah.

Jadi seperti itulah ceritanya kemarin siang. Dengan alasan kumpul-kumpul karena udah lama gak ketemu, kami yang dulu sama-sama dari Medan dan pindah gawe ke Jakarta, memutuskan untuk kongkow bareng. Sebenarnya hanya satu orang saja yang belum pernah ketemu selama di Jakarta, sebab satunya lagi – even dari Medan juga – tapi kan sekantor dengan saya, alias ya ketemu tiap hari.

The Spaghetti House @Pacific Place

Setiap hari Jumat, saya dan teman hampir selalu makan di luar pas jam istirahat. Bukan suatu kewajiban sih, hanya saja kami sudah terbiasa saja. Bisa dibilang hari Jumat itu sudah setengah libur, karena sudah mau wiken kan? Jadi kerjaan pun dikebut secepatnya biar sempat kalau mau keluar makan agak lama.

Okay. Kali ini saya dan dua orang teman saya jalan ke Pacific Place Mall. PPM ini termasuk salah satu mall terbaru di Jakarta, dan juga salah satu mall high end. Namanya cukup terkenal, apalagi kemarin sempat ada kasus pembunuhan seorang wanita di sini ya. **but itu gak usah dibahas ya.. yang belum pernah dengar kasusnya bisa gugling aja.

Uangku Bukan Uangmu

Tadi pagi habis jalan ke blognya Sheilla, dan langsung ketawa-ketawa sendiri. Di situ Sheilla ngebahas tentang satu blog yang posting tentang “kenapa ada cewek rela habisin uang banyak demi make up”. Yang kalo kita baca postingan Sheilla sampe habis, jadi ikut emosi jiwa juga, secara kita cewek-cewek pastilah rada boros, even bukan hanya di make up, tp mungkin untuk yang lain.

Bye-bye Fast Food

Untuk seorang yang selalu ingin praktis dan cepat, termasuk dalam urusan makan, saya hampir selalu memilih makanan yang siap saji alias fast food. Fast food akan menjauhkan saya dari yang namanya mengantri lama, menunggu pesanan, lalu menunggu bil.

Dulu kalau jam makan siang tiba, saya selalu keluar kantor untuk makan ke tempat dimana ada fast food. Saya hampir percaya bahwa saya tidak bisa makan siang dengan nasi, karena saya sangat tergila-gila dengan kentang goreng. Tidak tertarik untuk makan nasi, atau gulai ayam, ataupun sayur urap.

Kerempeng? Mana Keren?

Minggu kemarin, ketika saya dan hubby sedang di Plz Senayan, saat melintasi Lobby, kami berpapasan dengan satu keluarga yang (terlihat) harmonis. Suami istri itu saya tebak usianya sekitar 40-45-an. Si suami menggandeng istrinya di sebelah kanan, dan satu tanganna lagi menggandeng satu anaknya. Seorang anak yang lebih besar berjalan sendiri sedikit di depannya. Kedua anaknya ya kisaran anak sekolah dasarlah.

Yang menarik perhatian saya adalah, gaya si bapak dan ibunya itu. Si bapak memakai baju kaos tanpa lengan, yang memamerkan otot-otot lengannya. Yup. Melihat bodynya bisa ditebak dia adalah seorang bodybuilder. Istrinya juga berpakaian hampir sama, kaos tanpa lengan dengan rok mini plus selop berhak wedges. Bedanya, body istrinya totally different with him. Kalo bayangan saya mustinya kan si pasangan juga punya body yang fit ato at least kalopun gak terlalu berotot tapi agak-agak skinnylah, tapi ini enggak. Eemm… Ya begitulah kira-kira.

Tour Pantai & Ayam Taliwangnya Lombok

Badan rasanya pegel-pegel habis pulang liburan. Soalnya biarpun judulnya liburan, tapi karena hanya bertiga dengan suami dan Vaya jadi tetap aja capek karena musti momong Vaya. Memang sengaja gak bawa babysitter, bangkrut nanti hehehee..

Hari kedua di Lombok, kita memilih untuk tour pantai saja. Mau nyebrang ke Gili Air dan Gili Trawangan, saya gak berani. Gak berani karena pasti kan bawa Vaya juga, apalagi kalo pulang sore ombak pasti lagi besar. But it’s okay. Yang penting buat kita adalah liburan bertiga as a family. Pertama kalinya nih. **kalo yg mudik tahun lalu gak diitung liburan lah..

Tampil Perdana di TV

Tadi pagi jam 09.05 wib, saya tampil LIVE di acara e-Lifestyle MetroTV. Dalam acara yang berdurasi 25menit itu, saya tampil sendiri, live sebagai narasumber dari topik : Mendulang Uang Lewat Blog.

Bermula dari dua minggu lalu, kru e-Lifestyle ingin buat konten tentang mencari uang dari blog. Nah, entah mereka dapat informasi darimana, saya dihubungi dan diminta tampil sebagai narasumber.