5 Tips Biar Minum Kopi Lebih Sehat

Sejak empat-lima tahun terakhir ini, popularitas kopi semakin meningkat. Minuman yang dikenal dapat mencegah rasa kantuk bagi sebagian orang ini sudah tidak bisa lepas dari keseharian, bahkan bisa dikatakan kalau di kota besar, sebagian besar orang yang kita temui di jalan, lebih banyak yang menenteng minuman berisi kopi.

Saya juga penikmat kopi, dan karena termasuk orang yang rutin menikmati kopi, seperti orang-orang lainnya, saya pun penasaran tentang manfaat dan juga bahaya kafein dari kopi bagi kesehatan.

Nah bagaimana sih agar kebiasaan minum kopi bisa bermanfaat buat kesehatan?

Berikut beberapa tips yang saya dapat dari berbagai sumber, saya sharing di sini agar kita semua yang suka minum kopi bisa sama-sama tahu bagusnya bagaimana sih.

1. Bikin kopi dengan takaran yang wajar

Para dokter mengatakan bahwa takaran minum kopi yang wajar adalah 3-4 cangkir per hari, dengan asumsi satu cangkir mengandung sekitar seratus miligram kafein. Jadi katakanlah kalau masih di bawah 500 mg per hari masih aman untuk kesehatan.

Tapi, ini tidak berlaku pada semua orang. Ada satu teman saya yang peka terhadap kafein. Jadi ketika dia minum setengah cangkir kopi saja, jantung langsung berdebar keras. Ini berarti dia termasuk orang yang tidak cocok minum kopi. Sebaiknya jauhi kopi.

2. Minum Kopi panas atau Kopi Dingin yaaa?

Saya dan teman-teman kalau lagi kumpul-kumpul minum kopi, suka saling ledek. Yang pesan dingin akan bilang bahwa yang suka minum panas berarti orang tua (hahaha) sementara kami yang suka kopi panas akan menyebut kopi dingin mereka itu tidak sesehat pilihan kami. LOL.

Dari sisi kesehatan ternyata belum ada jawaban pasti dari para peneliti. Sumber mengatakan bahwa para ilmuwan yang telah melakukan penelitian menemukan kalau kopi panas lebih sehat. Kopi panas yang melalui proses brewing akan memiliki kadar antioksidan yang tinggi, dibandingkan dengan kopi dingin.

Cuma para penderita maag umumnya tak suka dengan kopi panas, karena mengklaim kalau kandungan asam pada kopi panas lebih tinggi sehingga membuat lambung terasa tidak nyaman.

Jadi memang semua kembali pada selera dan kondisi masing-masing. Kalau cuaca dingin, tentu lebih enak menikmati yang panas. Saran saya, bila perut lagi tidak enak tapi ingin minum kopi panas, sesaplah kopi sedikit-sedikit yang kemudian ditimpali dengan sepotong kue manis, agar rasa asam dan pahit tidak terlalu terasa di mulut. Biasanya rasa asam yang dirasakan lidah akan membawa perintah ke otak dan kemudian lari ke lambung dan membuat rasa lambung jadi tidak nyaman. Jadi akali otak dengan mensiasati cara minum kopi yang tepat.

3. Campuran dalam Minuman Kopi

Memang gak salah sih minum kopi dengan tambahan krimer atau susu tinggi lemak, tapi kadang suka lupa ya bahwa tambahan-tambahan itu ada kalori ekstra yang memberi resiko pada penyakit jantung dan juga diabetes.

Apalagi kalau seperti saya tulis di poin 2 tadi, minum kopi dengan sepotong kue manis. Tapi minum kopinya setengah cangkir lalu kue manisnya tiga potong. Haha, sama saja bohong ya. Yang numpuk malah gula semua.

Dulu sekali saya kalau minum kopi pasti pakai campuran, krimer atau susu. Tapi beberapa tahun terakhir hanya minum kopi hitam saja. Sesekali pesan latte kalau kebetulan saya tak suka dengan rasa kopi hitam di coffee shop itu.

4. Pemanis buat Kopi

Tidak semua orang suka kopi pahit. Itu sebabnya kedai kopi menyediakan banyak tambahan perasa manis yang sesuai dengan selera. Sirup vanila, hazelnut, caramel, coklat. Biasanya yang suka dobel-dobel sirup itu generasi millennial, saya kalau lagi antri di belakangnya suka mencuri dengar pesananannya: ekstra karamel, ekstra whip cream, dll.

Biar lebih sehat, coba ganti gula pasir dengan gula merah atau gula aren. Gula merah, selain mengandung kalori lebih kecil daripada gula putih, juga menyimpan zat fitonutrien, yaitu zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti jantung koroner atau hipertensi.

5. Waktu yang tepat untuk minum kopi

Saya rutin minum kopi pagi dan sore, karena kopi memang membantu saya untuk lebih konsentrasi dalam bekerja. Tapi seringkali kalau kita lagi nongkrong sama teman untuk ngopi itu kan sudah sore ke malam, dan tergoda minum kopi yang ujung-ujungnya jadi tidak bisa tidur.

Jadi supaya kandungan kafein dalam kopi tidak mengganggu jam biologis tubuh, sebaiknya kita memperhatikan waktu-waktu tertentu dalam mengkonsumsi kopi.

Pagi. Minumlah kopi satu jam setelah bangun tidur, karena saat baru bangun tidur ada hormon stress yang keluar dalam jumlah tinggi, yang menurut para ahli keluarnya hormon ini akan membuat efek kafein dalam kopi jadi tidak terlalu berpengaruh pada tubuh.

Sore. Lihat dulu jam tidur kita biasa jam berapa. Usahakan minum kopi sekitar 5-6 jam sebelum waktu tidur. Jadi kalau biasa tidur jam 10 malam, hindari minum kopi jam 6 sore. Berikan waktu agar efek kafein berkurang menjelang tubuh masuk jam biologis untuk beristirahat.

Jadi, bagaimana? Bila pembaca ada tips sehat minum kopi lainnya, share di kolom komentar ya.

-ZD-

by

About Zizy Damanik | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

5 thoughts on “5 Tips Biar Minum Kopi Lebih Sehat

  1. Laura Daniel

    Wah klo gitu situs n fanpagenya harusnya ganti nama mbak, menjadi kopihitam ? Salam kenal dari Padang, mbak. Aq Lagi deg2an menunggu laparatomi reseksi adenomiosis akhir bulan ini – that what lead me to ur site ???

Leave a Reply to Zizy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.