[Bali Trip] Mengejar Sunset di Pantai Batu Bolong

Akhir tahun kemarin, akhirnya kami memilih liburan ke Bali. Awalnya kan memang ada niat mau ke Jogja, tapi kemudian setelah mempertimbangkan rekues dari Vay, akhirnya Bali jadi pilihan. Vay bilang, dia kan belum pernah ke Bali sementara maminya kayaknya kok bolak-balik ke Bali (hahah, padahal gak bolak-balik juga), jadi dalam hati dia penasaran seperti apa sih Bali yang sangat terkenal itu.

Langsung gerak cepat. Untuk menghemat waktu, saya cari paket tiket pesawat dan hotel yang sudah paket saja, sambil tanya-tanya juga ke teman yang di tinggal Bali, enaknya menginap di mana yang di tengah yang kira-kira gak akan jauh banget kalau mau lompat sana-sini. Pilihannya di Legian, Kuta. Tadinya kepengen nginap di salah satu hotel yang beberapa tahun lalu nginap di situ, yang di belakangnya pantai, tapi jatuhnya lumayan mahal untuk kita yang mau stay 5 hari di Bali. Jadi saya pikir, tak apalah dapat hotel tengah kota, yang penting hotelnya sudah dapat rating bagus, kemudian punya kolam renang (karena ini syarat hotel bagus kalau menurut Vay).

Kemudian juga bikin itinerary. Bikin itinerary trip liburan bareng anak memang susah-susah gampang. Biar anak gak bosan, buat saya tempat-tempat yang kira-kira menarik buat Vay itu saya bagi setiap harinya, jadi tidak semua dihabiskan di hari pertama. Biar moodnya dijaga. Saya juga melibatkan Vay dalam membuat itinerary, sambil berdiskusi mencari kesepakatan agar gak ada yang ngambek. Salah satunya, karena ada satu hari di mana saya mau mengejar sunrise, artinya kita harus bangun pas subuh benar dan langsung ngebut dari hotel. Kita pun sepakat bahwa di hari itu nanti kita akan full ke banyak tempat sejak pagi buta, tapi esok harinya berarti setengah hari dibiarkan kosong untuk leyeh-leyeh di hotel.

Untuk transportasi di Bali bagaimana? Sewa mobil dan sopir dari teman saya yang di Bali itu.

Jadilah kita berangkatt..!!

Pesawat kami tiba di Ngurah Rai Airport jam setengah lima sore WITA. Cuaca saat itu sedikit gerimis, dan bandara ternyata tidak terlalu ramai. Termasuk sangat sepi dibanding dua tahun lalu waktu main ke Bali pas peak season. Mungkin ini karena beberapa negara yang memberlakukan travel warning hingga beberapa bulan ke depan karena meletusnya Gunung Agung, jadi memang berpengaruh sekali terhadap pariwisata Bali.

Padahal sebenarnya aman-aman saja, toh beberapa waktu lalu di sebuah situs diberitakan bahwa Menteri Perhubungan sudah bilang Bali aman untuk didatangi.

(Waktu Opung Dolinya Vay bilang, hati-hati kan Gunung Agung lagi meletus, saya bilang, “Aman itu Paaa…. Gunungnya kan jauh.”)

Sore itu juga, kami langsung tancap gas ke Kuta Utara. Ke Pantai Batu Bolong. Ceritanya saya tuh penasaran ingin mencari pantai yang punya batu bolong itu, terakhir pergi sama teman-teman kan gak ketemu tuh. Jadi kemarin browsing lagi, dan ketemu tempatnya. Tapiiii….. Ternyata drivernya juga gak paham kalau yang dicari adalah sisi pantai yang ada batu bolongnya, jadi ketika kami tiba di pantai pas ketika sunset mulai turun, itu benar di Pantai Batu Bolong, tapi bukan di sisi yang saya inginkan. Jadi tidak ketemu lagi batu bolongnya, hahah.

DSCF0486

Tapi tak apalah. Saya lihat Vay senang sekali melihat ombak besar menghempas-hempas pantai. Jadi dia lihat ada tiga remaja perempuan lagi bermain ombak di tepi, dan kemudian Vay mulai melepas sandalnya. Ingin merasakan pasir dan ombak dengan kakinya. Eeehhh ombak datang dan satu sandal pun ditarik. Aduh masa iya sih maminya harus turun ke laut, mana lagi tenteng kamera pula. Saat lagi mikir kapan ombak akan mengembalikan sebelah sandal Vay, salah satu remaja yang tadi lagi bermain ombak langsung menarik sandal pink menyembul-nyembul di atas ombak, dan memberikannya ke Vay. Aaah… thank you!

Pantai Batu Bolong ini dikenal juga sebagai pantai surfing. Jadi kalau mau belajar surfing, di sini ombaknya mantap. Malah sampai gelap pun masih ada yang surfing.

Ketika hari semakin gelap, baru kami bergerak.Saatnya ke hotel untuk check in, bersiap untuk kegiatan esok harinya.

– ZD –

Related Post

Eksotisnya Bukit Wairinding di Sumba Timur Sumba memang eksotis. Itu yang saya lihat dan rasakan saat bulan lalu main ke Sumba Timur bersama teman-teman komunitas fotografi. Pesona alam di Sumba berbeda dengan keindahan tempat lain di Indonesia, jadi kalau kita sudah keliling pulau-pulau ...
Tanjung Aan Beach, Sekali Dayung Dapat Semua Hujan yang sangat deras menemani perjalanan kami di suatu siang. Truk bak terbuka di depan kami melaju kencang, dengan muatan beberapa ibu-ibu dan anak perempuan mereka. Basah kuyup. Yeah, mungkin mereka menumpang truk untuk menuju ke satu tempat...
‘Gak Boleh Ambil Gambar’ di Keraton Ka... Karaton Surakarta Hadiningrat, adalah istana resmi Kasunanan Surakarta. Menurut sejarah, keraton ini didirikan pada tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwana II untuk menggantikan istana Kartasura yang hancur karena perang. Keraton Kasununan salah satu...
Singa Setinggi Sapi di Bali Safari Judulnya kelihatan agak lebay ya. Masa iya ada singa sebesar sapi? Tapi memang singa di Bali Safari itu besar sekali, kelihatan bisa ditunggangi. Kalau kalian mau tentu saja, hehe. Jadi kemarin itu, selesai dari watersport, kami lanjut ke Bali Saf...
Wisata Edukasi ke Museum Nasional Inilah cerita yang cukup lama tertunda ditulis. Begitu masuk kantor, mulai sibuk, langsung lupa, hahah. So, dua hari setelah kami kembali dari Medan, mengingat waktu libur sekolah sudah mau habis, saya pikir inilah saatnya saya dan Vay pergi k...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

5 thoughts on “[Bali Trip] Mengejar Sunset di Pantai Batu Bolong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.