9 Cara Ini Akan Membantu Kamu Mengatasi Gangguan Kecemasan di Tempat Kerja

Sering dengar keluhan teman tentang malasnya masuk bekerja kembali di hari Senin? Atau mungkin itu Anda sendiri? Anda sendiri pernahkah mengalami rasa cemas saat bekerja? Bila iya, maka bisa jadi Anda mengalami work anxiety.

Kecemasan kerja adalah kecemasan yang disebabkan oleh pekerjaan. Situasi kerja yang berbeda, mulai dari deadline yang tumpang tindih hingga kondisi ekonomi yang tidak stabil, dapat menimbulkan kecemasan kerja, demikian dilansir dari Asana.com. Kondisi ini umumnya ditandai dengan jantung berdebar-debar, napas pendek sampai harus menarik napas panjang, hingga berkeringat dingin.

Jika Anda berjuang dengan stress terkait pekerjaan, Anda tidak sendirian karena ini sangat sering dialami oleh setiap orang yang bekerja. Pelajari cara mengendalikan kecemasan kerja Anda, dan membuat kehidupan kerja Anda kembali ke jalurnya. Anda tentu tidak ingin gangguan kecemasan akan menghambat pekerjaan kantor, kan?

kecemasan kerja

9 Cara Ini Akan Membantu Kamu Mengatasi Gangguan Kecemasan di Tempat Kerja

Mari kita mulai dengan melihat beberapa solusi dan perubahan yang dapat kita lakukan sebagai individu. Masalah ini tidak akan teratasi hanya dengan mengingatkan orang untuk menjaga diri mereka sendiri dengan lebih baik. Mengambil tanggung jawab pribadi untuk memperbanyak self care adalah juga benar, tapi ini jauh lebih dari dalam dari itu. Kita berbicara tentang melepaskan keyakinan yang dipegang teguh yang mengatur harga diri dan harga diri kita.

1. Perjelas apa yang jadi prioritas

Anda harus yakin dan jelas dengan apa yang diinginkan dan bagaimana agar bisa menunjukkan perbedaan. Saya yakin meski Anda ingin kerja 24 jam setiap hari, tapi bila kemudian akhirnya jadi terlalu lelah, untuk melakukan hal lain dalam hidup, artinya semua berjalan tidak pada tempatnbya. Tentukan apa prioritas Anda dan apakah situasi sekarang mencerminkan hal itu.

2. Jangan terlalu kejam dan menghakimi diri sendiri

Satu cerita yang sering terjadi: berada di kantor sampai malam, dan melewatkan waktu untuk bisa berkumpul bersama teman atau bermain dengan anak Anda di rumah, karena (Anda merasa) ada bisik-bisik internal yang menyindir dan mengatakan bahwa bila Anda pulang lebih cepat, Anda adalah karyawan berkinerja buruk dan tiugak bertanggung jawab pada projek.

Anda dapat mengatasinya dengan menyadari bahwa itu adalah cara yang negatif membiarkan Anda mengkritik diri sendiri. Ini membuat kita “terpaksa” bekerja berjam-jam dan makin terprovokasi oleh gangguan kecemasan. Kita tetap harus mengambil waktu yang kita butuhkan untuk mengurus diri kita sendiri.

3. Berkomunikasi lebih lanjut dengan atasan

Berkomunikasi dengan supervisor sangat penting untuk mencari tahu sejauh mana ekspektasi dari atasan dan kantor ini. Apakah memang kantor mengharapkan Anda bekerja lebih dari 100% waktu yang seharusnya (tapi diam-diam tidak secara eksplisit mengatakannya) atau sebenarnya mereka hanya berharap agar karyawan bisa maksimal di jam kerja.

4. Milikilah support system

Gangguan kecemasan kerja bisa diredakan dengan cepat apabila kita memiliki support system yang solid. Anda tentu punya minimal satu teman yang bisa diandalkan untuk membuat diri Anda merasa positif dan semangat. Selain itu support system pun bisa dari keluarga, rekan satu tim, atau coach.

5. Menetapkan batasan, dan limit

Anda harus tahu bagaimana menetapkan batasan dalam bekerja. Sesimpel seperti tidak mengecek email di ponsel pada jam istirahat, serta membatasi jam kerja yang paling maksimal untuk Anda. Saya sendiri membatasi jam pulang terlama dari kantor adalah jam tujuh malam. Bahkan bila Anda harus bekerja dari rumah, limit waktu yang sudah ditentukan harus dipatuhi.

6. Lebih terorganisir dan baik dalam manajemen waktu

Jangan membebani diri dengan banyak tugas yang tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Ini justru akan meningkatkan stress dan kecemasan kerja yang luar biasa, melihat tumpukan dokumen, dan deretan proposal yang harus dikerjakan. Prioritaskan apa yang perlu dilakukan, dan tetapkan kerangka waktu yang realistis untuk penyelesaiannya.

manajemen waktu

7. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Tidak ada untungnya membandingkan diri dengan orang lain, buang-buang waktu, pikiran dan tenaga. Seperti kata Michael B. Jordan, Anda tidak perlu berkompetisi dengan orang lain. Anda hanya berkompetisi dengan diri Anda yang sebelumnya. Yang berati adalah, tujuan Anda harusnya adalah bagaimana Anda melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dalam situasi Anda sendiri.

obrolan ringan

8. Menyalurkan emosi

Kecemasan kerja sangat mungkin terjadi setiap beberapa periode, setiap orang mengalami kecemasan kerja dari waktu ke waktu. Di sinilah pentingnya memiliki saluran yang sehat untuk menyalurkan emosi. Ini adalah kunci agar semua terluapkan dan kita bisa kembali berpikir jernih. Contohnya, berolahraga, menulis jurnal, sampai curhat dengan seseorang. Kunci dari ketenangan hati adalah, kita merasa ada yang mendukung (lihat cara nomor 4) serta bisa menyalurkan emosi dengan sehat.

9. Coba melihat dari segala perspektif

Setiap individu sangat terbiasa melihat sesuatu hanya dari satu perspektif saja. Padahal ada banyak sudut pandang yang berperan, terutama karena kita berada di dunia kerja. Ada banyak cerita yang dimiliki oleh setiap orang; kita sendiri, atasan kita, rekan tim, klien, dan banyak lagi

Istirahat sejenak, mundur dan coba jernihkan pikiran Anda. Cobalah berpikir di luar kebiasaan untuk melihat pilihan yang sangat luas yang tersedia untuk Anda. Biarkan pikiran Anda bebas, berkreasi, dan temukan solusi.

Membuat perubahan

cara mengatasi gangguan kecemasan kerja

Anda harus bisa mengendalikan dan mengelola akhir yang lebih baik untuk Anda. Bila cara-cara di atas tidak cukup untuk membuat perbedaan dan Anda masih tetap mengalami kecemasan kerja berlebih, mungkin ini pertanda ada masalah yang lebih kompleks. Perubahan lingkungan atau perusahaan yang memiliki value yang sesuai dengan tujuan Anda mungkin perlu dilakukan.


Baca juga:

Sharing is Caring
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *