Punya Smartphone Baru? Gunakan Dengan Aman Ya. Simak Tipsnya.

Kemarin saya membaca berita di salah satu portal, mengenai seorang pengusaha yang ditipu oleh dua pegawainya, dengan modus berpura-pura meminjam smartphonenya sebagai hotspot, namun malah menjebol rekeningnya melalui mobile banking setelah mereka mencuri data penting milik bosnya. Yang disisakan hanya beberapa puluh ribu rupiah saja dari sekian milyar yang digelapkan! Dalam kasus ini, si ibu pengusaha ini memang sangat percaya dengan dua orang pelaku karena mereka sudah bertahun-tahun menjadi pegawainya, sehingga dengan mudahnya memberikan smartphonenya pada si pelaku agar mereka bisa menyetel “personal hotspot” di ponselnya, namun tidak disangka-sangka malah berbuat jahat pada dirinya. Miris bacanya.

Smartphone memang bukan lagi barang baru. Kalau dulu smartphone identik dengan harga tinggi, sekarang produsen berlomba menyediakan smartphone dengan harga terjangkau, agar semua kalangan bisa menikmati. Namanya saja telepon pintar, jadi smartphone ini tidak hanya dipakai untuk bertelepon atau mengirim SMS, tapi juga untuk mendukung semua kegiatan pengguna di internet, seperti mengirim pesan hingga melakukan panggilan video melalui aplikasi, mengirim email, mencari informasi via browser, nonton video streaming, dan lainnya termasuk juga melakukan transaksi perbankan melalui smartphone. 

Mengutip data dari WeAreSocial per Oktober 2020, dari 4,29 milyar pengguna internet di dunia yang mengakses via mobile, 90,8% di antaranya adalah pengguna smartphone. Smartphone memang perangkat paling favorit, karena cukup dengan satu perangkat yang bisa digenggam, bisa membantu pengguna melakukan segalanya yang berkaitan dengan bisnis, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

Karena namanya ponsel pintar, bagi yang punya niat tidak baik maka bisa menyalahgunakan kecanggihan ponsel pintar ini untuk merugikan orang lain yang tidak terlalu tahu bagaimana menggunakan smartphone dengan aman. Ya kasus yang saya sebutkan di atas tadi bisa menjadi salah satu contoh bagaimana kejahatan bisa terjadi, selain itu kejahatan siber lain juga mengincar, seperti pencurian data dengan mengambil alih nomor ponsel misalnya. Contohnya bisa dilihat di skrinsut berikut ini, baru terjadi beberapa hari lalu, ketika seseorang menambahkan saya ke dalam satu grup. Oknum itu mencuri nomor lama teman saya dan berpura-pura menjadi dirinya lalu berusaha meminjam uang. Untungnya sebelum itu teman saya dengan cepat sudah mengirimkan pesan peringatan pada semua kontaknya.

tips aman menggunakan smartphone

Kali ini kita ngobrol yuk tentang bagaimana menjaga agar smartphone kita tetap aman dari berbagai kejahatan siber seperti di atas. Ini tipsnya!

Kalau pakai VPN, jangan pakai yang gratisan

Virtual private network memang menjadi andalan pengguna internet, baik penggunaan di komputer maupun di smartphone. Alasan menggunakan VPN salah satunya untuk melindungi dari masuknya serangan cyber saat kita menggunakan WiFi di tempat publik. Alasan lain, agar bisa mengakses situs-situs yang diblokir oleh provider.

Dua tahun lalu sempat heboh lagi penggunaan VPN di kalangan pengguna smartphone, namun pastikan waspada saat memilih layanan VPN. Saran saya jangan menggunakan yang gratis. Karena yang gratisan justru bisa membuka celah terhadap internet security di smartphone dan komputer karena banyak VPN gratisan yang disusupi oleh malware. Hindari menggunakan transaksi mobile banking menggunakan WiFi gratis atau dengan VPN gratisan. Lebih aman menggunakan jaringan seluler di smartphone kalian. Hati-hati selalu.

Hindari menggunakan WiFi gratisan di tempat umum

Apa sih yang dicari orang kalau pergi ke kedai kopi? WiFi gratisan. Kemudian kalau sudah sampai di terminal misalnya di bandara, pasti yang duluan dicari adalah WiFi. Terutama yang bepergian ke luar negeri tapi ingin menghemat paket data, padahal sekarang paket international roaming sudah banyak yang terjangkau, begitu sampai di bandara langsung cari gratisan dulu.

Sama seperti VPN tadi, penggunaan WiFi yang tidak jelas juga akan membuka celah keamanan terhadap serangan hacker dan malware. Bila terpaksa harus menggunakan WiFi di tempat umum, agar lebih terlindungi, aktifkan VPN terlebih dahulu. Namun pastikan aplikasi VPN-nya juga yang aman dan terpercaya.

Gunakan password yang kuat, juga aktifkan “Two-Factor Authentication”

Semakin berkembangnya dunia digital, semakin banyak pula aplikasi yang ingin digunakan. Biasanya karena tidak ingin pusing mengingat kata kunci, banyak orang menggunakan kata kunci yang sama untuk semua akun, seperti email, media sosial, hingga mobile banking.

Sudah pada tahu kan bagaimana baiknya? Hindari menggunakan password yang lemah seperti tanggal lahir diri dan anggota keluarga, atau angka berurutan. Buatlah password yang kuat, dengan menyisipkan angka dan karakter khusus, ada huruf besar dan huruf kecil, dan lebih panjang maka lebih aman. Contoh, password akun milik team digital, yang memang biasa diakses beberapa user, passwordnya itu: “rahasiakitaberdua2018**” LOL.

Bila menggunakan aplikasi media sosial, pastikan mengaktifkan two-factor authentication, dan sering-seringlah melakukan pengecekan berkala, apakah ada aplikasi pihak ketiga yang tersangkut loginnya. Kenapa bisa tersangkut di aplikasi pihak ketiga? Ini biasanya terjadi karena kita suka mengakses situs tertentu dengan menggunakan akun media sosial atau akun Google untuk login. Contohnya: saya, biasa mengakses Candy Crush dengan menggunakan akun Facebook. Sering-sering lakukan pengecekan dan lakukan “revoke” bila sudah tidak lagi dibutuhkan.

Hindari memodifikasi smartphone

Tak kalah penting ini. Jaman dulu saat iPad baru keluar, banyak yang menawarkan servis jailbreak. Kemudian kalau di Android istilahnya adalah rooting, intinya kita ingin memodifikasi sistem operasi di ponsel pintar.

Pada Android, dengan melakukan root pengguna bisa mengelola memori internal, modifikasi penggunaan RAM hingga aplikasi dengan leluasa. Sementara bila pengguna iOS melakukan jailbreak, salah satunya adalah bisa bebas melakukan instalasi aplikasi berbayar.

Tapi akan ada masalah yang ditimbulkan setelah melakukan jailbreak atau rooting, seperti ponsel jadi lebih lemot, kemudian akan terjadi adalah masalah saat melakukan pembaruan operating system. Kemungkinan terbukanya celah untuk masuknya penyusup juga akan terjadi. Garansi hilang? Pasti.

Sedikit referensi saja, bila hendak mencari rekomendasi smartphone terbaru, bisa mampir langsung ke www.bestrekomendasi.id untuk melihat pilihan yang sesuai.

Kesimpulan

Karena smartphone semakin mudah dan murah, maka siapapun bisa menggunakannya. Namun siapakah yang paling rentan terhadap serangan kejahatan online? Orang tua dan anak-anak.


Baca juga:

  1. 5 Tips Buat Mamak Menghindari Modus Penipuan Via Telepon
  2. Mengajarkan Anak Cara Berinternet Dengan Aman

Bila di rumah ada orang tua kita yang menggunakan smartphone, beritahu juga pada mereka tentang tips aman menggunakan smartphone di atas, agar bisa melindungi dirinya dari kejahatan siber. Hati-hati, banyak orang jahat menargetkan para pensiunan karena biasanya mereka lebih gagap dalam hal teknologi.

-zd-

Sharing is Caring
  • 2
    Shares

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.