Adenomyosis

Saya Sudah Putus dengan Adenomyosis

Update terbaru: 7 Oktober 2019:

Sebagai penderita adenomyosis, tentu kita tahu betapa beratnya perjuangan menjalani penderitaan akibat sakit yang seakan tak pernah berhenti.

Saya membuat sebuah group support di Facebook agar semua perempuan penderita adenomyosis membahas hal2 private dengan lebih nyaman serta saling support. https://www.facebook.com/groups/adenowarriorID/

…..

Sesuai janji, saya akan membagi kisah saya tentang penyakit adenomyosis yang saya derita serta operasi pengangkatan yang saya lakukan April tahun 2016 ini.

Apa itu Adenomyosis

Adenomyosis adalah penyakit sejenis dengan endometriosis, yaitu bertumbuhnya jaringan endometrium ke dalam dinding otot rahim. Sebenarnya saya sudah ketahuan mengidap penyakit ini saat hamil Vay tahun 2007. Jadi saat itu ketika sedang kontrol kehamilan dan di-USG, sudah dikatakan bahwa di dalam itu ada adenomyosis. Dan ukurannya juga membesar sesuai dengan usia kehamilan. Dari 6 cm kemudian jadi 12 cm ketika perut semakin besar.

Ketika itu, sebagai pasien yang tak begitu paham bedanya adenomyosis dan mioma, saat operasi caesar Vay selesai dilakukan di Maret 2008, saya bertanya pada DSOG saya, “Apakah miom saya sudah sekalian diangkat Dok?” Namun dokter bilang dia tidak berani angkat karena takut pendarahan. Saya pun bingung, kenapa takut pendarahan? Bukankah biasanya ibu yang melahirkan caesar juga sekalian dibersihkan miomnya? Saya sempat kesal karena dokter kok tidak sekalian saja sih? Kenapa miom penyebab nyeri selama hamil itu dibiarkan?

Berikut perbandingan antara rahim normal dengan rahim yang ada adenomyosis untuk referensi. 

 

adenomyosis vs normal uterus

Image Credit: Mayo Foundation for Medical Education and Research

Gejala Adenomyosis

Namun beberapa tahun kemudian ketika saya selalu merasakan nyeri luar biasa setiap bulan, dan saya mulai visit ke DSOG lagi intens mencari tahu sumber nyeri tersebut, dan saya baru yakin benar bahwa di dalam rahim ada adenomyosis. Besarnya 6 cm. Adenomyosis inilah yang menjadi sumber mimpi buruk itu. Momok menunggu tanggalan tiba.

Bagaimana gak mimpi buruk, bila saya bahkan bisa mengingat setiap momen kesakitan luar biasa itu. Pernah liburan ke Singapura, saya sampai terduduk di lantai mall hampir pingsan sambil menjaga Vay agar tidak lepas dari tangan, sementara teman saya lari ke supermarket untuk membeli air mineral (Aah makasih ya Am).

Belum lagi pendarahan yang harus dialami setiap datang bulan, di mana dalam satu hari saya bisa menghabiskan satu bungkus pembalut isi 20-an (dan karena tak berani terus terang pada dokter, saya katakan hanya 12 bungkus sehari). Jalan terbungkuk-bungkuk dan tidak bisa bangun, muntah parah, dan ketakutan akan stock pain killer yang habis juga adalah mimpi buruk bagi saya. Kalau pas di kantor dan saya sudah minum pain killer sehingga reda berkurang, saya bahkan tidak berani duduk karena takut tembus. Obat pereda nyeri haid ini adalah obat yang wajib ada di dalam tas, ke mana pun pergi.

Dari beberapa konsultasi yang saya lakukan, ini memang tak bisa hilang begitu saja. Jaringan ini memang harus diangkat dengan cara operasi. Operasi laparatomi. Saat itu tahun 2010, seorang DSOG sudah menyarankan saya untuk operasi. Dari dokter itu saya tahu bahwa adenomyosis memang tak bisa diambil ketika caesar karena rahim saat itu sedang terbuka, tentu bisa pendarahan hebat. Justru harus diangkat ketika kehamilan sudah selesai. *haduhh… pusing langsung.

Dokter bilang akan memberikan saya obat (sejenis obat hormon) selama satu bulan untuk mengecilkan si adenomyosis, lalu saya bisa lanjut operasi. Saya ditunggu balik lagi sehabis lebaran. Tapi saya takut. Saya tidak berani. Langsung menghilang! Saya biarkan saja, karena saya rasa saya masih cukup kuat. Toh masih ada obat pereda nyeri yang dikasih dokter sebelumnya untuk jaga-jaga kalau nyeri haid.

Tapi, bulan demi bulan, tahun demi tahun, nyeri haidnya semakin parah. Obat nyeri haid yang biasa diminum (yang diletakkan di bawah lidah) tidak berefek lagi. Dan bukan hanya nyeri saja yang disebabkan. Karena adenomyosis ini menyebabkan pendarahan hebat setiap haid, maka saya pun selama bertahun-tahun menderita anemia kronis. Setiap kali medical checkup dan selesai cek darah pertama, dokter yang memeriksa memanggil saya dan memandang dengan sangat khawatir. Mau tahu berapa Hb saya? Enam tahun lalu cek Hemoglobin (Hb) 8, lalu tahun berikutnya 7, dua tahun kemudian hingga tahun ini (sebelum operasi) Hb saya 6. Padahal Hb wanita dewasa seharusnya minimal di angka 12. Bila sudah di angka 5, dokter menyarankan untuk langsung ke RS, transfusi darah. Hb yang sangat rendah menyebabkan penderita bisa sewaktu-waktu pingsan tak sadarkan diri. Dengan kondisi Hb yang rendah selama ini, saya sering mengalami pusing ketika berdiri tiba-tiba, dan jantung berdebar cepat ketika hanya berjalan cepat beberapa saat. Dokter heran kenapa saya bisa bertahun-tahun tahan, dan tidak ada masalah sementara saya setiap hari menyetir.

Pain killer adalah andalan saya untuk menghilangkan sakit. Ini sebenarnya obat keras yang hanya boleh diminum maksimal 1x sehari. Dan seperti layaknya pain killer, harus diminum sebelum sakit, karena kalau diminum saat sudah sakit, tidak terlalu berpengaruh. Tapi kita kan tidak tahu kapan sakitnya datang, toh? Saat mulai ada tanda-tanda, saya minum satu. Bertahan 8 jam, tapi kemudian nyerinya muncul lagi, dan lebih hebat karena ini sudah fase puncak nyerinya. Jadi tidak mungkin kan saya hanya minum satu saja dalam sehari? Tebak saja dalam hati masing-masing berapa yang harus saya minum.

Obat andalan lainnya adalah jenis yang dimasukkan dari belakang (sup). Obat ini susah didapatkan, dan saya pastikan ada stock di kulkas agar gak kehabisan seperti pernah dialami sebelumnya.

Kapan harus ke Dokter

Pada akhirnya saya tak tahan juga, dan mulai berpikir bahwa sudah saatnya saya membuang sumber penyakit ini. Sadar betul, perempuan sangat rentan terkena penyakit organ reproduksi, dan ketakutan ini juga mendera pikiran saya selama bertahun-tahun. Bagaimana kalau dibiarkan malah nanti melebar kemana-mana. Belum lagi efek dari terlalu banyak mengkonsumsi pain killer yang di kemudian hari bisa menyerang jantung.

Februari lalu saya mulai memantapkan diri saya. Saya memulai dengan visit DSOG saya yang dulu menangani operasi caesar lahiran Vay – dr. Rizka SpOg di RSIA Bunda – untuk konsultasi. Mungkin pada tanya, kenapa saya tidak cari dokter lain saja. Saya memang hanya mengunjungi dua DSOG lain terkait penyakit ini dalam lima tahun terakhir, dan saya baru visit lagi DSOG saya ini setelah tiga empat tahun terakhir. Tapi saya pikir, riwayatnya sudah ada di buku berobat saya, jadi lebih baik saya bongkar ingatan DSOG saya yang lama daripada membiarkan dokter baru mengulang lagi dari awal.

Saat konsultasi, dilakukan USG dan ternyata ukuran adenomyosisnya sudah 10 cm. Membesar. Pantas saja kalau haid sakit sekali, begitu kata dokter. Dokter memberi tahu bahwa ada dua tindakan yang bisa saya pilih untuk operasi pengangkatan adenomyosis ini. Yang pertama adalah pengangkatan seluruh rahim, dan yang kedua adalah tindakan reseksi dinding rahim. Untuk yang terakhir ini, tindakannya adalah mengikis jaringan dari dinding rahim. Kelebihan dari tindakan reseksi ini adalah selain rahim masih ada, juga kondisinya nanti rahim jadi sehat kembali sehingga masih bisa terjadi kehamilan. Saya pun memilih reseksi, karena sejujurnya mendengar rahim diangkat itu rasanya mengerikan.

Saya banyak bertanya mengenai proses operasi nanti. Dalam operasi ini, pasien akan dibius sebagian saja, yaitu dari pinggang ke bawah. Namun biasanya pasien akan tidur nyaman selama operasi, dikasih suntikan biar bisa tidur, demikian kata dokter.

Saatnya Tindakan Reseksi Rahim Dilakukan

Ada empat fase yang akan saya ceritakan di sini, mulai dari persiapan, masuk rumah sakit, operasi, dan setelah operasi.

1. Fase Persiapan

Sebelum menentukan tanggal operasi, saya masih harus ketemu lagi dengan dokter untuk mengecek kondisi Hb. Saat konsultasi pertama itu saya sudah dibekali dengan obat untuk mengurangi volume darah haid, juga vitamin penambah darah yang wajib diminum dua kali sehari.

Saya sudah dibekali juga dengan surat pengantar untuk operasi, yang bisa saya serahkan ke bagian pendaftaran di bawah. Tapi ya, meski surat pengantar sudah di tangan, saya sempat ragu juga kemarin itu (tetep ya!). Namun setelah mikir lagi mau bertahan dengan sakit ini sampai kapan, akhirnya saya mantap untuk melakukan operasi. Keluarga juga mendukung keputusan ini.

Karena ini operasi besar, saya tahu pasti nanti butuh pemeriksaan ini itu. Jadi sebelum saya konsultasi ke dokter, sebelumnya saya sudah melakukan medical checkup menyeluruh, sehingga dokter sudah bisa langsung melihat hasil pemeriksaan darah secara menyeluruh, termasuk hasil pap smear, sampai foto torax.

Saat itu saya sudah putuskan akan operasi segera di April, menghitung waktu yang tepat setelah masa period lewat. Saya cukup membawa surat pengantar operasi ke bagian pendaftaran, dan sudah ada account yang akan menghubungi dr. Rizka Spog juga dokter anestesi untuk booking waktu. Sementara itu saya sudah mengirim pesan via WA juga ke dokter memberitahukan tanggal yang saya minta.

Dua minggu setelah minum vitamin saya cek darah lagi, tapi Hb tidak bergerak. Tetap 6,6. Dengan hasil cek darah pertama terakhir plus hasil medichal checkup, saya ke RSIA Bunda untuk jadwal bertemu dokter anestesi. Dokter perempuan, dan sangat hangat. Beliau bisa melihat kecemasan saya soal operasi ini, tapi katanya yang penting Hb saya harus normal, kalau tidak dia tidak mau melakukan anestesi. Foto torax saya dilihat dulu, untuk memastikan bahwa saya aman untuk dilakukan tindakan anestesi. Lalu pesannya, beberapa hari sebelum operasi saya harus cek Hb lagi.

2. Masuk RS

Hari-hari menunggu hari H untuk operasi rasanya luar biasa stress. Menurut jadwal, operasi akan dilakukan hari Senin 11 April, dan oleh dokter saya harus masuk rumah sakit itu Sabtu, tanggal 9 April, karena menurut beliau kemungkinan besar saya harus transfusi darah mengingat Hb susah naik meski sudah minum penambah darah.

Dan benar saja, hari Kamis sebelum operasi saya sudah periksa darah lagi dan Hb masih tetap di angka 6. Dan yang bikin stress lagi adalah, mendadak saya haid lagi padahal baru dua minggu dari period terakhir. Dan volumenya pun banyak. Ya ampunnn! Diam-diam saya sudah minum pain killer lagi, sebagai pencegahan sakit.

Saya kirim pesan via WA ke dr. Rizka pas hari Jumat malam, bertanya apakah saya akan tetap operasi atau mau ditunda saja sampai haid berhenti. Dalam hati sih berharap operasi ditunda, karena kegalauan mulai melanda lagi.

Kata dokter, gpp tetap operasi. Nanti bisa dikasih obat untuk menghentikan darah. Dalam hati saya gak percaya sih, karena berdasarkan pengalaman, setiap kali saya dikasih obat hormon yang ada malah tambah berantakan. Sebab setiap tubuh punya reaksi berbeda terhadap hormon dan obat, dan saya tahu tubuh saya kalau dikasih hormon malah berantakan.

SABTU 9 APRIL

Dengan membawa koper berisi pakaian ganti, saya sudah tiba di RSIA Bunda. Seperti biasa, sendirian. Tak apalah, tak usah mengeluh. Bersyukur bisa lakukan semua sendiri, daripada tergantung sama orang. Untung ada vallet, jadi tinggal diparkirkan dan mereka antar kuncinya ke kamar.

Sempat merepet juga di bagian pendaftaran, karena katanya kamar yang saya pesan penuh. Kok ya bisa penuh, kan sudah booking dari sebulan lalu dan sudah make sure beberapa hari sebelumnya juga. Lalu saya disuruh upgrade ke kamar yang lebih mahal. Saya bilang begini ke petugasnya, “Mbak, kalau saya mau melahirkan, gpp saya upgrade kamar, di kamar nanti ada baby ada keluarga. Ini saya cuma mau laparatomi, untuk apa kamar sebesar itu?” *Emosi awak, kan.

Setelah menunggu satu setengah jam baru akhirnya kamar yang sesuai dengan plafon saya ready. Saya masuk ke kamar, dan tidur-tiduran bengong nunggu suster. Suster yang pertama datang adalah suster jaga, untuk registrasi data pasien. Selanjutnya hanya aplusan biasa.

Menjelang sore saya mulai uring-uringan. Saya tanya ke suster, ini kapan saya mau ditransfusi, karena saya kan harus kejar Hb normal dulu. Suster bilang masih tunggu arahan dokter. Namun sore itu mereka mulai ambil darah saya, untuk permintaan darah ke PMI.

Menjelang maghrib, saya mulai dipasangkan infus, untuk nanti sekalian masukkan transfusi darah. Seumur-umur baru kali ini saya harus masuk RS dan diinfus, sekalinya diinfus, transfusi darah pula. Sebelum transfusi dilakukan, ada obat yang dimasukkan dulu via lubang infus di tangan, dan rasanya perih sekali, sampai saya harus meringis berkali-kali, padahal saya bukan orang yang takut dengan jarum suntik. Untung saja kemudian ada satu orang suster yang sangat perhatian (suster cantik itu sedang hamil), dia menyuntik obat pelan-pelan sekali, sambil tangan saya diurut-urut. Aah makasih ya Sus.

Baru akhirnya  jam 7 malam, satu kantong darah tiba. Bagaimana rasanya ditransfusi darah? Pertama masuk, perih bukan main. Vay sampai meneteskan air mata di sudut sana ketika melihat ekspresi maminya yang meringis. Duh kasihan saya, melihat anak sampai sedih begitu. Tapi ketika sudah selesai dan melihat saya tersenyum, kesedihannya pun hilang. Langsung datang memeluk maminya.

MINGGU 10 APRIL

Dari Sabtu malam sampai Minggu pagi, saya sudah transfusi empat kantong darah A. Setiap kali ganti kantong, diganti dengan cairan biasa dulu agar tidak terjadi penggumpalan darah.

Namun empat kantong itu secara total hanya sekitar 900 ml, dan ketika cek Hb lagi memang sudah naik tapi masih kurang. Karena tidak ada kantong tambahan lagi, maka untuk mendongkrak Hb, saya disuntikkan sebuah cairan (saya lupa apa namanya).

Hari Minggu itu Vay tidak ikut menginap di RS. Biarkan dia pulang dulu, hari Senin kan sekolah, dan supaya dia tidak trauma kalau melihat ibunya masuk ruang operasi. Rencananya akan datang setelah operasi selesai.

Setelah transfusi darah empat kantong, saya bisa melihat perubahan di tubuh saya. Telapak tangan yang biasanya putih pucat, sekarang memerah. Bahkan daging di bawah kuku sampai kelihatan. Kulit wajah juga memerah. Ternyata seperti ini ya rasanya kalau Hb normal. Luar biasa, selama bertahun-tahun menjalani kepucatan, baru kali ini rasanya segar banget. **seperti vampirelah, kalau habis makan darah…

Selama menunggu hari operasi, dr. Rizka datang visit melihat kondisi. Meski datangnya tengah malam karena menunggu selesai praktek. Dokter lihat saya masih haid juga meski sudah minum obat, tapi katanya tidak apa-apa.

Jam 8 malam, saya dikabari bahwa operasi yang seyogyanya Senin jam 2 siang dimajukan jadi Senin jam 10 pagi. Dokter Rizka bilang mumpung Hb lagi tinggi lebih baik cepat dilakukan operasi, takutnya kalau nunggu nanti turun lagi. Saat itu Hb sudah di angka 11 koma sekian, sudah bisa operasi. Whattt?? Apa??? Operasi dimajukannn???

Dan saya pun tenggelam dalam stress memikirkan jam operasi yang dimajukan. Malam itu saya sudah harus puasa, tidak makan minum sama sekali.

3. Hari H: Operasi Reseksi

Saya tak ingat apakah malamnya saya bermimpi atau tidak memikirkan hari operasi. Senin pagi, jam tujuh saya sudah bangun dan mandi, bersiap memakai kimono yang diberikan RS. Haid belum berhenti juga, ya sudahlah biarkan saja.

Jam sembilan pas saya dijemput suster, dibawa pakai kursi roda ke bawah. Ayah dan Opung Boru Vay menemani saya sampai pintu kamar operasi. Saya memandang sekeliling, berusaha mengenali apakah ini ruangan tempat saya dulu caesar. Dr. Rizka lewat dan melambai, meminta saya menunggu giliran, jam 10. Suster kepala menghampiri dan memasang infus baru di tangan kanan. Ah, ajaib. Ini baru namanya suster berpengalaman. Sseetttt…. pasang infusnya mantap, sama sekali tak sakit.

Saya pun menunggu dengan deg-degan, sama deg-degannya kali ya dengan para calon ibu di kanan kiri saya yang sedang menunggu giliran operasi caesar. Kanan kiri saya perut besar semua sementara perut saya kempes. Seorang ibu Arab yang sedang menunggui anaknya giliran caesar bertanya saya mau operasi apa. Aah, ibu yang baik, dia mendoakan operasi saya lancar dan selamat. Saya di situ melihat mulai dari anaknya dibawa masuk untuk operasi (sambil mengusap air mata di wajahnya dengan kerudung) dan dua puluh menit kemudian cucunya dibawa keluar dan beliau memanggil-manggil cucunya agar bersuara. Alhamdulillah, selalu rasanya terharu melihat momen-momen seperti itu.

Ini adalah menit-menit saya berdebar tiada henti. Kalau dulu saya operasi caesar, menurut saya tidak terlalu mengerikan karena hanya dua puluh menit paling lama.

Jadi kalau ada yang bilang, ini sama kayak operasi caesar lalu merasa itu sudah paling menegangkan, please: JANGAN! Jelas tidak sama. Kalau belum pernah mengalami, jangan merasa paling tahu deh! (Jadi emosi kan….)

Operasi laparatomi untuk tindakan reseksi ini akan berjalan kurang lebih dua jam. Saya sungguh tak punya bayangan apa yang akan terjadi di dalam. Apa yang akan mereka lakukan saat membelah perut ini. Bayangan-bayangan itu sungguh menghantui. Dalam hati saya terus berdoa, memohon kelancaran operasi.

Jam 10 kurang lima belas menit, suster kepala dan seorang suster dari kamar operasi keluar. Mereka langsung menghampiri brankar, dan membawa saya ke dalam. Ternyata dokter sudah di dalam, entah masuk dari mana tadi saya gak lihat. Saya lihat dokter anestesinya beda, bukan dokter yang sebelumnya. Jadi karena jam operasi berubah mendadak mengikuti dokter kebidanan, maka pasien hanya bisa menerima siapa dokter anestesi yang bertugas saat itu di ruang operasi. Dokter laki-laki dengan mantrinya yang juga laki-laki. Karena pada dasarnya saya tidak suka dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang disepakati di depan, saya agak mendumel dalam hati. Gak tenang karena merasa gak kenal dengan dokter anestesinya. Takut karena bukan dokter ini yang memeriksa saya saat konsultasi. Tapi kemudian ya pasrah saja ya, serahkan saja pada ahlinya. Bismillah saja.

“Suster, ini dingin sekali.” Rasa dingin mulai terasa menembus kulit.

“Nanti di meja operasi jadi hangat kok,” jawab susternya. Lalu saya dipindahkan dari brankar ke atas meja operasi. Saya melihat sekeliling, hei ini persis seperti di film-film. Alas tidur berpori, lalu lampu sorot di atas yang sangat terang. Saya sedikit merasa malu karena masih haid.

Di kepala saya berkecamuk semua pikiran akan seperti apa nanti operasinya, apakah selama dua jam saya pasti tertidur seperti kata dokter, berapa lama saya baru jatuh tertidur seperti kata dokter, dsb dsb.

Dokter anestesi datang dan menyapa. Lalu badan saya ditekuk. Saya diminta untuk tidak menggerakkan kaki dulu, sampai dokter selesai melakukan suntikan di punggung. Badan saya mulai gemetar karena menggigil dengan suhu ruangan. Kulit saya memang tidak tahan dingin, dan ketika saya dibaringkan, tangan saya mulai bergetar hebat. Baru kali itu saya merasa kehilangan kontrol atas tubuh ini. Kedua tangan menggelepar, kaki tak bisa digerakkan.

“Dok, saya kedinginan.”

“Ibu menggigil, ya?” Tanya dokter anestesi.

“Iya.” Sambil menjawab dengan suara bergetar, mata saya mengawasi dokter anestesi dan mantrinya. Mereka bergerak sangat cepat. Kedua lengan saya dibentangkan ke kanan-kiri (dalam hati saya mikir: “Wah gua mo diikat nih ya, biar tangan gak menggapai-gapai saat operasi…?”) dan ketika mantrinya terlihat mulai mengikat pergelangan tangan saya yang gemeteran hebat, saya lihat dokter menyuntikkan sesuatu di situ.

Dan gelap. Blek. *Aaaaahhh! Saya terjebaaak…!!


 

“Ayo, Bu. Kita pindah. Sudah selesai ya.” Itu suara yang pertama saya dengar ketika saya membuka mata. Saya bingung, pindah kemana? Perasaan tadi baru suntik bius, kok sudah selesai? Kenapa saya tidak ada mimpi apa-apa selama operasi tadi?

Ah. Ternyata memang operasinya sudah selesai. Berarti tadi itu saya disuntikkan bius untuk menghilangkan kesadaran. Kayak di film-film ya, sekali lagi. Benar-benar tidak ingat apa-apa. Karena ketika saya sadar, saya pikir justru operasi baru akan dimulai.

Badan saya ditutupi oleh selimut berbentuk gelembung yang menyalurkan panas ke tubuh. Dibawa ke ruang pemulihan dulu, tidur di sana selama beberapa jam. Kemudian agak sore saya dibangunkan, oleh suster saya langsung diminta angkat pantat pelan-pelan pindah ke bed. Haduh kejam nih susternya. Nyeri dan nyut-nyut di perut terasa.

Sehabis operasi saya dikasih lihat dulu jaringan adenomyosis yang sudah diambil, sebelum dikirim ke lab untuk dites. Karena saya menggunakan asuransi maka jaringan harus dicek untuk mensahkan diagnosa dokter. Dan ketika hasil lab keluar, memang benar kalau jaringan itu adalah adenomyosis.

Bentuknya seperti potongan daging ayam, lemaknya. Saya tidak bisa share di sini fotonya, karena terlalu menyeramkan. Beratnya sekitar setengah kilogram. Kata dr. Rizka, jaringannya sudah keras seperti batu, sampai dia kewalahan mengirisnya. Ya Tuhan, gak kebayang bagaimana tindakan itu dilakukan di rahim ini. Awak tertidur dua jam sementara sepasang tangan memegang pisau dan gunting mengoyak-goyak area situ.

Tapi ya tentu saja saya bersyukur sekali ini operasi berjalan lancar. Alhamdulillah. Meskipun sehabis operasi saya menderita sakit kepala hebat hingga muntah-muntah, sudah ganti obat masih juga gak ngaruh. Tidak ada yang bisa dimakan, kecuali bubur sum-sum. Orang tua minta saya bertahan beberapa hari lagi di RS, tapi dokter sudah menyuruh saya pulang, supaya bisa segera latihan jalan dan beraktivitas. Menurut dokter tidak perlu lama-lama di RS karena seharusnya tidak ada masalah apa-apa lagi.

Saya paksakan pulang di hari keempat, karena saya mulai merasa kalau sakit ini sebenarnya karena masuk angin hebat sehabis operasi. Eh, ternyata feeling saya benar. Meski di tengah jalan, di dalam mobil saya muntah-muntah, tapi begitu tiba di rumah dan diurut badannya sedikit, semua sakit kepala itu lenyap. Nasi putih dan telor ceplok adalah makanan ternikmat yang pertama masuk ke badan. Alhamdulillah.

Eniwei saya sampai rumah memang harus dipijet karena badan sudah gak enak betul karena isinya angin semua. Tapi pijetnya posisi menyamping, dengan sangat menjaga bekas operasi.

Saatnya Beraktivitas Setelah Operasi Reseksi

Aktivitas langsung berjalan biasa. Dua hari kemudian sudah masuk kantor, tapi masih jalan pelan-pelan dan belum bisa angkat beban berat-berat. Pakai baju juga yang longgar semua. Jeans disingkirkan. Mau buka pintu kantor yang berat juga minta tolong security. Fyi, pintu kantor di tiap lantai memang hanya bisa dibuka dengan id card dan pintunya berat. Beruntunglah saya bisa kerja di lantai para direktur (meskipun tetap nobody), di lantai 9 jadi di depan pintu selalu ada security yang berjaga.

Meski beberapa teman bilang sebaiknya saya istirahat dulu di rumah sampai minimal seminggu, ya saya pikir apa bedanya dengan di kantor. Kan duduk juga.

Dua minggu setelah plester jahitan dilepas, saya lihat bekas jahitannya lebih lebar ke kiri dari bekas jahitan caesar sebelumnya. Bentuk jahitannya juga lebih rapi yang sekarang. Seperti dilipat dan dilem.

Ada Gak Larangan Setelah Operasi Laparatomi?

Larangan setelah operasi laparatomi kemarin hanya tidak boleh berenang dulu selama sebulan. Kalau mau olahraga, maka yang ringan-ringan seperti jalan kaki sudah boleh dilakukan. Menyetir juga tidak ada masalah, selama naik mobil matic. Untuk yang terakhir saya bandel, baru keluar RS dua hari langsung nyetir mobil sendiri ke kantor.

Ya habis, masa saya percayakan nasib perut yang baru disayat ini pada driver taxi?! Ya cuma diri sendiri yang bisa dipercayalah. Jadi ya langsung nyetir aja. Kalau naik taxi, pasti ada saja polisi tidur dan lobang di jalan yang dihajarnya meski tak sengaja. Kan tidak mungkin ditegur terus sepanjang jalan. Daripada kita ngomelin orang (saya tahu saya orangnya emosian dan to the point kalau negur orang) dan membuat harinya jadi gak mood, lebih baik kita manage sendiri urusan kita.

Wefie pertama bersama Vay, seminggu setelah keluar dari RS.

Setelah Reseksi Adenomyosis, Masih Sakit Gak?

Delapan Bulan Setelah Operasi Pengangkatan

Pertanyaan yang saya ajukan ke dokter saat konsultasi, sepuluh hari setelah operasi adalah: “Apakah saya masih akan merasakan sakit ketika haid?”

Jawaban dokter: “Tidak akan nyeri lagi karena penyebabnya sudah diangkat.”

Kemudian saya tanya lagi, “Apakah jaringan ini masih bisa tumbuh lagi, Dok?”

Jawaban dokter, “Adenomyosis bisa saja tumbuh lagi, tapi memang tidak dalam waktu cepat, dan untuk menjaganya maka ibu  harus menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, dengan mengurangi makan makanan dengan kandungan lemak tinggi.”

Dokter juga membekali saya dengan vitamin penambah darah untuk stok dua bulan karena riwayat anemia kronis saya sebelumnya.

Berikut saya akan membagikan chart makanan yang dianjurkan dikonsumsi oleh penderita adenomyosis:

adenomyosis anti inflamatory food
Image Credit to Collectioninitial.Top

Dan, tibalah haid pertama di bulan berikutnya

Hati ini deg-degan menanti-nanti, perut sakit gak ya. Pinggang pegel-patah-patah gak ya? Dan ternyata tidak sakit sama sekali! Ya Allah, alhamdulillah! Sungguh luar biasa rasanya! Baru kali ini saya bisa melenggang di hari pertama dan kedua haid, tanpa nyeri berarti. Pegel sedikit masih ada, keram sedikit juga ada, tapi apalah artinya ini dibanding sebelum-sebelumnya. Volume darah haid yang biasanya seperti ‘berliter-liter’ itu juga otomatis berkurang. Saya juga merasa sangat bertenaga, mungkin karena saat itu Hb masih dalam kondisi normal. Jalan cepat, naik tangga, tidak langsung ngos-ngosan seperti sebelumnya. Rasanya seperti kembali muda dua puluh tahun. Serius lho!

Adenomyosis

Sekarang, delapan bulan sudah setelah pengangkatan adenomyosis. Saya bisa katakan kalau saat ini saya sudah terbebas dari nyeri itu. Semogaaaa saja untuk seterusnya ya. Tidak sakit lagi, dan tidak tumbuh lagi jaringannya. Amin.

Kalau ada yang bertanya apa penyebab adenomyosis pada diri saya ini, saya juga tidak tahu. Saya yakin pembaca bisa mendapatkan banyak informasi yang lebih akurat dari situs-situs kesehatan kenapa bisa terjadi adenomyosis, namun saya akan membantu meringkaskan sedikit. Sampai saat ini para ahli kedokteran juga belum tahu persis apa yang menyebabkan adenomyosis, namun beberapa faktor diduga menjadi penyebab, seperti: peradangan rahim ketika melahirkan, juga kelainan perkembangan jaringan endometrium ketika pertama kali rahim berkembang, dan beberapa faktor dugaan lainnya. Kalau pada case saya, adenomyosis sudah ada sejak awal kehamilan, dan alhamdulillah tidak ada masalah dengan kehamilan.

Saya yakin di luar sana pasti ada yang mengalami nasib yang sama dengan saya, mempunyai adenomyosis sehingga mengalami nyeri haid luar biasa. Mudah-mudahan sharing saya di sini bisa bermanfaat, bisa jadi insight mengenai tindakan yang akan diambil.

Biaya Operasi Reseksi Berapa ya?

Untuk biaya operasi laparatomi ini sendiri, di RSIA Bunda kemarin, angka yang tertera di resepsionis adalah Rp 40-45juta, karena tergantunga juga pada grade kamar, dan tambahan obat. Biaya operasi saya kemarin ada di angka Rp40 juta, yang langsung ditagihkan RS ke kantor, baru kelebihannya (karena ada part yang melebihi plafon grade) itu yang saya bayar.

Oh iya, banyak yang bertanya apakah adenomyosis menyebabkan susah hamil. Saya bukan orang yang secara profesi tepat untuk menjawab ini, namun kalau kita lihat faktanya bahwa adenomyosis ini berada di dalam rahim, maka kemungkinan itu memang ada. Yet, bukan berarti penderita adenomyosis tidak bisa hamil. Saya termasuk yang hamil secara normal (maksudnya begitu menikah tak lama sudah hamil) dan baru ketahuan ada adenomyosis justru ketika USG baby), dan tidak ada masalah berarti selama kehamilan (kecuali nyeri-nyeri di bawah perut saja). Jadi tetap ikhtiar ya. Jangan pernah menyerah.

Hikmah yang saya dapat dari penyakit ini adalah, jangan pernah bersahabat dengan penyakit. Entah untuk apa sakit seperti ini dipelihara, gak ada untungnya juga kan. Lebih cepat berobat dan mengambil tindakan yang diperlukan, lebih cepat pula teratasi.


Update! Baca cerita terbaru saya mengenai adenomiosis di sini ya: Hidup Dengan Adenomiosis



Salam,

– ZD –

216 Comments

  1. Adik saya, mengalami adenomyosis. Pendarahannya luar biasa dan saya pernah membawa dia ke rumah sakit dalam keadaan pendarahan yang membuat mobil penuh dengan darah dan muntah.

    Dalam setahun dia masuk RS 11 kali karena masalah ini. HB di bawah 5 itu sudah biasa karena pendarahan terjadi terus menerus.

    Sampai akhirnya, dia merelakan rahimnya yang karena masalah ini ukurannya sudah melebihi kepala bayi (saya melihatnya sendiri).

    Memang berat bagi seorang wanita, tetapi kalau itu tidak dilakukan, dia tidak punya kehidupan. Sampai sekarang, Alhamdulillah dia sehat sehat dan tidak lagi mengalami pendarahan.

    Sekedar ikut berbagi cerita saja…

  2. Rizka Amaliah

    Hai kak zizy, salam kenal dari saya lia ..saya mau sharing kak..saya juga mengalami adenomyosis uteri dan sudah operasi laparotomy reseksi adenomyosis sekitaran 3 bulan lebih, setelah pemeriksaan lebih lanjut, hasil patologi anatomi saya leomyoma uteri ..setelah 3 hari operasi, saya haid 2x dlm 1 bulan yang masing2 5-6 hari, dan saya sudah 3x terapi hormon suntikan taproz, dan di bulan Juni ini sy kontrol ke RS lagi utk melihat/evaluasi post taproz 3 seri. Selama saya terapi hormon suntikan taproz 3 seri ini saya tidak pernah haid lagi, menurut yang saya baca Krn terapi hormon tersebut menyebabkan tidak haid..mudah2an saja setelah terapi hormon ini haid saya normal kembali dan tidak sakit lagi..
    Terima kasih kak zizy ?

    • Zizy

      Hai Ka Rizka,
      Iya, benar jadi harapannya setelah terapi hormon, period normal dan bisa segera promil mumpung rahim lagi bersih. Tapi kalau sudah operasi sebenarnya sudah pasti gak ada sakit lagi, meskipun tidak terapi hormon sekalipun. Ini kata dokter saya yang kedua setelah sy Op waktu itu. Kalau sakit, berarti kurang bersih begitu katanya. Semoga aman ya.

  3. Queen

    Halo ka zizi, ?.kak mau tanya2 dikit donk. dlu waktu operasi adeno,
    Klo masih ingat,habis reseksi apa kk ada lanjut terapi hormon?.lalu brp lama/tahun lg mulai kambuh dan nyeri dtg lagi kk.
    Ak benar2 ga kuat di ksh obt hormon,karna udh ada anak 1 diksh pilihan sama dktr utk reseksi/angkat rahim.
    Tq sbelumnya kk..

    • Zizy

      Halo Kak,
      Saya gak terapi hormon lagi kemarin, langsung lanjut kegiatan seperti biasa dengan menjaga makanan (memperbanyak makan telur). Untuk tumbuh lagi, di 2020 kemarin sudah tumbuh lagi adenonya karena memang kemarin kan cuma direseksi/kikis. Jadi begitu sudah tumbuh ya sudah sakit kembali.
      Kalau reseksi memang pasti akan tumbuh lagi Kak..

  4. fenny

    salam kenal mbak.saya baru baca pengalaman mbak ini.saya mau tanya mbak.beberapa hari lalu saya di diagnosa adenomyosis gejalanya sama mens spt pendaraha hebat&nyeri sampai panggul, setelah beberapa hari sebelumnya melakukan ct scan 2 kali tindakan.oleh dokter SPOG nya disarankan ada 3 solusi.pertama kontrol tiap minggu dg suntik 1 kali sebulan dg diberi obat pereda nyeri, tp masih akan tetap sakit.kedua angkat rahim,mengingat umur saya berada di usia 37 menuju 38 th saya tidak disarankan dokter untuk pengangkatan rahim.ketiga ada penyembuhan melalui kalo saya tidak salah tangkap dokter itu bilang suntik dg 1 kali sebulan, tp biayanya mahal.tidak ditanggung bpjs(saya menggunakan bpjs),setiap tindakan 1 kali tindakan sebulan 3 juta selama 6 bulan berturut-turut.total biaya 6 bln itu 18 juta.saya shock bagaimana caranya ini.perlu diketahui 11 th yg lalu saya menjalani operasi cesar dg plasenta previa anak laki-laki saya lahir prematur 7 bln.minta sarannya mbak, apa yg seharusnya saya lakukan.saya minta waktu kpd dokternya, saya ngga bisa ambil keputusan sendiri krn saya mesti rundingkan dulu dg keluarga..terima kasih.

    • Zizy

      Halo K Fenny,
      Kalau dilihat dari hasil ngobrol sama dokter, memang yang paling aman adalah yang ketiga. Ini ada dilakukan oleh penderita lainnya (yang ada di grup FB AdenoWarrior)… cuma memang mahal dan kalau tidak ditanggung bpjs jadinya berat. Opsi kedua jangan dulu.
      Opsi keempat, kalau berani, memang seperti saya, ada reseksi, jaringannya diangkat. Tapi ini juga ada risiko, apalagi K Fenny masih 37tahun. Setelah Op reseksi, dalam 4-5 tahun ada kemungkinan tumbuh lagi jaringannya (seperti saya), artinya masih lama lagi penderitaan dirimu dari usia 37th sampai jelang menopause. Kalau bisa segera hamil lagi, ini lebih baik, karena setelah itu dan sudah tidak ingin punya anak lagi, rahim bisa diangkat.
      Pilihan lain yang pernah dicoba teman2 adalah dengan KB. Ini untuk mengatur hormon dan jadi jarang haid, dengan begitu tidak akan ada rasa sakit. Beberapa ada yang berhasil dengan begini
      Apapun pilihannya, K Fenny harus yakinkan diri siap. Penyakit ini memang gak bisa selesai dengan cepat.

  5. Orwuka

    Kak update pengalaman adenonyosisnya ditahun 2023 ni kambuh lagi tdk ?

    • Zizy

      Sudah tumbuh lagi, sudah nyeri parah lagi…. 🙂 Jadi sekarang saya lagi nunggu-nunggu cepat meno….

  6. Endang lestari

    Saat ini sy d diaknosa adenomyosis,,, saat ini sedang teraphy hormon,,, apakah bs hilang dengan tanpa operasi kak?
    Baru 2 bln ini haid rs sakitnya luar biasa
    Sungguh sangat trauma

    Butuh info dan suport dr kakak

    Makasih

    • Zizy

      Beberapa teman pernah sharing, bhw setelah mereka coba terapi hormon atau juga jaga pola makan, adenonya hilang atau minimal mengecil. Tapi kalau di saya sih so far belum berhasil klo hanya dgn pola makan, karena bentuk tumornya ini sudah besar dan menempel. Ibaratnya klo daging tumbuh, harus dipotong br bersih, begitu kan. Bisa coba diet yg sehat dan teratur terapi hormon ya Kak.

  7. Ineshita Bella

    Hi mba Zhe..salam kenal..saya baru saja di diagnosa adenomiosis hari ini 7 january 2021, ukuran nya sudah 4 cm, 2 bulan terakhir ini menstruasi saya amat sangat menyiksa, saya sudah minum dulcofenac, mefinal,sampai obat yang di masukan ke anus untuk menghilangkan rasa sakit.. dokter sudah menyarankan untuk operasi pengangkatan..tapi saya masih takut. saya sudah menikah, tapi belum memiliki anak..

    • Zizy Dmk

      Hai Mbak… salam kenal.
      Kalau belum berani sih ya sebaiknya pakai pendekatan treatment saja Mbak, ya memang satu-satunya solusi adalah dikikis adeno-nya atau diangkat rahimnya sekalian.

  8. Nita

    assalamu’alaikum mba zizy..
    saya didiagnosa ngidap adenomiosis.. terinspirasi sekali sama cerita mba zizy,, saya nikah 2thn dan b di neri keturunan,,
    yg saya mau tanyakan,, untuk operasi itu apakah bisa memakai bpjs mb? krna sya tersiksa sekali dengan penykit ini.. terima kasih mba

    • Zizy Dmk

      Wa’alaikum salam. Hai Mbak kemarin saya pakai asuransi dari kantor.
      Tapi setahu saja beberapa RS juga menerima operasi dengan BPJS. Mbak bisa join di FB Group, di sana banyak juga penderita adeno yang sudah pernah operasi pakai bpjs.

  9. Herri Ferdian

    Mbak Zizy, apakah setelah operasi adenomiosis pada tahun 2016, nyeri saat haid, waktu yg panjang saat haid dan anemia sekarang tahun 2020 sudah tidak ada lagi?

  10. mery

    trima kasih atas sharingnya mbak ZiZY

    saya menderita adenomiosis selama 1 tahun
    -Saya mengalami nyeri hebat sejak hari pertama mens ( biasanya hingga 12 hari ke depan)
    -nyeri paling parah saat pagi- sore, biasanya malam sudah enakkan
    selama ini saya juga tidak sering minum obat nyeri ( khawatir badan jadi kebal, efek samping dll)
    – belakangan saya nyeri hingga muntah2

    pertanyaan saya ,
    1) apakah ada efek samping secara hormon setelah operasi pemotongan rahim ?
    2) usia mbak ZiZy berapa pada saat operasi tersebut ?
    3) apakah ada efek samping kalo rahim diangkat semua ?

    thx before mbak ZiZY

    • Zizy Dmk

      Hai Mbak Mery,
      Saya jawab ya.
      – Efek samping ke diri saya sih tidak ada, semua normal seperti biasa, alias tidak ada perubahan apa2, semua smooth
      – Operasi itu saat usia saya 40 tahun 3 bulan
      – Kalau efek samping rahim diangkat semua saya belum bisa menjawab Mbak, karena kemarin Op saya itu hanya reseksi saja, rahimnya dikikis.

  11. Iceu

    Alhamdulillah kisah mba jadi inspirasi dan semangat buat saya. Saya jg menderita adenomyosis. Insha alloh semoga kisah mba ini adalah jalan yg ditunjukan olehNya untuk saya. Bln juli 2020 uk adenomyosis sy 6×5 cm dr yg sebelumnya 7×5 cm. Dan sy takut sekali karena dokter lsg menyarankan pengangkatan rahim.
    Anak sy baru 1 dan sy msh ingin nambah lagi (insha alloh semoga alloh berkenan). Sy akan cb ke dokter lain utk mendapatkan solusi lainnya.
    Semoga mba selalu sehat…
    Terima kasih banyak?

    • Zizy Dmk

      Amin…. sama2 Mbak Iceu….semoga Mbak juga sehat selalu yaa..

  12. Nova

    Salam kenal..
    Sy jg mbak adenomiosis september 2019 haid luar biasa byk,nyeri hebat sampai panggul,
    Usg penebalan dinding rahim,terapi obat hormon,dan obat mengurangi rasa nyeri,bolak balik rs konsul tiap bulan,rasa nyeri hebat dialami siklus haid 1 bln haid ,berhenti 1minggu ,haid lg,dan kondisi obat habis haid lg,dan terakhir obat hormon pun tdk mampu lg untuk stop kan haid.
    Sy disarankan operasi april 2020 krn kondisi covid sy memilih minum obat yg sebenarnya tdk mempan lg dg obat sampai 23 juni 2020 akhirnya masuk igd rs x dipekanbaru dirawat transfusi darah dg hb 8 dan tindakan curret dibiopsi memastikan diagnosa adenomiosis.
    Sy operasi histerektomi tgl 14 juli 2020,sy berani histerektomi anak sudah 3 ,dan single parent,suami meninggal 2014 .sy konsol sm dr.spog KFM ,yg mn beliau senior patologi kandungan..
    Tdk mudah ambil keputusan histerektomi,demi anak-anak sy ambil keputusan yg berat ini..krn wkt sy kerja kantoran,bolak balik rs,urus anak2 semua dilakukan sendiri.
    Alhamdulillah skrg masa pemulihan..

    • Zizy Dmk

      Halo Mbak,
      Alhamdulillah semoga pemulihannya cepat kembali normal ya. Memang kalau sudah tidak mau menambah anak, sudah paling tepat memang histerektomi, karena terus2an minum obat hormon pun sampai kapan, tidak akan menyelesaikan masalah, hanya memperlambat saja.

  13. Meta

    Hallo semua,
    Saya sudah operasi osada di bulan Agustus 2018. Tapi hari ini tanggal 7 Agustus 2020, setiap mens hari pertama dan kedua, sakit lagi di perut bagian bawah sampai pangkal paha. Rasa sakitnya sama seperti sebelum dioperasi 🙁

    • Zizy Dmk

      Mungkin sudah kembali tumbuh Mbak, seperti saya sekarang sudah 4 tahun, sudah sakit lagi..

  14. Sella

    Hallo mba zizi, perknalkan saya sella… tahun 2019 saya operasi miom… hb saya drop sampai 2… setelah operasi Alhamdulillah saya ketemu jodoh & menikah bulan desember 2019.. bln feb hb saya rendah lagi & usg ternyata ada adenomiosis.. shock lah saya penyakit ap lagi ya allah? akhirnya saya ke dokter dibandung konsul2 minum terapi hormon.. Alhamdulillah adenomiosis nya berkurang… tp ada gumpalan darah… harus di kuret & 2 minggu kemudian ketauan itu polyp… setelah dikuret & dtg waktu haid… luar biasa hampir 20 hari darah keluar terus2an smp telfon dokter diksh resep stop pendarahan…. skrg msh keluar darahnya… skrg saya dijkt & beranikan diri ke dokter yg menangani saya operasi 2019 itu… dia blg rahim saya ada pembengkakan… dan dia blg mau operasi dijakarta/bandung… kt dia operasinya reseksi adenomiosis (osada tevhnic) adenomiosis uteri… setelah 3 blm langsung promil… saya bingung mba gmn untuk ambil tindakanmya… ? insyaallah minggu dpn mau konsul kedokter dibandung.. smg gk disrh operasi? mba tlg accpt saya digroup yaa… smg kita dikasih kesehatan?

  15. emili

    Saya juga pernah operasi ini, tapi beberapa bulan kemudian sakit lagi walaupun ndak sesakit sebelum operasi, volume banyak dan durasi lama, haidnya juga kadang sebulan dua kali walaupun yang kedua ndak sehebat yang pertama. saya pikir karena usia saya sudah 45 lebih saya tahan saja sampai menopause.

    • Zizy Dmk

      Halo Mbak, wah kok baru beberapa bulan operasi sudah sakit lagi ya.
      Tapi saya juga punya pikiran yang sama, nunggu menopause saja deh… ditahan2nin aja dulu.

  16. FIKA

    Hai mbak…
    Setelah operasi tsb apa masih ada kemungkina memiliki anak?

    • Zizy

      Kalau berdasarkan medis, memang masih bisa memiliki anak, karena rahim sudah dalam kondisi bersih. Tapi tentu ada faktor lain yg mempengaruhi juga ya Mbak, karena adeno bukan 1-1nya penyebab susah punya anak.

  17. Dhita Retno

    Terima kasih mbak atas sharing nya yg bagi saya amat sangat bermanfaat karna saya juga adenomiosis sejak 2019 sampai sekarang dan sekarang saya masih pengobatan dengan KB. Semoga kita selalu sehat..Amin ya Rabb, doakan semoga program hamil saya juga berhasil…Aminnn ya Rabb

  18. Novie

    thx atas sharing nya mbak..
    diriku juga adenomyosis..
    memang seperti yg mbak tuliskan.. nyeri hebat luar biasa..
    setiap hari minum anti nyeri..
    bahkan ketika lg ndak haid..
    diriku udah pernah laparoskopi thn 2015 (pas masih perawan)..
    sekarang udah 1th nikah..
    muncul lg adenomyosis nya..
    saat ini lg di RS mau program laparoskopi lagi..
    semoga dimudahkan..
    dan bisa segera program hamil..
    doanya ya mbak…

  19. Suzan

    Hi mba Zizy, Salam Kenal. Saya Susan. Mba, selain nyeri hebat & volume yg banyak saat haid adakah gejala lain yg mba rasakan? 4 bln terakhir ini sy merasakan nyeri haid yg makin parah, nyeri saat akan BAB & durasi haid yg di luar biasanya sampai 2 minggu lebih. Say sdh bbrp control dokter & sampai saat ini belum di temukan penyebabnya. Saya curiga apakah ini gejala adenomyosis?
    Saya sdh apply utk join di Group FB, mohon di approve. Trimakasih Banyak.

    • Zizy

      Mbak Suzan ini kemarin komen masuk ke Spam. Sekarang sudah join kan?

  20. Reni

    Halo mba…skrg sy lg dirawat di rumkit krn nyeri haid yg hebat spt yg dialami mba dan hasil usg sy juga ada adeno dan usia sy sdh 49 thn jadi di sarankan utk sklian diangkat rahimnya….duuuh binguuung?

    • Zizy

      Mbak Reni,
      Pikir2 dulu sih yaaa… tenangkan hati dan pikiran baru ambil keputusan. 🙂 Kalau memang itu yg terbaik, maka harus diputuskan matang2.

  21. Rury

    Boleh bagi no wa kah mba saya penderita adeno 10 th saya rasakan bingung mau tindakan apasesang saya jg belum punya baby

  22. Ruri

    Hai mba salam kenal saya ruri dan sayajg adenomiosis…dan baru ketauan itu adeno sekitar 2018 akhir sebelumnya keluhan saya nyeri haid yg alhamdulillah luar biasa…klo datang bulan bagi saya seperti mimpi buruk…ini saya alami sekitar 2016 dan semkin parah th 2017 akhir klo haid sya ga bsa ke ktr karena haidnya banyak bgt… dan sya bener2 dtempat tdur…th ini 2020 dokter memutuskan utk angkat rahim krn adeno nyo udh nyebar banyak dtambah mioma 5 cm tp saya ga punya nyali buat operasi rasa ketakutan begitu besar…

  23. Maya

    Halo mba Zizy, mau bertanya mengenai adeno krn sy sdh operasi laparoskopi di thn 2017 tapi skrg adeno nya msh Ada yg ktnya ini tdk bisa hilang semua. Setahun belakangan stiap dtg Bulan sakit yg luar biasa lg. Sy merasa jadi susah mpunyai keturunan stlh 14 thn menikah, sdh 2x gagal bayi tabung. Apakah adeno ini bisa hilang apabila sy operasi lg krn sy sgt bharap dtg Bulan tdk sakit lg dan bhrp bisa hamil dgn umur sy yg sdh 41th? Mksh mba

  24. Ridha

    Halo mba zizy, saya juga di diagnosa kena adeno . Tapi saya baru nikah dan pengen punya anak ? Apakah penyakit adeno akan sulit punya anak ya mba?

    • Zizy

      Halo Mbak Ridha,
      Kalau yg saya baca, adeno tidak terlalu berpengaruh pada kesulitan punya anak. Karena saya punya adeno saat hamil, dan beberapa teman penderita juga tetap bisa hamil normal meski ada adeno. Sebaiknay tetap konsul dulu ke dokter ya Mbak.

  25. Putri

    Mbak Zizy, sy mau join fb nya.. Sudah jawab semua pertanyaan tp blm ada konfirmasi ?

  26. Prili

    Hallo mba Zizy..
    Sebelumnya saya ucapkan selamat atas ‘putus hubungan’nya mba Zizy sm Adenomyosis..
    Hari ini sy baru tau ada Adeno dibadan saya, sungguh kaget gak nyangka. Hari ini masuk ovulasi saya, bukan haid padahal. Justru di ovulasi nyeri hebatnya terasa bukan seperti mba Zizy yg sakit saat haid. Semoga saya bisa cepat hamil, mohon doanya ? pertanyaannya apa ada pengaruh nyetir mobil dg Adeno??

    • Zizy

      Halo Mbak,
      Kalau masa ovulasi, saya ada sakitnya nyut-nyut kayak ditusuk begitu. Lalu setelah dipijet2 agak lama baru berkurang.
      Oh, sebenarnya pengaruh menyetir dengan adeno adalah karena penderita adeno kan HB-nya rendah. Seperti saya kemarin HB sampai 6. Dalam banyak kasus, HB rendah bisa bikin orang pingsan begitu saja.

  27. Tania

    Halo mbak zizy senang bisa menemukan blog mbak, st di vonis adenomyosis 4 cm dan dokter minta angkat rahim speechless, aku mau join group FB mhn diterima ya mbak mlsh banyak

    • Zizy

      Halo Tania, oke yaa… di grup FB jangan lupa dijawab semua pertanyaannya. Ditunggu yaa 🙂

  28. Yorie

    Hallo mbak Zizi, saya mau tanya, apakah operasi pengikisan itu namanya operasi Osada? Soalnya saya berobat sama dokter Tono juga dianjurkan laparotomi Osada karena saya punya Endo dan adeno

  29. Yuniarti

    Hallo .makasih banyak sudah share pengalamannya. Maaf mau tanya dokter yang mengobati mbak atas nama siapa ya? Dan nomor telpnya?. Saya juga mengalami masalah yang sama. Cuma dokter saya menyarankan harus diangkat rahimnya sedangkan saya masih mau punya anak. Beliau tidak menyarankan untuk pengikisian. Makasih

    • Zizy

      Halo,
      Di postingan sudah ada nama dokternya, dengan dr Rizka Yurianda di RSIA Bunda. Silakan telepon langsung ke RS saja Mbak, untuk temu janji, karena saya tidak bisa share nomor pribadi dokter. Semoga membantu.

  30. Nia

    Hai Mbak, aku uda join grup FB nya, tapi masih nunggu approval, aku juga dapet diagnosa adeno (plus ada kista) dan solusi dokter adalah pengangkatan rahim, karena adeno ini cenderung timbul lagi setelah 1-2thn pengikisan, jadi pengikisan itu semacam solusi sementara yang pada akhirnya memang harus angkat rahim, mohon share apakah dokter Mbak info bahwa pengikisan ini hanya bertahan sementara dan pasti timbul lagi? Masih nyari2 juga dokter yang rekomen untuk ops kista nya sekalian tindakan buat si adeno ini.

    • Zizy

      Mbak Nia, join FB sudah centang semua pertanyaan kan? FB an siapa Mbak nanti sy cek.

      Iya dokter saya juga bilang 2-3thn bisa tumbuh lagi, apalagi klo tidak ada diet makanan dan gaya hidup sehat.

  31. Disya

    Halo mba zizy. Thanks for ur sharing ttg penyakit ini. Saat ini saya usg trnyata hamil skitr 5-6weeks Dan trnyata dgn usg transvaginal dokter nemuin adenomyosis dlm Rahim saya. Saya hamil dalam umur 3thn pernikahan, dan stelah didiagnosa hamil saya hrs menerima kenyataan trnyata Rahim Ada adenomyosis.yg mau aku tanyain, Apa kah Ada kendala mba zizy ketika hamil dgn permasalahan adenomysis ini? Apa kehamilan bs survive?

    • Zizy

      Halo Mbak Disya :),

      Saat saya hamil waktu itu, ada polip juga di dalam saat trimester pertama shg sering flek. Waktu usg bulan ketiga, ketahuan ada adeno. Masalahnya hanya sering terasa sakit di bawah perut saja saat awal kehamilan. Tp saya banyak makan dan rutin minum susu hamil 2x porsi karena kata dsog-nya, gizi yg masuk bisa kebagi antara adeno dan baby jd harus dijaga gizinya bener. Saat melahirkan itu, usia kandungan masih 36minggu, tp tidak apa2. Aman Mbak. Semoga sehat terus Mbak, untuk kehamilannya… 🙂

  32. Magda

    Hai..eda zizy..persis semua keluhan nya sama kaya aku sekarang..terima kasih buat cerita nya..sekarang saya lg tahap awal pemeriksaan lg..
    Awal mula saya tau waktu saya pernah hamil dan harus di kuret..
    Saya di vonis dokter adenomiomsis..
    Setelah bbrapa tahun kemudian mulai terasa keluhan keluhannya..
    Sekarang saya lg konsultasi dgn dokter semoga bisa menjalani operasi reseksi/pengikisan..
    Sekali lagi terima kasih info nya eda..

  33. resky firnadini

    mwmbaca tulisanmu,… seperti sapat dukungan, meskipun lagi deg degan, dan sengaja kerja menunggu panggilan OK. RSU bunda, diagnose miominuteri, tapi saya buka arsip tahun lalu diagnose ademoniosis, operasinya laparotomy, …. kira2apakah perlakuannya sama atau ada bedanya ya sis ??

    • Zizy

      Sama Sis.
      Laparatomi itu operasi besar membelah perut (abdomen), suka dibilang mirip caesar.
      Tapi saya tidak melakukan operasi angkat rahim, tapi reseksi (pengikisan adeno)
      Gabung di sini saja Sis: https://www.facebook.com/groups/adenowarriorID// biar bisa diskusi lebih private. Plz dijawab 3 questionnya spy bisa diapprove.

  34. Hft

    Hallow mom zizy..
    Sy jg penderita adenomyosis ..pernah Op April 2016..tp setelah Op Sy dikasih suntikan tapros.untk menghentikan haid selama 6bulan.tapi sampai skrg masih merasakan nyeri haid luar biasa,.sampai harus masuk UGD dn diinfus dulu..baru sakitny ilang..
    sy sudh menikah 2th..tp masih belum punya anak..sy sudh berobat ke dokter spesialis pun,masih belum ad perubahan..masih sakit saat haid..

    • Zizy

      Hi Mbak,

      Sebagai penderita adenomyosis, tentu kita tahu betapa beratnya perjuangan menjalani penderitaan akibat sakit yang seakan tak pernah berhenti.

      Yuk join di grup di sana kita bisa saling membahas hal2 private dengan lebih nyaman serta saling support. ??

      https://www.facebook.com/groups/adenowarriorID/

  35. Yenny

    Hallo mom zizy, bisa minta nama dokter yang operasi mom zizy? Brp total biaya operasi n kamarnya?
    Terima kasih

    • Zizy

      Halo Mom.
      Nama dokternya, dr Riza spog, ada di dalam tulisan blog juga saya tuliskan.
      Untuk biaya nanti Mom konsul dulu dengan dokter dan RS-nya Mom.

  36. Erin

    Hello mba zizy…salam kenal sy (Ina) saat ini sy jg baru terdiagnosa adeno..sebelumnya sy didiagnosa penebalan dinding rahim. Kisah mba zizy hampir sama dgn sy…HB sy malah drop sampe 4,kebayang kan itu rasanya kyk apa..tp sy msh kuat juga setir mobil sendiri ke RS?..singkat cerita tgl 08 mei 2019 sy dikuret unt kikis penebalan dinding rahim ini, pikirku saat itu masalah sudah selesai…tapi ternyatahhhh dibln juli sy haid sampe 22hr dan dgn vol yg banyakkk sangat (tp disini perutku masih aman,tdk ada rasa sakit or nyeri,hanya rasa kurang nyaman aja). Nah ketika masa haid dtg lagi dibln Sept inilah sy baru merasakan sakit perut yg teramat hebat, sampe sy harus dilarikan ke UGD dan diinfus unt hilangkan rasa sakit..tp tidak mempan, akhirnya next step pain killer yg dimasukkan dari belakang (selang 1jam baru terasa efeknya),sakit mulai mereda.
    Keeseokan harinya sy coba cek ke doktet kandungan diRSIA Brawijaya,tempat sy lahiran anak yg kedua tp sy konsul dgn dokter yg lain..singkat cerita dokter vonis sy adenomyosis..bingung kaget krn istilah apalagi ini,sakit apalagi sy ya Allah…dokter nya blg jika sy mau terbebas dari semua penyakit yg ada dirahim…maka sumber itu yg harus diangkat, sy shock dan bingung,apa tidak ada jln lain dok? Ada tp sy tidak jamin itu efektif. Akhirnya saat ini sampe sy buat keputusan atas sakit ini mau diapakan…dokter ksh sy pil Visanne and pain killer (of course?????)..jujur sy sangat takut dgn yg namanya operasi, walaupun anak yg kedua lahir by Caesar (krm sy ada mioum jg), tp baca pengalamam mba zizy sy jd ingin konsul ke RSIA Bunda unt penyakit sy ini,doakan semoga dapat solusi terbaik ya mba??

  37. Lia Pheni Siwi

    hallo bunda Zizy,
    saya juga mantan penderita adenomyosis, operasi bulan April 2017. pasca operasi senengnya benar2 luar biasa, karena sudah gak ada drama pas datang bulan, tapi beberapa bulan terakhir ini saat haid bisa bener2 gak bangun, karena pantat kiri sampai paha kiri atas lutut itu rasa nyerinya bener2 aduhai ? apakah dulu bunda Zizy juga diterapi tapros 3 period pasca operasi?

    • Zizy

      Halo Bun.
      Saya saat ini mulai merasakan nyeri lagi, tapi memang tak separah dulu. Dan belum pernah sih ada terapi tapros, Bun. Hanya dikasih vitamin penambah darah biasa saja sehabis operasi.

      • Lia Pheni Siwi

        Dulu sebelum operasi obat pereda nyerinya apa ya bunda Zizy?

  38. Deska

    Assalamualaikum mba zizi, saya deska, 36 thn, ibu 2 anak. sy mengalami nyeri hebat saat haid sejak 1,5 tahun silam, tepatny setelah tindakan steril. Baru ketahuan adeno 5 bln lalu. Nyeri hebat, demam, mual & muntah adalah makann 1,5 thn belakangn. Sampe ganggu aktivitas dikantor, MC sampe 3 hr. Dan jadi parno kl udah deket tanggalan. Karn udah ga tahan bgt, 4 bln lalu coba konsul ke bbrp dr. Sp. OG. Hasilny, adenomosiosis di 3 titik, ditambah kista 2 bh, rahim yg sudah membesar. Dokter nyaranin operasi buat mengangkat jaringan2 yg tumbuh (adeno + kista), namun jika dlm pelaksanaanny ternyata ditemukan bbrp jaringan tambahan lainnya (yg ga kedetect di usg), maka akan dilakukan pengangkatan rahim. Subhanallah, serasa disambar petir, meskipun sudah disteril rasanya koq ya serem bgt, sampe angkat rahim. Sekarang, sy masih dilema mba, apa mmg operasi adalah final decision yg harus sy ambil buat berhenti dr nyeri & momok bulanan ini. Apalagi kekhawatiran kl angkat rahim ngaruh ke hub. Suami istri nantinya. ?

    • Zizy

      Waalaikumsalam Mbak Deska.
      Saran saya sih jangan buru2 memutuskan untuk operasi, tapi konsul lagi ke dokter lain untuk masalah dan kegundahan yang dialami.
      Kalau saya memang tidak operasi pengangkatan rahim, hanya reseksi saja Mbak.

  39. Atiek

    Hallo Kak… Ak jg penderita Adenomyosis. Udh pnh operasi tp hny untuk angkat kista ovary & miom. Utk Adenomyosis nya dokter gag berani ambil coz ak blm hamil & ingin ikhtiar utk hamil. Sdgkan kondisi Adenomyosisnya menyatu dg otot2 rahim. Yg ak maw tny in, sampai saat ini, apakah Kakak ada keluhan nyeri hebat tiap x haid ? Atau bener2 udh gag ada keluhan nyeri hebat nya ? Ak pingin banget operasi tapi khawatir gag bisa promil… Hiks… Thank you…

    • Zizy

      Kalo Kak Atiek.
      Memang kalau adeno itu kan melekat dengan otot rahim, jadi kalau diambil, dikikis bagian-bagian yang melekat itu.
      Saat ini sudah tiga tahun dari operasi, saya mulai merasakan sakit haid juga beberapa kali, tapi hanya sakit biasa. Selang seling, kadang bulan ini sakit, bulan depannnya biasa saja. Dan tidak dibantu obat lagi.

  40. Ade

    Hai mba zizy,,, salam kenal .. Saya jg didiagnosis ada adenomiosis di rahim… Tdnya sy biasa aja mndengarnya,, karena dokternya biasa aja,, tp setelah searching2,, koo jd ngeri yaaa… Pada hal thn 2016 sy usg,, rahim sy baik2 saja,, tp memang ada kista di ovarium kanan dan kiri,,, kemudian thn 2017 sy cek lg dngn dokter yg berbeda,, dan dokter bilang kista nya hanya ada di kanan dan ukuranya kecil yaitu 2 cm dan rahim jg dinyatakan bersih,, krna wkt thn 2016 kista kanan 5cm,, dan kiri 3… Senang bgt dengarnya… Dan sy sedikit2 mulai makan tdk sehat.. Sampe akhirnya di usia pernikahan yg k 4 ini,, dan belum jg hamil,, saya melakukan pemeriksaan lg dan hasilnya ditemukanlah adenomiosis ini…. Kemudian dokter hanya mmberi sy vitamin dan obat vissane ( sepertinya terapi hormon)
    Mohon doanya mba semoga ada hasilnya tnp harus operasi karena sy blm pny anak dan sy bisa segera hamil dan mempunyai momongan.. Amiiinn

    • Zizy

      Aminnn..
      Semoga segera diberi rezeki agar bisa hamil ya Mbak… jadi setelah itu bisa tuntas menjalani pengobatan.

  41. Ina Timor Leste

    hayy bunda zyzy ..
    saya juga penderita Adeno , disini saya juga mau menceritakan pengalamn saya. tahun lalu bulan agustus pertama saya di diagnosa menderita mioma kata dokter dan saya pun melakukan operasi untuk pengankatan mioma dan apa yg terjadi setelah operasi tidak ada mioma dan operasinya di tutup kembali, dan dicek lagi akhirnya didiagnosa katanya adeno dan di bulan berikutnya saya disarankan pasang IUD Mirena selama 6 bulan namun hasilnya nihil tidak membuahkan hasil dan IUD MIrenanya keluar sendiri pas saya HAid perdarahan hebat.
    dan saya konlutasi lagi ke dokter saya katannya harus operasi pengankatan rahim, berhubung saya baru punya semata wayang anak perempuan dan usia saya baru 33 tahun dan saya masih ingin punya momongan maka saya belum memutuskan untuk melakukan operasi pengankatan rahim.
    setelah saya membaca cerita realita mbak zyzy saya tertarik dgn operasi laparatomi.
    saya boleh minta nomor kontak WAnya dokter yang menangani mbak zyzy saya mau konsultasi kalau udah dil saya mau melakukan operasi laparatomi. mohon bangat ya mbak bantuannya.
    o ya saya asal dari Timor Leste. ini nmr WA saya +670 77333371. dan alamat email saya morelytha@gmail.com.

    terima kasih mbak zyzy sebelumnya atas bantuannya.
    mohon jawabannya ya mbak

    • Zizy

      Hai Mbak Ina,
      Makasih sudah mampir. Semoga sehat selalu yaa..
      Dokter yang menangani saya praktek di RSIA Bunda Jakarta. Namanya dr. Rizka…
      Mbak Ina bisa telepon langsung ke RS untuk janjian konsultasi Mbak.
      Mohon maaf untuk nomor HP dokter saya tidak simpan.

  42. rey

    Hai salam kenal mba zizy.. aku ( rey ) juga terdiagnosis adeno dan disarankan juga utk pengangkatan rahim.

    cuma bedanya kita adlh klo pas bulanan itu aku justru cuma sedikit ga seperti penderita adeno pd umumnya yg berbanjir2… dalam sehari aku bs menghabiskan pain killer 12 butir karna g tahan dng rasa sakitnya yg luar biasa dan sudah 2 bulanan ini setiap hari aku sll flek kdng hny kecoklatan dan kdng darah, perut bagian bawah juga sll terasa kaku g enak githu 🙁

    mau tindakan op kok masiih belum cukup berani utk rasa sakit pasca operasi nya..

    jujur galaaaauuu akuuu.. antara pengen putus dengan si adeno tapi takut sm rasa sakit setelahnya…

    • Zizy

      Ya ampun Mbak, kalau pain killer 12 butir, itu sudah harus diperhatikan khusus ya.
      Sy sekarang kalau habis haid perut bagian bawah juga kaku, tp saya urut2 sendiri saja, karena saya tahu itu akibat ada bekas op di dalam jadi ada yang “nyangkut”. Setelah itu normal kembai. Memang op bukan pilihan yang gampang, tapi perlu ada keputusan, sampai kapan mau sakit….

  43. Wid

    Hai mba, sy jg didiagnosis adenomyosis.

  44. Anny

    Hello mbak zizy, sy sdh 10thn merasakan nyeri hebat saat haid, dan ketergantungan pain killer sm kayak mba zizy.. udh 5thn menikah blum dikaruniai momongan. Tiap cek ke dokter yg berbeda dan usg, jwbnx sama : rahim normal. Baru minggu lalu ketahuan klo itu sbnrx adeno. Katanya bisa terapi suntik hormon ya? Terapi 9bulan..

    • Zizy

      Hello Mbak Anny,

      Semoga selalu dalam kondisi sehat ya. Sy tidak mengambil pilihan itu kemarin (yang terapi hormon), karena biasanya pengaruh hormon ke badan saya bikin haid semakin tidak teratur. Kalau haid 1x saja saya sudah rasanya mo pingsan bagaimana kalau dua kali sebulan hahaha…
      Kalau Mbak Anny sudah mencoba, boleh diceritakan lagi ya di sini.

  45. ardhani

    Thanks, sharingnya mba Zizy. Sekarang saya punya gambaran…mengenai operasi pengangkatan rahim. Jujur…saya masih maju mundur untuk operasi 🙂 (banyakan mundurnya sih..heheheh)
    Beberapa bulan lalu saya cek ke dokter kandungan lain (untuk second opnion) yang menjelaskan bahwa yang ada di rahim bukan miom biasa, tapi adenomiosis. Setiap bulan mens saya cukup deras
    dan pernah transfusi darah. Dokter tersebut menyarankan untuk angkat rahim. Parno…karena belum pernah mengalami operasi apapun.
    Pengalaman mbak, menguatkan pertimbangan saya untuk operasi.

  46. JRI

    Halo bu zizy,
    Saya mau tanya setelah ibu melakukan oprasi , apakah adenomyosisnya berkembang kembali?

    Terima kasih..

  47. Halo mbak Zizy,
    Makasih udah share pengalamannya. Saya juga ada adenomyosis yang menyiksa banget pas mens. Tapi alhamdulillah sekarang sedang hamil 2 bulan, jadi ga mens. Yang saya mau tanya waktu mbak hamil Vay itu gimana ya? Saya soalnya khawatir dengan kehamilan saya, saya baca banyak risikonya klo hamil dengan adeno. Soalnya saya sudah 3 kali pendarahan 2 minggu terakhir ini, saya jadi mikir apa mungkin karena adenonya.

