Lactasari Mini Farm, PVJ – Bandung


Saat main ke Bandung beberapa waktu yang lalu, Lactasari Mini Farm adalah salah satu tempat yang ada di dalam lis kunjungan kami.

Berada di rooftop mall Paris Van Java, awalnya kami tidak punya bayangan akan seperti apa dan seluas apa tempatnya. Dan ya memang sesuai dengan namanya yaitu mini farm, tempatnya memang tak terlalu luas, namun justru dengan kondisi ini, pengunjung bisa berada cukup dekat dan lebih intens dengan para binatang.

Untuk charge masuk ke dalam Lactasari ini, dikenakan biaya Rp 60.000 untuk satu anak satu pendamping. Sudah termasuk satu botol susu dan satu keranjang sayuran. Anak-anak diberikan apron untuk melindungi pakaian agar tidak kotor, dan dipakaikan label nama di tangan.

 

 

Ada enam area yang bisa dilihat di dalam, yaitu area kelinci, hamster, sapi, domba, kambing dan di satu sudut sana ada Siberian Husky, dengan pesan di depan kandang: boleh diajak main tapi tidak boleh diberi makan atau susu. Menggemaskan sekali anjingnya. Baru diintip saja sudah mendekat.

Yang pertama ditemui setelah masuk adalah kelinci dan hamster. Kandangnya pendek-pendek, tapi kelincinya santai aja, gak ada yang loncat keluar. Cuma kepalanya aja menjulur-julur.

Vay dan Raisa hepi sekali di sana. Untuk ukuran anak yang jarang bisa lihat binatang dari dekat, wajar sih kalau binatang-binatang di sini jadi idola. Satu keranjang sayuran ternyata tak cukup memuaskan mereka, karena katanya masih ada kambing yang kelihatan sangat kelaparan. Dalam hati saya mikir, ini apa binatang-binatangnya memang gak dikasih makan ya? Kok menggeragas semua gitu, ya kan? Hihihi.

Untuk tambahan satu keranjang sayuran atau sebotol susu, harganya Rp 5.000,-.

Lactasari Mini Farm ini memang kecil, tapi review saya untuk tempat ini bagus. Mulai dari apron tadi, lalu keranjang dan sayurannya juga bersih, lalu sebelum pulang pun ternyata anak-anak diarahkan untuk mencuci tangan sampai bersih di wastafel. Dan sebelum keluar dari Lactasari, setiap anak mendapatkan sebungkus susu dingin untuk diminum. Jadi biaya tiket masuk tadi kalau didetail kurang lebih begini:
– anak Rp 50.000 dapat botol susu dan 1 keranjang sayuran untuk anak, plus susu segar senilai Rp 20.000
– pendamping Rp 10.000

Kemarin itu, kami datang ke Lactasari hari Senin, sekitar jam 1 siang, sehingga tidak terlalu ramai, jadi anak-anak pun tidak berdesakan. Kalau weekend, sepertinya sih ramai ya.

Untuk jam buka Lactasari sama dengan jam buka tutup mall, dari jam 10am-10pm. Jadi ini pantas jadi tempat singgah keluarga. Anak gak bosan, orang tua juga bisa sambil cuci mata di mall.

– ZD –

Related Post

Main ke Taman Buah Mekarsari Sejak beberapa tahun lalu, saya penasaran sekali ingin bawa Nona Vay ke Taman Buah Mekarsari, Bogor. Saat itu memang TB Mekarsari ini cukup hits sehingga muncul di mana-mana ceritanya. Tapi memang gak sempat-sempat sih, karena menurut saya lokasi...
Relaksasi di Pantai-pantai Nusa Dua Bali Wisata pantai tak akan habisnya dibahas, karena pantai memang memiliki daya magis untuk menarik pengunjung. Pantai di Bali, sudah tentu masuk agenda wisata paling utama karena Bali memang surganya pantai. Kawasan Nusa Dua Bali termasuk kawasan yang m...
Potret Keraton Kasepuhan – Cirebon Wisata ke Cirebon belum lengkap bila tidak mengunjungi objek keratonnya. Salah satu yang kami singgahi beberapa waktu lalu adalah Keraton Kasepuhan, yang diklaim sebagai keraton paling megah dan juga paling terawat di Cirebon. Tiba di depa...
Wiken ke Gelanggang Samudera Siang tadi jalan-jalan ke Ancol, ke Gelanggang Samudera. Berempat, dengan Vaya, mertua saya, dan baby sitter si Vaya. Suami tidak ikut karena sedang keluar kota. Rencana jalan-jalan ke Ancol ini adalah usulan para ibu-ibu blogger untuk kopdaran. L...
Nostalgia di Restoran Tip Top, Medan Saat pulang ke Medan kemarin, karena waktu liburnya juga tidak lama, saya berusaha untuk memanfaatkannya dengan benar. Meskipun masih banyak tempat favorit jaman lajang yang ingin dikunjungi, tapi untuk tempat yang satu ini, saya pastikan bisa ma...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

15 thoughts on “Lactasari Mini Farm, PVJ – Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *