7 Jenis Obat Yang Wajib Saya Bawa Kalau Traveling

Spread the love

Dulu, jaman masih single dan masih muda, saya termasuk orang yang jarang sekali sakit. Sehingga tak pernah ada obat khusus di dalam tas saya.

Namun ketika mulai bekerja dan mulai sering business trip, dan kemudian berkeluarga dan punya anak, maka lis obat-obatan mulai saya lengkapi.

Terutama karena semenjak melahirkan, nyeri yang datang saat period sungguh luar biasa. Saat itu saya memang sudah tahu kalau di dalam rahim ada adenomiosis, tapi memang belum ada rencana tindakan apapun, sehingga saya hanya mengandalkan bekal obat nyeri khusus yang wajib ada di dalam tas sehari-hari.

Jenis Obat-Obatan Yang Wajib Dibawa Kalau Traveling

Nah, gara-gara tujuh bulan lebih sudah beraktivitas di rumah saja, saat kemarin bongkar-bongkar laci, saya menemukan ziplock. Isinya adalah obat-obatan yang selalu dibawa saat traveling.

Obat-obatan memang tak boleh ketinggalan bila kita mau traveling, baik sendirian atau dengan keluarga. Sebab kita tak pernah tahu kapan sakit bisa datang. Apalagi sakit-sakit umum yang gampang terjadi seperti pusing atau sakit perut. Belum tentu ada apotek yang dekat dengan lokasi kita kan?

jenis obat yang wajib dibawa saat treveling

Obat-obatan apa saja yang harus dibawa kalau pergi traveling?

1. Obat penurun panas atau demam

Perjalanan jauh biasanya memberi efek tubuh jadi lelah dan capek. Kemudian perubahan cuaca, batuk pilek, bisa menyebabkan tubuh kurang fit dan menimbulkan demam, khususnya anak-anak yang gampang kena demam kalau capek.

2. Obat anti mabuk

Jadi ingat dulu saat kecil, kalau saya liburan ke Jakarta, suka mabuk kalau naik mobil yang disetirin uwak saya, soalnya beliau kalau nyetir suka dut-dutan, gas rem gas rem.

Mabuk darat, mabuk laut, atau mabuk udara bisa dialami oleh siapa saja. Beberapa tahun lalu, saat saya membawa peserta untuk diving dan snorkeling di Gili, ombak kencang bikin kapal terayun-ayun, dan semua orang di dalam lambung kapal mabuk.

Gejala mabuk umumnya itu, pusing, mual, lalu muntah. Gampang terjadi kalau perut kosong sehingga asam lambung naik, atau bisa juga karena asyik main handphone atau baca buku di perjalanan.

Untuk menghindari mabuk terjadi, sebaiknya isi perut sebelum traveling, lalu bila terasa lelah, istirahatlah agar bisa menghirup udara segar. Hindari juga memainkan gadget. Buat yang di laut, akan lebih nyaman bila pandangan mata lurus ke horizon. Saya biasanya duduk di haluan atau geladak kalau lagi di kapal, meskipun resikonya ya GOSONG. Lol.

3. Obat sakit kepala

Ini obat yang paling wajib dibawa. Biasanya kalau kelelahan dan kurang tidur karena lama di perjalanan, bisa memicu sakit kepala. Saya pribadi gampang terserang sakit kepala kalau kena panas matahari yang terlalu terik, jadi untuk pencegahan saya selalu mengenakan topi kalau berada di outdoor. Obat sakit kepala yang biasa diminum oleh anggota keluarga, wajib ada di dalam kotak obat untuk dibawa traveling.

Baca juga: Panduan Agar Bisa Liburan Aman Saat Pandemi

4. Obat untuk sakit perut dan diare

Kebanyakan makan, atau mencoba makanan baru di negara baru, yang belum tentu cocok bisa menyebabkan sakit perut. Jangan sampai sih liburan jadi terganggu gara-gara sakit perut, jadi bawalah obat sakit perut yang biasa digunakan. Kalau bisa beberapa macam untuk keluhan yang berbeda, jadi untuk diare ada, lalu untuk perut begah atau kembung juga ada. Dan bedakan juga obat untuk anak-anak.

5. Obat alergi

Ada banyak jenis alergi dan tidak semua orang tahu dirinya alergi terhadap apa. Seringkali pula baru ketahuan ketika berada di suatu tempat, dan kemudian mengonsumsi sesuatu yang kemudian memberi efek alergi pada tubuh. Alergi makanan tertentu, alergi bulu binatang, alergi debu dan banyak lagi. Saya ada sedikit alergi terhadap debu,  yang biasanya akibatnya mempengaruhi sinus. Anak saya Vay juga ada alergi makanan ketika kecil, tapi sekarang sudah mulai kuat badannya, tapi masih ada alergi juga terhadap debu, biasanya dia jadi batuk pilek.

Bagi yang sudah tahu dirinya alergi terhadap makanan atau debu maka bawalah obat alergi kemanapun pergi. Saya rutin membawa obat generic anti gatal, yang biasa terjadi kalau udara terlalu panas, agar saya tidak terus menggaruk kaki, tangan dan wajah. Selain obat alergi yang diminum, obat dalam bentuk lotion atau gel anti alergi juga dibawa. Yang dibawa juga yang bisa dipakai oleh semua orang, termasuk anak-anak.

6. Obat luka

Ini sangat penting, terutama kalau pergi dengan anak-anak. Saking aktifnya anak-anak, gampang sekali mereka terkena luka akibat tergores sesuatu atau terjatuh. Yang wajib dibawa itu, salep luka dan band aid. Band aid ini juga sangat useful kalau di perjalanan tumit atau telapak kaki lecet karena terlalu lama berjalan.

7. Obat-obatan resep dari dokter

Kalau ini jangan sampai lupa. Kalau saya selalu membawa obat anti nyeri untuk sakit kalau period atau di luar period yang sudah diresepkan dokter. Sementara kalau kami traveling dengan keluarga besar, saya selalu memastikan tidak ada obat yang terlupa, seperti obat darah tinggi untuk mami dan tante saya yang harus diminum secara rutin. Lalu kalau ada sisa antibiotik anak yang belum habis sementara kita mau pergi, itu juga pasti dibawa.

Jadi ingat, lima tahun lalu saat mau business trip ke luar negeri, mendadak meriang, lalu flu, dan sinusitis kambuh. Jadi saat berangkat, harus bawa satu plastik obat dan vitamin dari dokter untuk kebutuhan di sana, sampai lelah betul setiap hari harus menelan total 10 butir obat dan vitamin. Selama di sana pun tidak bisa 100% konsentrasi.

obat yang harus dibawa traveling

Itu dia obat-obatan yang selalu saya bawa di dalam kotak obat setiap kali traveling, biar nyaman dan tetap sehat.

Ada yang mau menambahkan?

-ZD-

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

5 thoughts on “7 Jenis Obat Yang Wajib Saya Bawa Kalau Traveling

  1. Waktu kecil dulu saya mabuk darat, Mbak Zy. Parah banget sampai-sampai kadang-kadang mabuk darat dalam perjalanan dari rumah ke pasar. 🙂 Jadi obat mabuk wajib bawa. Tapi lama-lama jadi terbiasa dan nggak mabuk darat lagi.

    Sekarang kalau jalan-jalan paling obat yang saya bawa obat luka. Kalau naik gunung kadang-kadang bawa norit. 😀

  2. Je

    Versi saya, yang harus ada Ener***-C! Bukan gara-gara pandemi, tapi emang dari dulu sebelum pandemi sudah pakai. (Sensor merk ya.)

    Btw, keren blog nya. Awet dan terawat. Sukses selalu!

  3. bener bangeet mba.. aku juga kalau traveling harus bawa kebutuhan obat yang most likely dibutuhkan. Karena aku suka bermasalah dengan lutut dan otot/tulang, obat penghilang rasa sakit dan obat gosok andalan wajiiib hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *