Gara-gara Kejadian Pengacara Aniaya Teman di Bekasi, Saya Mau Share 7 Langkah Menghindari Terjadinya Kejahatan di Rumah

Adakah di antara pembaca yang suka mengikuti liputan berita kriminal seperti saya? Saya memang tertarik membaca berita kriminal, banyak lho pengetahuan yang bisa didapat dari berita-berita kriminal itu. Mulai dari mengenal macam sifat manusia, mengetahui latar belakang yang menyebabkan niat jahat itu muncul, hingga apa dan bagaimana kita melakukan tindakan preventif agar terhindar dari menjadi korban.

Kejadian terbaru yang cukup menghebohkan adalah penganiayaan atau ada juga yang menduga ini sebagai percobaan pembunuhan, dimana ada pengacara sekap dan aniaya teman di Bekasi karena dia tidak mau melunasi hutang Rp 900 juta pada korban. Silakan klik link barusan untuk melihat versi video liputan dari hasil cctv di rumah korbannya.

Sudah lihat? Gimana, ngeri gak sih lihatnya? Itu orang-orang dengan santai dan ringan tangan langsung aja gitu main setrum para korban, lalu sempat menusuk, dan ada yang sudah mengeluarkan pisau dari celananya. Dan yang kurang ajarnya, otaknya yaitu si pengacara ini adalah teman baik korban semasa kuliah. Syukurnya semua selamat.

Tips Menghindari Terjadinya Kejahatan di Rumah

Ok deh, lalu dari kejadian di atas hikmah yang bisa diambil apa? Saya mau tulis ini di bawah, agar kita semua selalu sama-sama aware bahwa kejahatan selalu ada di sekitar kita dan siapapun bisa berbuat jahat pada kita.

7 Langkah Menghindari Terjadinya Kejahatan di Rumah

  1. Bila ada orang datang, apalagi orang asing, jangan langsung membuka gerbang atau pintu. Sampai di sini, kita harus bisa mengedukasi asisten rumah tangga kita terutama kalau yang baru datang dari kampung, agar tidak keder kalau ada orang asing datang tapi mengaku saudara atau ada janji dengan orang rumah.
  2. Bila terkait hutang piutang, sebaiknya bertemu di bank atau bila ingin ketemu di rumah, pastikan ada pengawalan aparat, atau juga dengan kehadiran ketua RT.
  3. Selalu menanyakan tanda pengenal atau surat tugas bila ada tamu yang ingin masuk dan mengaku sebagai petugas.
  4. Pasang CCTV di sekitar rumah, dan bila terpaksa harus menerima tamu di dalam rumah entah di carport atau di teras, pastikan akses ke dalam rumah ditutup.
  5. Bila kita ada pesan tukang dari aplikasi online, dan mereka kerja di luar, pastikan pintu ke dalam rumah tetap dikunci.
  6. Bila ada orang asing di rumah seperti penyedia jasa yang memang dipanggil ke rumah, foto orangnya dan informasikan ke teman-teman di group WhatsApp jadi informasi. Share juga foto profil mitranya.
  7. Bagi yang rumahnya besar dengan jarak jauh ke belakang, boleh juga memasang lampu sirine SOS di depan rumah. Bila ada apa-apa, tinggal pencet tombol agar orang-orang di luar rumah bisa aware bahwa telah terjadi sesuatu dengan penghuni rumah. Dan untuk yang nomor tujuh ini tentunya harus diinformasikan juga ke tetangga agar mereka tahu maksud dari sirine itu.

Saya termasuk yang sangat hati-hati sih dengan orang yang datang. Kalau mengaku petugas, saya akan korek-korek informasi dulu untuk menggali apa dia memang sebelumnya pernah ke rumah, kayak petugas PAM gitu. Lalu pernah juga ada yang datang dari LSM dan minta masuk ke dalam, saya tidak izinkan meski mereka bilang sudah dari RT. Apa urusannya dengan RT? Lalu kalau sudah ke RT, saya harus kasih masuk kalian? Kenapa kalian gak sama RT ke sini? Dan karena ternyata mereka Ambon lalu mereka pun tahu saya Ambon, akhirnya mereka melunak, jadi segan. LOL. Setelah itu saya kasih masuk hanya 1 orang saja ke dalam dan kita ngobrol di teras, tapi si mbak sudah saya suruh kunci pintu rumah dari dalam untuk jaga-jaga.

Intinya tetap waspada. Be safe ya semua!

 

Sharing is Caring
  • 1
    Share

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to admin@tehsusu.com to collaborate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *