Jangan Biarkan Berita HOAX Menyebar di Social Media

Spread the love
  • 1
    Share

tips mencegah berita hoax

Media yang paling cepat disusupi oleh hoax adalah media sosial. Berita-berita hoax memang sering membuat resah masyarakat, sebab hebohnya luar biasa dibandingkan berita yang sesungguhnya, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Dan, tidak sedikit juga yang percaya akan berita hoax ini sehingga ikut disebarluaskan di jagat maya. Karena itu susah juga untuk mendeteksi keaslian berita.

Tips Mencegah Berita HOAX Menyebar di Social Media

Agar berita hoax tidak bisa mudah tersebar, berikut ini ulasan tips yang bisa kamu praktikkan agar bisa lebih berhati-hati saat menerima dan membagikan berita dan informasi.

1. Cek dan Ricek Informasi

Biasanya berita yang aneh dan unik selalu cepat mendapat perhatian, dan kita suka tergoda untuk share karena ingin segera mendapat banyak respon, like dan komentar yang banyak. FOMO istilahnya. Padahal jaman digital sekarang, apapun bisa cepat viral, karena itu lebih baik lakukan cek dan ricek informasi yang diterima dengan mencari informasik di situs online terpercaya dan resmi.

2. Tahan jempol, jangan langsung komentar dan share

Habis baca, jempol biasanya gatal pengen cepat kasih komentar. Media sosial memang membuat orang merasa bebas dan mudah kalau mau berkomentar dan berbagi sesuatu. Namun sebaiknya tahan diri agar tidak ikut berkomentar negatif bila ada berita kontroversi, atau isu SARA. Jangan langsung share ke media sosial lainnya. Sebab, menyebarkan berita hoax sudah pasti akan membuat kita terseret masalah hukum. Sudah sering kejadian kan?

3. Waspada Dengan Judul yang Provokatif

Pembuat berita hoax biasanya menggunakan judul provokatif, ada sensasi, dan cenderung menghasut. Isu SARA dan politik adalah yang paling sering digunakan untuk memancing klik dan share dari pembaca. Sering juga isinya diambil dari media lalu diubah-ubah sesuai yang diinginkan permbuat hoax. Sebab itu, wapsda dan hati-hati bila melihat headline yang saat dibaca terlalu provokatif dan mengundang kebencian. Pastikan kembali dengan mengecek ke media yang sudah memiliki kredibilitas baik.

4. Cek Keaslian Website yang Dikunjungi

Nikmatnya berselancar adalah mudahnya mendapatkan informasi. Berita hoax tidak melulu menyebar di media sosial, namun juga banyak berita hoax yang berada di dalam artikel, yang disadur dari sumber yang asli tapi kemudian diubah.

Sekarang banyak orang membuat situs abal-abal demi uang, jadi memancing visitor dengan berita yang tidak jelas adalah salah satu caranya. Hati-hatilah dalam memilih sumber berita, pastikan website tersebut memang terpercaya.

5. Fotonya Asli Tidak Ya? Cek Lagi.

Berita hoax pasti dilengkapi juga dengan gambar atau foto, dan juga sudah dimanipulasi dengan kecanggihan editing foto. Beberapa waktu lalu sebuah berita hoax tentang penangkapan seorang tokoh besar juga dibumbui beredarnya foto yang sudah dimanipulasi dengan tujuan menghasut para pengikutnya.

Agar tidak terkecoh, coba cek keaslian foto lewat Google Images.

6. Selalu Periksa Keaslian Berita Lewat Sumber Kredibel

Berita asli sudah pasti akan memberi informasi sumber yang kredibel. Misalnya bila ada berita penangkapan, sumber berita yang valid tentu dari kepolisian atau KPK. Dan cek juga di media berita dan televisi, cari tahu apakah ada siaran pers yang menunjang kebenaran info tersebut. Fakta adalah yang harus digarisbawahi saat mencari dan membaca berita, jadi jangan gampang terbujuk oleh opini yang disampaikan oknum di dalam berita hoax.

Bila menemukan berita hoax, bagaimana? Langsung laporkan ke Kementerian  Komunikasi dan Informatika. Mari jadi pengguna internet yang pintar dan bijaksana.

-zd-

by

Hello, I'm Rina. 20-something, a dreamer and a writer-wannabe/ Currently I am trying to pursue my dream of becoming a true traveler