Danau Toba dan Malam Takbiran di Siantar

Spread the love

 

Sehari sebelum lebaran (lebarannya di Siantar, bukan di Medan), main dulu sebentar ke Danau Toba. Berfoto (again), sampai dikomentarin hubby, “Heran, kayak baru pertama kali ke danau toba aja.” Yang saya jawab dengan,”Gpp, foto untuk syarat aja….” **plis deh, kayak dukun aja….” Tahun ini air danau masih surut juga, tidak seperti 3thn lalu, sempat naik cukup tinggi. Biasanya hari pertama dan kedua lebaran baru ramai, terutama mereka yang memang liburan ke Parapat, karena tidak ada pembantu. Tapi karena ini masih H-1, jadi masih agak sepi.

 

dsc04730a.jpg

dsc04732a.jpg

Malamnya, janjian ketemu ama Uam di Siantar Plaza. Yeah, bukan direncanakan, tapi kebetulan aja Uam pulangnya ke Siantar juga. Kita nonton malam takbiran di tengah kota Siantar, waduh……. ramenya…. sayang sekali lupa bawa kamera, padahal banyak hal menarik yang sayang dilewatkan. Seperti abege mabok yang tertidur di trotoar tapi dicuekin aja ama polisi karena polisi sibuk ngatur lalu lintas, sampai mejengnya anak-anak SSC, Siantar Scooter Club, yang mungkin bersiap-siap untuk konvoi takbiran. Pokoknya ramai lah, tahu dong kalo di daerah, so pasti suasana takbiran itu jauh lebih terasa daripada di kota. Di daerah lebih tersentral, jadi lebih heboh, lebih rame, lebih seru. Lebih tumpah ruah lah.

Tentu bukan cuma takbiran saja, kalau lagi Tahun Baruan juga ributnya bukan kepalang. Sampe pagi terompet gak berhenti-henti bertiup. Betewe, takbiran juga ada terompet… ahahahah…! Sampe dibilang Uam, kok kayak tahun baru aja, takbiran pakek terompet. :))

Met lebarannnnnnnn semuanya…!

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

24 thoughts on “Danau Toba dan Malam Takbiran di Siantar

  1. windy

    Kemaren baru visit ke D.Toba, tapi kenapa airnya agak amis ya ? usut punya usut ternyata sekarang banyak keramba ikan dsna, amisnya ikan mungkin krn sisa2 makanan ikan n kotorannya. Kenapa wisatanya tidak dikelolah dgn maksimal,pdhal DToba itu sgt indah. Dgn bgtu masyarakat dsna bs hdp dgn mengandalkan hasil dr wisata, jd air DToba tdk dikotori oleh sisa2 kotoran ikan. dan D.Toba pun bs tetap bersih…setuju…

  2. gunawan

    backgroundnya keren ya.itu kampung gw lho,.but gw dh 6 th gak mudik jadi pgn pulkam,kangen sm kampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *