Menjajal Super Steak di Kebayoran

Spread the love

Kemarin malam, saya dan teman-teman melipir ke suatu tempat, untuk bersilaturahmi dengan seorang teman – menjelang Ramadhan – sekaligus menikmati makan malam nikmat sebelum memasuki bulan puasa.

Kemanakah kami? Yes! Kami melipir ke sebuah warung steak di daerah Kebayoran Baru, yaitu Super Steak. Kebetulan salah satu ownernya, Rya, adalah teman kami. Jadilah sekalian main dan makan dong, ya.

Mau sedikit sharing tentang steak. Saya bisa dikatakan tidak doyan-doyan amat dengan steak, tapi memang suka. Tapi, kemarin ini saya baru dapat ilmu baru tentang steak yang dimasak medium well, yaitu bahwa meskipun daging itu setengah matang, tapi daging itu tidak mengandung bakteri, karena bakteri hanya hidup di permukaan – yang sudah pasti mati saat daging dimasak – dan bakteri tidak bisa hidup di dalam lapisan daging. Lalu, selama ini, setiap kali saya memesan steak – seperti kebanyakan orang Indonesia – saya pasti memesan daging steak dengan olahan well done. Kenapa? Karena saya dan mungkin juga kalian keburu merasa resah saat melihat daging agak merah atau ada cairan kemerahan keluar dari daging sapi. Padahal nih, cairan merah yang keluar itu bukan darah, tetapi itu saripati alias juice dari daging itu sendiri.

So, kemarin saat di Super Steak, ketika saya mengatakan well done, pelayannya menyarankan agar olahannya medium well saja, karena bumbunya akan lebih terasa. Bumbu?

Yes! Satu lagi fakta tentang selera orang Indonesia nih. Karena lidah Indonesia sudah terbiasa dengan rempah-rempah dan bumbu yang kuat, maka ketika mereka memakan olahan steak, cenderung menambah saus yang banyak di atas daging. Termasuk juga saus sambal.

Super Steak membaca fakta ini sebagai peluang yang baik. Alih-alih mengikuti tren olahan steak dengan aneka saos favorit, selling point mereka adalah olahan daging steak yang sudah di-rub dengan bumbu dan rempah-rempah yang bisa menghasilkan citarasa yang lezat.

Jadi pengunjung tinggal datang, duduk, pilih mau daging berapa gram, jenis daging apa: sirlon, rib eye, tenderloin, lalu pilih bumbunya. Setelah itu daging dibumbui dulu dengan bumbu pilihan, baru dimasak. Dengan demikian, rasa bumbu dan rempah akan langsung meresap di steak.

Bumbu Super Steak ada delapan macam flavor, mulai dari Butter Garlic, Beerloin, Asian Delight, Cajun Delight, Honey Hot, Honey Herbs, Lemon Herbs, dan Lemon Herbs Part II. Dan kata Rya nih, semuanya enak karena campuran rempahnya pun beda. Meskipun demikian ada beberapa yang menjadi favorit pengunjung, yaitu Butter Garlic, Cajun Delight, dan Lemon Herbs Part II? Ha? Kok ada Part II sih, Ry? Apa bedanya?

“Perbedaan dari keduanya adalah, kalau di Part II, herbs yang digunakan lebih strong, secara persentase bisa dikatakan lebih banyak dari yang Lemon Herbs,” begitu kata Rya.

Jadi ya, saat saya dan dua teman tiba di lokasi itu masih kesorean, pengunjung pertama ya kami, Rya bahkan baru tiba jam tujuh lewat karena terjebak macet. Agar kami semua bisa saling mencicipi, jadilah kami memesan steak dengan flavor yang berbeda, yaitu seporsi Sirloin 200gr + Butter Garlic dan dua porsi Sirloin 200gr + Lemon Herbs Part II. Mau pesan Cajun tapi takut tidak tahan dengan spicynya.

Ini penampakannya. 200gr. Sudah pasti kenyanglah ya. Dan, ya, memang rasa bumbunya tasty sekali. Lezaaatttt!! Tak heran Super Steak ini bisa menghabiskan rata-rata 20 porsi di hari biasa, belum di weekend lho ya.

SAM_1658

SAM_1664

Saat Rya datang jam tujuh lewat, teman kami ini langsung memesan yang Cajun Delight, biar bisa dicobain rame-rame. Dan memang semua bumbu ini punya ciri khas rasa sendiri. Cajun Delight ini ternyata memang spicy saat sudah masuk di kerongkonga, dan karena saya tak tahan dengan pedas, jadi cukup cicip sepotong saja. Sebagai penutup, ada ice cream scoop sesuai selera.

SAM_1683

SAM_1688

SAM_1679

Most of all, saya merekomendasikan Super Steak ini bagi yang suka steak enak dengan suasana homey. Begitu kalian masuk ke dalam, kalian akan menemukan dinding-dinding dengan foto para pelanggan SS. Kata Rya, secara feng shui lokasi yang sekarang sudah cocok, jadi memang tidak terpikir untuk pindah tempat. SS sendiri sudah buka sejak 2012 dan sekarang sedang menjajaki untuk buka cabang di sebuah tempat baru di Jakarta. Wah, semoga segera ya!

SAM_1642

Ini alamat Super Steak:
Jalan Dempo 1 No. 76 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Phone. 021-7236945
Buka: Selasa – Minggu jam 17.00 – 23.00

Untuk harga, standar steak enak dong ya. Rp120.000- Rp 320.000 per-porsi tergantung pilihan daging yang diinginkan.

Oh iya bulan puasa ini, mereka tetap buka, kok! Jangan lupa reservasi bila ingin buka puasa rame-rame di sana bareng teman.

Saya dapat menggambarkan makan malam kemarin itu kurang lebih dengan quote berikut: Good place, good food, good friends, and good conversation.

Akhir kata, dengan masih terbayang-bayang lezatnya daging steak kemarin malam, saya pribadi mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan ini, kepada semua teman blogger dan pembaca TehSusu yang menjalankannya. Semoga puasa tahun ini membawa banyak kebaikan untuk kita semua ya! Amin…!

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

32 thoughts on “Menjajal Super Steak di Kebayoran

  1. Iya bener Zy, kita kalau makan steak selalu medium rare. Lebih empuk. Biasanya sih kita biarkan dagingnya bbrp menit sebelum dipotong/dimakan spy juicenya gga lgs keluar dan menguap. Last Fall misoa pesen sapi satu ekor dari temennya yg punya ranch. Butchernya apik banget, semua potongan2 daging dikemas dalam plastic kedap udara. Talking about steak, malam ini kita mau masak steak. Biasa sih aku hy rub daging mentahnya dengan garam dan merica, mericanya yg fresh, di ground lgs. Kalau mmg dagingnya bagus, gga banyak bumbu jg udah enak sih.

    • Zizy

      Wah sapi satu ekor? Hehe…
      Daging dengan garam merica memang sudah enak, cuma ya selera orang Indonesia sdh terbiasa dgn bumbu2 jadi doyannya yg rasanya sangat tasty..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *