Lebih Sehat dan Balance dengan Cap Kaki Tiga

OK. Jadi ceritanya beberapa minggu terakhir ini adalah minggu yang padat merayap buat saya. Saking padat merayapnya, badan rasanya mau rontok karena kurang istirahat. Selama hari kerja pulang selalu di atas jam tujuh malam, sampai diprotes berat sama Vay. Soalnya waktu dia mengobrol dengan maminya jadi berkurang, makanya dia protes kenapa saya pulangnya kok malam terus.

Tapi kan memang begitulah kondisinya kalau ibunya bekerja. Semenjak memutuskan keluar dari pekerjaan sebelumnya, sebenarnya saya berharap bisa bekerja dengan waktu lebih fleksibel ya. Namun yang namanya rezeki tiap orang kan beda-beda dan tidak bisa ditebak, jadi ya disyukuri saja saat dapatnya kerja freelance tapi seperti fulltime. Alhamdulillah.

Jadi bisa dibilang saat ini saya sedang menikmati pekerjaan baru, nih. Bertahun-tahun kerja di bidang telko, dan sekarang pindah ke bidang yang baru, rasanya fresh benar-benar fresh. Dulu di sana terasa terlalu comfort, sebaliknya di sini terasa sangat challenging. Excitedlah pokoknya, meski ya resikonya adalah kesibukan yang tak bisa diprediksi seperti saya ceritakan di atas tadi. Tapi enjoy kok. Yang penting bagaimana agar bisa balance saja antara mengurus anak, pekerjaan dan tentu saja waktu untuk diri sendiri. Vay untungnya cukup mengerti dan mau menerima penggantian waktu lain apabila saya sedang dalam kondisi padat merayap seperti sekarang. (Terima kasih ya, Sayang)

Nah karena load pekerjaan yang sedang tinggi belakangan ini, badan pelan-pelan mulai kasih alarm nih kalau mulai kurang fit. Rasa-rasanya seperti mau flu gitulah, padahal saya tahu betul bahwa kalau saya sudah kena flu, pasti lama sembuhnya. Pernah tiga tahun lalu, saya flu sampai sebulan, yang mengakibatkan mata bengkak dan berkantong. Saat itu saya sampai dikasih sepuluh jenis obat dan vitamin dari dokter, karena memang saya ada tugas ke luar kota dari kantor selama dua minggu, dan jelas harus sembuh atau minimal cukup fit selama di sana, kan? (Kalo sampai sakit di sana, nanti bayar dokternya mahal pulak, pakai dollar. Hehehe…)

Ampunlah pokoknya. Itulah pengalaman sakit flu yang akhirnya bikin saya kapok dan selalu was-was bila badan sudah terasa gak enak. Bayangkan, mata sampai bengkak dan berkantong, dan dua minggu di negeri orang bawa banyak obat. *Foto-foto selama di sana adalah bukti bagaimana flu begitu menyiksa saya.

Kembali lagi ke alarm tubuh. Kemarin tuh badan saya mulai terasa gampang kedinginan, lalu tenggorakan terasa tidak enak, plus bibir kering dan pecah-pecah. Tanda-tanda panas dalam nih, jelas. Dan itu artinya badan ini kurang istirahat, dan tidak terhidrasi dengan cukup.

Sebenarnya, cara sederhana terhindar dari panas dalam adalah mengkonsumsi air minimal 8 gelas sehari. Tapi seringkali kalau sudah fokus mengerjakan sesuatu pasti suka lupa waktu, lalu jadi lupa makan dan lupa minum juga. Pas sadar, sudah kesorean. Dan pilihan tercepat mengatasi kelaparan adalah dengan pesan delivery. Kalau pesan delivery, kita pasti cari yang bisa dimakan ramai-ramai, contohnya martabak. Dan karena sudah lapar, kalau tidak ada pilihan lain, itulah yang bisa dimakan untuk mengganjal perut. Manis, dan secara gizi tidak memenuhi. Tak heran badan gak fit.

Makanya ketika tahu kena panas dalam, saya langsung cari Larutan Cap Kaki Tiga, minuman tradisional yang dapat membantu meringankan panas dalam tubuh. Ini minuman yang sudah lama saya kenal, sejak jaman masih di Medan. Waktu itu ibu saya suka beli untuk stok di rumah, karena saya termasuk yang langganan sariawan dan sakit tenggorokan, jadi Cap Kaki Tiga wajib ada di kulkas.

Kalau dilihat, larutan ini kan seperti air mineral biasa, tapi begitu diminum langsung terasa bedanya di tenggorokan kita yang sedang kering ini. Ada kandungan mineral alami Gypsum Fibrosum dan Calcitum di dalam larutan Cap Kaki Tiga ini, sehingga gejala panas di tubuh kita seperti sariawan, bibir kering, hingga sembelit bisa reda.

Jadilah minggu lalu saya beli sekarton untuk stok di rumah. Setiap hari sampai mau weekend itu saya bawa serenteng-serenteng ke kantor biar panas dalam cepat reda. Soalnya menjelang weekend saya memiliki rencana pergi ke Sukabumi bareng teman-teman dari kantor lama, ada kegiatan CSR di sana sekaligus hunting foto. Kan repot kalau sampai sakit. Makanya larutan ini pun saya bawa juga ke Sukabumi. Jadi saat jadi guru sehari di sana tetap semangat. (Itulah kenapa tadi saya sebut merayap. Dari Senin sampai Minggu gak sempat istirahat yang cukup)

Siswi-siswi SDN Tegalcaringin Sukabumi

Siswi-siswi SDN Tegalcaringin Sukabumi, tempat kami mengajar setengah hari

Enaknya lagi, larutan Cap Kaki Tiga ini memiliki banyak varian rasa seperti rasa leci, jambu, stroberi, anggur, jeruk, atau mau yang plain juga bisa. Kemudian punya macam-macam ukuran juga, yang memudahkan kita memilih mana yang lebih sesuai untuk dibawa-bawa. Yang saya bawa kemarin ke Sukabumi itu yang versi botolan, lebih ringan untuk masuk koper atau pun ransel.

Dan untuk Dek Vay sebenarnya lebih sering saya beli yang kalengan, yang rasa jeruk. Cuma karena kemarin saya sudah beli yang botolan sekarton ini, ya sudah jadi Vay juga ikutan minum ini.

Intinya sih ya, bagaimana agar stamina tubuh terus terjaga. Karena kalau tubuh sudah sehat, jiwa juga sehat, dan kalau secara jiwa sudah sehat, kembalinya juga ke badan.

Badan sehat, berarti urusan keseimbangan yang saya sebut di atas tadi bisa lebih lancar. Pekerjaan lancar, waktu berkualitas bersama anak juga lancar, dan tentu saja me time-nya saya juga lancar. Me time nya saya itu mudah sih, cukup dengan pergi hunting foto dengan teman-teman. Itu saja. Kalau semuanya balance, otomatis energi pun recharged. 🙂

-ZD-

Related Post

Pentingnya Nutrisi Seimbang Postingan saya kali ini masih seputaran anak. :) Saat saya pertama kali dihadapkan pada kenyataan bahwa saya telah menjadi seorang ibu dengan lahirnya seorang putri, rasa negatif yang pertama kali hinggap di kepala saya adalah khawatir. Khawatir a...
Nikmatnya Mudik Sudah lima hari saya di Medan. Menyenangkan tentu saja, karena since berkeluarga, inilah pertama kalinya saya stay lama di Medan untuk mudik. Sebelum-sebelumnya kita selalu ke Siantar karena orang tua saya masih dinas di sana. Sekarang karena cucu-cu...
Oleh-oleh Mudik 1 : Lebaran di Siantar Akhirnya online juga. Sebenarnya sih waktu mudik kemarin kita bawa laptop, tapi karena ternyata selama disana saya ngurusin Vay terus -- yang ngintil aja kemana maminya pergi -- alhasil tidak sempat mengupdate berita lebaran selama mudik. Hanya sempa...
Senggigi Beach – Lombok Ternyata Lombok itu panas sekali! Begitu turun dari pesawat, udara panas langsung menyengat kulit. Sesuatu yang sudah lama sekali tidak saya rasakan semenjak saya pindah dari Biak. Di bawah tangga telah menunggu petugas bandara dengan payung-payun...
Kebutuhan Wanita Bekerja “Bila seorang wanita hamil mendapat cuti untuk melahirkan, sebenarnya itu hak siapa? Cuti hamil dan melahirkan bukanlah hak ibu, tapi itu adalah HAK si anak.” Demikian kata dr. Ali Sungkar, SpOG. “Sebenarnya, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ket...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketer Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

20 thoughts on “Lebih Sehat dan Balance dengan Cap Kaki Tiga

  1. Minuman langganan kalo lagi radang tenggorokan.
    Lumayan ampuh sih buat saya ?
    Tapi tetep walau radang minumnya dalam keadaan dingin wkwkw 😆

  2. Wah iya kalau lagi di negeri orang lantas sakit, mesti mikirin kurs juga ya mba untuk beli obatnya, hehe… Walau cuma kena panas dalam. Yang asyik memang bawa juga Cap Kaki Tiga ketika bepergian 😀

  3. Keren mbak, sudah padat dengan pekerjaan, masih aktif dengan car juga, alhamdulillah vay pengertian ya, sehat selalu mbak, jangan sampai jatuh sakit

  4. Ah, memang ya Larutan Cap Kaki Tiga ini khasiatnya luar biasa, aku pun selalu mengkonsumsi kalo badan udah loyo, gimana pun harus balance ya Mba Zy. Semoga selalu sehat, biar bisa wara wiri dan me time eeaaa

    Vaaay, makin gede aja nih, canteek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.