lagi demam baca buku yach kak..

Sejak saya rajin posting soal buku, Uam sempat nanya ke saya. “Kak, lagi demam baca buku yach..?”

Dan setelah saya pikir lagi, apa iya saya jadi demam baca buku? Hmm.. Sebenarnya sih tidak. Saya punya banyak buku dan novel yang sudah saya koleksi sejak smp. Jaman masih anak tanggung, bacaannya cerita anak-anak karya Enid Bliton, lalu ketika masuk SMP-SMA (eh kalo anak sekarang bilangnya SMU yach… :p~) mulai baca Lupus (Hilman), dan kemudian beralih baca novel-2 nya Agatha Christie, dan novel karya penulis lokal seperti S Mara GD, dan sedikit novelnya Mira W. **thanks to my Dad karena selalu mengakomodir semua kebutuhan saya sejak kecil, pokoknya yang namanya mo beli buku sebanyak-banyaknya silahkan aja ama beliau.**

Ketika masuk era-nya novel roman terjemahan kayak Harlekin (eh bener gak sih spel nya?), saya tidak begitu tertarik. Namun ketika demam chicklit, nah saya so pasti dong ikutan. Walau ternyata, dari semua chicklit yang saya beli, ada satu yang saya baca hanya seperempat buku saja, karena menurut saya tidak menarik. Mencla-mencle gak jelas, sama sekali bukan gaya bahasa chicklit.

Selain cerita fiksi, tentu saja ada juga beberapa buku non fiksi yang saya koleksi. Gak banyak memang, mungkin masih sekitar tiga puluh-an buku, biasanya buku-buku tutorial, buku pengembangan diri, biografi para pemimpin perusahaan, dan juga buku psikolog.. eh tapi buku tafsir mimpi juga punya ding :p. Beberapa tahun yang lalu saya sempat begitu gandrung dengan bacaannya Anand Krishna, dan punya hampir semua bukunya, tapi sekarang sudah jarang ngikutin lagi sejak saya tidak bisa menemukan bukunya yang berjudul Reinkarnasi (karena ditarik dari peredaran). Buku-buku koleksi ayah saya juga sering saya periksa, kira-kira mana yach yang menarik?? Kalau ada, buku itu langsung pindah ke kamar saya.

Buat saya, membaca buku itu sama dengan saat kita sedang kepingin makan satu makanan fave kita. Kita akan berusaha untuk datang ke tempat itu, lalu memilih-milih menu, memesan makanan dan kemudian makan sepuasnya. Dan setelah hasrat itu terpuaskan, kita akan bangkit kembali ke rumah, dan akan kembali ke tempat itu dalam waktu mungkin seminggu, dua minggu, atau bahkan sebulan kemudian. Depend on moods, needs. Buat saya membaca itu saat saya ingin dan sedang mood, ia hanya tertunda tapi bukan terlupakan.

Jadi kalau sekarang ini postingan saya lebih banyak tentang buku yang saya rekomen untuk dibaca, alasannya sedikit banyak seperti di atas.

Begini deh, waktu saya masih di Medan, jadwal saya ketat dari Senin – Minggu. Fitness, nge-Billie, Kowbar ama galfren (tapi lebih sering ama Uam), clubing almost every wiken (ma Uam lagi), dan rutin ke McD — let say dalam seminggu 5x deh… berarti hanya 2 hari saja saya dan Uam gak ke McD (oh ya, with Uam lagi.. karena hanya kami berdua yang gila fastfood), dan 2 hari itu tentu saja buat clubbing+hangover time. Sering tuh, kalo saya di rumah lagi ceting sama Uam yang dinas malam, salah satu dari kami akan pura-pura ngetik begini, “Kok laper yach…” Padahal maksudnya mau ngajak makan ke McDonald, cuma maluu…ahahahaha…!!

And then, suddenly, gaya hidup saya di Medan tidak bisa lagi saya jalani sejak dua bulan terakhir ini. Sepucuk SK Mutasi memaksa saya harus angkat kaki secepat mungkin ke Jakarta, bahkan saya belum sempat masuk Retro for the last time… hikz…!

Otomatis, sejak berkurangnya clubing dan kowbar-kowbar itu, waktu luang saya sekarang jadi lebih banyak. Dan tentu saja, pengeluaran juga jadi berkurang. Yang selama ini duit biasanya terpakai untuk nyoba slot ini slot itu, or beli yang kadarnya at least 40%, sekarang duit itu terpakai untuk sesuatu yang lebih berguna, yaitu membeli buku (tapi beberapa kali saya sering numpang ke belanjaannya hubby siy..). No, saya tidak begitu suka menghabiskan uang terlalu sering untuk shopping dll, tapi untuk buku iya. “Kalo untuk ayam?” “Iya dong…” “Utk 40%?” “Dikiitt…”

**Itulah sebabnya kenapa kakakmu ini jadi demam buku, Am. Mudah2an sih gak sampai step. he hee…**

Jakarta, 31 Juli 2007

– i really missed Medan & my friends –

Related Post

Siapa bilang Single itu selalu enak? Banyak yang bilang jadi lajang itu enak. Sebab bisa bebas sebebas-bebasnya mengambil keputusan untuk diri sendiri. Jadi lajang juga tidak perlu izin pacar untuk pergi dengan teman lawan jenis, tidak perlu izin untuk hangout sampai malam. Bener gak si...
Pengumuman Giveaway “Oleh-oleh dari BaliR... Setelah membaca komen-komen yang masuk di Oleh-oleh dari Bali yang saya adakan dua minggu lalu, akhirnya saya memilih empat keinginan yang terasa sangat berkesan di hati. Untuk mengingatkan, di giveaway tersebut saya meminta reader untuk mengungk...
Apa Benda Kesayanganmu? Setiap orang pasti punya sesuatu yang jadi benda kesayangan alias favorit, yang bisa dikatakan selalu kita bawa kemana-mana, bahkan sampai kita sudah dewasa sekalipun. Ada yang benda kesayangannya boneka, topi, jaket, sepatu, atau mug pun ada juga. K...
Kulit Item? Siapa takut? Siang tadi saya jalan dengan mami saya. Ya biasalah, cuci-cuci mata -- yang berujung pada shopping beneran -- lalu makan, dan kemudian berakhir di sebuah drugstore, karena mami saya kehabisan pelembab untuk wajah. Dulu banget pernah pakai obat-obat m...
Kelamaan Bolos Nih Wah bener-bener deh. Sepertinya saya semakin lama semakin tidak produktif saja menulis, mulai dari seminggu sekali, lalu dua minggu sekali, eh sekarang sudah tiga minggu lewat. Bisikan itu akhirnya datang. “Ayo dong, malu sama domain.” Hahahahaa....

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

5 thoughts on “lagi demam baca buku yach kak..

  1. uam

    Jakarta, 31 Juli 2007

    – i really missed Medan & my friends –

    >>> huhuhuhuhuhuhuhuhuhu :((
    **kangen juga (:red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.