Buka Gerai Kopi

Sekarang saya akan cerita kenapa selama beberapa minggu ini jeda saya mengupdated blog lama sekali. Bulan lalu hanya diisi dua postingan. Huhuhu… gak baik lho kelamaan updated, nanti jadi makin malas dan bisa kehilangan gaya menulis. #talktomyself

Beberapa minggu terakhir ini jadwal saya agak berubah. Udah macam CEO-CEO itulah, pergi pagi dan pulang hampir tengah malam, hehehee… So ceritanya saya dan seorang teman berjoin untuk buka usaha kecil-kecilan, sebuah franchise gerai kopi bernama Coffee Break Cafe. Harusnya ini sudah buka since bulan puasa, tapi dengan pertimbangan ini itu akhirnya baru bisa dibuka tanggal 18 September kemarin.

Ya, namanya juga baru buka ya, jadilah hampir setiap malam kami di sana untuk mengawasi dan bahkan terjun langsung melayani pembeli saat pegawai tidak masuk. Nah, urusan pegawai ini yang paling bikin pusing. Karena baru mulai, mereka memang harus long shift dulu berdua, sampai keduanya benar-benar hafal urutan cara membuat menu ini menu itu. Jadi mereka masuk dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Baru seminggu kerja, yang satu (pegawai perempuan) tidak masuk karena sakit. Tinggallah kawannya seorang diri (pegawai laki-laki). Yang tinggal sendiri inipun ternyata menyimpan sedikit rasa cemburu di hati karena merasa owner menganaktirikan dia. Dia mengirim sms ke trainer kami bahwa dia merasa dianaktirikan karena disuruh-suruh ini itu sementara yang cewek tidak. Padahal pembeda-bedaan ini mungkin tak sengaja kami lakukan. Ya misalnya untuk mengangkat galon air mineral, kan tidak mungkin yang perempuan disuruh angkat kalau ada pegawai laki-laki toh. Dan kemudian ketika si pegawai perempuan masuk, tak lama dia tak masuk lagi, suaminya mengabarkan kalau dia hamil. Oh ya sudahlah, berarti kan tidak mungkin kerja lagi, pikir kami. Dan hari itu pula mendadak si pegawai cowok mengabarkan bahwa dia tidak bisa masuk karena sakit. Terus terang kami pasti sedikit curiga, apakah dia sengaja membalas karena sebelumnya si pegawai cewek sudah tidak masuk dua hari.

Alhasil pada hari itu kami cewek-cewek cantik dan manis ini yang turun berjualan hahaha…. Siangnya teman saya hanya bisa sendiri di gerai, dengan bantuan seorang temannya sebagai asisten kalau dia butuh ini itu, ya supaya tidak panik saja.

Beberapa kali dia menelepon saya  (yang masih di kantor sehingga tidak bisa escape) menanyakan takaran untuk bikin frappe gimana, lalu milkshake gimana, dst. Maklumlah, waktu training owner sih ikut belajar juga tapi karena tidak turun total membuat menu, jadi ya belum pede. Dan kemarin-kemarin ada banyak tamu dari teman saya yang datang jadi dia sibuk menemani ngobrol sementara saya sendiri sudah nongkrong di dalam gerai membantu bikin kopi. Jadi ceritanya kemarin itu saya lebih hapallah dari dia.

Tapi bukankah praktek langsung adalah cara yang tepat untuk menyerap ilmu? Jam lima sore saya sudah tiba di tkp, buru-buru dari kantor. Di dalam gerai itulah kami kekeh-kekeh berdua. Aihhh ternyata nikmat juga ya bisa terjun langsung melayani pembeli. Kami berdua jadi makin jago bikin menu. Even hari itu agak berantakan sedikit di dalam karena belum terbiasa hehee…. tapi kami puas. 🙂

Coffee Break Cafe, lokasi: Mall of Indonesia

Kalau melihat pegawai yang cepat sekali jatuh sakit, di satu sisi hati sempat berkata: aih kok lemes banget ya dia. Padahal kan tidak setiap jam ramai pembeli. Dia juga ada waktu istirahat. Malah kalau dihitung-hitung jam tidurnya, mereka lebih punya jam tidur lebih lama dibanding saya. Saya pagi-pagi sekali sudah harus ke kantor, sementara mereka jam 9 baru bergerak ke mall. Malam hari jam 10 kurang mereka sudah bergerak pulang dan mustinya lebih cepat juga tiba di rumah karena rumahnya dekat dari situ, sementara saya jam 11 baru sampai rumah karena jarak tempuh sekitar 40 menit. Teman saya juga mengeluh begitu. Tapi di sisi lain saya menyadari: semangat kerja antara pegawai dengan owner itu beda. Dan kami berdua paham, memenej pegawai itu tidak mudah, jadi sekarang juga kami masih terus belajar. Iyalah, masih baru soalnya… :D. Doakan bisnis kami lancar yaa…biar cepat balik modal….hehehe..

Syukurlah kayaknya so far kami termasuk dimudahkan mencari pegawai. Sekarang sudah ada pegawai baru untuk menggantikan si pegawai cewek yang berhenti karena hamil.

So far, ganjalan di hati saya adalah: susah hati kalau pulang malam menemukan anak sudah tertidur di sofa. Untunglah sekarang pelan-pelan itu gerai sudah bisa ditinggal pelan-pelan, jadi saya masih sempat pulang dulu menjemput Vay untuk ikut saya. Kalau melihat dia terkantuk-kantuk di stroller rasanya kasihan juga, tapi gimana lagi. Masa ditinggal terus seharian sampai malam hanya dengan asisten saja. Dia kalau disuruh milih pasti maunya ikut mami terus. Alhamdulillah so far Vaya masih kuat dan sehat… mudah-mudahan tidak sampai jatuh sakit.

Vay, bersama menu Oreo Dream

Ah yaaa….. sekarang kita sampai pada bagian promo. Boleh dong ya numpang promo di blog sendiri. Kalau mau cobain menu koffie kami, bisa kunjungi gerai kami:

Coffee Break Cafe, di Food Connection – Mall of Indonesia, Level. 1, Jl. Barat Boulevard Raya No. 10 Kelapa Gading Square.

Kami menjual aneka macam minuman yang dijamin enak dan tak kalah dibandingkan kopi-kopi dari kafe-kafe besar itu. Kopi kami jenis Java Arabica. Selain menu kopi dan frappe, juga ada menu coklat dan milkshake Harganya terjangkau, 7rb – 16rb per cups. Oh ya, dan kopi kami bukan kopi instan. Dari biji kopi langsung diolah di situ. Aihhh promosi kali kakak ya…. :p

Kiri: Easy Latte. Kanan: Orange Tea (salah 1 menu fave di Coffee Break)

Eh iya, ingat kan postingan saya yang dulu tentang caffe latte? Sekarang saya sudah bisa buat latte sendiri lho, even belum bisa bikin gambar love di atasnya hehe…

Sharing is Caring

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to hello@tehsusu.com to collaborate.

103 thoughts on “Buka Gerai Kopi

  1. Fiz

    Aha, selamat dan sukses atas dibukanya gerai kopi Bunda Zee, semoga laris manis bak kacang goreng 🙂
    Soal usaha warung kecil2an, saya dulu juga sempat mencoba buka warung penyetan, tapi ya karena yang dijual itu barang matang, cara menjualnya pun masih acak adul, karena barang jualan cepat basi. Beda dengan minuman yang pengolahan bahan bakunya lebih cepat dan praktis. Akhirnya warung itu pun tutup, meski modal belum kembali. Nasib!

  2. duh, telat banget aku tahunya. baru dari tempatnya KakJul tadi! dan aku baru tahu soal kedai ini dan ini deket sama rumahku. ihir… kapan mau kopdar ke sini aja ah.hehehehehe….

  3. Selamet Zee..
    Iya aku pernah baca di postingannya Kak Julie..
    Hhuu..jadi pengen nyobain coffe nya..

    Di Bandung dah ada belom..
    Lain kali nongkrong ahh di Coffe Breaknya Zee..

  4. Zee…jadi pengen nyobain nih!
    Ntar kalo saya ke mall itu, saya cari deh gerai kopi punya Zee ini 😉

    Selamat buat terobosannya, smoga sukses dan cepet balik modal…hehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *