Wisata Hutan Mangrove di Surabaya

Saya masih ingat betul, lima enam tahun lalu, salah satu komunitas blogger pernah mengadakan kegiatan mengunjungi dan merawat daerah bakau di tepi Jakarta.

Nah, ketika kemudian ada Hutan Bakau, atau nama kerennya adalah Wisata Mangrove di Jakarta, tempat ini kemudian hits bukan kepalang. Saking hitsnya, masuk ke dalam bawa kamera DSLR juga kena charge satu setengah juta. Tapi itu berita dulu, kalau sekarang saya tak tahu apakah masih dikenakan bayaran, atau sudah free.

Tapi, saya belum pernah ke tempat wisata hutan bakau yang di Jakarta. Justru Wisata Mangrove Wonorejo yang ada di Surabaya yang sudah saya kunjungi sekian bulan yang lalu, ketika sedang ke Surabaya untuk suatu pekerjaan.

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

Saya dan teman saya ke tempat ini sekitar pukul sepuluh pagi, dengan diantar sopir mobil carteran. Langit saat itu sedikit mendung, tapi panasnyaaaaa…. ampun! Di satu sisi saya bersyukur karena mengenakan topi, tapi juga menyesal karena mengenakan dress selutut, membiarkan lengan dan betis terpapar matahari. (Hitam lagilah akuuu….)

Kami disambut oleh beberapa tukang jualan yang memang ada di sana untuk para pengunjung. Dari tempat parkir yang luas sudah terlihat di sana luasnya hutan bakau, namun itu belum benar-benar terlihat bila kita belum masuk ke dalam.

Jalan setapak yang rapi membuka jalan untuk masuk ke dalam. Kami menaiki tangga kayu yang menjadi pintu awal terbukanya jembatan panjang ke dalam sana. Kayunya rapi dan bersih, terlihat kuat, jadi kami sih tidak khawatir melangkah meski di bawah ada air-air rawa.

(Dan kemudian pikiran penasaran itu muncul. Adakah buaya?)

Meski belum terlalu siang ternyata pengunjung kemarin itu lumayan juga lho. Gerombolan anak sekolah, pasangan muda-mudi, hingga ibu-ibu yang sibuk selfie di setiap pengkolan jembatan.

Kami jalan cukup jauh ke dalam, dan ternyata hutan bakaunya lebat juga. Terbayang kalau melakukan sesi foto model atau prewed di sini pasti bagus sekali. Setiap beberapa jarak, kita akan menemukan display yang menerangkan jenis bakau yang ada di sana.

Dengan luas sekitar 200 hektar, hutan nangrove ini ternyata juga menjadi tempat tinggal sekitar 30 spesies satwa yang dilindungi, seperti kera ekor panjang. Burung-burung pantai juga sering singgah ke hutan mangrove ini. Bila ingin berkeliling dengan perahu juga bisa, tapi kita gak naik perahu kemarin. Kurang tertarik, soalnya udara makin panas. Kalau agak sore, mungkin akan lebih enak ya.

Namun secara overall sih, tempat ini nyaman kok. Tepatlah kalau mau ke sini bareng keluarga atau para sahabat untuk bersantai. HTM-nya Rp25Rb untuk dewasa dan Rp15Rb untuk anak-anak. Dan itu sudah termasuk ongkos naik perahu, lho! Bolehlah, ya.

Kapan-kapan kalau ke Surabaya lagi, dan ada kesempatan ke tempat ini, saya akan datang lagi, tapi maunya agak sorean. Biar lebih adem lagi. 🙂

-ZD-

Related Post

Palembang: Pempek, Pindang, dan Pemain Bola Cuaca panas menyambut ketika saya dan dua orang rekan tiba di Palembang, hari Minggu lalu. Pesawat kami mendarat jam 8.25 pagi, memang sedikit terlambat dari jam yang tertera di boarding pass, namun apalah arti terlambat sedikit, yang penting bisa me...
The Royal Palace & Puerta Del Sol Square Begitulah. Pada akhirnya perjalanan akan tiba di hari terakhir. Rombongan kami memang tidak lama stay di Barcelona, hanya tiga hari sih. Hari keempat, pagi-pagi benar sudah langsung keluar dari hotel, mengejar train tujuan Madrid. Barcelona saat ...
Menonton Kecak Dance di Uluwatu, Bali Secangkir teh susu: merindukan dua hal yang berbeda dalam saat bersamaan, adalah sesuatu. Lalu bagaimana caranya agar bisa memenuhi kerinduan akan kedua hal itu? Hanya kalian yang bisa menjawabnya. Mengunjungi Bali lagi setelah kepergian yang tera...
Berkunjung ke Kampung Batik Trusmi – Cirebon Dalam dua kali kunjungan terakhir ke kampung batik, yaitu saat mengunjungi worskhop maestro Art of Batik, Sapuan di Pekalongan, lalu mengunjungi Ayu Tri Handayani, seorang artisan difabel asal Solo, yang tertangkap oleh saya adalah bagaimana kedu...
Tersesat di Museum Angkut – #BrikPiknik Setelah menghabiskan waktu sekitar dua jam di Batu Secret Zoo, rombongan kami langsung menuju ke Museum Angkut, tempat wisata lain di Batu yang tersohor. Baruuuu saja meletakkan pantat dan men-charge handphone, bus sudah sampai. Tipe orang Jakarta...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketer Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

22 thoughts on “Wisata Hutan Mangrove di Surabaya

  1. Mitrarenov

    wah boleh banget tuh, aku baru pernah ke pantai indah kapuk aja

    btw wonorejo mana ya, ada alamat lengkap nya ga mba?

  2. Jadi teringat jalan-jalan ke hutan mangrove Kulon Progo dan bikin pengin kesana lagi sambil nyobain naik perahu ngitarin rawa.

    Bagus ya pemandangannya,kak.
    Cuma yang bikin rada khawatir, kalo ada ular di pepohonan bakau.

  3. Baca tulisan ini, saya jadi teringat dengan pengalaman mengunjungi 2 hutan mangrove di tempat yang sama sekali berbeda.

    Menurut saya, sensasi jalan-jalan di hutan mangrove itu sejuk di mata tapi panas di badan xD si mata mah enak lihat ijo-ijo, tapi kan kalau hutan mangrove serimbun apapun gak bisa melindungi kita dari sinar matahari xD (yaiyalah, orang beda alam, kita jalan di atas jembatan kayu, si mangrove di atas air), heheh xD

    • Zizy

      Hahah… Benar. Sejuk di mata tapi panas di badan, terutama karena Surabaya memang udaranya kan panas. Jadi enaknya ke sana sudah sore, saat matahari mulai turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.