Umur Berapa Sebaiknya Remaja Boleh Minum Kopi?

Beberapa bulan terakhir ini saya cukup penasaran dengan anak saya, beberapa kali saya menanyakan padanya apakah dia ingin mencoba minum kopi, tapi dia tidak mau. Jadi memang anak saya picky eaternya bukan hanya makanan, tapi minuman pun dia begitu.

Saya memang ingin memperkenalkan rasa kopi padanya, seperti dulu pernah saya minta dia mencoba menyesap kopi susu dengan gula aren, karena minuman manis lebih mudah diterima di lidah anak-anak, kan? Eh gak mempan, gak enak katanya. Bergeserlah saya ke Starbucks, mencoba menawarkan minuman frappe dengan campuran kopi, dia tetap tidak mau.

Sebenarnya alasan saya gampang saja, agar kalau dia pergi jalan dengan teman-temannya, dia bisa punya banyak pilihan minuman dan makanan. Dia juga cerita kalau teman-temannya juga sudah banyak yang minum kopi susu yang lagi tren itu, apalagi sekarang sudah ada campuran boba yang memang paling digemari remaja.

Beberapa waktu lalu, anak saya Vay belajar membuat kopi di sebuah kedai kopi. Meski dia belajar membuat, ternyata dia tetap enggan untuk mencicipi, padahal bagaimana dia bisa menjual kalau tak tahu seberapa nikmat kopi buatannya. 🙂

Sebenarnya baik gak sih remaja minum kopi? Ada persepsi umum bahwa sebaiknya anak-anak dan remaja di bawah umur menghindari kopi, padahal sekarang minuman kopi tren sangat-sangat menjamur dan rata-rata konsumennya adalah remaja.

Kalau diingat-ingat, saya tidak pernah minum kopi semasa saya remaja bahkan sampai kuliah. Tapi bukan berarti tidak mengonsumsi kafein. Justru saya adalah penikmat kafein, seperti dulu rutin minum Cola.

Jadi sebenarnya bolehkah kita mengizinkan anak remaja kita minum kopi? Jawaban sederhananya adalah, Ya. Selama dalam jumlah sedang karena yang harus kita waspadai adalah mengonsumsi kafein yang berlebihan.

Terlalu banyak kopi itu berapa banyak?

Banyak orang mengonsumsi dua tiga hingga lima cangkir setiap hari agar bisa fokus sepanjang hari. Saya sekarang hanya mengonsumsi maksimal 3 mug kopi sehari, pagi, siang dan sore.

Tapi tentu saja ini bukan soal berapa banyak cangkirnya, tapi kandungan kafeinnya. Efek kafein berbeda untuk setiap orang. Beberapa orang mungkin saja langsung merasa gelisah dan berdebar-debar karena satu cangkir kopi sementara yang lain tidak merasakan apa-apa dari minum tiga cangkir. Menentukan jumlah kopi yang akan dikonsumsi tergantung pada tingkat toleransi pribadi kita terhadap si kopi.

Dikutip dari KidsHealth.org, para ahli merekomendasikan remaja baiknya hanya mengonsumsi kopi tidak lebih dari 100mg kafeen sehari, ini artinya 1 cangkir kapi atau 2 minuman soda berkafein. Jadi bukan minum kopi lalu tambah lagi minuman soda.

Dan memang, seperti halnya pada orang dewasa, jumlah kafein harian yang lebih kecil pun dapat membuat seseorang ketergantungan. Seperti kalau mendadak tidak minum kopi, gejala kurang kafein itu seperti sulit konsentrasi, gampang lelah, mudah tersinggung, hingga sakit kepala.

Apa pengaruhnya minum kopi terhadap remaja yang sedang tumbuh?

Cara kopi mempengaruhi individu berbeda antara terhadap orang dewasa dan terhadap remaja. Menurut para ahli, remaja lebih mungkin memiliki ketergantungan kafein yang tinggi bila teratur minum kopi.

Usia remaja adalah usia vital bagi perkembangan otak. Tahun-tahun remaja adalah tahun dimana koneksi saraf otak berkembang dan akan terus matang hingga usia pertengahan dua puluhan. Penelitian menunjukkan bahwa minum kafein sejak usia muda dapat menghambat perkembangan otak. Itu dikarenakan kafein dapat membuat koneksi yang tumbuh ini menjadi kurang efisien dan menghentikannya dari pembentukan.

Kafein ini memicu sirkuit rasa senang dalam sistem otak, yang kemudian memberi otak ledakan dopamin (hormon bahagia). Dengan konsumsi kopi yang terlalu tinggi, manfaat pembawa pesan kimia otak ditolak dan kelebihan kafein dapat membuat mereka cemas dan gelisah. Itulah kemudian ada kekhawatiran lebih lanjut bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat mempengaruhi perkembangan emosional remaja.

Efek kafein yang membuat kecanduan di otak pun dapat mempengaruhi preferensi makanan dan minuman anak di kemudian hari. Sebab, minum kopi secara berlebihan juga diketahui sebagai faktor hilangnya kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan. Karena itu ini bisa jadi jawaban nih bagi yang bertanya apa ada bahaya minum kopi bagi remaja.

Namun, minum kopi dalam jumlah sedang tidak menjadi masalah dan dapat memiliki banyak manfaat kesehatan.

Pada usia berapa kafein atau kopi aman untuk remaja?

Disarankan agar remaja di bawah usia 14 tahun menghindari kafein bila memungkinkan, dan di atas usia 14 tahun boleh asalkan membatasi asupan maksimal 100mg dalam sehari. Kafein itu bisa setara dengan 1 cangkir kecil kopi susu, atau 2 cangkir kecil teh, atau coklat hitam. Yang sebaiknya dihindari adalah minuman energi, karena rata-rata memiliki kafein tinggi, juga tinggi gula.

es kopi

Remaja juga bisa dapat manfaat dari minum kopi

Dicatat dulu, pertama, remaja harus minum kopi dalam porsi sedang, rumusnya ada di atas ya.

Banyak penelitian membuktikan bahwa rutin minum kopi justru baik untuk kesehatan, mulai dari kesehatan jantung, kesehatan otak (meski ini kesannya kontra sama di atas tadi ya), bahkan mengurangi risiko diabetes.

Bila kita ingin mengizinkan anak kita minum kopi, sebaiknya kita edukasi pada anak bahwa cukup satu cangkir kopi dalam 24 jam, dan dia tidak boleh minum minuman berkafein lainnya.

Kopi untuk meningkatkan kekuatan otak 

Kopi dengan gula dapat membantu remaja menjadi lebih cerdas untuk sementara waktu karena kombinasi kafein dan glukosa mengaktifkan bagian-bagian tertentu dari otak. Ini seperti dikatakan di atas tadi, karena kafein dalam kopi bertindak sebagai stimulan ringan untuk sistem saraf pusat. Aktivitas saraf ini memicu pelepasan adrenalin yang memengaruhi otak dan tubuh dalam beberapa cara.

Detak jantung meningkat, tekanan darah meningkat, tabung pernapasan terbuka dan gula dilepaskan ke dalam aliran darah untuk energi ekstra. Tergantung pada tingkat asupan dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi. Karena itulah setelah minum kopi jadi lebih fokus belajar.

Kopi membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat

Kopi mengandung banyak nutrisi dan bahan kimia sehat yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh. Menurut para ilmuwan, kopi mengurangi risiko kematian dini. Ini karena kopi mengubah sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan lebih sehat. Kemudian juga ada banyak kandungan antioksidan dan senyawa fenolik yang berperan penting dalam pencegahan kanker.

Kopi juga meningkatkan kinerja hati, jantung, dan sistem pencernaan. Dan tentu saja, bagusnya adalah menggunakan kopi yang segar dan baru digiling, hindari minum kopi instan karena isinya lebih banyak bahan kimia tambahan dan juga gula.

Terbantu dari Rasa Lelah

Kualitasnya sebagai stimulan harus diakui dapat berdampak positif bagi remaja yang capek dan lelah karena penuh dengan kegiatan, bersekolah, ekskul, sampai melakukan pekerjaan sampingan. Minum kopi dapat meredakan kantuk dengan cepat, yang dapat berguna bagi remaja yang mungkin lelah setelah larut malam belajar untuk ujian.

Membantu meredakan rasa lelah ini sekaligus juga berefek pada kurangnya rasa stres, sebab ada pelepasan dopamin serotonin, yang memicu suasana hati yang baik dan menurunkan risiko depresi.

Itu sebabnya kita orang dewasa sering merasa lebih baik saat sudah minum secangkir kopi.

Rekap

Ok. Jadi setelah semua pembahasan di atas, apakah saya tetap membolehkan anak saya minum kopi? Ya, dan tentu saja dalam takaran yang secukupnya, dan bukan menjadi daily lifestyle, karena secara kebiasaan pun, remaja saya hampir tidak pernah mengonsumsi minuman berkafein apapun. Tapi dengan begitu banyaknya manfaat kopi, saya pikir tak ada salahnya dia mencobanya sesekali dalam beberapa minggu.

manfaat minum kopi bagi remaja

Kalau bapak ibu di sini bagaimana?

Sharing is Caring
  • 2
    Shares

by

About Zizy An emotional mother of one daughter who likes to share her life journey. Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to hello@tehsusu.com to collaborate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *