Suatu sore di November

Sore tadi, ketika kami sedang melakukan rutinitas weekend kami, yaitu Vay menggambar atau mewarnai, sementara saya membuka laptop untuk membaca berita, mengutak-atik foto atau sekadar mengecek email terbaru, hujan turun. Setengah jam sebelumnya kami dibuai dengan geledek besar beberapa kali, yang sempat kami kira palsu juga karena paginya juga ada geledek namun tak ada hujan.

Seperti mendapatkan durian runtuh karena hujan sudah sangat ditunggu-tunggu. Tanah di halaman retak-retak, rumput mati, beberapa tanaman melayu, air sumur pun kecil. Ah, saya memang suka dengan November, karena bulan saya ini selalu membawa suasana adem, dan syahdu.

Kami bergerak keluar. Vay mengambil bootsnya dan saya memotretnya dengan cepat di dekat jalan setapak, sebelum kemudian suara keras hujan memberi sinyal bahwa dia akan turun lebih banyak lagi. Ember tampung yang kami letakkan di bawah paralon sampai bergeser dari tempatnya karena tak kuat menahan tekanan air yang turun.

Setengah jam, dan kemudian berhenti. Cukuplah. Minimal dahaga tanaman dan tanah sudah terobati setelah sekian lama.

Saya tadinya ingin mengambil gambar pohon dan tanaman yang basah, namun tak lama kemudian Vay muncul. Dia kelihatan sedang senang – mungkin karena baru hujan sehingga udara sejuk dan tidak panas – dan saya membiarkannya bercerita. Mendengarkannya, menjepret, sambil pura-pura bilang, “Vaya, Mami sekalian ngetes settingan kamera, ya.” Modus. Hahah. Soalnya kalau gak begitu, nanti dia cemberut lagi. Jadi lebih baik candid, atau dibawa santai.

Selamat datang, Hujan!

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Related Post

Perenang Yang Cemberut Ini memang judul yang tepat sekali menggambarkan Vay kemarin itu. Anak gadis satu itu tidak pernah bisa sabar setiap dimintai foto, padahal sudah tahu kalau dialah model favorit maminya. Maunya sekali foto dan selesai. Ya gak mungkin juga kan, bi...
Tips Menghasilkan Foto Anak Yang Kece Dari Vay kecil sampai dengan sekarang usia 10 tahun (dan sebentar lagi 11 tahun!) saya rutin memotret dia. Ya seperti yang saya bilang sebelumnya di artikel ini, gak ada orang tua yang bosan merekam momen anak-anak mereka. Dengan rutin memotret anak ...
Finally Punya! Si Cantik Samsung NX2000 Nah, bicara soal rezeki, akhirnya, sesuatu yang baru-baru ini sedang saya impi-impikan terkabulkan juga. Apa itu? Apalagi kalau bukan kamera yang keren dan stylish itu? Samsung NX2000. Asyiiikkk.....!! Bisa dibilang ini adalah hadiah yang tak terd...
Kesenian Tari Topeng Cirebon “Ini cantik, nih.” Demikian salah satu teman mengomentari salah satu penari yang sedang berdandan mempersiapkan diri. Saat itu saya dan teman-teman sedang ada di Sanggar Seni Sekar Pandan yang berada di Kompleks Keraton Kacirebonan, Cirebon. Bok, bil...
Naksir Sama Samsung NX2000 Bicara soal tidak ingin kehilangan momen foto-foto saat traveling atau saat berkumpul bersama keluarga, saya jadi kepengen punya kamera baru. Ingin cari kamera yang simpel dan nyaman dibawa-bawa, yang secara bobot lebih ringan dibanding dslr tapi sec...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

21 thoughts on “Suatu sore di November

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.