    • Hasti

      Hai mba irma….salam kenal saya inna dari pati. Saya sudahbu thn menikah dan belum dikaruniai anak. Setelah bbrpa tahun….dan dengan bbrpa pertimbangan juga akhirnya bln lau saya periksa k DSOH. Kfer dan saya didiaognosis adenomyosis….
      Jujur setelah baca komen mba irma saya jadi punya sedikit harapan untuk bisa hamil walaupun dengan kondisi adenomyosis
      Yang mau saya tanyakan apakah mba irma hamil nya alami? Maksud saya nggak diprogran seperti insem atau bayi tabung?
      Dan terdiagnosa adenomyosis setelah hamil atau sebelum hamil?
      Terima kasih untuk sharing nya ….

  48. Atiek

    Thanks Mbak Zizy for sharing… Saya pengidap Adenomyosis juga plus Myoma & Kista Cokelat. Karena Adenomyosis itu juga, Qaddarallah, saya belum dikaruniai keturunan padahal udah 7 tahun nikah. You’re sooo lucky Mbak 😉

    Tahun 2016 saya operasi angkat Myoma & Kista Cokelat. On that time, Adenomyosis saya tidak diapa-apain due to saya belum pernah berhasil hamil… SPOG said kalo’ Adenomyosis nya direseksi, it means saya akan kehilangan beberapa persen rahim saya, which is itu akan jadi tempat si embrio tumbuh… Daann hasilnya, nyeri haid yang menyiksa pun berulang 4 bulan pasca operasi sampai today :_( even lagi gag mens, nyeri rahim sering datang gag diundang…

    Baca postingan Mbak yang Alhamdulillaah udah terbebas dari nyeri haid yang parah, jadi terpikir untuk operasi reseksi Adenomyosis, dan beralih ke dokter Rizka, even perjuangan banget kayaknya nanti dari Serpong 🙂

    Mbak, Dokter Rizka ok ya ? I mean beliau punya pengalaman handle penderita Adenomyosis ya… Moga-moga saya & suami cocok dengan beliau, dan saya – atas izin-Nya – berhasil terbebas dari Adenomyosis juga & getting pregnant… Aamiin…

    Thank you so much for your share…

    • Zizy

      Hai Mbak Atiek…
      Semoga cocok dengan Dr Rizka dan bisa segera reda dari sakitnya.
      Kalau saya baca-baca, justru setelah reseksi dilakukan sebaiknya program kehamilan dilakukan agar segera bisa hamil, karena saat itu rahim sudah bersih dan sebelum ada jaringan tumbuh lagi, akan lebih baik bila segera program hamil.

      • tri andriyani

        Mom. Boleh kah sya minta no. Wa.. in wa sy tolong di chat 085250431213 sy mau tanya2 seputar penyakit it… sy dr kalsel banjarbaru mom

      • Yuwinta Treshia

        Sama persis.. Yg saya alami sekarang.. Tp sy belum ada keberanian buat operasi.. Krn takut dengan suntik anestesi nya.. Padahal saya uda 2 kali.. Lahiran secara Caesar..

  49. Liza

    Saya dulu juga penderita adenomiosis. Setiap haid tiba selalu sedia celebrex krn ponstan dan feminax sudah tidak mempan. Bahkan diluar haid kadang nyeri itu muncul. Nyeri tsb dr perut kiri bawah tembus ke pinggang dan paha kiri. Jd bila kambuh cuma bisa baring. Sudah ke beberapa dokter kandungan tidak ada yg tau penyebabnya. Akhirnya ke dr Robert Hunan dan beliaulah yg menemukan ada adenomiosis. Pada saat itu beliau menawarkan 3 pilihan,
    1. Pengangkatan rahim.
    2. Minum pil KB selamanya sampai menopause.
    3. Pasang IUD Mirena.
    Akhirnya pilihan saya no 3 yaitu pasang IUD Mirena.
    Sejak pasang mirena haid saya berkurang dan kadang tidak haid. Dan kalaupun pas haid tidak nyeri lagi spt dulu. Oo ya usia saya 40th waktu pasang IUD dan sudah 1 th mirena menolong saya hehehe…, mirena ini bisa utk 5 th ya. Demikian pengalaman saya…semoga bisa membantu Ibu2 yg lain. Terima kasih….?

  50. Halo mbak zizy, apakah operasi pengangkatan adenomyosis sama artinya operasi pengangkatan rahim (tidak akan bisa hamil)???

    • Zizy

      Halo Mbak. Tergantung tindakan yang dipilih. Kalau angkat rahim berarti semua rahim diangkat. Kalau reseksi, rahim hanya dikikis.

  51. neny arla

    Hai mbak Zizy..
    salam kenal,
    saya neny penderita ademiosis 5,5 cm..usia 45 th. dokter sarankan utk angkat rahim di usia 47 th nanti. Saya baru tau, kalo bisa diangkat sebagian rahim saja. Kalo dibolehkan, mohon infokan dokter yg membedah mbak Zizi di RS apa ? krn saya akan konsultasi lebih dahulu. Trima ksh

  52. ima

    Hai mba Zizy,
    Saat ini saya pun ada adenomyosis.. 2thn lalu sdh disarankan angkat rahim, tp sy takut efek yg sy baca stlh angkat rahim, selain itu sy msh berharap bs memiliki 1 anak lagi.

    Masalah saat ini HB sy rendah sekali.. Ga bs jalan nanjak dikit, nafas udh sesak. Kl boleh tau, dulu obat anemia apa yg diberikan dokter mb? Trus stlh operasi, apakah ttp mengkonsumsi obat anemia? Trimakasih.

    • Zizy

      Hai Mbak Ima,
      Sama, dulu pun saya begitu, jalan sedikit langsung sesak nafas.
      Vitamin anemianya Maltofer Mbak, saya hanya minum selama 3 bulan sesuai resep yang dikasih saja. Setelah itu sudah tidak lagi, karena Hb sudah normal.

  53. Lxy

    Hai mba zizy, saya lxy umur ku masih 26 tahun dan belum menikah, 1 tahun yang lalu aku menderita sakit waktu haid yang luar biasa itu sangat mengganggu aktivitas kerja ku dan aku pikir hanya nyeri biasa maka aku diamkan saja sampai akhirnya 1 tahun berlalu aku udah bertekad mau kedokter aja biar tau sebenarnya saya sakit apa kok setiap kali mens sakit luar biasa dan darahnya sangat banyak, dan akhirnya aku ke dokter dan dokter blg aku adenomiosis beserta hasil USG nya.. Aku cukup setres karena ini sangat mengganggu aktivitas ku mba belum lagi aku juga belum menikah. Solusinya apa ya mba

    • Zizy

      Hai Lxy,
      Dulu setiap kali saya konsultasi ke dokter, adeno ini memang akan terus bikin sakit selama kita masih haid. Dan kalau saya baca-baca, adeno akan berkurang sakitnya sesuai bertambahnya usia. Tapi kalau Lxy masih 26 tahun, nunggu gak sakitnya mungkin lama ya (saya saja pas operasi sudah 40 usia thn)…
      Ada juga yang bilag kalau sudah menikah, hamil dan melahirkan nanti sakitnya berkurang.
      Kalau saran saya tetap rutin konsul ke dokter dan minta diberikan terapi hormon agar sakitnya berkurang dan ukuran tidak membesar.

  54. Dian

    Sy jg adenomiosis tp blon operasi.

    Kt dokter, operasi laparaskopi. Operasi apa itu ya?, sm gak dgn operasi laparatomi?.

    Sy mau operasi tp pake bpjs & antri.

    Oleh karnanya, punya saran gak, Asuransi apa yg mencover biaya operasi dll nya?.

    Makasih.

  55. Julia

    Hai mbak zizy,saya yuli klo saya kasusnya beda terkena endometriosis rahim dan sdh 16 cm sekarang dan perut semakin membesar,awalnya saya berpikir saya dioperasi hanya diangkat endometriosisnya saja ternyata dugaan saya salah mbak zizy,kata dokter diangkat dgn rahimnya saya mendengar bagaikan langit mau runtuh dikepala saya. Karena saya belum memiliki momongan,karena keikhlasan suami dan kluarga yg menyuport saya supaya tegar menghadapi ujian dari Allah SWT,saya mengiklaskan saya tinggal menunggu hari H nya. Terima kasih atas cerita dari mbak zizy membuat saya semakin yakin atas kuasa Allah.???

  56. Dita

    Hai mbak nice to share…

    Setelah operasi haidnya bagaimana mbak? Apakah adenomiosisnya muncul lagi?

    Saya juga didiagnosa adenomyosis sejak tahun 2013 dengan ukuran sekitar 4 cm (waktu itu) dan sekarang sudah sekitar 10 cm. Keluhan yang saya alami adalah haid yang banyak dan waktunya lama sekali. Kalo haid saya tidak bisa beraktifitas secara normal di 3 hari pertama haid.
    Pertengahan tahun 2017 saya mulai rutin konsul ke spog karena keluhan haid saya sudah benar-benar menyiksa.
    Karena saya masih berkeinginan untuk bisa hamil lagi oleh dokter spog dijadwalkan injeksi tapros 6 kali.
    Saya sudah selesai injeksi tapros bulan juli lalu dan sekarang sedang menunggu haid datang lagi. Dan semoga haidnya tidak bermasalah lagi.
    Saya harus observasi tiap bulan untuk melihat perkembangan adenomiosisnya dan opsi terakhir dari dokter harus histeroktomi jika memang haidnya masih bermasalah.

    • Zizy

      Sekarang belum kontrol lagi Mbak. Terakhir enam bulan lalu sudah ada lagi tapi tidak terlalu besar, dan juga tidak ada efek ke sakit saat haid (kayak dulu). So far masih aman-aman saja Mbak Dita…

  57. Lizbeth Karunia

    Hai mba zizy salam kenal, semua yg mba ceritakan di atas sama persis yg saya alami, mau tanya dong, setelah operasi selesai masih pendarahan?brp lama? Kan mba zizy masih mens saat operasi, Saya udah sebulan selesai operasi masih keluar darah,yg volumenya naik turun, selesai operasi keluar spt darah seger, makin kesini darahnya coklat kehitaman. Selese operasi saya disarankan dokter minum visanne selama sebulan.
    Thank u mba zizy, sehat slalu untuk kita ??

    • Zizy

      Hai Mbak,
      Kalau saya kemarin itu ada pendarahan selama 1 minggu setelah operasi, itu pun karena pas operasi juga lagi haid, jadi ada percampuran antara period dan sisa operasi. Semoga ya Mbak, cepat kembali normal….

  58. Dini Puspitasari

    Hai mb zizy, sy dini, sy br tau kalau penyembuhan adenomysis bs tanpa angkat rahim, dan msh bs hamil, apakah stlh operasi laparatomy mba zizy mau hamil lg atau sdh hamil lg?

    • Zizy

      Hai Mbak Dini.
      Benar, kalau kata dokter masih bisa hamil lagi karena rahim sudah bersih. Tapi saya sekarang memang belum ada program untuk hamil lagi. Satu anak cukup :).

  59. Helen

    Hai kak….. Saya juga kena gitu, akhir desember 2017 lalu, sdh dioperasi dan disuntik tapros, utk stop haid selama 6 bulan, suntik traprosny 1x aja. Yg mo kutanyakan, setelah operasi pengangaktan, mulai haid lagi kk kapan ya, dan bloding nya gimana ? Normal seperti umumnya ato ada gumpalan2 gitu ya….
    Thanks kk

    • Zizy

      Hai Helen,

      Saya kemarin tidak ada disuntik apa-apa. Hanya reseksi, pengikisan saja dan sebulan kemudian sudah haid normal kembali. Haidnya sedikit, dalam arti jumlah yang normal menurut saya dibandingkan dulu blooding sampai ganti pembalut bisa tiap satu jam. Kalau dulu sampai 7 hari, kemarin setelah operasi hanya 3 hari saja.

  60. Ivana

    Kak Zizy boleh minta no wa nya…sy mau sharing2 boleh kak?
    Makasiih sblumnya kak

  61. Lia

    Salam kenal mba..
    Saat ini saya mengalami nyeri yang luar biasa pada saat haid, menjelang dan sesudahnya jg. Saya ke rsia bunda juga dan disarankan utk laparoskopi…kemungkinan ada adenomiosis dan miom.
    Masih ragu2 tp nyeri ngga kunjung hilang…obat paracetamol aja udah ga ngefek.. tp.dokter ga ngasi obat antinyeri juga nih…
    saya ragu2 utk tindakan di rsia bunda krn khawatir nominal akhirnya melebihi jauh dr estimasi di resepsionis. Saya pakai asuransi juga…dan asuransi saya ada level2nya (tergantung diagnosis dokter SETELAH operasi – mgk ngecek bener ga adenom nya ya). Kalo level 1 berarti hanya dicover sekitar 25jt…kec level 2 mgk bisa dicover sd 80 persen.
    Kalau boleh tahu mba, apakah biaya di bunda waktu itu hampir sama dgn estimasi awal? Trus seberapa dicover asuransinya? Krn di rsia tambak estimasinya hanya 25jt saja. Tp saya sregnya di bunda.
    Makasih ya mbaa sebelumnya info2nya. Tulisan mba sangat membantu.

    • Zizy

      Hi Mbak,

      Perkiraan operasi kemarin dari resepsionis dengan faktual, kurang lebih sama, seperti yang saya tulis di blog. Selisihnya — apa karena saya menginap lebih lama dan ada tambahan obat — kurang lebih 10-15%.

      Kalau untuk cover asuransi, memang tergantung plafon yang kita punya dari kantor. Kalau saya kemarin seharusnya plafon Kelas B, tapi saya upgrade ke A, jadi yang dicover tentu hanya plafon max kelas B. Sisanya saya bayar sendiri.

  62. mira

    Hai mb zizy… sy mira salam kenal ya…
    Alhamdulillah… senang dirimu sdh sehat kembali dan bs beraktifitas kembali tanpa merasakan trauma yg menakutkan tiap blnnya slm bertahun tahun…

    Pengalaman dirimu Plek plek plek samaaaaa persis dengan aku…
    4 maret 2015 aq operasi.. dr 4 rs di depok n jakarta.. hanya 1 rs yg berani mengambil sikap utk operasi tanpa angkat rahim.. yaitu di RSAL mintoharjo benhill…
    Semangat n support dr semuanya.. siap utk operasi cecar kembali…
    Bismillah.. jam 6 pagi sy masuk ruang opr.. keluar jam 10.. 2 jam kemudian baru siuman dan sadar kl tensi sy 200..
    Benar adanya.. stlh opr 2015.. selama 2 thn sy merasakan kenikmatan yg luar biasa.. hilang dan bye bye adenomiosis ku…
    thn 2017 tepatnya ditgl ultah ku… mencoba utk konsultasi kembali ke RSAL.. dikarenakan..sdh 2 bln ini… trauma itu muncul kembali… dan sy pun di usg.. stlh diusg.. dokter nya kaget.. krn diameter adenomiosis sy.. lebih besar dr operasi yg pertama…??????? hadiah terindah dr Allah swt utk aku dihari ultah ku ini…
    Tapi tetap bersyukur apapun yg Allah berikan…
    Dan keputusan yg dokter ambil berbeda dr operasi sblmnya…
    Dok berbicara pelan pelan dan hati hati thdp saya… bu.. dr pd ibu nyerinya seperti ini.. dan ibu sering pingsan dan tdk sadarkan diri.. lebih baik angkat rahim ya bu…. krn jaringan diameternya sdh sangat lebar..
    (Sedih nangis syok jadi 1)

    Dan sampai dgn skrng.. dan hari ini sy menulis tulisan ini di wall nya mba zizy.. sy sdng menikmati rasa nyeri n blooding yg dahsyat ??
    sy cb bs berzikir.. istighfar.. berdoa trs… utk meminta.. Ya Allah.. angkat penyakit saya..tuntaskan semuanya… hilangkan rasa nyeri ini.. sy ingin normal sedia kala.. sy tdk ingin berhari hari tidur ditmpt tidur tanpa melakukan apapun … tanpa mngerjakan kewajiban sy sbg istri dan ibu…
    Sy blm siap mba zizy utk pengangkatan rahim ini… jd stlh divonis kembali agustus 2017.. sd skrng.. sy nikmati kembali rasa nyeri blooding yg tdk karuan smpai dgn skrng… ?

    Benar kata dokter.. tdk menutup kemungkinan ada kembali.. dikarenakan pola hidup sy pribadi mgkn yg kurang disiplin.. berkutat dgn kerjaan kantor.. yg pola makannya serba instant.. junkfood.. olahraga kurang… minum kurang…
    2 thn itu rasanya cepattt sekali..
    Tiba2 divonis kembali kl adeno sy makin besar dr sblmnya…

    Semoga Allah berikan dan petunjuk utk saya…tetap ihtiar …apalg yg hrs sy lakukan utk tdk mengangkat rahim ini..

    #jaga kesehatan n pola hidup yg baik ya mba zizy.. jgn sampai teman kita yg didlm rahim ini muncul kembali… aamiin yra

    #ganbatte #sayainginsembuh #semangatsehat

    • Zizy

      Ya ampun. Dalam waktu dua tahun sudah tumbuh besar lagi ya.
      Saya juga terakhir USG biasa sama dsog lain dalam rangka medcheck biasa juga bilang masih ada di dalam (artinya mungkin sudah tumbuh lagi), tapi saya belum kontrol lagi ke dsog yang pertama. Yang pentin so far belum ada sakit2 dan blooding lagi.

      Semoga ya kita sama2 sehat. Meski memang obat satu-satunya ya bukan akarnya saja diangkat tapi dengan tanah-tanahnya (alias rahim) yang harus dibuang….

  63. Wina Nurdini

    Kakak, im happy for you.. telah hilang sakit krn adenomyosisnya, smg kakak dan keluarga sehat selalu..
    Saya pun baru didiagnosa adenomyosis, pdhl saya sedang program hamil anak pertama stlh menikah 3 thn.. tapi baca tulisan bahwa adenomyosis bisa di operasi dgn laparotomi bukan histerektomi membuat sy lbih lega, setidaknya ada harapan baik untuk saya..
    Yang ingin saya tanyakan, asuransi apa yg kakak pakai? Skrg sy sdg terapi hormon oleh dokter, jd mungkin perlu juga menyiapkan pilihan lain. Walau berharap ini bs membaik dgn terapi hormon dan perubahan pola hidup saja.. Aamiin.. terimakasih infonya kak..

    • Zizy

      Hi Wina,
      Kalau untuk asuransi, kemarin kantor pakainya Sinar Mas. Jadi memang tercover tergantung yang diberikan kantor ke saya.
      Semoga cepat membaik ya, agar tak perlu laparatomi…

  64. Sery

    Hai kak, saya sedang hamil anak pertama, usia kehamilan 3 bulan. Waktu kontrol di usia 2 bulan divonis dokter ada adenomyosis, sampe – sampe dokter bilang saya harus bersyukur banyak2 karena bisa hamil. Yang mau saya tanyakan adalah, ada efeknya ke perkembangan janin gak ya? Setelah di operasi nanti saya masih bisa punya anak lagi kah?

    • Zizy

      Hai Kak.
      Kalau mengenai detail terkait kesehatan lebih tepat ditanyakan ke dokter sih. Saya kurang pas bila harus menjawabnya :).

    • Sella

      Mba salam kenal… saya baru menikah & sdh ada adenomiosis… mba boleh sharing ke saya sblm hamil apa aja yg mba lakuin untuk ikhtiar hamil? Saya sangat berterimakasih kl mba mau sharing… boleh ke instagram saya sell.a terimakasih mba.. smg sehat selalu

  65. Sari

    Hi mba salam kenal saya sari,,
    Saya kmrin usg&positif hamil 5 mnggu,,(good news krn saya mau ank prempuan)but bad news pas USG disana ad adenomiosis 3 cm,,
    Saya msih keep ini dri suami takut dia panin&worry ,,
    Apa bresiko ntar ke kehamilan saya y mba?saya 2 mnggu lgi di sruh USG lgi sih,,
    Thanks

    • Zizy

      Hi Mba Sari. Selamat y untuk kehamilannya… :).
      Kalau based on pengalaman saya, saat hamil muda adeno saya sudah 6cm, yang kemudian membesar jadi 10-12cm sesuai usia kehamilan. Tapi tidak ada masalah apa-apa sih, hanya saja saat itu saya diminta dokter utk rajin minum susu ibu hamil dan makan lbh banyak, krn baby dan adeno/miom ini akan rebutan makanan.
      Biar lebih plong nanti bisa ditanyakan lebih jelas ke dsog-nya ya Mba. Semoga aman-2 dan sehat terus. ?

  66. Dulu sy juga mengalami dismenorea parah, sampai rasanya mau pingsan saat kedatangan haid. Senang kalau ada yang mau share pengalamannya =)

    Saya juga share pengalaman nyeri haid saya di blog saya.
    Semoga dapat saling melengkapi.

    Salam blog walking =)

    Yunita
    http://www.nyerihaid.com

  67. Winda

    Hai mba zy apa kabar?
    Saya juga ada adeno dan sudah ‘bersahabat’ sejak belum hamil ?, malah sempat vonis ga bisa hamil blablabla. Cuma saya operasi kikis adeno saat mau program hamil dengan dr wahyu di rsia bunda dgn metode LO. Singkatnya saya hamil paska LO dan kehamilan memang obat alami dr penyakit adeno apalagi ditambah menyusui. Saya menyusui anak sampai usia hampir 3thn dan selama itu pun saya free from pain. Setelah menyapih rupanya 6bln kemudian ada tanda2 adeno mampir lagi (ya apalagi tandanya selain nyeri haid berkepanjangan dan melelahkan?) tadinya dokter minta saya operasi lagi tapi saya tolak keras dan diskusi lagi memutuskan terapi tapros selama 3bln (hilang si adenonya saat terapi cuma berselang 3-4blnan muncul lagi). Akhirnya setelah diskusi panjang saya minta terapi suntik kb 3bln sekali suntik saja dan bertahan selama setahun adenonya tidak mampir. Cuma ya gitu kalau mau program hamil kembali agak kejar2an sama hormon ya, makanya anak saya cuma satu2nya dan itupun sudah sangat membahagiakan saya sampai sekarang ini. Yang mau saya tanyakan bagaimana kondisi mbak zy sendiri saat ini.
    Cheers
    Winda

    • Zizy

      Hai Mba Winda,
      Wah senang saya karena tahu ada solusi lain yaitu suntik KB dan juga terapi tapros. Saya belum pernah mencoba itu. Dulu menyusui anak hanya sampai usia 1 tahun, namun sakit karena haid sudah terasa sejak pakai KB (jadi memang pas lahiran sudah sakit hanya tak parah banget). Setelah lepas KB, sakitnya ketika anak masuk usia 2 tahun.
      Kalau sekarang kondisi saya untuk haid, memang masih ada nyeri, tapi nyerinya masih biasa, tidak separah dulu.

  68. Vien

    Halo! Aku juga punya penyakit yang sama dan saat ini adenomioma ku sudah 7cm. 11 tahun menikah dan belum diberi keturunan. maaf, apakah mbak pernah konsultasi ke dokter dan menanyakan apakah setelah operasi bisa hamil kembali? Dan keputusan operasi di RS Bunda, apakah dari hasil searching atau keputusan sepihak? Karna th 2010 saya pernah mencoba operasi di RS Family Pluit, tapi sehabis operasi dokter bilang adenomioma saya terlalu lengket dan gak jadi diangkat. @_@ Terus terang jadi trauma tuk operasi lagi. dilain sisi IVF yang pertama saya juga gak berhasil. Jadi saat memikirkan untuk IVF kedua, saya takut hasilnya masih sama selagi belum menghilangkan adenomioma-nya. Ups, maaf ya jadi curhat… ^_^

  69. Yuli

    Hai mba… Tulisan mba sangat membantu saya yg msh bingung dalam mengambil langkah untuk operasi krn dokter yg memeriksa saya mengatakan harus angkat rahim, sementara saya ga mau krn saya blm menikah… Saya di Lampung, Maaf mba boleh minta alamat lengkap praktek dr. Rizka mba?

    • Zizy

      Hai Mbak. Senang kalau tulisan ini bisa memberi manfaat. Untuk dr. Rizka Spog, dokter langganan saya ini prakteknya di RSIA Bunda Menteng, Jalan Cik Ditiro Jakarta. Biar lebih lengkap dengan jadwal, bisa telepon ke RSIA nya Mbak.

  70. Novi

    Hai mbak, salam kenal.. kalau boleh tau.. operasi yg dilakukan apakah di belek seperti sesar atau laparoskopi??
    Trus berlama penyembuhan setelah operasi??

  71. sisca

    Mbak, boleh saya share ini di fb saya ya?

    Kebetulan ini hampir sm bgt dgn keluhan2 saya selama ini…

    Anyway thnak for sharing nya mbk

    • Zizy

      Hai Mbak, sorry baru sempat balas. Boleh saja dishare Mbak, siapa tahu bisa bermanfaat buat orang lain.

      • Febria

        Malam mbak, saya mau brtanya pasca operasi adenomiosis apa msh pendrahan? Soalny sya hbis operasi jga dan msh ada jga pndrahan brupa flek2 gtu dan itu sdh 1 bln pasca op ny. Apkh mbak jga sprti itu pasca operasi ny kmrin? Trmksh

        • Zizy

          Hi Mbak, kalau saya kemarin tidak ada pendarahan pasca operasi. Sudah operasi sudah, normal. Hanya periksa seminggu pertama saja yang masih ada darah sisa operasi sedikit (apalagi saat itu juga lagi haid). Setelah itu tidak ada lagi, sudah normal, alhamdulillah.

  72. inung

    Mba jadi gak harus operasi angkat rahim ya? Aku jg nyeri haid dan bahkan setelah haid. Diagnosa terakhir adenomiosis. Menurut dokter dicoba terapi hormon 6 x . Tapi ini kok gak tahan ya sakitnya. Jadi gak harus angkat rahim ya?

    • Zizy

      Hi Mbak. Kalau mengenai tindakan yang harus diambil, sebaiknya didiskusikan dgn dokternya. Kalau saya, memutuskan untuk reseksi karena tidak mau angkat rahim.

  73. darwati

    Salam kenal mbak…senang sekali baca sharing-ny mbak, sangat bermanfaat n memotivasi.Nama saya darwati, ibu rt dng 2 orng anak dan punya pnykit yg sama tp kl saya seminggu sblm haid sdh merasakan sakit yg luar biasa yg datangny tdk tentu jamny kadang dlm sehari bs berulang 3 smpe 4 kl d jam yg berbeda bahkan tengah mlm bs terbangun karna sakitny dng durasi 10-15 menit. Mbak sakitny ini mulai terasa dr thn 2014, waktu periksa k dokter d vonis kista dan hrs segera d operasi, karna gk percaya saya k dokter lain yg dlu menangani kehamilan 2 anak saya hasilny sama tp gk perlu operasi cukup terapi obat. Baru sebln terapi ternyata ad benjolan d payudara kanan dan hrs d operasi, saya operasi benjolan bln september 2014 dan alhamdulilah tumor jinak. Akhir 2015 saya periksa k dokter lain karna sakit menjelang haidny tambah parah, dokter yg k 3 ini memvonis miom dr hasil usg transvaginal dan dia berani d bawa k forum internasional bahwa ini ad miom yg tumbuh d otot rahim tp cm 3 cm, dsarankan terapi 3 bln dan berhenti terapi d bln k 2 karna sakitny malah tambah parah. Agustus 2016 saya k dokter lain lg dan hasilny adenomyosis dan d berikan 3 opsi, yg pertama pasang alat morena dan ditunggu 3 bln kl berhasil bisa terus smpe 2 thn kl msh sakit jg dilepas, opsi kedua operasi pengikisan sperti mbak tp dokterny bilang 1 atau 2 taon bisa ngulang lg..yg terakhir angkat rahim dan dokter lebih menyarankan angkat rahim pdhal saya pinginy opsi yg k 2.Duh..mbak rasany bingung mau gimana jd smpe skrg saya blm dtng k dokter lg dan masih bertahan dng sakit ini. Mbak setelah operasi smpe skrg gk sakit lg ya.. dan ma kasih ya mbak sdh membuat saya sedikit bersemangat utk melakukan hal yg sama dan semoga kita semua selalu d redhoi Allah..Aminn..

  74. Dwi

    Mba zy saya sama kaya mba, tapi biayanya ko nyampe mahal bgt ya…

  75. Tiwi

    Selamat sore mbak zizy, pas saya baca artikel tentang adenomiosis saya sangat terharu. Kebetulan saya juga mengidap adenomiosis dan merasakan sakit haid yang luar biasa. Saya ingin menanyakan, untuk asuransi yang bisa mengcover operasi tersebut apa ya mbak. Mohon infonya. Semoga saya bisa segera sembuh seperti mbak zizy. Amin

  76. Ukhti

    Mba Zizy, makasih banget sharingnya. gimana skg kabarnya?saya kurang lebih sama kaya mba zizy. Mba mau tanya, setelah menikah mba berapa lama bisa hamil? Saya skg udh menikah hampir 2 tahun, masih tahan sakit bulanan yg luar biasa tapi saya pengen banget hamil. Mungkin kalau sdh ada anak saya baru rencana utk sembuhin sakitnya.

    • Zizy

      Halo Mbak,
      Kalau saran saya memang sebaiknya tunggu ada anak dulu ya baru operasi. Biar tenang…. 🙂

  77. Fajri Ansyah

    Mba Zisy aku alami sm persis mba tp alhamdulillah hbku normal. mau saringan donk ini pin aku mba plis diinvite ya 5B72DDCE

    • Zizy

      Dek, kalau mau sharing-an di Facebook Page TehSusu ya. Nanti bisa DM di situ kita ngobrolnya…. 🙂

  78. Grace

    Selamat untuk Mba Zizy dan makasih banyak atas sharingnya yang sangat bermanfaat. Perkenalkan saya Grace usia 22 tahun dengan diagnosa Adenomiosis. Saya sudah 8 tahun mengalami yang namanya keluar masuk RS. hanya untuk transfusi darah tapi tetap kembali lagi dan lagi. Rekor Hb terendah saya adalah 3.7 itu tahun lalu sampai saya ingat betul kl suster sudah ga bisa ambil sampel darah saya saking habisnya 😀 akhirnya saya memutuskan untuk suntik tapros, dan 3 bulan saya rasa sudah mulai normal siklus mensnya, tapi kok bulan ini sepertinya kembali mengalami heavy bleeding walaupun belum (dan jangan sampai) separah sebelumnya. Membaca dari pengalaman Mba Zizy, saya cukup tertarik dgn metode laparotomy tsb tapi karena blm menikah dan berencana punya anak juga saya masih agak takut dgn metode operasi. Ohya pertanyaan saya, apakah dokter yg mengoperasi Mba Zi recommended? Dan kalau boleh tau asuransi apa yang digunakan untuk full covered payment operasi? Terimakasih sebelumnya dan sehat selalu utk Mba Zi.

    • Zizy

      Salam kenal Grace,
      Saya turut bersimpati atas yang sudah Grace alami 8 tahun, berarti sejak usia belia sudah dapat diagnosa ini ya, bahkan Hb sampai 3,7 (!). Laparatomy kan bahasa awamnya adalah perut akan dicaesar dan rahim dikikis. Operasi laparatomy bisa dikatakan pilihan terakhir, dan saya pikir dokter tidak akan menyarankan ini untuk Grace karena masih muda dan juga belum menikah. Saran saya Grace tetap konsultasi rutin ke dokter untuk dilihat juga ukuran dari adenomyosisnya, dan apakah barangkali ada hal lain yang menyebabkan sakit.
      Dokter saya itu menurut saya sih rekomen ya karena memang saya hanya dengan dia saat hamil dulu. Dan metode reseksi ini juga termasuk metode baru yang aman menurut beliau, jadi tidak perlu angkat rahim.
      Kalau asuransi, pakai Sinarmas, memang dicovered dari kantor Grace.

      Semoga membantu dan doa saya juga semoga Grace makin sehat ya.

      • Mitha Zahra

        Mba zizy, alhamdulilah udah sembuh yah?
        salam kenal yah Aku Mitha Zahra usia ku 21 tahun. Hehe cerita aku sama persis Grace. Cuman bedanya d HB alhmdulilah tekanan darah normal. Hari ini tepatntnya 13 juli 2017 aku di ponis adenomiosis. Tp kata dokter aku klo aku di oprasi rahim aku bakalan bermasalah. Jadi aku di anjurin buat suntik. Oh iyah klo pengen tau besar atau kecilnya adenomiosis itu sebelah mana print usg yah,? Soalnya lupa lagi tanyain sama dokternya ?

      • Mitha Zahra

        Mba zizy, alhamdulilah udah sembuh yah?
        salam kenal yah Aku Mitha Zahra usia ku 21 tahun. Hehe cerita aku sama persis Grace. Cuman bedanya d HB alhmdulilah tekanan darah normal. Hari ini tepatntnya 13 juli 2017 aku di ponis adenomiosis. Tp kata dokter aku klo aku di oprasi rahim aku bakalan bermasalah. Jadi aku di anjurin buat suntik. Oh iyah klo pengen tau besar atau kecilnya adenomiosis itu sebelah mana print usg yah,? Soalnya lupa lagi tanyain sama dokternya ?

        • Zizy

          Hi Mitha,
          Kalau untuk size itu terlihat dari besarnya gambar “benda” yang melekat di rahim. Kalau saya kemarin, kedua sisi yg menyatu jd membentuk seperti buah mangga. Kalau utk operasi menurut sy Mitha harus diskusi dgn keluarga dulu. Soalnya masih muda, still have chance untuk punya anak banyak hehe…
          Suntik itu utk mengecilkan ya? Sy juga disarankan itu kemarin, tp tidak saya lakukan…. 🙂

  79. Cukup lama tidak berkunjung ke blog ini. Sharing yg sangat bermanfaat bagi kami pembaca. Keberanian dan menyiapkan diri angat sumber penyakit. Semoga kini Jeng Zee semakin sehat. Salam

  80. Baca tulisan ini terus mengenang sakit ibu aku kemaren aku jadi berfikir emang sakit jangan dipendam lama lama ya mbak. Harus segera di buang.

    Tapi gak tahu kalau emang pas aku yang ngerasain sendiri ya ?

  81. dawie

    udah lama ga berkunjung kesini.. pas kesini baca ini.. jadi ngerasa serem.. semoga sehat-sehat selalu ya.. aku ke dokter gigi aja agak cemas.. apalagi operasi besar gitu ya..

  82. Baca posting Zizy ini saya teringat waktu operasi membereskan tulang bahu yang patah dua.
    Saya deg-degan sejak awal mau operasi. Bahkan di ruang operasi sebelum disuntik anestesi badan saya keringatan, di dahi sampai mentes keringat dengan deras padahal ruangan operasi dingin sekali.

    Saya masuk ruang operasi jam lima sore, lama operasi gak tau, tau-tau saya sadar sudah di ruangan perawatan jam dua malam. Ingat kejadian operasi itu bikin saya parno. Padahal masih ada kawat di tulang bahu saya yang harus diangkat setahun setelah operasi. Ini waktu sudah berjalan 8 tahun tapi saya belum punya keberanian untuk operasi mengambil kawat yang masih tertanam, aaatttuut… hehe…

    • Zizy

      Ya ampun. Sudah 8 tahun, gak balik. Takutnya nanti kawat yang ditanam sudah menyatu dan jadi infeksi?

  83. semoga lekas sehat sedia kala ya mbak 🙂

    membaca ceritanya sejak awal saya merasa takut sendiri

    • Zizy

      Terima kasih sudah main ke sini. 🙂

  84. Zizy…. udah lamaaaa ngg mampir ke sini! Bravo, girl! Penyakit memang harus segera dibuang.. jangan ditunda! Karena tindakan dini bisa menyelamatkan jiwa.. aku jadi inget pengalaman waktu mau mastektomi :). Pertama kali operasi.. ever! Dan memang rasanya deg2an banget ya. Bakal bangun ngg? Operasinya lancar ngga dll.. good to know you’re fit and healthy now!.. happy happy new year yaaaaaa

    • Zizy

      Happy New Year Mbak Indah!
      Benar kan, rasanya gimana gitu menjelang operasi. Thank you Mbak…. 🙂

  85. Semoga benar2 sembuh ya mbak.

    Istri saya setelah kelahiran anak kedua juga sempat terdeteksi ada benjolan gitu, kalo ndak salah dibilang polip gitu namanya. Yang jelas saya ikut lihat sendiri ketika diperiksa dokter, disentuh dikit aja langsung berdarah, pantesan saja hampir setiap berhubungan jadi ada bercak darah. Itu juga yg diduga menjadi salah satu penyebab penghambat kehamilan kedua. Waktu itu kami akhirnya memutuskan untuk dikuret sesuai saran dokter. Ya walaupun akhirnya tetap belum berhasil hamil setelah itu. Tapi dari sisi kesehatan, memang rasanya lebih aman setelah dikuret itu.

    • Zizy

      Oh iya, polip itu seperti sariawan ya. Saya pernah alami juga tapi justru ketika trimester pertama kehamilan. Setelah diobati sudah hilang dan tidak kembali lagi.
      Amin semoga kita semua sama-sama sehat Bli.

  86. nah adekku di medan, dia itu ada semacam myom di perutnya jg mbak.. tapi anehnya, kalo hais ga ngerasa sakit kayak mbak. dokternya jg sampe heran, krn biasanya ini sakit.. kalo kmrn itu, dokter dia udh saranin utk angkat rahim… tp adekku ga mau dulu, krn mereka msh pgn nambah anak laki2… nah skr dia lg hamil anak kedua nih… dan laki2… jd sepertinya abis lahiran ga tau deh apa adekku bkl jd angkat rahim ato bisa cara lain tanpa mengangkat rahimnya.. aku aja serem bayanginnya mbak 🙁

    • Zizy

      Kalau yang aku baca sih memang miom itu bisa sakit tapi bisa juga tidak, tergantung ukurannya juga. Kalau ibu-ibu biasanya oleh dokter disarankan angkat setelah sudah punya 2-3 anak. Sama sih, kemarin aku juga suggestnya begitu.

  87. Kak Zi..sehat sehat terus ya kak..
    Aku juga kalau lagi datang bulan sakit banget perutnya…cuma masih bisa aku tolerir sih..

  88. Wah, mbak Zy…aku ikutan tegang lho bacanyaaaa!
    Alhamdullillah semua berjalan lancar yah mbak…

    Itu kebayang setiap bulan kesakitan kayak gitu sih mbak,
    Aku juga kadang suka sakit & kram tapi kayaknya gak sberapa sih kalo dibanding sakit yang diceritain mbak disini.
    Mudah2an sehat2 terus yah mbaaak 🙂

  89. Gede jg yah Kak Zy, semoga Kak Zy Sehat2 terus yah setelah ini :*

  90. Bah, berapa tahun aku kenal sama kak, kek orang sehat kutengok. Ternyata di balik semua itu ada penyakit itu di dalam tubuhmu. Alamkjang.

    Keputusan yang tepat, Kak. Vay masih kecil. Masih butuh mami di sampingnya. Sehat-sehat ya kak. Sehat-sehatlah kita ya. Aku pun sudah tak mau masuk rumah sakit.. Mau hidup sehat saja

    • Zizy

      Sakit di dalam memang jarang bisa terlihat dari luar. Secara umum aku gak ada masalah kecuali ‘benda’ itu saja.

  91. Mbak Zee, saya sudah penasaran ini semenjak Mbak Zee operasi beberapa bulan yang lalu. Senangnya sakit ini bisa selesai, Mbak.

    Saya kalau mens cuma ngabisin 2 pembalut/hari. Saya takjub ada yang bisa ngabisin 20 pembalut/hari (pakai bohong segala ke dokter ngomong cuma 12x/hari. Lha apa bedanya? Xixixixi..)

    Adenomiosis timbul karena meningkatnya hormon estrogen secara berlebihan, Mbak. Bahan pembuat estrogen berasal dari kolesterol. Itu sebabnya Mbak Zee disuruh kurangi konsumsi makanan berlemak.

    Memang tidak mungkin adenomiosis diangkat ketika Cesar. Pada waktu Cesar, semua pembuluh darah sedang melebar. Jika adenomiosisnya dikikis pada saat itu, pembuluh akan terbuka dan darah akan tumpah ruah deras, sulit dikendalikan. Kami mengoperasi Cesar untuk berjuang melawan waktu menyelamatkan ibu dan janin, bukan untuk mengundang masalah baru bernama pendarahan. Itu sebabnya adenomiosis tetap didiamkan ketika Cesar.

    Semoga adenomiosisnya tidak nongol lagi di kemudian hari. Senang dengar Mbak Zee sudah sembuh. 🙂

    • Zizy

      Aduh Vick. Padahal sy tahu kamu dokter kebidanan tp mau tanya dr dulu itu takut dengar diagnosanya. Makasih ya doanya. ???…

    • Fajri Ansyah

      Dok bs tanya, usia 27tahun pasca HT krn adenomiosis efeknya apa ya Dok? Dan cara mengurangi efeknya gmn Dok?

  92. Terimakasih sudah berbagi mba, ternyata penyakit dalam rahim bermacam-macam ya..
    semoga Mba Zi lekas sembuh dan gak kambuh lagi

  93. Hastira

    duh serem , jadi inget aku operas pengangkatan rahim krn ada myom. ya perdarahan terus sampai hbku turun 6, akhirnya aku yg bilang ke dokternya, ambil saja rahimnya

  94. terima kasih sharingnya ya Zi..
    deg2an juga baca kisahnya, tetapi lega akhirnya bisa terlepas dari rasa sakit ya, alhamdulillah

  95. Wuii gede banget ya zy setengah kg. Ikutan seneng skrg udh gak sakit lagi…

  96. Akuuu pengidap penyakit yg sama.. Sampe dpt bocoran pain killer nya dari kak zee… Asli cuma painkiller itu yg ngefek pas lg nyeri haid.. Aku sih blm operasi, kmrn rencana operasi malah di kasih rejeki utk hamil.. Skrg lg deg degan nunggu saatnya haid lagi setelah melahirkan, apa akan sama sakitnya seperti dulu.. Btw makasih sharing nya kak.. Berguna banget buat aku. 🙂

    • Zizy

      Iya Ke.
      Semoga hilang ya sakitnya. Siapa tahu setelah yang ketiga ini hilang dia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.