Aku Kayak Polisi Ya?

“Ah, itu dia kayaknya.” Batin saya. Toko bernuansa hitam-merah itu terletak di belokan. Grafiran huruf berukuran besar bertuliskan Benteng, hanya sekilas lewat mata saya. Dengan stil yakin, saya melangkah masuk.

Setelah masuk ke dalam toko jewellery itu, barulah saya sadar, saya salah toko. Set dah!! Tapi apa boleh buat, masa iya saya mundur? Biarpun sebenarnya kaki saya tadi sudah berdecit, otomatis ngerem. Hihi…

“Saya cari fashion ring yang simple,” tegur saya pada seorang pramuniaganya. Sudah kepalang basah, sekalian sajalah lihat-lihat di sini. Saya memang sengaja mampir ke MKG, jalan-jalan menghabiskan waktu sebelum pulang ke rumah.

“Oh, sebelah sini Mbak.” Ia membimbing saya ke sebuah rak. Wedding ring?? Perasaan saya tadi bukan bilang cari wedding ring deh. Hmm.. iyalah, mungkin si Mas salah dengar, dan itu juga makin diyakinkan karena saya tidak mengenakan cincin kawin saya. Saya diam saja dan membiarkan dia menarik tutup laci dan mengambil beberapa pasang cincin yang simpel.

“Ini, Mbak, ini simpel.. kalau untuk cincin kawin memang lebih baik tuh yang.. bla bla bla..”

“Ohh..” Saya mengangkat alis pura-pura tertarik mendengar penjelasannya, dan juga mencoba cincin itu ke jari saya. Ya kan ga mungkin saya beli wedding ring lagi. Namanya juga pura-pura.

Wedding ring nya cuma ini saja?” Saya menyapu mata menyelidik.

“Iya Mbak, cuma ini.”

Binggo…!!

“Waduh Mas, saya cari yang cincin cowoknya gak ada mata.” Dan sudah bisa ditebak jawabannya adalah TIDAK ADA, karena saya sudah lihat semua cincin kawin di situ. Semuanya ada berliannya.

Saya kasih alasan begini. “Kan tidak semua cowok suka pakai cincin yang ada matanya, Mas.”

Dia tertawa. “Waduh Mbak, masa cari cowok yang gak ada matanya?” **Yeee…… gw hajar juga lu, mas..! Mo ngajak becanda ato sok akrab neeee…**

Saya pun berlalu dengan tangan hampa, tentu saja. Wong tujuan saya memang bukan ke toko jewellery Benteng itu. Salah sasaran, soalnya nuansanya dibuat mirip-mirip. Nah, seingat saya, memang di sekitar situ. Di MKG-1, lantai dasar, deket arah ke Diamond.

Nah! Itu dia… Frank & co Jewellery. Saya masuk dan tertegun untuk beberapa saat. Kok sekarang nuansanya lebih black yah? Seorang pramuniaga mengejar saya yang kebingungan dengan matanya.

“Saya cari fashion ring.”

“Sebelah sini, Bu.” Saya mengikuti arahnya, dan duduk di salah satu kursi. Melirik kanan kiri meyakinkan saya tidak salah toko. Berusaha mencari tulisan Frank & co di dinding kaca atau di mana gitu.

“Kita memang mengubah penampilan, Bu.” Terangnya lagi.

“Wah, pantes. Saya jadi bingung, terakhir kali saya kemari dua tahun lalu, di sebelah sana tempat wedding ring kan?” Tunjuk saya ke pojokan yang sekarang sudah ditutup.

“Sudah lama juga ya Bu, gak kesini?” Ia mengeluarkan sebentuk cincin yang mewah sekali, dan ketika saya coba ke jari saya, saya lebih mirip inang-inang karbitan. Gak cocok!

“Iya, saya kan tugas di Medan.”

“Oh, Ibu dari Medan ya. Kita di Medan juga ada Bu, di SunPlaza.”

“Iya, benar. Saya terakhir beli disana, dilayani sama cewek yang marganya Purba itu.”

“Jadi ini lagi maen ke Jakarta ya Bu ya?”

“O enggak. Saya sekarang sudah pindah kesini.”

Dia mengangguk-angguk dan obrolan tak bermutu itu pun diselingi dengan pengukuran jari tengah kiri saya. “Sebentar aku ukur dulu yah, maaf ya Bu.” Pamitnya ketika akan memasukkan gelang-gelang ring itu ke jari saya.

……….
“Sudah lama Bu, tugas di POLDA?”


Toweongweongg…..!! Hah?! POLDA?

Huahahahaa… kok bisa-bisanya dia menduga saya kerja di POLDA? Apa karena saya menggunakan kata “tugas” tadi?


Heemmmm….. Saya tersenyum kecil saja. “Nggak kok, saya bukan di POLDA.” 😀


Aduh, kalau mau menurutkan hati, saya pasti sudah tertawa terbahak-bahak. Kalo di YM, sudah pakai icon =)) lah kira-kira. Saya lihat-lihat lagi penampilan saya, kayaknya gak ada yang mengindikasikan saya adalah seorang anggota. Kemeja liris hitam-coklat-emas, celana jeans, boot coklat, dan rambut di-ekor kuda.

Waktu saya mengeluarkan membercard Frank & co, terpaksa saya tutupi sisi dompet sebelah kiri saya, agar dia tidak bisa melihat kartu anggota saya yang asli. :p

Related Post

Cipika-Cipiki Budaya cium pipi atau istilah kerennya cipika-cipiki adalah hal yang biasa di masyarakat kita. Setiap bertemu teman atau keluarga yang lama tak bertemu, misal ketemu sahabat kuliah di sebuah mall, atau saat arisan keluarga, pasti para perempuan salin...
Mendengkur Terinspirasi dari tulisan Mbak EM di sini tentang ngorok, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang yang namanya mendengkur atau ngorok. Di keluarga kami, salah satu yang suka mendengkur saat tidur adalah papi saya. Mungkin karena papi gemuk jadi...
iseng2 itung pengeluaran utk gadget Pernah gak, mencoba menghitung berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan untuk membeli gadget2-an? Mulai dari pertama kali kerja dan mulai bisa beli hape sendiri, lalu tiap tahun atau beberapa kali setahun ganti hape? Pasti gak kebayang kan berapa ba...
Pencitraan Arisan, kondangan, meeting, pertemuan guru murid, kopdar, reuni adalah banyak dari ajang pencitraan. Sebut yang lain lagi untuk menambahkan tapi intinya kumpul-kumpul adalah momen dimana orang akan berusaha menampilkan citra terbaik dirinya di depan ...
Nikmatnya Makan Burger Siapa di sini yang suka makan burger? Kalau saya, saya suka makan burger. Tapi tidak semua burger bisa pas di lidah dan hati. Halah, makan burger aja bawa-bawa hati ya. Eh tapi ini bener. Kalau kita sudah cinta sama satu makanan, rasanya tak akan per...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

5 thoughts on “Aku Kayak Polisi Ya?

  1. elz

    siapa napa petugas di Frank & co Jewellery itu? jangan2 dia intel juga… makanya bisa ketahuan gitu??? coba ko cek arsip2 di polda…hehehehe

  2. uam

    huahuahuahua…
    masa sih dia nebak kak Si di Polda? Liat dari sisi mana dia?
    mungkin dari intonasi suara kalee, hihih
    tapi mo ngakak banged baca inih, huahuahua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.