Stop PPR

Beberapa waktu lalu, saya mendaftarkan blog ini untuk ikutan ppp or ppr or macam-macam itulah. Yang tujuannya tentu saja untuk dapetin $$.

Awalnya memang coba-coba saja, ingin tahu gimana rasanya dapat uang secara online seperti halnya para senior yang sudah lebih dulu mendulang $. Kemudian juga ingin membuktikan kalau review berbahasa Indonesia juga bisa diterima oleh pihak sponsor.

Cuma jujur saja, setiap review itu muncul di blog ini, ada sedikit rasa tidak ikhlas melihat postingan bersponsor (dalam bahasa Inggris pula) muncul disini. Maklum, namanya juga blog pribadi, jadi rasanya kok sayang kalo dicampur-campur dengan postingan komersil. Kemarin-kemarin memang saya masih mencoba bertahan dengan hanya menerima job kalau $-nya lumayan πŸ˜€ sementara yang $ nya kecil saya reject. Tapi ternyata hati kecil tetap gak terima juga.

Pertama hubby udah bilang, blog saya jadi jelek karena bercampur-campur dengan review bahasa Inggris (kalo bahasa Indonesia siy gpp kali ya, karena gak kliatan banged cari duitnya he hee..), kemudian saran-saran juga dari Jimmy yang sudah pengalaman soal ppp, lalu baca postingan-2 Lascha yang selalu updated soal ppp & ppr, akhirnya saya putuskan untuk men-unsubscribed tehsusu.com dari SR dan Blogvertise. Iyalah, daripada terus-terusan men-decline job yang ditawarkan, yang buntutnya bisa buat nama di broker jadi jelek, lebih baik minta di-stop. Dari blogvertise misalnya, karena menolak job, selama beberapa hari saya dihukum tidak bisa grab task (childish banged!). Kalo dari SR, gak masalah, tidak ada punishment seperti itu kalau menolak job.

Untuk proses delete blog, di SR gampang saja, tinggal men-delete blog yang didaftarkan. Tapi untuk Blogvertise, tidak bisa langsung delete atau cancel. Jadi saya pun mengirim email ke admin dan minta agar blog ini di-unsubscribed, dan tanpa menunggu lama proses suspended pun selesai. Sementara untuk bloggerwave, saya belum sempat kontak adminnya. Untuk urusan payment, biarpun sudah suspended, task yang sudah done tetap dibayarkan sesuai waktu. Jadi saya tidak khawatir payment yang kepending kemarin-kemarin tidak dibayar. **madutt….

Nah, gimanapun juga, keinginan untuk mendapatkan uang secara online tetap ada dong. Seperti halnya Lascha yang buat 30 blog untuk investasi ppp, saya juga punya. Tapi cuma 2 blog (ga sangguplah kalo ampe 30……..!). Umur kedua blog ini baru sekitar 30hari, dan ketika saya coba daftarkan di Blogvertise dan Bloggerwave, ternyata diterima. Syukurlah, jadi sudah ada blog pengganti.

So far memang baru satu blog yang dapat satu job, tapi tidak apa-apa. Saya orangnya sabar, yang penting terus berusaha. Biar sedikit, lama-lama jadi bukit. πŸ™‚

Sharing is Caring

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to hello@tehsusu.com to collaborate.

43 thoughts on “Stop PPR

  1. Wach aku dah lama ikut di blogsvertise, namun gak pernah dapat job. Aku berniat ingin menghapus blog aku dari sana, namun bagaimana caranya?

  2. kenapa account saya di blogvertise tidak bisa dibuka? padahal sudah dapat beberapa $, yang ada malah teks kayak gini:

    Sorry! Your account is not approved by admin.

    padahal udah 1 bulan ngerjain task dari mereka..mohon pencerahan…
    ———–
    zee : coba email ke admin mereka, ke cheryl. mustinya ga ada masalah krn kalo udah pernah buat task, akan terus dapat task sampe kita minta berhenti. itu yg saya tahu..

  3. PPR ya…? ajarin dong caranya mbak..katanya sih harus merhatiin page rank blog kita , sedangkan kemarin google menggulung semua page rank akhirnya $ jeblok juga donk.Gimana donk solusinya..?

  4. wah mb… saya juga baru ikutan blogvertise, udah dr jan si, jobnya jg lumayan, yg penting rajin nyari,

    kalo saya yg ppp nya saya taro di bg bwh blog mb, jd kalo orang buka blog saya tetep ngeliat judul yg atas yg hasil karya saya sendiri.. hehe…

  5. Aku sebenernya mau bilang dari dulu. Baca blog ini asik, karena ditulis jujur semau yg punya dan gada yg ngedrive mau nulis apa. Geto ekotan PPP PPR dan samting laik det, saya jadi kurang nikmat membacanya *halah* Entah karena bahasa inggris saya ancor atau karena english saya jelek (sami miwon) yg pasti tidak sodaplah bacanya.

    Sejujurnya saya lebih senang keputusan mbak yang ini, dipisahkan antara blog pribadi dan tulisan-berbayarnya. Biar lebih professional lagi.

    Yah, tapi apapun keputusan Kak Zee yg penting bayi didalem perut jangan lupa didengerin musik2 klasik, katanya biar pinter Kak. (Iya, iya, yg terakhir gak nyambung hihihi..)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *