Kamus Ajaib-nya Bu Lis

Mo gosip dikit ya..

Di kantor saya ini, ada yang namanya Bu Lis. Umurnya hampir lima puluh, manager di divisi procurement. Saya gak begitu tahu seperti apa Bu Lis ini kalo sedang jam kerja, soalnya tempat duduk saya di bagian yang berbeda dengan blio.

Tapiii kebetulan temen se-geng saya duduknya deketan dengan Bu Lis. Nah dari mereka ini saya dapat cerita tentang Bu Lis.

Bu Lis ini punya kebiasaan merepet, dari pagi sampe sore pasti adaaa aja yg direpetin. Udah gitu suka main perintah. “Tarok kertas warna merah ya..!” “Tarok yang kuning..” Soalnya duduknya jauh dari printer, jadi yang kena disuruh-suruh ya anak buahnya. Padahal anak buahnya ini juga udah bisa dibilang senior.

Trus kalo terima telepon dari vendor, musti suaranya kenceng banged. Pernah saya tanya ke Mbak Versi, anak buahnya yang sering direpetin Bu Lis — kebetulan teman saya nge-gym di kantor pusat sebelah — apa dia gak pernah tersinggung sering diomelin di depan orang-orang lain? Dan Mbak Versi (dengan logat surabayanya) cuma bilang ,”Ya namanya juga ibu-ibu, ya pasti cerewet kan? Kayak ibu kita sendiri, gimana? Suka ngomel juga kan?” Hrrmm.. saya terdiam dengarnya. Benar juga ya. Bukankah memang sifat dasar ibu-ibu suka ngomel? πŸ™‚

Lalu, kenapa teman-teman segeng saya yang protes? Sebenarnya sih enggak protes ya, cuma memang kerjaan mereka tuh butuh konsentrasi dan ketelitian, jadi mungkin jadi hilang konsentrasi kalo Bu Lis lagi merepet. **hhm… salahkan kantor pusat, kenapa coba divisi channel harus gabung sama procurement?

Back to Bu Lis. Blio ini kan hobinya ber-Inggris ria (ini juga cerita teman-teman di sebelah). Jadi sedikit-sedikit bahasa Inggris, campur-campur dengan bahasa Indonesia. Teman-teman suka kekeh-kekeh dengar Bu Lis ngomong Inggris, katanya ajaib banged. Semua kata dibuat jadi “i”.

Contoh waktu lagi telponan dengan dealer : “Nanti bapak kirim imil saja ke saya..”

Contoh waktu ngobrol dengan orang IT : “Aduh ini kenapa gak bisa di sip is ya (maksdnya save as)?”

Ini nih sebagian kamus ala Bu Lis yang disusun teman-teman saya & minta diposting:

blame = ( baca : blim )
email = ( baca : imil)
space = ( baca : spis)
base on = ( baca : bis on)
merchandise= (baca : mercendaiis )
plan = ( baca : plin)
delete = (baca : dilit)

Tapi memang dasar kami ini kurang ajar udah ngejek orangtua, akhirnya kena batunya juga. πŸ˜€

Jadi beberapa waktu lalu, saat meeting akbar untuk urusan event, Bu Lis seperti biasa merepetlah kan, dan di situlah pertama kalinya saya dengar kata-kata kamus bahasa Inggrisnya Bu Lis. πŸ˜€

Sementara si ibu merepet bla bla bla, kami yang duduk di belakang menahan tawa bahkan sesekali cekikikan.  Catet ya, kami itu bukan hanya perempuan, tapi juga cowok-cowok yang tahu kisah kamus ajaib itu.

Waktu itu Bu Lis ada ngomong gini ke EO : “Nanti di terminal satu juga ada aser-nya kan?” Dan blio terus ngucapin kata aser aser aser…. terus.

Seorang teman saya berbisik : “Ih apaan sih??? Coba deh mbak? User kok jadi aser sih? Ganggu banged kan yaa??” Lalu mulai deh cekikikan lagi.. Saya sempat mikir bentar kenapa kata “aser” kedengaran gak asing, tapi memang dasar  otak ini udah diracuni duluan, jadi saya pun ikutan cekikikan setiap kata “aser” terucap.

Dan ternyata sodara-sodara, memang kamilah yang bolot. Karena yang dimaksud Bu Lis memang bukan user, tapi usher alias “penerima tamu”. Hhahahaa…

OMG, bisa bayangkan betapa malunya kami semua. Udah ngejek-ngejek orang, eh ternyata kita yang bego. So silly! =))

Related Post

Ngopi dan Ngupil Selamat Tahun Baru! Selamat pakai kalender baru. Sudah buat resolusi untuk 2014? Hmm, saya buat gak ya? Tidak sih. Paling yang saya buat adalah plan dan ide-ide baru Γ’β‚¬β€œ yang semoga saja disetujui Γ’β‚¬β€œ untuk pekerjaan di kantor. Untuk pribadi, sudah d...
Pentingnya Nutrisi Seimbang Postingan saya kali ini masih seputaran anak. :) Saat saya pertama kali dihadapkan pada kenyataan bahwa saya telah menjadi seorang ibu dengan lahirnya seorang putri, rasa negatif yang pertama kali hinggap di kepala saya adalah khawatir. Khawatir a...
Pencitraan Arisan, kondangan, meeting, pertemuan guru murid, kopdar, reuni adalah banyak dari ajang pencitraan. Sebut yang lain lagi untuk menambahkan tapi intinya kumpul-kumpul adalah momen dimana orang akan berusaha menampilkan citra terbaik dirinya di depan ...
Sendawa Siang tadi, sepulang dari Grand Indonesia, di dalam lift gedung SarJa, saya berdua dengan seorang ibu yang saya perkirakan usianya di atas 40 tahun. Rapi seperti layaknya pegawai kantoran. Kami sama-sama masuk dari B1, dia memencet tombol angka 1, da...
Mendengkur Terinspirasi dari tulisan Mbak EM di sini tentang ngorok, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang yang namanya mendengkur atau ngorok. Di keluarga kami, salah satu yang suka mendengkur saat tidur adalah papi saya. Mungkin karena papi gemuk jadi...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | a former Digital Marketing Manager | a Content Creator | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

103 thoughts on “Kamus Ajaib-nya Bu Lis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *