Berburu Sunset di Echo Beach, Bali

Berburu Sunset di Echo Beach, Bali

Echo Beach, Bali
Echo Beach, Bali

Dipublikasikan: 14 Oktober 2017
Terakhir diperbarui: Maret 2026

Echo Beach adalah spot foto kedua di hari pertama kami di Bali setelah dari Air Terjun Tegenungan. Echo Beach terletak di Kabupaten Badung, sekitar 14KM dari Denpasar. Katanya pantai ini terkenal sebagai salah satu pantai yang bagus untuk surfing, dan cukup tenang serta tidak terlalu ramai wisatawan.

(Baca cerita tentang spot sebelumnya, Air Terjun Tegenungan di sini)

Jalan dari tempat parkir ke arah pantai, saya lihat di kanan kiri banyak kafe dan butik yang cukup bagus. Juga ada surfing course. Sebuah kafe di dekat pantai terlihat nyaman tapi masih sepi, mungkin karena masih terlalu siang ya, masih pukul setengah empat sore.

Yang kurang adalah tempat sholat

Eniwei, satu yang dirasa kurang kemarin adalah tempat untuk sholat. Sebenarnya kami ingin menumpang sholat di sebuah ruang kantor di sebelah kafe tadi, tapi ada mbak-mbak orang lokal yang mengingatkan kami. Katanya ruangan itu sering dilalui anjing, jadi menurutnya tidak layak bila kami sholat di situ. Akhirnya ya sudah diputuskan sholat dilakukan di mobil saja.

Karena masih panas, saya dan sebagian teman memutuskan untuk ngopi sebentar di warung kecil dekat pantai. Saya dengan malu-malu tanya ke ibu penjaga warung, boleh gak saya minta air panas saja, nanti saya bayar. Jadi ya, saya tuh terbiasa bawa kopi sendiri, soalnya kalau ketemu warung-warung begini, jarang yang jual kopi biasa tanpa gula. Mostly jualnya sachet, menurut saya itu sirop rasa kopi. Ibunya bilang, mereka juga punya kopi bubuk Bali, jadi bisa dibuat tanpa gula. Ah syukurlah. Jadi deh, ngopi sambil makan donat kampung.

Setelah menyiapkan kamera, turunlah saya ke bawah. Aah, rasanya luar biasa saat menghirup udara pantai bercampur bau garam, merasakan air laut membasahi kaki, mendengar suara ombak berdebur-debur. Rasanya tak pernah bosan, rasanya selalu rindu.

DSCF8890

Banyak bulu babi

Air pantai yang surut menyisakan biota laut yang bisa dilihat. Bulu babi bertebaran di sela-sela karang (banyaaakkkk!!), kemudian teripang yang kering, ikan pasir kecil yang terjebak sendiri. Omaigat, semua ini membuat saya terharu. Barangkali yang bisa mengerti perasaaan ini hanyalah abang saya.

Saya seperti anak kecil yang ingin bercerita bahwa saya menemukan ikan pasir yang dulu selalu kami tangkap saat main di pantai. Ingin cerita bahwa duri babi di sini banyak sekali dan besar-besar. Seekor keong kecil cantik menancap keras di sela karang, coba saya tarik tapi tak berhasil. Inginnya sih saya bawa pulang untuk Nona Vay, ingin saya ceritakan bahwa inilah kerang yang sering saya temukan ketika kecil dulu.

Semakin sore air laut perlahan mulai naik. Ada dua ibu-ibu yang menarik perhatian saya di sebelah sana, yang tadinya saya kira sedang mencari biota laut. Namun keduanya tidak sedang membawa tempat ikan atau sejenisnya. Jalanlah saya mendekati mereka, pelan-pelan melangkah agar tidak terjeblos atau menginjak bulu babi. Saya menyapa dan bertanya, apa yang sedang mereka lakukan.

“Lagi cari air suci.” Salah satu menjawab ramah. “Tapi hanya dapat sedikit.” Ibu yang lain menimpali. Kami mengobrol sebentar, mereka bertanya saya dari mana, yang saya jawab sambil membuat gerakan tangan memutar menunjukkan gerombolan orang bertripod, kalau kamu bari tiba dari Jakarta.

Sebelum mereka berlalu, saya minta izin untuk memotret salah satu ibu. Si ibu tersipu, katanya, “Aah, jelek begini kok difoto.” Sambil tertawa lebar.

DSCF8902

“Gak bener tuh Bu. Ibulah yang paling cantik di sini.” Karena kecantikan itu seyogyanya adalah tergantung bagaimana hati kita melihatnya. Kesederhanaan dan ketulusan senyum ibu itu memang kecantikan yang saya sukai.

Di Echo Beach ini banyak karang besar yang akan memberikan komposisi yang bagus untuk foto sunset. Tapi sayangnya awan tebal tidak mau pindah, sehingga sunset yang didapat tidak terlalu sempurna. Biarpun makin gelap dan air mulai pasang, beberapa peselancar masih terus bercengkerama dengan ombak. Sementara itu ada seorang fotografer ada di tengah sana, bertahan menunggu momen.

Berhubung bawa tripod, bolehlah ya, memotret diri sendiri dengan timer. Hahah, ini setelah pasang timer 10 second, langsung melangkah lebar-lebar (dan hati-hati agar gak kena bulu babi) ke depan, lalu action!

Overall, saya suka dengan Echo Beach ini. Tidak terlalu ramai, tidak terlalu berisik. Smell the sea, and feel the sky!

Foto lainnya bisa cek di Album Flickr berikut.

Spot Terbaik untuk Melihat Sunset di Echo Beach

Kalau kalian ingin menikmati sunset di Echo Beach dengan pengalaman yang maksimal, memilih spot yang tepat itu penting. Setiap sudut pantai ini punya karakter yang berbeda, dan jujur saja, pengalaman sunset bisa terasa sangat berbeda tergantung kalian berdiri di mana.

Area Tepi Pantai (Sandy Shoreline)

Ini adalah spot paling klasik dan favorit banyak orang. Kalian bisa duduk langsung di pasir sambil melihat matahari perlahan tenggelam di garis horizon. Suasananya santai, angin laut terasa sejuk, dan cocok banget untuk kalian yang ingin menikmati sunset dengan cara sederhana tapi tetap magis.

Area Batu Karang (Rocky Edge)

Kalau kalian ingin suasana yang sedikit lebih dramatis, area batu karang bisa jadi pilihan. Ombak yang menghantam karang menciptakan efek visual yang kuat, apalagi saat golden hour. Spot ini juga sering jadi incaran fotografer karena hasil fotonya terlihat lebih “hidup”.

Dekat Area Cafe Pinggir Pantai

Buat kalian yang ingin menikmati sunset tanpa harus duduk di pasir, area sekitar cafe adalah pilihan paling nyaman. Kalian tetap bisa melihat sunset dengan jelas, sambil duduk santai, menikmati minuman, dan menikmati suasana yang lebih “chill”.

Rekomendasi Cafe di Echo Beach untuk Sunset

Dari semua momen di Echo Beach, justru bagian paling saya nikmati bukan hanya saat matahari tenggelam. Tapi setelahnya—ketika langit mulai gelap, angin laut terasa lebih dingin, dan kami duduk santai sambil ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman fotografer. Di momen itu, cafe jadi “basecamp kecil” yang hangat.

Beach Boy Canggu

Setelah puas foto-foto di pantai, kami jalan sedikit ke arah dalam dan menemukan tempat ini. Lokasinya tidak jauh dari Echo Beach, masih sangat walkable. Suasananya santai, tidak terlalu ramai, dan cocok untuk recharge energi. Saya sempat pesan grilled chicken dan surprisingly enak—juicy dan bumbunya terasa. Teman saya pilih smoothie bowl karena katanya “butuh yang sehat setelah panas-panasan.” Tempat ini cocok untuk ngobrol santai sambil review hasil foto.

Green Spot Cafe

Ini salah satu spot yang kami datangi keesokan harinya, tapi tetap saya masukkan karena vibes-nya dapet banget. Cafe ini punya nuansa tropis yang tenang, dengan banyak spot duduk yang nyaman. Saya pesan kopi dan breakfast ringan, sementara teman saya sibuk foto makanan (typical fotografer ?). Menu favorit di sini seperti smoothie bowl dan kopi lokal cukup banyak direkomendasikan. Cocok untuk kalian yang ingin menikmati suasana santai setelah sesi eksplorasi pantai seharian.

Echo Beach Cafe

Nah, ini yang paling “kena” suasana sunset-nya. Kami sengaja pilih duduk agak dekat ke arah pantai, jadi masih bisa melihat sisa warna jingga di langit. Menu andalannya seafood—saya coba grilled fish, dan rasanya fresh banget, mungkin karena memang dekat laut ya. Suasananya hidup, tapi tetap nyaman. Ini tipe tempat yang pas untuk menutup hari setelah sesi hunting foto sunset yang cukup intens.

Kalau dipikir-pikir, momen di cafe ini bukan cuma soal makan atau minum. Tapi tentang jeda. Tentang menikmati hasil hari itu. Dan buat saya pribadi, ini bagian dari cerita yang tidak kalah penting dibanding fotonya sendiri.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan Selain Sunset

Walaupun sunset jadi highlight utama, Echo Beach sebenarnya punya banyak hal lain yang bisa kalian nikmati. Jadi, jangan buru-buru pulang setelah matahari tenggelam ya.

  • Surfing di Sore Hari

Echo Beach dikenal sebagai salah satu spot surfing di Bali. Banyak peselancar memanfaatkan ombak sore hari yang cukup konsisten.

  • Hunting Foto Estetik

Dari pasir hitam, batu karang, hingga siluet orang-orang saat sunset—semuanya sangat Instagramable dan cocok untuk kalian yang suka fotografi.

  • Santai Sambil Nongkrong

Duduk di bean bag, menikmati musik santai dari cafe, dan ngobrol ringan dengan teman bisa jadi momen paling sederhana tapi berkesan.

  • Menikmati Street Food Sekitar Pantai

Ada beberapa penjual makanan ringan dan minuman di sekitar area pantai yang bisa jadi pilihan cepat sebelum atau setelah sunset.

FAQ Seputar Echo Beach Bali

Jam berapa sunset di Echo Beach?

Sunset di Echo Beach biasanya terjadi sekitar pukul 17.45–18.30 WITA, tergantung musim. Waktu terbaik datang adalah sekitar pukul 17.00 agar bisa menikmati golden hour.

Apakah Echo Beach cocok untuk foto?

Sangat cocok. Kombinasi pasir hitam, ombak, batu karang, dan cahaya sunset menciptakan suasana yang dramatis dan estetik untuk fotografi.

Apakah Echo Beach ramai?

Ya, terutama saat sore menjelang sunset. Namun suasananya tetap nyaman dan tidak terlalu padat seperti pantai lain di Bali.

Apakah ada cafe di Echo Beach?

Ada banyak pilihan cafe, mulai dari yang estetik seperti La Brisa hingga cafe lokal dengan harga lebih terjangkau, semuanya menawarkan view sunset yang indah.

-ZD-

11 Comments

    • Zizy

      Kalau saya baca sih, air suci ini istilah di budaya Bali, jadi memang air yang diambil dari sela-sela mata air begitu kalau gak salah ya.

  1. Aiih kece banget poto2nya Mba Zy

    Iya ya masih terlihat sepi tapi kayanya menenangkan, adem ke hati.

  2. Pantai yang tak terlalu ramai dan tak berisik menambah nilai kenikmatan santai di pantai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.