Jaga Kamera Kesayanganmu! Begini Caranya Biar Awet

Saya ingat jelas ketika dua tahun lalu saya membuka lemari di kamar tamu di Rumah Siantar. Saya menemukan tas kamera yang berisi kamera dan lensa.  Woooo itu kamera pertama saya dulu yang pernah saya bilang, Canon 1100D, yang sudah saya jual ke tulangnya Vay, karena waktu itu saya baru ganti ke Canon 60D. Saya keluarkanlah kamera itu lalu saya coba nyalakan. Ya jelas gak bisalah, pastinya baterainya kosong. Melihat kondisinya — meskipun masih mulus — terlihat kalau kamera itu jarang sekali dipakai.

Waktu saya tanya ke tulangnya Vay, katanya sih masih bisa digunakan, meskipun disimpannya hanya begitu saja. Tiap beberapa bulan masih dipakai juga olehnya. So, yeah saya pikir dia mungkin beruntung karena kameranya terselamatkan oleh udara sejuk Siantar, karena salah satu teman saya punya pengalaman kameranya rusak karena jamuran parah. Katanya karena cara penyimpanan kamera yang tidak benar. Nah, cara-cara di atas jangan ditiru ya.

Tips Merawat Kamera

Tips Merawat Kamera Biar Awet

Kalau kita punya kamera digital, mau kamera pocket, mirrorless, atau DSLR, sebaiknya kita tahu hal apa saja yang bisa dilakukan untuk memperpanjang usia barang kesayangan kita itu, biar awet dan terus bisa digunakan, dan apa saja yang harus dihindari biar tidak membuatnya cepat rusak.

Yuklah disimak dulu.

1. Lindungi Kamera Digital Kamu Dari Air

Siapa yang suka liburan ke pantai? Pasti dong maunya main air terus. Nah, kalau memang kamu pakainya action cam, yang memang waterproof ya gpp karena itu memang didesain khusus untuk dipakai di dalam air. Kalau kameramu kamera digital biasa (kamera daratlah yaaa…), maka jangan dekat-dekat dengan air. Air gak akan pernah bisa jadi teman bagi kamera digital atau alat elektronik lain.

Kondisi pemotretan yang beresiko kena air contohnya kalau kita memotret di pinggir pantai, sungai atau dekat air terjun, apalagi kalau mau ambil foto slow speed, seringkali kita harus menceburkan kaki lumayan dalam. Resiko kamera jatuh kecebur pasti ada (ini jelas sudah ada teman saya sudah pernah kejadian kamera jatuh kecebur mandi pas di Sawarna), termasuk juga resiko mendadak turun hujan.

Persiapan yang baik perlu dilakukan agar bisa ready di segala cuaca. Salah satu caranya dengan menyediakan raincoat untuk kamera dan lensa di dalam tas.

2. Jangan Sampai Pasir Masuk ke Kamera

Meskipun sering memotret landscape di pantai, saya tetap takut kamera terkena atau bahkan kemasukan pasir. Butirannya kecil tapi bisa menggores, dan kalau masuk ke dalam kamera, bisa merusak lensa sampai sensor kamera. Duh duh duh.

Karena itu saat melakukan pemotretan di pantai harus ekstra hati-hati. Contohnya tidak mengganti lensa di lokasi, dan juga tidak meletakkan kamera di atas pasir  (baik pakai alas ataupun langsung!). Tiupan angin sedikit saja bisa membawa butiran halus masuk ke sela-sela body.

Berikut adalah contoh daerah berpasir, Gumuk Pasir Parangkusumo, tempat saya memotret setahun yang lalu. Di lokasi ini semua area tertutup pasir, jadi tanpa butuh angin kencang pun, dengan gerakan kaki saja sudah cukup untuk melemparkan butiran pasir ke mana-mana. Well, bisa dibilang di sini saya sangat-sangat-sangat berhati-hati saat memotret. Dan dilanjutkan dengan bersih-bersih sepulang dari sana.

Gumuk Pasir Yogyakarta

Klik langsung tautan berikut untuk postingan tentang Gumuk Pasir Parangkusumo, Gurun Saharanya Indonesia.

3. Uap Air dan Garam

Resiko memotret di tepi pantai salah satunya adalah kamera bisa terkena uap dari air laut yang mengandung garam. Air garam katanya memang paling beresiko bikin kamera berkarat dan cepat rusak. Jadi kalau sering memotret di tepi pantai, maka harus rajin membersihkan kamera.

Pantai Pandawa Bali

4. Debu Juga Bisa Merusak Kamera

Nah, bukan hanya air dan pasir, debu juga salah satu hal yang ditakuti oleh fotografer. Sama halnya dengan pasir, hindari membuka dan mengganti lensa sembarangan karena bisa berpotensi kemasukan debu.

Tanda bahwa ada debu masuk ke kamera adalah ketika kita melihat hasil foto di monitor laptop atau handphone yang di-zoom. Terlihat titik-titik hitam seperti jerawat di beberapa area. Kalau sampai titik hitamnya banyak, itu berarti lensa atau sensor sudah kotor banget. Dan itu jadi pe-er tambahan buat fotografer saat post pro.

Hati-hati membersihkan debu pada sensor, karena kalau salah arah malah bisa merusak sensor nantinya. Saya biasanya setiap kali pulang dari memotret landscape, langsung saya bersihkan lensa dan kamera dengan menggunakan blower dengan tujuan membuang debu-debu yang mungkin tadi ikutan masuk.

5. Jaga Kelembaban

Seperti sudah saya tulis di atas, ada teman saya yang kameranya rusak karena jamuran parah. Hal itu terjadi karena dia tidak menyimpan kameranya dengan benar, sementara tingkat kelembaban sangat berpengaruh untuk menjaga kamera tetap awet dan panjang umur.

Gunakan dry box atau dry cabinet untuk menyimpan kamera dan koleksi lensa kamu. Kelebihan kalau pakai dry box adalah mudah untuk dipindah-pindah, jadi kalau bepergian hunting dengan mobil, dry box tinggal diangkut. Sementara kalau dry cabinet, harus terhubung dengan listrik. Tapi kelebihan dry cabinet salah satunya adalah settingan kelembaban bisa diatur sendiri atau juga bisa otomatis.

Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, mau dry box atau dry cabinet. Berikut ini saya merekomendasikan dry cabinet dengan ukuran kecil sedang yang harganya cukup terjangkau ya. Bisa lihat spek dan harganya dengan klik link ini https://styledo.co/29607 atau bisa langsung klik gambar di bawah.

dry cabinet everbrait

 

6. Hindari Benturan

Huhuhu…. Jangan sampai ya kamera atau lensa kita terjatuh. Terbentur, atau tersenggol benda dapat merusak komponen-komponen di dalam kamera, yang berakibat kamera tidak dapat berfungsi dengan baik.

Untuk yang suka memotret outdoor, pastikan menggunakan strap kamera yang kuat, agar terhindar dari resiko kamera jatuh akibat strap putus. Silakan klik gambar berikut atau link ini https://styledo.co/29608 untuk melihat rekomendasi strap yang kuat.

Selain strap kamera, bila menggunakan tripod untuk memotret, pastikan tripod berdiri dengan benar dan cukup kokoh. Di pasaran ada banyak merk tripod yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget, nah merk apapun yang akan dipilih nanti, pastikan tripod kamu memang kuat dan sanggup menopang lensa dan kamera (plus filter kalau kamu suka memotret landscape).


Baca juga: Biar Hasil Foto Tetap Tajam Meski Tanpa Tripod


So, demikian ya sedikit tips dari saya. Apapun jenis kamera atau lensa kamu, pastikan terjaga dengan awet.

Jangan lupa pula untuk rutin memotret. Resiko di atas seperti kena cipratan air, sedikit kemasukan debu atau pasir memang akan sering dihadapi begitu kita sudah sering keluar untuk memotret (motret apapun itu!), jadi jangan skip untuk mempersiapkan semua hal sebelum memulai kegiatan memotret.

Salam saya,

-ZD-

by

About Zizy Damanik | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

24 thoughts on “Jaga Kamera Kesayanganmu! Begini Caranya Biar Awet

  1. kameraku, pas musim hujan jan kemarin, itu aku lupaaa banget blm dimasukin ke dry box. msh d lemari. nah ternyta plafon kamar ada yg bocor, dan rembesannya masuk ke lemari… itu aku paniknya krn kena kamera.. udh aku bersihin, dan msh bisa nyala sih. tp sbenernya pgn aku bawa utk servis mba, setidaknya bersihin jamurnya kalo ada. aku takut salah kalo bersihin sendiri.. cm waktu itu masih cari rekomendasi dari temen2 yg biasa servis kamera di mana… mau dibawa ke NIKON lgs, aku udh kebayang harganya huahahahahaha… mba ada rekomendasi tempat servis yg bgs ga?

    • Zizy

      Ohh….
      Bawa ke STC aja. Di lt 1, ada Masterlensa, langganan tukang foto untuk bersihkan semua lensa, kamera…

  2. baru beberapa brand yang punya waterproof seperti Olympus buat kondisi dingin atau kena air masih aman. Tentunya pakai lensa premium hihi..

    buat kita yang kamera biasa tentunya tips ini sangat bermanfaat.

  3. Terima kasih banyak untuk tips bermanfaat ini, Kak. Saya belum lama pegang kamera DSLR, dan memang penyimpanan ini betul-betul harus hati-hati. Sempat agak lama nggak dipake, eh, LCD monitor belakang kaya ngembun gitu. Sejak itu selalu rutin “dipanaskan” walau cuma dipake foto kupu-kupu di halaman depan 😀 Kalau nanti jadi nambah lensa, bakal pertimbangkan untuk beli penyimpanan khusus biar awet.

    • Zizy

      Bener tuh. Cuaca yang terlalu panas dan juga terlalu dingin jg bisa bikin kamera error. Kalau udah berembun, biasa sy lepas dulu semua, batre dan SD Card. Baru kamera diangetin… ditarok di tempat yg lebih hangat dikit.
      Dipakai foto minuman di gelas pun gpp yg penting dipanasin hahaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.