Warung Daun Cikini

Untuk penggemar makanan enak, apalagi makanan khas Sunda, saya baru nyoba satu tempat makan di daerah Cikini Jakarta. Namanya Warung Daun. Kalo gak salah, tempat ini baru buka sekitar sebulanan yang lalu, dan merupakan cabang dari tempat lain (saya tidak begitu tahu persis karena jarang lewat Cikini, but hubby saya bilang baru buka). Letaknya pas banget bersebarangan dengan Pintu Masuk TIM. Tahu kan, kalo kita lewat TIM di depannya suka rame tukang bajaj dan gerobak makanan? Nah, Warung Daun ini di seberang jalannya.

Awalnya hubby suka pulang malam lewat Cikini, dan tertarik untuk singgah. Tapi karena dilihatnya sepi, jadi ragu-ragu untuk masuk. Nah, minggu lalu ketika ia harus menjamu seorang rekan, dia nekat pilih Warung Daun dengan alasan dekat dari kantor. Dan ternyata di siang hari itu, rame banged..!! Parkiran penuh dengan mobil. Dan setelah dia mencoba makan di situ, well..memang tidak mengecewakan.

Kemarin malam, giliran kami berdua menjajal Warung Daun. Tampilan dari luar siy biasa saja, konsep resto nya tidak terlalu jor-joran, tetap sederhana seperti khasnya warung makanan Sunda. Papan nama resto juga sedikit kurang “eye catching” dari jalan, jadi kalau baru pertama kali mencari, biasanya suka kelewatan. Jadi kudu pelan-pelan & awas kalo emang niat makan disini.

Menunya beraneka ragam, untuk cemilannya (atau kalau di WD disebut sebagai hidangan pembuka) ada Pergedel Jagung, Cumi Goreng Tepung, Lumpia. Makanan utamanya ya seperti biasa, dari olahan daging ayam, daging sapi dan ikan, dengan paduan macam-macam sayuran. Kalo pilihan minuman juga ada es cendol dan para kerabatnya. Di Warung Daun juga disediakan menu paket dengan macam-macam pilihan, jadi kalo gak mau repot-repot milih menu, ambil paket saja.

Yang membedakan WD ini dari warung sunda lain yang sudah pernah saya jajal, di Warung Sunda semua bahan makanannya dari bahan Organic. Nasi, menggunakan beras organik yang berasal dari Sragen – Jawa Tengah. Demikian juga untuk sayur-sayurannya, semuanya organik. **pantes saja harga nasinya seporsi Rp.6K… Dan satu lagi, WD mengklaim masakannya tidak menggunakan bahan MSG (Monosodium Glutamate) alias vetsin. Jadi kalau saya tidak salah, WD mengutamakan konsep hidangan yang sehat.

Berikut capture yang sempat saya ambil dari hidangan-hidangan pesanan kami. *pergedel jagungnya unik, & rasanya enak loh..

Hdgn Warung Daun

 

Tapi ada satu menu lagi yang jangan dilupakan ketika akan memesan. Yang satu ini bakal buat semangat makan jadi berkali-kali lipat. Sambal Khas Warung Daun. Disajikan panas-panas di atas hotplate (kayak steak gitu lah), dijamin sambal ini bisa buat kita berkeringat sambil makan.

Sambal Khas WD

 Harganya memang relatif mahal, Rp.15K /porsi, tapi memang TOP banged. Ibaratnya, makan nasi tok sama sambal ini aja (tanpa menu lain) udah cukup. πŸ˜€

 

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

12 thoughts on “Warung Daun Cikini

  1. Zee

    didut, praditya, jimmy : bisa sakit perut loh kl g kuat
    cinx : makanlah sambal ini, dijamin jd semangat, jd bs buat skripsi lg :p
    LiSan : kapan2 kita bs kopdar disana tuh..
    Ina & Uam : wa ga tau nie dia bakal buka di daerah ga ya…

  2. Fav gw disini: COLENAK = tape singkong bakar dikasih gula merah dan parutan kelapa…..yumm the best dessert ever! πŸ™‚ Baru tau ada yang di Cikini dimananya? karena selama ini taunya di Wolter monginsidi dan barito….kapan wisata kuliner yuks πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *