Bagaimana Menerapkan Kedisiplinan Yang Baik untuk Si Remaja 

Tahun-tahun remaja terkenal menantang bagi orang tua. Tugas mereka sekarang adalah menemukan jejak langkah kaki laut mereka sebagai pribadi, membentuk identitas, memilah apa yang penting bagi mereka.

Jadi disiplin itu berarti terlalu bersikap ketat kepada anak Parents maka kemungkinan besar akan terjadi pemberontakan terbuka. Karena jika Parents menolak, kemungkinan anak remaja Parents akan menjadi pembohong yang sangat baik, dan menyelinap di belakang Parents.

Jika orang tua memiliki anak yang berkemauan keras, orang tua telah belajar bahwa kita tidak dapat mengendalikan anak kita. Parents hanya bisa membantunya dalam mengontrol emosi mereka.

Alasan lainnya anak memberontak mungkin karena Parents menggunakan hukuman yang lebih keras untuk membuatnya patuh. Itu mungkin berhasil dengan anak-anak yang memang manut, tetapi itu tidak berhasil dengan anak-anak yang berkemauan keras. Dan jelas itu tidak akan berhasil dengan remaja!

Tapi itu tidak berarti Parents tidak bisa membimbing dan mendidik anak remaja Parents. Jika Parents memiliki hubungan yang hangat dan terbuka di mana anak remaja Parents merasa dihargai dan mereka menghormati orang tuanya, lalu jika orang tua mengandalkan banyak diskusi untuk membimbing anak, maka Parents dapat yakin bahwa masa remaja mereka akan jadi lebih mudah untuk dihadapi oleh Parents.

Anak Parents akan menghormati aturan hampir sepanjang waktu, dan akan memulai negosiasi tentang aturan yang menurutnya tidak akan berhasil untuknya. Itu karena Parents akan tetap menjadi pusat kehidupan anak Parents dan dia tidak ingin mengecewakan Parents. Dan karena Parents berempati dengan perasaannya, anak remaja Parents bisa dikatakan telah mengembangkan kemampuan untuk mengatur emosinya, yang membantunya mengatur perilakunya.

Inilah saatnya untuk beralih ke jenis hubungan orangtua-anak yang kuat yang membuat anak Parents punya keinginan untuk melakukan hal yang benar.

Bagaimana Menerapkan Kedisiplinan Yang Baik untuk Si Remaja 

Mulainya dari mana nih? Bagaimana cara mengajarkan disiplin pada remaja?

  1. Berkomitmen untuk saling menghormati, untuk semua orang di rumah

Jika orang tua berteriak kepada anak, hal ini berakibat perilaku anak kita menjadi kurang sopan. Sebab berteriak adalah salah satu sifat intimidasi terhadap anak. Mulailah berkomitmen untuk berbicara dengan nada hormat kepada semua orang terlebih pada anak Parents ya.

  1. Fokus pada penguatan hubungan timbal balik

Agar ketika Parents menetapkan batas seperti “Pe-er harus selesai baru boleh pegang hape.” Maka anak pun ingin bekerja sama. Pastikan Parents memiliki waktu one on one dengan setiap anak setiap hari, di mana orang tua berada dalam posisi mendengarkan.

  1. Berhenti terlalu merasa bertanggung jawab

Salah satu kunci untuk membuat remaja mau bekerja sama adalah menghargai keputusan mereka dan membiarkan mereka sadar bahwa di sebagian besar kehidupan mereka, mereka perlu bertanggung jawab. Namun tentu saja, untuk urusan tanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan, ini tetap tidak boleh longgar ya Parents!

  1. Perbaikan adalah cara baru menumbuhkan akuntabilitas

Bila kita berusaha mengurangi niat atau keinginan menghukum anak khususnya remaja, maka perkenalkan konsep reparasi. Maksudnya di sini adalah bertanya pada anak remaja Parents apakah ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk membuat situasi menjadi lebih baik sekarang. Misalnya, dia telah berkata buruk pada sahabatnya, lalu menurutnya apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki hubungan. Konsepnya sama dengan bila kita pergi ke toko saat dia masih kecil dan dia merusak sesuatu, maka dia harus tetap membayar penggantinya.

  1. Menetapkan harapan Parents padanya dan garisbawahi apa yang penting

Tentunya ini bervariasi untuk setiap keluarga. Di saya, saya berharap anak saya dapat memperlakukan setiap orang satu sama lain secara sopan, selalu bersikap jujur serta mempertahankan nilai bagus.

remaja

  1. Berikan dukungan apa pun yang diperlukan agar anak dapat memenuhi harapan Parents

Jika anak remaja Parents tampaknya tidak serius belajar keras di sekolah, coba lihat lagi apakah sebenarnya anak hanya butuh belajar lebih tekun tanpa terganggu gawai dan media sosial, atau dia memang membutuhkan les dalam mata pelajaran tertentu untuk mengejar ketertinggalan.

Jika dia kasar kepada Parents, anggap itu sebagai tanda bahaya bahwa hubungan Parents perlu diperbaiki dan lanjutkanlah. Terlepas dari masalahnya, anak remaja belum tentu tahu cara memperbaiki keadaan. Dia membutuhkan bantuan orang tuanya. Dan orang tua perlu turun tangan mendukungnya dalam mencari tahu langkah selanjutnya untuk meyakinkannya bahwa dia tidak sendirian.


Baca juga: Cara Mendidik Anak Jadi Kreatif di Era Digital


  1. Sabar, memang tidak mudah mendisiplinkan remaja!

Kadang kala remaja kita hanya ingin menguji orang tuanya apakah memang orang tuanya serius dengan peraturan. Tetaplah dengan beberapa batasan yang sudah dibuat, usahakan jangan kembali kepada cara lama memperbanyak hukuman daripada membantu anak remaja kita. Memang tidak mudah dan tidak bisa cepat, namun lama-lama anak remaja kita akan melihat ini sebagai sebuah kebiasaan baru, sehingga mereka akan mulai merasakan manfaatnya dan pelan-palan akan mulai mengaplikasikannya sendiri.

Bila Parents punya saran lainnya, jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar.

Sumber: ahaparenting, firsthing.org
Sharing is Caring
  • 1
    Share

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to hello@tehsusu.com to collaborate.

One thought on “Bagaimana Menerapkan Kedisiplinan Yang Baik untuk Si Remaja 

  1. Pingback: Cara Berkomunikasi Secara Efektif Dengan Anak Anda | Life, Parenting & Travel Journal Mommy Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *