Biar Sendiri tapi Tetap Happy

Sekarang Vay sudah doyan main air, sudah bisa merasakan nikmatnya sensasi rasanya bila badan terendam di dalam pool. Kalau di sekolah, sekarang pelajaran renang sudah masuk di silabus, sebulan dua kali. Dan karena Vay sudah happy nih, makanya Januari ini dia sudah saya daftarkan ikut les renang di sekolah. Syukurlah ada salah satu sahabat Vay yang juga ikut les renang, jadi dia ada teman.

Dan, sebelum liburan sekolah kemarin kan kita sudah janji mau bawa dia main air ke Waterbom. So, seminggu sebelum Natal, saya sudah ajak mommy-nya Val – sahabatnya Vay – untuk janjian ke Waterbom, dan kita sepakat pergi di minggu terakhir Desember. Juga sudah ngabarin mommy-nya Tasya, teman Vay juga tapi no response. Eh iya lho, gadis-gadis kecil ini sudah pada sahabatan lho. Vay, Val & Tasya. Mereka sama-sama sekelas since Kiddy 2 tapi mulai sahabatan since KG.

Tapi rencana ternyata tidak bisa berjalan mulus. Sehari sebelumnya mommy-nya Val mengabarkan kalau mereka tidak bisa ikut karena ternyata daddy-nya Val harus ngantor dan mommy-nya tidak boleh lagi nyetir sendiri karena sedang hamil tua. So, saya pikir sudahlah, tidak mungkin juga batal, sayang karena saya sudah ambil cuti.

Vay jelas kecewa saat saya bilang kalau dia akan sendirian saja ke Waterbom. “Mom, kenapa Valerie-nya gak datang ajaaa…” “Gak bisa, Sayang. Gak ada yang nyetirin.”

Tiba di Waterbom, satu jam pertama, Vay mulai bosan. Cemberut dan marah-marah. Apalagi kolam selutut untuk anak baby itu kosong, karena hari masih cukup pagi. Sempat naik ke Gazebo, katanya mau tidur dulu aja. Tapi kemudian saya dapat ide. Di sisi sebelah kan ada kolam yang agak dalam sedikit dengan tiga perosotan. So agar Vay mau main ke situ, saya bilang padanya kalau kita akan melihat nanny-nya meluncur dari perosotan. Vay langsung keluar dari kolam baby itu dan bergegas ke kolam sebelah.

Turun ke anak tangga pertama, kedua, ketiga, hingga sampai menginjak bagian dasar kolam, Vay baru sadar kalau itu hanya sedadanya. Dan dia happy! “Mami, cepat ganti baju ya. Yang ini kan dalam sedikit, nanti Mami temani Vaya di sini.” Saya pun berganti baju, menepati janji padanya tadi pagi, bahwa saya hanya akan masuk ke kolam kalau dia masuk ke kolam yang agak dalam. Ngapain jugaaaa maminya duduk di kolam baby…. ngotorin baju renang aja :p.

Saat ketemu kolam dalam, langsung happy :)

Waterbom Pantai Indah Kapuk

Habis dari pool itu, kita keliling-keliling lagi. Kali ini ke pool lain yang lebih dalam, 80cm. Memang awalnya Vay belum pede untuk menapak, tapi pelan-pelan dia turun dari punggung maminya dan ternyata ya, tinggi air kolam itu hanya selehernya. Langsuuunngg gak mau pindah. Katanya mau di situ saja, karena dengan kedalaman segitu dia bisa belajar mengayunkan tangan, pura-puranya belajar renang.

Sesuatu yang saya kagumi dari anak saya ini adalah sosialisasinya. Dia tidak pernah sungkan memulai percakapan dengan orang lain, dewasa atau anak-anak. Melihat seorang baby – usia 10 bulan saat saya tanya – sedang cebar-cebur sambil digendong ibunya, dia mendekat dan bertanya, siapa nama adeknya, terus kenapa rambutnya belum ada. Hahah…. Saat abangnya si adek tadi lewat – kayaknya sebayaan sama Vay sih – Vay dengan polosnya berkata lagi, “Ini kan sudah abang, tapi kok kepalanya botak juga?” Dan si abangnya pun cemberut, soalnya rambutnya kan ada, cuma karena basah aja jadi kayak botak. LOL. Setelah itu sempat pindah-pindah kolam, dan Vay sudah dapat teman baru untuk guling-gulingan di kolam cetek.

Kemarin itu kunjungan terlama ke Waterbom. Meski Vay tetap belum pede naik perosotan meski yang kecil sekalipun, tapi tak terasa dia main cukup lama bo’. Mau pulang saja musti dipaksa. Biarpun berenang sendiri, tapi tetap happy ya Vay….

Related Post

Safety Adalah Yang Utama Dulu sekali, Vay pernah tanya. “Mami, Vaya umur berapa boleh nyetir mobil?” Yang kemudian saya jawab, “Kalau usianya sudah tujuh belas tahun, ya.” “Ha? Seventeen?” dia sedikit membelalak. “Tapi kenapa Mami sudah nyetir sejak umur f...
Hello Kitty di Dunia Fantasi Ancol Jadi kan, kemarin itu saya sama teman-teman kantor pergi ke Dunia Fantasi, Ancol. Saya bawa Vay, karena mau ke wahana Hello Kitty yang baru buka itu. Karena wahana ini baru dibuka jam 12 siang, kami keliling dulu cobain wahana lain sambil makan si...
Saat Setan Datang Hikmah dan inspirasi bisa datang kapan saja. Itu yang terjadi siang tadi saat saya keluar ke Sarinah untuk membeli sesuatu. Ada sebuah peristiwa yang bikin hati saya sesak, mungkin – ya mungkin – karena saya melihatnya dari profesi saya sebagai s...
Yang Kecil dan Imut Sabtu lalu, waktu datang ke acara Digital Community Hangout-nya Indosat di Pisa Cafe Menteng, ada lomba foto makanan dan mainan kecil-kecil gitu, salah satunya lego. Lucu-lucu deh, sampai banyak anak kecil yang sempat memaksa ingin minta. Soalnya ada...
Rock Star Gym Secangkir teh susu: Kata para ahli nih, olahraga punya banyak manfaat positif buat anak. Selain biar tubuhnya sehat dan selalu bugar, rutin mengikuti olahraga juga dapat meningkatkan kecerdasan, mengajarkan sportifitas, juga melatih anak bekerjasama ...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

36 thoughts on “Biar Sendiri tapi Tetap Happy

  1. Foto maminya Vay mana?

    Lihat vay berenang, saya jadi pengen berenang lagi, sudah lama ndak berenang. Kemarin sudah siap-siap berenang pas banjir di rasuna said, tapi syukurlah cuma selutut.

  2. Kak Zizy aku kalo ngajak Sekar berenang otomatis dia gak ada teman tapi di akalin Sekar suruh aku kenalan sama anak2 yg berenang di situ jadi mereka berteman hehehe tapi pas Vay ke kolam renang lagi kosong ya susahnya 🙂

  3. Dulu Vay pertama ke kolam renang umum usia berapa, Mbak?

    Bingung, mo ngajak Diana atau beliin kolam renang plastik biar bisa renang di rumah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *