Ada Pesan Manis Nih, Untuk Putriku Vay yang Sudah Berusia 13 Tahun

krasivaya 13th birthday_

Rasanya saya ingin bisa memberitahu semuanya pada putri saya saat dia beranjak remaja. Tapi saya yakin semua tahap umur ada masanya dan harus diberitahu secara bertahap.

Krasivaya berulang tahun ke-13 minggu ini, dan ya, saya tahu kalau saya sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang menjadi orang tua dari anak perempuan usia 13 tahun.

Memangnya siapa yang tahu? Semua orang tua akan mempelajari itu selama waktu berjalan dan biasanya (ya, biasanya) banyak orang tua yang akan mengadopsi cara mendidik orang tuanya dahulu bila ia rasa itu cocok buat dirinya. Namun semua proses pengasuhan pastinya berbeda karena melibatkan individu yang unik.

Vay kalau sudah tidur suka lama sekali, lalu dia juga harus makan cemilan secara teratur, dan masih tetap tidak mau mencoba makanan lain selain yang dia suka. Lalu  yang pasti dia juga sering kesulitan berkomunikasi, dalam hal ini dia cukup bermasalah dengan homeroom teachernya. Kebiasaannya menjawab dengan lugas dan straight to the point serta sedikit kurang sabar sedikit mendapat perhatian dari gurunya, dan saya mendapat catatan di laporan term 3 dia kemarin, “Harus lebih fleksibel saat berkomunikasi dengan homeroom teacher.” Saya sempat menduga inilah kalau terlalu banyak menonton YouTuber bule, jadinya sedikit terikut-ikut dan lupa dengan adat timur. Tapi di sisi lain saya berusaha paham juga bahwa gaya blak-blakan dia juga merupakan ciri khas anak remaja, yang selalu merasa lebih tahu tentang apapun yang ada di dunia remaja.

Saya tahu dia ada sedikit kebingungan di usia sekarang. Dan, menjadi orang tua dari anak usia tiga belas tahun juga sama kikuknya. Ini adalah tahap usia yang mana anak sedang berada di puncak emosional yang dia belum tahu bagaimana cara mengendalikannya, katakanlah tekanan dari urusan sekolah dan seksualitas, konflik-konflik yang terjadi selama pergaulan (meski setahun ini pergaulannya online).

Maka, saya paham kalau anak saya tidak mau lagi saya gandeng tangannya saat berjalan di depan umum.

Jadi atas dasar itulah saya ingin menuliskan beberapa pesan untuk anak perempuan saya di usia 13 tahun.

1. JANGAN MERASA TERPAKSA DALAM PERGAULAN

Saat kita berusia 13 tahun, mendapatkan geng yang tepat adalah penting. Kemudian bagaimana memilih gaya baju, sepatu, rambut juga penting. Apalagi soal musik atau channel YouTube. Saya suka cerita ke Vay bahwa saat saya berusia 13 tahun, saya bukanlah teman yang gampang bergabung di geng-geng pertemanan begitu, karena saya tak mau terlalu condong pada sebagian orang. Saya tidak mau harus memilih antara dua geng yang isinya ada teman-teman baik yang saya sukai. Jadi bila dia nanti sudah masuk sekolah offline dan dihadapkan pada pilihan, saya mau dia bisa memilih, atau tidak memilih.

2. KERJA KERAS

Satu yang saya ingin anak perempuan saya tahu adalah, hidup ini akan lebih memuaskan bila dia bekerja keras. Jangan setengah hati dalam segala sesuatu, berusahalah semaksimal yang dia bisa meskipun mungkin hasilnya belum terlihat. Atau mungkin tidak berjalan sesuai keinginan. Namun yang penting adalah pantang menyerah.

3. PILIH TEMAN YANG BAIK

Kita yang sudah tua saja mungkin kesulitan mencari dan memilih teman yang baik. Apalagi remaja. Saya mau anak saya tahu bahwa selama tahun-tahun remaja dia, dia akan butuh teman baik, dan saya mau dia memilih teman bukan berdasarkan popularitas. Popularitas akan hilang dengan sendirinya, bukan? Saya ingin Vay bisa memilih teman berdasarkan kebahagiaan, tawa, dan setia. Carilah teman yang akan bersama-sama merayakan keberhasilan, memaafkan kesalahan, dan yang pasti bisa menciptakan tawa. Ini penting. Bahagia bermula dari tawa kan?

Dan jadilah teman yang baik, yang tidak berbuat curang atau berbicara buruk di belakang temannya.

4. PEREMPUAN JANGAN TAKUT BERSUARA

Bukan rahasia lagi kalau wanita dituntut untuk jadi individu yang manis dan menyenangkan. Ya tidak apa-apa seperti itu. Tapi saya pun tak ingin anak saya jadi orang yang melihat gendernya sebagai batasan. Saya lebih suka anak perempuan saya jadi individu yang tegas dan berani mengungkapkan perasaan, berani menolak kalau dia merasa tidak ingin dan tidak suka.

Dalam term terakhir ini, salah satu guru memberi skor terendah pada Vay. Alasannya karena ada kata-kata “Got lazy” di kertas gambar. Menurut saya ini sebuah kesalahpahaman yang memang rentan terjadi karena metode sekolah online ini. Saya katakan pada homeroom teachernya, bila memang ada masalah, kenapa guru yang bersangkutan tidak bertanya langsung pada anaknya apa maksudnya, daripada menduga-duga dan kemudian memberi catatan pada ‘attitude’. Anak-anak ini sudah remaja, biarkan mereka mengatakan pendapatnya, dan carilah solusinya. Dan, dalam kes kemarin saya minta Vay sendiri menerangkan pada guru ybs, apa sih yang sebenarnya terjadi. Dan bila ternyata itu memang kesalahan dia, maka terimalah konsekuensinya.

5. GAK AKAN ADA YANG INGAT SKOR KAMU, Dek!

Vay berkata pada saya kemarin, bahwa sekarang dia paham dengan quote-quote yang sering dibaca atau ditonton di YouTube. “Why I stopped drawing. My art teacher hates me.” or “Why my art teacher gave me an F.”

Tidak ada yang akan mengingat skor itu. Skor yang diberikan guru bukan berarti kamu tidak punya sense of art ya Vay, dan bukan berarti gambarmu jelek.

Saya katakan padanya, suatu saat nanti tidak akan ada yang mengingat itu. Saat dia besar, dia akan sadar banyak yang lebih besar dari sekadar urusan nilai sekolah dan ujian.

krasivaya 13th birthday

6. MELAKUKAN KESALAHAN ITU WAJAR

Setiap manusia pasti membuat kesalahan. Kalau saya mau ingat-ingat masa smp sma dulu, lalu ditulis, mungkin gak akan selesai-selesai. Jaman dulu pernah cukur rambut skin-head. Pernah punya hubungan yang gak baik, tapi semua itu pasti akan terlewati. Saya mau anak saya tidak perlu khawatir kalau dia sadar dia melakukan kesalahan dan kemudian takut menghadapi masa depan. Dia pasti akan belajar apa yang tidak boleh dilakukan next time. Kalau kita pernah melakukan sesuatu yang so stupid, ya bukan berarti stupid selamanya kan.

7. VAY, KAMU ITU LUAR BIASA

Yeaaa.. saya kan ibunya, memang sudah otomatis akan melihat kualitas terbaik di dirinya. Tapi saya mau Vay bisa melihat sifat-sifat baik yang dia miliki, seperti dia punya selera humor yang baik saat bersama teman-temannya, dia juga sangat baik dan lembut pada binatang. Dia pintar, sedikit usil, tapi tak pernah berkata kasar ke muka orang lain, meski seringkali berteriak pada saya ibunya, which is yeah….kita pun dulu begitu toh saat remaja.

Vay harus bisa mengatakan pada dirinya bahwa dia orang baik dan dia hebat, dia memiliki banyak kelebihan dan harus dia ucapkan setiap hari sebagai motivasi. Dia gak butuh orang lain untuk menegaskan itu.

8. MAMI SELALU ADA BUAT KAMU

Saya senang sekali ketika kemarin dia mengatakan bahwa dia sadar betapa saya selalu mensupportnya untuk apapun kondisinya. Dia sudah resmi remaja sekarang, dan saya belum tahu nih apa yang akan dia (dan saya) hadapi ke depan. Tapi saya mau Vay tahu bahwa baik untuk segala drama, cerita tentang sekolah (atau mungkin  nanti tentang cowok), atau dalam kondisi darurat, dia bisa mengandalkan saya ibunya. Harapan saya tentu saja tidak ada yang terlalu darurat, tapi bila itu terjadi, ya saya mungkin akan marah besar padanya, tapi itu nantilah belakangan aja merepetnya. Yang utama adalah memastikan dia merasa aman, merasa nyaman.

So, Vay, selamat berusia 13 tahun. Doa Mami tentu saja agar Vaya panjang umur, sehat selalu, dan semoga menjadi remaja yang bertanggung jawab, dan tetap semangat menempuh pendidikan.

Love love love,

Mami yang super keren!

Sharing is Caring
  • 1
    Share

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

2 thoughts on “Ada Pesan Manis Nih, Untuk Putriku Vay yang Sudah Berusia 13 Tahun

  1. Semoga Krasivaya menjadi remaja yang sehat selalu di masa pandemi ini dan sukses selalu perjalanan pendidikannya ya mbak.

Comments are closed.