The Dancing Nemo

Masih lanjutan cerita tentang Pulau Sepa. Rasanya tak afdol bila tidak masuk ke air, diving, snorkeling, atau sekadar berbaring di pasir putihnya di tepi pantai.

Maka kemarin sebagian besar rombongan pun menyelam. Tentu saja bagi yang belum sertified didampingi oleh instruktur. Kami tidak pergi ke dive spot di tengah laut sana, tapi cukup di dermaga saja.

Kalau di pantai dan dermaga seberangnya airnya jernih, di dermaga itu justru butek. Entah kenapa bisa beda, namun saya pikir bisa jadi karena itu adalah dermaga tempat parkir kapal. Sudah sedikit tercemar barangkali. Dan karena di situ lumayan dalam, tempat itu dijadikan tempat ujian juga untuk mereka yang mengambil license diving. Jadi dari pagi sampai menjelang maghrib, saya terus melihat diver yang turun naik di situ.

Saya tak begitu nyaman saat masuk ke dalam karena visibility tidak begitu bagus. Maklumlah anak baru. Khawatir kalau terpisah dari buddy, tidak tahu kita ada di mana kan? Di bawah laut tidak ada penunjuk arah. Syukurnya kami menyelam ramai-ramai, dan saya tak pernah jauh dari buddy. Lucu sih, kayak masuk ke dalam kolam besar beramai-ramai, ketemunya dia lagi dia lagi. Dan karena butek, susah mengenali itu siapa bila terlalu jauh. Untungnya buddy saya pakai celana pendek warna-warni, jadi langsung kelihatan itu dia.

1. fish

Biar demikian, ternyata di bawah situ surganya biota laut. Ketemu cuttle fish alias sotong, puffer fish, dan nemo! Sotongnya berjalan pelan-pelan, kemudian berubah warna. Saya tak berani terlalu dekat, karena sadar diri dengan bouyancy  yang masih berantakan, belum lagi banyak duri babi besar-besar. Salah bertumpu bisa tertusuk nanti.

Sempat ambil foto dan klip keluarga nemo yang kece. Goyang-goyang sih, tapi lumayanlah untuk menghibur diri sendiri. LOL.

Selesai diving satu kali, saya tak ingin masuk lagi. Terlalu butek untuk dinikmati sih kalau menurut saya, jadi saya tak mau ngoyo. Beberapa teman tetap turun dan masuk ke bawah dermaga, dan katanya di sana banyak sekali ikan dan biota-biota cantik! Saya lihat foto-fotonya bagus-bagus!

Hmm. Indonesia-ku memang unik. Indonesia-ku memang berbeda.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Related Post

Main Air Es di Curug Putri, Kuningan Mendung menyambut kami ketika tiba di Curug Putri, Kuningan. Menempuh perjalanan 1,5 jam dari kota Cirebon, yang tadinya terasa panas dan gerah berubah jadi sejuk cenderung dingin di curug ini. Saya dan teman-teman baru saja dari sana weekend kem...
Day 3 – Taliwangan di Lombok Day 3 – 17 May 2014 Ini adalah hari ketiga liburan, dan kami akan kembali ke Jakarta. Vay bilang gak pengen pulang, dia masih pengen liburan. Huhu…. Seandainya semudah itu, ya, Nak. Karena sehari sebelumnya tidak sempat naik sepeda, maka hari i...
Wisata ke Alive Museum Ancol Minggu lalu sebelum libur Natal, seorang rekan di kantor sounding tentang Alive Museum yang ada di Ancol. Katanya ini museum berisi lukisan 3D serta ada patung lilin juga. Tentunya bakal seru kalau bawa anak-anak berlibur ke sana. Kebetulan juga seda...
Sketsa Wajah di Kawasan Wisata Kota Tua Akhirnya jadi juga kemarin ajak Vay main ke museum. Dia memang sudah bilang sejak lama, kalau dia belum pernah masuk museum, dan pengen tahu museum itu seperti apa. Mumpung kemarin libur, sepulang cooking course di YCA, kita langsung cabut ke Kawasan...
Jalan-2 ke Pattaya & Bangkok Hai, saya akhirnya kembali. Alhamdulillah, akhirnya, itulah kata yang pertama terucap dari hati ini begitu pesawat Boeing 747 Malaysia Airlines mendarat dengan mulus di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, 12 - 15 Maret 2010, ...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

10 thoughts on “The Dancing Nemo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.