9 Tips Manajemen Waktu untuk Ibu Super Sibuk

9 Tips Manajemen Waktu untuk Ibu Super Sibuk

9 Tips Manajemen Waktu untuk Ibu Super Sibuk

Semua ibu mungkin setuju bahwa rasanya waktu dalam sehari tidak pernah cukup untuk menyelesaikan semuanya. Mulai dari melakukan pekerjaan rumah tangga, menemani anak bermain dan beraktivitas, menemani anak belajar, belum lagi kalau kita adalah ibu bekerja. Bahkan seringkali kita pun lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri.

Saya termasuk orang yang cukup ketat dengan waktu, saya selalu ingin menjaga agar hidup saya teratur, dan seringkali malah jadi stress ketika waktu terbatas. Maunya ya, bisa menjaga diri dan anggota keluarga, juga menjaga rumah agar tetap bersih dan teratur. Belum lagi kita juga pengen punya karir yang mantap. Poinnya adalah beban kerja semua ibu sama beratnya, mau dia ibu yang berkarir di rumah ataupun yang berkarir di luar.

Mempelajari tentang tips manajemen waktu yang baik benar-benar dapat membantu, lho baik buat stay-at-home mom ataupun working mom. Saat kita sudah menguasai tip manajemen waktu, maka kita akan memiliki lebih banyak waktu yang bisa dipakai untuk bersantai dengan keluarga, atau me time!

9 Tips Manajemen Waktu untuk Ibu Super

1. Lebih teratur dengan menggunakan Planner

Satu cara terbaik yang sangat membantu saya mengatur dan menyelesaikan sesuatu adalah menggunakan planner, membuat daftar. Oke oke, bikin daftar memang bagian yang mudah tapi menyelesaikannya bisa agak rumit. Yang paling mudah adalah membuat daftar ala to-do list, sehingga memudahkan untuk kroscek mana yang sudah selesai. Dulu saat saya masih bekerja, saya juga menggunakan agenda yang bisa diisi dengan daftar bulanan dan mingguan.

Merasa repot harus menulis dan lebih suka menggunakan planner digital? Ada banyak aplikasi yang bisa membantu. Saya menggunakan Microsoft To Do, karena aplikasinya simpel untuk membuat lis, dan bisa dibuka via browser ataupun aplikasi.

Microsoft To Do

2. Tentukan mana yang jadi prioritas

Kalau sudah buat lis biasanya kan panjang gitu ya, dengan harapan semua target terpenuhi. Tapi beberapa tugas yang effortnya cukup tinggi pasti akan membuat lelah, karena itu tentukan mana yang akan menjadi prioritas. Kemudian harus realistis juga saat membuat target.

Selesaikan terlebih dahulu tugas-tugas yang paling penting, agar beban stress langsung berkurang. Namun bila salah satu tugas terlihat butuh waktu dan energi cukup besar, maka coba atur lagi waktunya kapan kita merasa paling fit dengan energi cukup dan mood yang enak juga untuk mengerjakannya. Misalnya kalau saya selalu mau mengejar semuanya pagi hari agar sore hari bisa santai-santai.

3. Mendelegasikan

Mendelegasikan tugas pada anggota rumah lainnya penting agar kita bisa bersama-sama mengerti arti tanggung jawab dan target. Misalnya untuk anak-anak, bisa dikasih tugas mencuci kendaraan bersama-sama, atau menyiram bunga.

Baca juga: 44 Aktivitas Selama Social Distancing untuk Remaja

4. Berani bilang “Tidak”

Ibu adalah orang yang paling susah bilang “tidak”. Seringkali ada banyak permintaan ini dan itu dari siapapun, entah dari grup orangtua murid, atau dari grup arisan, yang membuat kewalahan karena waktu kita sendiri kan sudah terisi. Seringkali pertemuan-pertemuan itu menghabiskan waktu cukup banyak, sehingga tugas utama kita di rumah jadi tertangguhkan. Belajarlah untuk bilang “tidak” bila dirasa tidak mungkin untuk “membelah diri”, ketimbang mengatakan “ya” tapi hanya setengah-setengah dan mungkin malah merugikan waktu orang lain.

5. Cari jalan untuk meringankan tugas

Contohnya, untuk meringankan kesibukan pada pagi hari, persiapkan apa yang bisa disiapkan sejak malam hari. Misalnya, menyiapkan baju seragam sekolah anak sejak malam agar pagi hari anak lebih cepat bersiap untuk sekolah. Merendam pakaian malam hari agar pagi hari tinggal dicuci bilas. Memasak sekaligus kemudian dibekukan dan disimpan untuk dipanaskan beberapa hari kemudian, ini juga sangat menghemat waktu.

6. Buat rutinitas

Untuk menghemat banyak energi dan waktu, buatlah rutinitas dan pola. Membuat menu makan mingguan misalnya, lalu bikin daftar tugas yang ditempel di kulkas, seperti kapan menyiram tanaman, kapan mengepel teras, sehari atau dua hari sekali, mencuci dan menggosok baju tiap hari apa, dst. Begit

7. Belajar juga untuk lebih fleksibel

Memiliki jadwal terencana untuk hidup kita itu bagus, rutinitas pun bagus, namun perlu diingat juga bahwa selalu ada hal tak terduga yang bisa terjadi. Bisa saja mendadak ada telepon dari sekolah mengabarkan anak kita sakit dan kita harus segera menjemputnya, atau mendadak saat sedang mengejar proposal, bos kita datang dan ajak meeting dadakan. Kenapa harus belajar lebih fleksibel? Agar ibu super sibuk siap dengan momen-momen tak terduga sehingga bisa memanaj stress dengan baik atas segala perubahan.

8. Pisahkan antara karir dan tanggung jawab sebagai ibu

Saat masuk ke kantor, tinggalkan tanggung jawab sebagai orangtua di rumah. Buat ibu bekerja, seperti saya dulu biasanya dibantu oleh seorang caretaker untuk anak di rumah, agar bisa menunaikan tanggung jawab sebagai profesional. Kemudian, bila sudah kembali sampai di rumah, tinggalkan tugas dan pekerjaan kantor di tempat kerja, saatnya menjadi ibu di rumah. Ini lumayan membantu dalam pengelolaan waktu.

Usahakan tidak membawa pulang pekerjaan, namun bila terpaksa maka selesaikanlah ketika anak sudah tidur, sehingga dia tidak merasa waktu berharga miliknya dicurangi oleh urusan kantor ibunya. Mengenal dan memahami peran yang dimainkan dengan benar akan dapat menyeimbangkan kehidupan ibu super sibuk.

9. Semua harus tetap di tempatnya

Ya, mungkin ada yang bilang bagaimana mungkin bisa menjaga barang-barang tetap di tempatnya kalau kita punya anak kecil yang aktif bermain. Ya, tidak hanya terbatas pada urusan mainan anak, tapi juga pada semua barang lainnya. Pastikan semua barang memang berada dan disimpan di tempat yang seharusnya, agar saat dibutuhkan kita dengan cepat bisa menemukannya tanpa harus menghabiskan waktu mencari. Kunci mobil, sudah jelas harus ada di mana. Kotak besar berisi mainan anak, juga sudah jelas harus berada di mana ketika anak membutuhkan mainannya. 

So, apakah mommies di sini punya tip manajemen waktu lainnya yang bisa dibagikan? 

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *