Pengalaman Pasang Braces di Klinik Medikids Bekasi

Spread the love

Hari ini saya baru saja mengantar Nona Vay kontrol braces perdana. Jadi ceritanya, sudah sebulan lebih ini Nona Vay pakai braces alias kawat gigi. Kalau ada yang baru pertama kali main ke blog ini atau mungkin juga lupa, usia Nona Vay sekarang sudah 11 tahun jalan 12 tahun.

Mungkin akan muncul pertanyaan, “Kok masih SD sudah pakai kawat gigi?” “Bukannya harus nunggu SMP dulu?”

Nah itu juga salah satu pertanyaan saya dong. Tapi sebenarnya, sejak anak saya usia 9 tahun, saya sudah bawa dia ke klinik gigi di kantor untuk konsultasi tentang proses pemasangan braces. Kata dokter gigi saat itu, sebaiknya tunggu sampai semua gigi tetapnya muncul. Karena kalau misalnya kita ngotot mau pasang saat itu juga, maka nanti ketika gigi tetap alias geraham di belakang keluar, maka harus diatur ulang lagi semuanya dari awal. Dan itu akan membuat anak cukup tersiksa.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Anak Pasang Braces?

Jadi, waktu yang tepat untuk anak pasang gigi itu kapan sih? Dan seberapa perlunya anak pasang braces? Perawatan ortodontik pada anak memang tergantung pada kondisi gigi setiap anak. Jadi tentunya harus konsultasi dulu dong.

Nah, pada kasus anak saya Vay, saya sudah melihat bahwa rahang gigi atasnya mulai maju, sementara barisan di bawah sedikit bertumpuk. Dengan gigi bertumpuk itu, susah buat Vay membersihkan gigi dengan benar. Off courselah, saya ingin anak saya punya senyum yang cantik dengan gigi rapi. Soalnya dalam keluarga kami, tidak ada yang punya riwayat gigi tidak rata, jadi saya kok takut ya lihat gigi Nona Vay berantakan begitu. Alhamdulillah gigi saya rapi sejak muda (cuma udah pada habis aja hahaha…).

(Jadi ingat jaman kuliah dulu saya minta ke papi saya untuk pasang behel karena lihat di tv kok keren juga ya. Lalu Papi bilang begini, “Gigi udah rapi kok mau pasang behel? Itu kalau giginya lari-lari baru pake behel.” LOL.)

So awal bulan November tahun lalu akhirnya saya datang ke Klinik Medikids Bekasi. Tentu saja sebelumnya sudah ngobrol dulu ya sama anaknya. Saya harus make sure bahwa dia siap, dan dia mau. Intinya kalau menurut saya, lebih cepat dirapikan ya lebih baik.

Klinik Medikids Bekasi by MHDC Clinic adalah klinik gigi yang baru beroperasi sejak Juli 2019 di Ruko Bulevar Summarecon Bekasi. Medikids Bekasi ini adalah cabang ke-11 dari MHDC Clinic. Jadi kalau di-search di Google, bisa ketemu banyak cabang dari Medikids Clinic dan MHDC Clinic. Kalau MHDC Clinic perawatannya mulai dari dental, aesthetic dan juga ada dokter umum. Sementara Klinik Medikids sendiri punya pelayanan dental, tumbuh kembang dan vaksinasi. Meski demikian, meskipun ada kata “kids” tapi Klinik Medikids juga menerima pasien dewasa, dan dokter-dokternya juga sudah berpengalaman semua.

Kenapa ke sini? Memang sudah sering ke sana (kebetulan project terakhir Mami Vay ini terkait dengan MHDC Clinic) dan selama kerja itu saya bisa lihat langsung bahwa klinik ini memang keren banget. Selain dokter-dokternya berpengalaman semua, konsep klinik juga sangat nyaman untuk pasien. Terutama Medikids Klinik yang memang sangat mengedepankan kenyamanan pasien anak. Klinik ini memiliki tema-tema lucu buat menyenangkan mata anak, ditambah juga punya play corner buat anak-anak bermain profesi. Tidak terlihat seperti klinik gigi yang menyeramkanlah, begitu intinya.

Persiapan Pemasangan Braces

Tiba di Klinik Medikids Bekasi, kami ketemu dengan drg Vania, Sp. Ortho. Dokternya masih muda, cantik, ramah dan sabar banget sama anak-anak. Ini dia tahap-tahapnya.

Konsultasi & Observasi

Pertama kali, sebelum saya mengutarakan maksud kalau mau pasang braces, oleh drg. Vania, gigi Vay diobservasi dulu. Hasilnya, giginya bagus semua tidak ada yang bolong. Tapi, karang giginya banyak, hahahahaa… Jadi kemarin sekalian scaling.

Kemudian dokter lihat lagi semua bagian dalam mulut Vay, mulai dari gigi tetap dan rahang. Setelah itu, drg Vania lihat kalau ada dua gigi depan bagian bawah yang patah. Lalu saya bilang, Vay tidak pernah jatuh, apalagi kalau sampai giginya patah, pasti kita tahu. Jadi menurut dokter bisa jadi gigi itu tidak bisa tumbuh sempurna bentuknya karena terbentur oleh gigi atas (yang gede-gede itu).

Bikin Cetakan Gigi

Berikutnya, adalah bikin cetak gigi, tujuannya agar bisa mengetahui berapa besar ruang dan gigi. Saat proses cetak gigi ini, Vay sedikit komplen karena katanya gusinya sakit ketika dicoba dengan cetakan gigi, soalnya cetakan itu sedikit lebih besar dari ukuran rahangnya. Tapi saya minta dia sedikit tahan, karena memang pastilah ada sakit-sakit sedikit, dan karena Vay hampir tidak pernah ke dokter gigi, makanya dia belum terbiasa. Setelah cetak gigi, Vay juga difoto dulu untuk dokumentasi.

Rontgen Gigi dan Rahang

Saat kunjungan pertama itu, dokter masih berasumsi bahwa untuk kondisi gigi Nona Vay masih bisa kalau mau pakai braces yang jenis metal. Metal ya, bukan karet yang harus ganti tiap minggu. Tapi untuk memastikannya, Vay harus rontgen gigi dan rahang dulu.

Maka beberapa hari kemudian kami langsung pergi untuk rontgen gigi. Dari hasil rontgen itu sudah terlihat kalau gigi atas dan bawah Vay memang tidak rapi. (Inilah akibat waktu bayi suka isep tangan. Dulu pas Vay bayi, saya gak pernah larang dia isep tangan, tapi saya sudah tahu resiko gigi maju bisa terjadi. So, ya beginilah…:) )

Setelah hasil rontgen dikirimkan ke dokter, tak lama kemudian suster mengirimkan hasil analisa dokter via WA. Menurut dokter, Vay bisa pakai yang jenis metal, tapi nanti akan terasa cukup sakit di awal dan bisa jadi ada gigi yang harus dicabut, taring kanan kiri. Saran dokter adalah menggunakan jenis damon yang bahannya lebih lentur dan nyaman, sehingga nanti akan membantu rahang dan gigi Vay bisa ekspan bareng.

Ya sudahlah. Memang kalo pakai yang damon jauh lebih mahal. Tapi memang itu suggestion terbaik dari dokter untuk kondisi gigi Vay. (Pas bayarnya aja nanti yang sesek. LOL.)

Prosedur Pemasangan Kawat Gigi di Medikids Bekasi

Oke, pertama sekali sebelum mulai pasang kawat gigi adalah persiapan mental. Eniwei, sebenarnya persiapan mental ini tepatnya buat saya sih. Soalnya saya tidak pernah punya pengalaman pasang braces, lalu kalau lihat teman-teman saya yang pakai kawat gigi itu suka bilang sakit, gak bisa makan selama seminggu, dst. Belum lagi yang sariawan. Makanya saya senewen.

Lalu yang terpenting adalah meyakinkan Nona Vay sendiri. Siapkah dia? Saya bilang, ini bukan sistem knock down lho ya, jadi gak bisa lepas pasang suka-suka. Harus dipakai at least 1-2 tahun. Anaknya setuju. Dia bilang, dia ready. Ya sudah, okelah kalau begitu. (Maminya pulak yang stress, sementara anaknya selo)

Dan tibalah hari H, saatnya pemasangan kawat gigi. Karena prosedur pemasangan kawat gigi makan waktu hampir dua jam, maka biar Vay betah, sudah disiapkan tontonan favorit Vay dari YouTube (yang memang exactly 2 jam!). Entahlah siapa YouTubernya yang pasti related to Roblox. Dan seperti pesan dokter, anak harus kenyang dari rumah karena pastinya gak bisa istirahat untuk makan kalau lapar.

Pertama: Pemasangan bracket

Bracket adalah bagian untuk menopang kawat gigi nantinya. Di tahap ini prosesnya makan waktu cukup lama karena harus ekstra teliti, lalu mulut juga harus dipasangi penahan gusi dan bibir untuk waktu lumayan lama.

Begitu Vay pakai penahan mulut, Youtube juga sudah ready, dia kelihatan kedinginan. Untung yee… mamak selalu sedia selimut di mobil. Vay pun berbaring dengan selimut hangat menutupi leher hingga kaki.

Klinik Medikids Bekasi

Ok, lanjut. Tindakan pertama adalah, setiap gigi Vay dioleskan gel biru yang gunanya untuk merekatkan bracket nantinya. Setelah itu dokter mulai memasang bracket satu persatu di setiap gigi Vay. Ada kawat biru yang merupakan kawat sementara di setiap bracket. Kawat itu nanti akan diganti dengan kawat beneran setelah semua bracket terpasang.

 

Nah begitu bracket sudah dipasang, harus langsung disinari oleh suster yang mendampingi biar kering dan langsung melekat dengan kuat.

Begitu pengerjaan rahang atas bagian depan selesai, Vay boleh istirahat sebentar. Dia minta minum karena haus setelah buka mulut lama. Setelah itu lanjut pengerjaan rahang bawah.

Nah, untuk bagian geraham depan dan bawah dilakukan belakangan karena di situ tingkat kesulitan cukup tinggi, soalnya kan letaknya juga nyempil di belakang. Di tahap ini, Vay mulai mengeluh sakit ketika harus disuruh buka rahang lebih lebar lagi (padahal sudah pakai penahan rahang), tapi ya begitulah ya pengorbanan pasang braces.

Namun yang buat saya sedikit tenang adalah karena dokternya yang sabar dan sangat telaten. Vay selalu ditanya bila ada yang kurang nyaman. Lalu kalau Vay mengeluh sakit, dokter berusaha mencari cara dan posisi lain. Lalu saat Vay capek, Vay boleh istirahat dulu.

Saya pikir sih Vay bisa langsung merasa cukup dekat dengan dokternya karena ternyata dokter tinggal di Duren Sawit juga, dan komplek rumahnya dilewati Vay tiap hari kalau ke sekolah. “Oh, Vaya di Kinderfield ya.”

Berikutnya: Pemasangan kawat

Proses yang paling menegangkan sudah lewat, di sini Vay sudah lebih santai karena semua bracket sudah terpasang. Tinggal dipasangkan kawat masing-masing atas dan bawah untuk menyambungkan bracket-bracket di gigi. Basically kawat-kawat di bracket ini nanti yang akan mengatur pergerakan gigi.

Proses pemasangan kawat cepat banget, dokternya memang sudah ahli sih ya. Dan tadaaa… tahu-tahu sudah selesai.

 

Begitu penahan bibir dilepas, drg. Vania tanya ke Vay, “Nah, bagaimana rasanya Vay?” Vay langsung senyum senang sambil berkaca. Ditanya lagi sama dokter, ada yang masih terasa tidak nyaman gak? Kata Vay, enggak ada. Alhamdulillah. Rasa deg-degan saya langsung hilang.

Menurut drg. Vania, itu karena Vay pakai yang bahan damon, jadi lebih terasa lentur di gigi. Belum tentu dia merasakan efek yang sama kalau pakai jenis metal biasa.

Vay dan drg Vania, Sp Ortho Medikids Bekasi

Vay dan drg Vania, Sp Ortho Medikids Bekasi

Setelah Pemasangan Kawat Gigi

Keluar dari klinik Medikids Bekasi, Vay bawa oleh-oleh. Dapat bonus dua sikat gigi, satu interdental brush, dan gum untuk dioles-oles di bracket, terutama yang di taring karena itu yang paling sering bersinggungan dengan bibir jadi bisa sariawan. Dokter bilang, di awal-awal makan harus pelan-pelan, jangan langsung menggigit, tapi dipotek dulu. Biar bracket tidak copot. Karena kalau copot dan hilang ya harus bayar lagi nanti.

Di mobil, Vay kelaparan sampai langsung mau gigit ayam dengan giginya, tapi langsung ingat kata dokter: harus dipotek-potek dulu. Eh kok bisa gak sakit? Ya soalnya kan baru keluar, jadi kawat-kawat kan belum mulai tarik-menarik ya.

Besoknya baru deh efek pemasangan braces mulai terasa. Vay mulai merasa rahang dan giginya ketarik. Udah mulai marah-marah karena belum bisa makan dengan benar. Solusinya akhirnya makan bubur dulu. Hari kedua, dia bilang belum bisa juga mengunyah karena gigi belakang sakit. Hari ketiga sampai hari ketujuh Vay cuma bisa makan mie ayam, nasi lembek, tahu goreng, dan roti tawar.

Dan selama sebulan ini alhamdulillah tidak ada masalah sama sekali. Bracket aman, tidak ada yang lepas, makan juga udah lancar seperti biasa.

Vay cerita kalau awal-awal dia ke sekolah, banyak yang kaget lihat dia pakai braces. Rata-rata semuanya nanya, “Sakit gak?” dan Vay sudah pasti menjawab tidak. Karena memang tidak sakit. Dan sepertinya beberapa teman Vay juga akhirnya kepengen mau pasang braces setelah melihat Vay yang sangattttt selo dengan bracesnya. 🙂

Kontrol pemasangan braces setelah 6 minggu

Nah, hari ini adalah kontrol pertama setelah pemasangan braces. Dua minggu yang lalu saya sudah ngintip gigi bawah Vay dan eh ternyata sudah ada perubahan. Gigi-gigi yang tadi agak lari keluar jalur udah mulai balik ke track. Dua gigi gede di atas juga mulai rapi. Wuihhh senang dong…

Dokter tanya, ada masalahkah? Vay bilang, dia cuma susah makan selama dua hari karena sakit, setelah itu biasa saja.

Karena sudah ada perubahan, tadi dilakukan tindakan penggantian kawat lama dengan kawat baru yang lebih tebal. Drg. Vania juga menyinggung soal gigi yang patah yang sudah rapi ke depan tapi memang belum tahu bagaimana nanti tindakannya, lalu Vay menyambung, “Bukan patah, tapi tidak tumbuh sempurna.” Iya Dek, Iyaa…

A Young Girl with Braces


Nah jadi itu cerita pengalaman pasang braces di Klinik Medikids Bekasi, semoga bermanfaat. Dan harus dingat juga bahwa tindakan perawatan ortho pada tiap orang berbeda-beda. Bila pembaca TehSusu ada yang ingin memasang braces, jangan lupa konsultasi pada dokter spesialis dulu.

Yang ingin visit ke Klinik Medikids Bekasi by MHDC Clinic, berikut alamatnya:

Salam saya,

-ZD-

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

5 thoughts on “Pengalaman Pasang Braces di Klinik Medikids Bekasi

  1. wah, ternyata vaya pasang braces ya mbak. Aku juga sedang pantengin giginya si Katniss juga. Mudah2an nanti tumbuh gigi permanennya dengan sempurna. Soalnya dia emang terlambat seh tumbuh giginya, jadi sekarang teman-temannya udah ada yang lepas giginya, dia belum ada sama sekali.

    • Zizy

      Iya, Ni, mesti diperhatikan sejak dini. Gigi Vaya tuh ga tumbuh sempurna bisa jadi krn gigi atas udah tumbuh gede tp gigi bawah lama keluar. Jadinya pe-er nih, lihat 2 gigi bawah itu kayak sompel gitu.

  2. Halo Mba salam kenal. Saya baru pertama kali sepertinya berkunjung ke sini. Tulisannya lengkap sekali. Ngomong-ngomong ternyata klinik ini banyak cabangnya ya. Kira-kira di Tangsel ada gak ya? Aku hrus cari tahu ini

    • Zizy

      Halo Mbak Yeni. Ada di Tangsel.
      Ini alamatnya: MHDC Medikids Bintaro, Kebayoran Arcade 3, E1 No.10, Jl. Boulevard Bintaro Jaya, Sektor 7, Tangerang Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *