6 Cara Menjadi Lebih Produktif Secara Finansial 

Memasuki usia dewasa adalah waktu yang tepat untuk mengatur keuangan secara bijak. Seiring bertambahnya usia kita juga harus dapat lebih pintar memilih mana yang menjadi kebutuhan ataupun hanya sekadar keinginan. Berhasil mendapatkan penghasilan besar pun, tidak menentukan seseorang dalam bisa dalam keadaan finansial yang stabil. Jika kita tidak tepat dalam mengelola keuangan, maka kita akan selalu terjebak dalam gaya hidup yang salah itu.

Meskipun kita tetap perlu melakukan beberapa pekerjaan untuk mendapatkan imbalan finansial, faktanya adalah bahwa kita dapat menumbukan uang kita secara maksimal. Bahkan, dengan memanfaatkan peluang yang ada kita dapat memperluas keuangan dengan membiarkan uang bekerja untuk kita. Yuk terus membaca untuk mempelajari lima cara agar kita dapat menjadi lebih produktif secara finansial.

1. Menabung

Sejak kecil orang tua kita sudah melatih kita untuk menabung, dengan mencoba menyisihkan beberapa rupiah dari uang jajan. Menabung tidak pernah salah, ini terbukti ampuh dan sebagai salah satu cara untuk mengelola keuangan. Apalagi jika kamu sekarang sedang mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Seperti ingin menikah, membeli rumah, atau melanjutkan pendidikan.

Namun, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk mengelola keuangan dengan cara menabung ini. Kamu harus siap untuk menyisihkan uang dengan jumlah yang tentukan sendiri untuk tidak digunakan dalam waktu yang dekat. Mengubah gaya hidup juga akan memperlancar dalam mengelola keuangan. Hindari atau kurangi pengeluaran berlebihan dan simpan dana tersebut ke dalam tabungan. Ingat, dana di tabungan yang cukup akan sangat bermanfaat apabila kita suatu saat nanti membutuhkan dana darurat.

saving

2. Belajar investasi

Selain menabung, ada satu lagi cara agar uang kita bisa berkembang. Yaitu dengan berinvestasi. Mulai saja dari yang kecil, tidak perlu langsung besar. Uang yang tersisa setelah membayar biaya hidup dan menyumbang dana darurat dapat dimasukkan ke dalam investasi. Tidak masalah seberapa banyak memulai, yang penting adalah bahwa kita sudah mulai. Investasikan pada apa yang diyakini, dan biarkan uang yang bekerja untukmu. Misalkan kamu ingin mencoba investasi di instrumen keuangan seperti reksadana, bila kamu adalah nasabah Bank Mandiri, kamu bisa langsung berinvestasi dari aplikasi Livin. Sebuah portofolio investasi memang dirancang untuk menumbuhkan uang, dan semakin awal kita berinvestasi, maka akan mendapatkan lebih banyak dan nilainya akan meningkat seiring waktu.

Tapi bila kamu lebih suka dengan kepemilikan asset, sebaiknya tidak menghabiskan uang untuk membeli mobil bagus, karena nilainya akan semakin turun dari tahun ke tahun. Sebaliknya berinvestasi dengan sebuah rumah atau apartemen, akan bsia menghasilkan nilai yang lebih tinggi dalam jangka waktu.

3. Membuat catatan keuangan

Menggunakan yang itu seperti air yang diminum, hilang seketika tak terlihat. Kita hidup di dunia yang serba cepat, bahkan lebih cepat daripada saat otak kita sedang berhitung. Membuat catatan pendapatan dan pengeluaran akan membantu kita mengetahui kemana uang kita pergi, dan mengetahui hal ini akan membantu kita menjadi lebih produktif secara finansial. Saya menggunakan spreadsheet Google untuk ini, tapi ada juga aplikasi pengganggaran lain yang bisa digunakan untuk membantu pencatatan ini. Menulis manual di buku juga boleh.

Tujuannya agar kita lebih sadar apa saja yang kita belanjakan dengan uang kita, dan pada akhirnya kita menjadi tahu bagaimana agar yang berlebihan bisa dipangkas dan kemudian dipindahkan ke poin nomor satu atau nomor dua di atas.  Tentu akan membantu kita untuk menjadi produktif dan sukses secara finansial.

4. Cermat dalam pengeluaran

Menjadi lebih smart dengan cara membelanjakan uang dan menabung kapanpun dan dimanapun adalah sesuatu yang nantinya akan kamu syukuri di masa depan. Selain mengembangkan tabungan, berinvestasi, dan mengetahui kemana uang pergi, penting juga untuk mempraktikkan pembelanjaan yang cerdas.

Lihatlah semua bidang di kondisi kamu sekarang. Sekolah atau karir, rumah, biaya hidup, biaya pendidikan anak, fasilitas, entertainment? Apakah di antara pos-pos itu ada yang bisa dikurangi atau digabungkan untuk menghemat lebih banyak? Misalnya, untuk menghemat ongkos bepergian saat harus rapat keluar, kamu bisa mengatur agar rapat dengan klien bisa dikejar di hari yang sama dan lokasi yang sama atau berdekatan. Keadaan tiap orang berbeda-beda, tapi selalu ada saja hal yang bisa membuat kita kehilangan uang untuk menabung. Bahkan sesuatu yang sederhana membatalkan keanggotaan gym dan memilih untuk berlatih sendiri di rumah dengan menonton tutorial dari YouTube, ini jelas sangat membantu.

cermat pengeluaran

5. Hindari berhutang

Hutang adalah salah satu kendala dalam menentukan bagaimana kita mengelola keuangan yang baik. Dengan berhutang, kita kan jadi harus menyisihkan penghasilan untuk membayar tagihan setiap bulannya. Kamu perlu menyelesaikan segala bentuk utang yang dimiliki demi bisa mengelola keuangan dengan baik dan sesuai. Dengan demikian, dana yang sebelumnya untuk membayar hutang bisa dipakai untuk hal bermanfaat lainnya. Menabung dan berinvestasi.

6. Ubah gaya hidup

Pada dasarnya, begitu kita sudah rutin melakukan poin nomor tiga dan empat, kita akan sadar bahwa gaya hidup berlebihan dan yang tidak perlu harus dikurangi atau dihentikan sama sekali. Nongkrong yang biasanya dua kali seminggu bersama teman, mungkin bisa seminggu sekali saja. Kebiasaan membeli barang-barang luxury, ini tidak akan menambah nilai investasi kamu.

Penutup

Melakukan investasi dengan lebih strategis, mengubah gaya hidup. mempraktikkan gaya belanja yang smart, serta rajin menabung secara keseluruhan akan membuat kamu menjadi lebih produktif secara finansial. Dan menjaga kesehatan finansial berarti memiliki kehidupan finansial yang sehat, dan kesehatan finansial artinya berarti kekayaan.

cara produktif secara finansial

Sharing is Caring
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *