Tips Menghasilkan Foto Anak Yang Kece

Dari Vay kecil sampai dengan sekarang usia 10 tahun (dan sebentar lagi 11 tahun!) saya rutin memotret dia. Ya seperti yang saya bilang sebelumnya di artikel ini, gak ada orang tua yang bosan merekam momen anak-anak mereka. Dengan rutin memotret anak sejak kecil, orang tua jadi punya kenangan banyak saat anak beranjak besar. Membiasakan memotret adalah bagian dari melatih memori, karena manusia akan lebih mudah mengingat sebuah peristiwa dengan dukungan visual. Dan saat anak besar nanti, anak juga bisa punya bayangan bagaimana sih sayangnya orang tua ke dia.

Saya mau berbagi tips sedikit tentang bagaimana memotret anak berdasarkan pengalaman saya memotret anak kecil.

Memakai Kamera yang Mendukung

Sebenarnya kalau mau pakai smartphone juga boleh saja karena sekarang banyak smartphone dengan dukungan kamera yang high end dengan resolusi tinggi, bisa foto bokeh, bisa pakai beauty effect, dll. Namun hasil dari kamera memiliki resolusi lebih detail dan hires dibanding smartphone. Kalau mommy sedang mencari kamera, pilihlah yang sesuai kebutuhan. Bisa baca di postingan saya sebelumnya untuk pilihan kamera.

Perhatikan Pencahayaan

Pencahayaan sangat penting dalam urusan memotret. Bila di rumah saya memilih memotret anak di teras saat siang hari. Bila hari masih pagi atau sudah sore, yaitu saat matahari tidak tepat di atas kepala, memotret di halaman akan menghasilkan cahaya yang cukup sehingga kualitas foto juga lebih baik. Tapi kalau terpaksa harus memotret di dalam ruangan, bisa menggunakan tambahan lampu LED portable yang bisa diarahkan ke model untuk mendapatkan cahaya yang sesuai.

Atau kalau mau coba pakai flash juga bisa. Foto berikut ini adalah ketika saya memotret menggunakan flash di sore hari untuk mendapatkan detail.

Carilah background yang bagus

Kadang kita suka gak sabar, main jepret aja saat lagi pergi jalan bersama anak. Nanti setelah foto dilihat, baru sadar kalau tadi ada orang lagi lewat di belakang, atau ternyata di belakang sana ada tong sampah. Jadi sebelum memotret, wajib evaluasi kondisi sekitar dulu, kira-kira nanti akan memotret di sebelah mana, dan bagaimana.

Memilih background yang baik juga akan mendukung foto. Contohnya kalau anak kita pakai baju kuning cerah, pilihlah latar yang akan membuat modelnya lebih stand out.

Paham sedikit beberapa mode memotret

Kalau punya anak kecil yang sangat aktif bergerak, berarti mommy harus pakai mode Auto Focus Continuous (AF-C). Jadi saat kamera membidik anak yang bergerak, fokus akan terus mengikuti dan mommy bisa langsung menjepret saat ketemu momennya.

Burst mode juga penting penggunaannya. Ini adalah teknik mengambil gambar langsung selama berkali-kali selama kita memencet shutter. Tepat juga dipakai untuk anak yang bergerak terus atau yang sedang melompat-lompat.

Mommy juga harus sedikit paham teknik memotret agar hasilnya mumpuni. Cobalah memotret dengan trik eye-level agar bisa mendapatkan efek tubuh anak terlihat lebih tinggi.

Perbanyak Candid

Saya pribadi lebih suka memotret foto anak diam-diam. Karena saya ingin mendapatkan momen natural. Berdasarkan pengalaman dari memotret anak saya, saya harus membuat dia cair dulu dengan membuatnya tertawa, lalu kemudian pelan-pelan memintanya berpose. Tapi bila dia sedang sibuk sendiri ya sudah jangan diganggu. Foto candid saja.

Latihan Terus

Memotret tidak bisa cuma sehari lalu berhenti. Latihan saja sesering mungkin. Fotolah sebanyak mungkin, agar lambat laun kita tahu foto kita kekurangannya di mana, selain itu kita juga jadi lebih tahu beberapa angle terbaik untuk memotret anak kita.

Bagaimana Moms? Sudah siap untuk memotret dong ya.

-ZD-

Related Post

Perenang Yang Cemberut Ini memang judul yang tepat sekali menggambarkan Vay kemarin itu. Anak gadis satu itu tidak pernah bisa sabar setiap dimintai foto, padahal sudah tahu kalau dialah model favorit maminya. Maunya sekali foto dan selesai. Ya gak mungkin juga kan, bi...
Naksir Sama Samsung NX2000 Bicara soal tidak ingin kehilangan momen foto-foto saat traveling atau saat berkumpul bersama keluarga, saya jadi kepengen punya kamera baru. Ingin cari kamera yang simpel dan nyaman dibawa-bawa, yang secara bobot lebih ringan dibanding dslr tapi sec...
Senja di Pantai Walakiri, Sumba Timur Jalan-jalan ke Sumba beberapa waktu lalu memang menyisakan pengalaman yang sangat mengesankan. Selain tempatnya yang keindahannya jelas tak mudah dilukiskan dengan kata-kata, juga karena udaranya yang kalau panas jadi panas luar biasa, dan kalau di...
Suatu sore di November Sore tadi, ketika kami sedang melakukan rutinitas weekend kami, yaitu Vay menggambar atau mewarnai, sementara saya membuka laptop untuk membaca berita, mengutak-atik foto atau sekadar mengecek email terbaru, hujan turun. Setengah jam sebelumnya k...
Kesenian Tari Topeng Cirebon β€œIni cantik, nih.” Demikian salah satu teman mengomentari salah satu penari yang sedang berdandan mempersiapkan diri. Saat itu saya dan teman-teman sedang ada di Sanggar Seni Sekar Pandan yang berada di Kompleks Keraton Kacirebonan, Cirebon. Bok, bil...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

10 thoughts on “Tips Menghasilkan Foto Anak Yang Kece

  1. Hasil mbak zy emang kece semua mbak. Aku jarang deh dapat hasil yang bagus, hahaha. Tapi aku cepet puas kok, jadi kalau cahayanya bagus, backgroundnya kece ya aku udah puas πŸ˜€

  2. Nah iya kadang motret anak krn dia gerak jdnya kyk ada yg ngeblur dr gerakan tangannya πŸ˜€
    Makasih tipsnya mbak, emang butuh sabar dan latihan terus motret anak nih πŸ˜€

  3. aku juga suka foto anakku mbak, tapi seringnya ngeblur, karena anaknya susah banget diemnya, hahaha, dan semakin gede semakin males kalo disuruh foto xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.