“Prada, Gucci, Chanel..”

Apa kata-kata saktimu? Beberapa malam lalu saya menonton sebuah film remaja di HBO. Film itu (saya lupa judulnya) temanya standar, just another teen movie. Tentang seorang ketua senat sekolah – cewek borju – yang bersikap otoriter dan cenderung membela anak-anak orang kaya. Kemudian datanglah seorang siswi baru yang sederhana dan baik hati, dan si ketua senat pun merasa kepopulerannya terancam setelah sang mantan terlihat mendekati siswi baru tersebut. Beberapa tindakan untuk mendiskreditkan siswi baru itu pun dilakukan, termasuk bersaing memperebutkan posisi sebagai ketua untuk tahun berikutnya. Kita pasti sudah bisa menebak dong bahwa ending cerita akan berakhir manis, dimana yang menang pastilah si siswi baru tersebut.

Saya tertawa-tawa sendiri menonton film ini. Terutama ketika si cewek sombong itu beberapa kali ‘kalah’ oleh siswi baru yang dibencinya. Dia akan menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan-pelan – kalau tidak salah istilahnya napas kelinci – sambil mengucapkan kata-kata sakti yang diyakini akan membuatnya tenang dan rileks kembali. Dia mengatakan : “Prada, Gucci, Chanel..” Hahahaha…. Setiap kali dia merasa emosinya hampir memuncak, dia akan mengulanginya lagi. Itu adalah kamus yang dia ajarkan ke semua pengikutnya untuk mencapai  tingkat kesadaran Aplha-nya.

Yah, seperti kata para ahli, saat kita dirundung oleh rasa stress, kita tidak boleh larut. Tapi kita harus coba mengelola stress itu agar menjadi hal yang positif bagi kita. Cara mengelola itu salah satunya adalah menikmati stress dengan cara yang bisa buat kita nyaman, misalnya mendengarkan musik atau menyanyi, atau melakukan hobi kita. But sometimes, cara tercepat yang bisa kita lakukan adalah membayangkan tentang hal-hal yang membuat kita senang dan nyaman. Seperti si cewek tadi, mungkin dia sedang membayangkan dirinya sedang berkeliling dari butik ke butik berbelanja item-item bermerk dan keluaran designer lalu kemudian nongkrong di sebuah bar sambil minum margarita. Dengan membayangkan saja dia sudah bisa menenangkan emosinya kembali.

Kalau menurut saya nih, wajar sekali bila kebanyakan perempuan menjadikan “kecantikan atau appearance” sebagai hal-hal yang bisa membuat mereka rileks dan tenang. Even tidak semua wanita menyukai hal yang berlebihan soal materi, tapi saya yakin bahwa perempuan tidak akan bisa menolak sesuatu yang indah.

Sex And The City

Kami sanggup pergi berbelanja seharian bersama teman wanita kami, masuk dari satu butik ke butik yang lain – atau keliling ITC sehari penuh dari pagi sampai sore! – mengepas banyak baju walaupun yang dibeli mungkin cuma satu potong. Atau masuk ke toko berlian berpura-pura ingin membeli padahal maksudnya hanya ingin melihat jemari ini terlihat indah dengan kilauan batu berlian. Bila mendapatkan hadiah tote bag, atau wedges, atau jam tangan dari pasangan, hatipun langsung berbunga-bunga selama sepekan (atau sebulan?). Pembantu kerja ogah-ogahan juga ah masa bodohlah, pokoknya gue pakai tas baru! Hahahaha…

Itu sebabnya menonton serial Sex and The City or movie-nya berkali-kali tidak akan pernah membuat bosan. Sebaliknya itu jadi hiburan yang membuat penat seharian bekerja di kantor langsung hilang begitu melihat akting Carrie, Samantha, Charlotte dan Miranda, plus busana-busana indah yang mereka kenakan. Pikiran pun melayang-layang, aihh bajunya, aduhh sepatunya… wahhh tasnya…. ah eye shadownya keren juga warnanya. Atau melihat-lihat barang pajangan yang cantik-cantik di toko online, langsung bisa bikin mata segar kembali.

Ya, proses relaksasi visual memang bisa macam-macam. Dan itu sah-sah saja, walaupun saya belum pernah sih punya teman (atau saya sendiri) yang kalau lagi stress akan berkata dengan gaya elegan dan melakukan napas kelinci : “Prada, Gucci, Chanel..”. Tapi kalau teman yang langsung lari ke kulkas untuk ambil coklat ada, atau langsung menyikat sekotak ice cream, itu juga ada. Kalau saya? Saya kalau tiba-tiba mendadak emosi tinggi, saya langsung membayangkan sedang ada di mall dengan dandanan casual untuk berbelanja baju, sepatu dan tas. Membayangkan dulu sajalah, prakteknya nanti. Hahahaha…

Kamu sendiri bagaimana? What is your magic words? 🙂

Related Post

Iseng atau memang Klepto? Kemarin sore, saat sedang terkantuk-kantuk di taxi menuju rumah dari kantor (ya kebetulan kemarin sore, driver harus ke bandara jemput papi saya yang baru datang dari Medan, jadi saya mengalah, pulang naik taxi), saya ceting dengan hubby di bbm (blac...
Weekly Photo Challenge: Colorful Hmm. Okay. Maybe I'm new in this challenge, hehe... But not too late to join Weekly Photo Challenge rite? :) So here it is, Colorful. The advantage of having a daughter is, all colors can be used. And this is what happens when the clothes were dr...
Penata Rambut Cowok Kemarin malam sepulang dari kantor saya ke sebuah salon franchise di Buaran Plaza, sebuah plaza kecil di dekat rumah. Sekitar jam tujuhan gitu, jadi pengen creambath lah ceritanya, secara sudah lama sekali gak creambath ke salon. Saat masuk ke sal...
Mercon Beberapa hari ini kalau pulang dari kantor saya selalu lewat Jatinegara. Sepanjang sisi kiri jalan, bertebaran aneka lapak penjual. Ada yang jualan helm, CD-CD, tapi yang tergres di bulan puasa apalagi kalau bukan penjual mercon dan kembang api. S...
Salon : “Nyari Pelanggan” atau Dicari ... Saya paling hobi ke salon. Biasanya untuk memanjakan diri seperti creambath, pedi-meni, luluran, massage, dan juga refleksi, rutin setiap minggu ke salon (dulu sih waktu masih lajang di Medan). Kalau untuk potong rambut atau colouring, itu baru... se...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

58 thoughts on ““Prada, Gucci, Chanel..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *