3 Cerita Baru Tentang Vay

Sudah beberapa waktu belum mengupdate cerita tentang Vay ya. Bagaimana pun Vay adalah soul dari blog ini, ya kan. Jadi, apa saja nih beritanya?

1. Vay sudah 10 tahun

Setiap tahun, setiap kali usia Vay bertambah, selalu yang saya rasakan (dan mungkin juga semua orang tua) adalah, kok anakku cepat banget besarnya. Dulu masih baby masih ences-ences dan pipi Vay masih tumpah saking gembilnya, dan sekarang meski pipinya sudah gak setumpah dulu, tetap saja menggemaskan buat saya. Sampai sekarang saya masih suka mengelus bentuk kepalanya yang bulat lonjong, dan menjawil kedua pipinya dengan gemas.

Saya selalu cerita ke Vay — dan dia tak pernah bosan mendengarnya — betapa saat dia lahir, para suster dan opungnya mengomentari bentuk kepalanya yang lonjong, yang katanya umum dialami bayi yang dilahirkan melaluli persalinan normal, sementara Vay lahir melalui operasi caesar. Tapi saya bilang kalau bentuk kepalanya itu bentuk yang bagus, jadi kalau rambutnya diikat ekor kuda, jatuhnya bagus. Waktu ke salon, penata rambut juga bilang kalau bentuk kepalanya bagus kalau pakai sanggul saat dia besar nanti. Terus si Vay senyum-senyum senang mendengarnya.

Terus saya suka cerita ke Vay juga, pengalaman ketika Vay usia 3 bulan dan kita lagi jalan ke plaza dekat rumah. Saat itu saya jalan di depan dan lagi bener-benerin isi tas, sementara Vay lagi digendong nanny-nya jalan di belakang saya. Saat itu kita papasan dengan seorang ibu yang saya lihat matanya melirik ke Vay. Sudah ada feeling dong, pasti ibu ini gemes nih sama Vay. Pas saya menoleh, saya menangkap basah si ibu sedang menjawil cepat pipi gembil Vay (yang lagi digendong menghadap depan dengan lengan dan leher menempel di lengan nanny-nya) dan jalan cepat-cepat. Hmm… tolong dicatat yaa, jangan suka mencubit pipi anak orang lho ya. Cubitlah pipi sendiri…. Hehe…

Tiap dengar cerita ini, Vay juga senyum-senyum, mungkin membayangkan gimana dia kecil dulu yang sering jadi sasaran gemes orang yang lewat. (Dan orang yang lewat jadi sasaran pelototan maminya)

2. Hobi Jualan

Kegiatan baru Vay lainnya adalah jualan! Jadi di sekolahnya sepertinya dia dan beberapa temannya sedang keranjingan jualan. Tahun lalu Vay sudah mulai jualan-jualan hasil gambarnya ke teman-temannya. Nah kali ini jualannya beda. Jualan stiker hand made. Jadi tergantung pesanan temannya, mau dibikinin gambar apa, lalu dia gambar di label, diwarnai, dan dijual. Harganya Rp500 untuk stiker kecil, dan yang besar Rp1000. Kemarin sempat bikin stiker dengan metode “LOL Surprise”, pakai coffee cup dibungkus beberapa lapis, dan dikasih bonus sebutir permen coklat. Harganya Rp5000. Canggih anak-anak sekarang ya, sudah mulai kreatif.

(Asal gak jadi lupa belajar aja)

3. Vay stop les piano (tapi masih kursus fashion)

Sebenarnya sih saya gak pengen Vay itu berhenti les piano privat. Tapi sudah beberapa bulan ini saya stop, karena satu alasan. Malas latihan di rumah, jadi kalau cuma latihan sekali seminggu di tempat kursus kan rugi ya. Cuma setengah jam latihan sedikit. Kemudian ketika konser yang terakhir, saya melihat kok belum ada perkembangan berarti. Malah terlihat lebih kaku dari sebelumnya saat dia masih ikut kelas group electone. Padahal waktu dia les group electone, juga ikutan privat.

So, saya pikir apa karena guru privat yang sekarang ini kurang galak ya sama Vay? Vay kalau sama guru yang dulu gak berani malas-malas latihan, soalnya galak. Kalau yang terakhir sih baik, sabar, cuma kalau Vay sih saya tahu dia harus dapat yang galak. Sementara guru pertamanya itu hanya bisa ngajar di hari biasa, dan karena Vay pulang sekolah saja paling cepat jam setengah empat, gak akan terkejar les piano sore.

Akhirnya kami sepakat, Vay saat ini stop dulu les pianonya. Kita lihat selama enam bulan ke depan, sekaligus evaluasi kesibukan sekolahnya. Tapi kalau saya tanya sih, Vay bilang masih pengen lanjut, dan kali ini dia mengangguk setuju bahwa dia akan les kalau yang ngajarin adalah gurunya yang pertama, yang galak. Hahah… Okelah, kita lihat enam bulan lagilah ya. Biar sekarang dia konsen dulu dengan kursus fashionnya.

So, begitulah 3 cerita terbaru tentang Vay! Sampai ketemu di chapter berikutnya ya.

-ZD-

Related Post

Story Jadi Anak SMP Saya mau ikut posting tentang anak SMP. Ingin ikut membersihkan keyword Anak SMP. Ingin ikut meramaikan ajakan Attayaya untuk membersihkan keyword "Anak SMP" yang isinya negatif semua. Mudah-mudahan banyak juga yang mau posting positif tentang "anak ...
Lagi Meler … “Srooot…” Udah 3 hari ini flu. Hidung meler, bersin-bersin, mata bengkak, mo jalan-jalan juga serba salah. Sabtu kemarin saya ke Plz Senayan, baru duduk sebentar di Hagen Dazz kok kayak ada yang mengalir dari idung sebelah kiri. Walah.... meler ternyata. Buat ...
Musim Hujan Musim hujan datang lagi. Hampir setiap hari, Jakarta diguyur hujan lebat, kalau gak siang hari, ya sore. Seperti hari ini, sejak tengah hari sudah mendung, tapi hujan belum turun. Ruangan yang sudah dingin oleh AC, serasa makin membeku. Sekitar ja...
Welcoming 2011 @SeaWorld Indonesia Selamat Tahun Baru 2011 teman-teman. Semoga tahun ini jadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Resolusi yang belum tercapai di tahun lalu, bisa bersambung di tahun ini.  Extended :).. Awal tahun memang saat yang tepat untuk mencanangkan rencana, vi...
Perkara Sepuluh Ribu Kali ini kita bicara perkara sepuluh ribu. Sekarang ini nilai sepuluh ribu itu sebesar apa ya? Lontong sayur pakai telor masih bisa dapat sembilan ribu, mie rebus pakai telor tujuh ribu, teh botol tiga ribu, harga majalah Bobo sepuluh ribu. Tapi untu...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

17 thoughts on “3 Cerita Baru Tentang Vay

  1. Akupun kalo liat foto2 vay pas kecil ampe skr, itu sukaa banget. Muka vay itu unik 🙂 . Perpaduan antara manis, juga eksotis.trutama matanya tuh, ekspresif banget. Dan setuju, bentuk wajahnya itu bagus. Sepertinya mau diapain aja rambutnya cocok 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *