Ngajak Vaya Imunisasi..

Setelah dua bulan mendekam di rumah, dan jarang keluar kemana-kemana, begitu ada kesempatan keluar biasanya itu benar-benar jadi sedikit hiburan buat saya. Iya, semenjak ada Vaya, gak ada lagi cerita saya bebas dolan-dolan, kemana saya pergi atau sebaliknya kemana Vaya pergi, semuanya satu paket. Saya, Vaya, dan pengasuhnya. Ayahnya gak ikut gpp, tapi mami sama anak gak mungkin dipisah.

Hihihih…kesannya berlebihan banged yah? Padahal sebenarnya bukan itu maksud saya. Si butet ini kan masih ASIX, terus belum pinter pula minum ASI Perah by dot, jadi so pastilah harus satu paket. **Dimana ada kamu, di situ ada mami, sayang… halaqhhh….!

Tadi sih namanya bukan jalan-jalan, tapi kita ke RS untuk imunisasi. Kali ini saya tuker dokter lagi, sengaja. Toh untuk imunisasi bisa dengan semua DSA (dokter spesialis anak), kecuali kalo Vaya sakit baru ke dokter alerginya. Ya soalnya DSA Vaya itu rame banged, bisa jam-jaman nunggunya, jadi saya coba ke DSA ini saja.

DSA yang ini spesial ahli laktasi. Info yang diberikan oleh DSA lengkap dan cukup memuaskan saya. Tadinya saya mau tanya kenapa Vaya berat badannya dikit naiknya. Jadi waktu 2mgg pertama di rumah, berat badan Vaya gak naik, karena si Butet ini masih malas minum, dia belum pinter nyusulah, secara ASI maminya juga belom lancar. Akhirnya di bulan pertama, beratnya cuma naik 550gr. Memang masih di ambang normal, karena range kenaikan normal untuk anak ASI adalah 500-1000gr (itu kata DSA-nya).

Begitu masuk bulan kedua, Vaya udah pinter nyusu. Pelan-pelan mulai kejar ketinggalan. Di bulan kedua naiknya 1100gr. Tadi waktu timbang sudah 5,1kg. Panjangnya juga udah naik 6cm. Saya sih masih merasa Vaya kurang gemuk, tapi gimana dong…dipaksa minum sampe kenyang juga emang dia sanggupnya segitu.

DSA bilang, Vaya termasuk bayi gemuk. Gpp, gak usah dipaksa minum, ikuti saja maunya gimana. “Kalo kegemukan, nanti susah tengkurep loh Bu. Lebih baik normal-normal saja.” katanya. Dalam hati sedikit lega siy, mudah-2an anak gw emang gak kekurusan.

Nah waktu disuntik tadi, seperti biasa Vaya nangis. Dan saking kencengnya menahan tangis di dada, karena sesak, muntahlah dia. Berceceranlah lantai ruang praktek DSA. Si Butet ini memang mood-moodan. Dipegang suster aja gak mau, keningnya langsung kerut-kerut mo nangis. Hhihihih…..

Tapi imunisasi hari ini berhasil juga dengan sukses, walaupun harus diulang untuk imun Polio-nya. Di mobil sempat rewel sebentar, tapi terus bisa tidur juga.

Eniwei, ternyata imunisasi DPT-Hib itu mahal. Hampir 500rb. Weh, apa memang biayanya segitu ato karena ini di RS jadi jatuhnya mahal? Kalo untuk Polio siy murah saja, 15rb.

Jadi mikir, kalo di puskesmas berapa ya biayanya? Kalo mahal juga, kasihan sekali nasib bayi-2 dari keluarga kurang mampu. Baru saja saya lihat berita di tv, ada lagi kasus bayi gizi buruk, beratnya cuma 4kg padahal usianya sudah 1thn. Ternyata sejak lahir tidak pernah sekalipun dibawa orang tuanya ke puskesmas. Duh kasihan… untuk ke puskesmas pun ortunya gak mampu bawa. Apa imunisasi harus mahal?

**dalam hati bersyukur, untung masih sanggup bawa Vaya untuk dapat pelayanan bagus di RS ini..

Related Post

hiatus + kerja di rumah Lama juga gak updated blog. Kayaknya untuk sementara saya bakal istirahat dulu. Sedang banyak yang musti diurus. Vaya sedang kurang sehat, jadi saya pun terpaksa tidak bisa meninggalkan Vaya dengan para bedinde. Oh iya, suster si Vaya yang gendut sud...
Bertuah-tuah-tuah Award Akhirnyaa.... setelah sekian lama menghindar untuk tidak memposting tentang award, kali ini saya mengalah dan akan memposting soal award. Beberapa teman pernah memberi saya award, tapi waktu itu saya tidak kerjakan, soalnya gak mood untuk posting. Ta...
Nenek Nyonya Setiap kali Imlek datang, saya hampir selalu teringat pada nenek cina yang pernah kami miliki. Panggilannya Nenek Nyonya. Keluarga kami mengenalnya pertama kali saat baru pindah ke kota Medan tahun 1987. Papi saya datang ke Medan dengan membawa lis b...
Cuci Mata ke Ace Hardware Apa nama tempat, dimana kamu bisa menemukan banyak barang sekaligus? Mau cari sembako, sayur mayur, ikan basah, atau belut? Jelas di pasar tradisional karena lebih lengkap. Mau cari panci, wajan, ember plastik, gelas belimbing, sepeda roda tiga, tele...
Selamat Idul Fitri 1433H Helo..! Postingan ini ditulis di Medan, karena saat ini saya ada di Medan, mudiklah ceritanya. Ini adalah hari ketiga saya di Medan, dan karena pagi ini Vay sedang pergi sebentar dengan Opungnya, emaknya jadi punya waktu sedikit untuk update blog. ...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

57 thoughts on “Ngajak Vaya Imunisasi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.