Menonton Kecak Dance di Uluwatu, Bali

Secangkir teh susu: merindukan dua hal yang berbeda dalam saat bersamaan, adalah sesuatu. Lalu bagaimana caranya agar bisa memenuhi kerinduan akan kedua hal itu? Hanya kalian yang bisa menjawabnya.

Mengunjungi Bali lagi setelah kepergian yang terakhir, itu baru saya lakukan di akhir minggu lalu. Kami ada delapan belas orang dalam rombongan, pergi berlibur bersama si gadis muda penuh talenta, Chelsea Islan. Kok bisa? Yes. Acara ke Bali ini adalah reward bagi para pemenang kompetisi digital IM3 Adu Gokilz yang diadakan pada Desember 2014 lalu, yaitu berlibur bersama talent brand IM3. Yaitu Chelsea.

IMG_5649

Lalu apa saja aktivitas di sana? Karena kami membawa anak-anak usia belasan tahun, maka diusahakan aktivitasnya tidak terlalu padat untuk liburan 3 hari 2 malam mereka. Jadi yang kami pilih adalah, hari pertama menonton tari kecak, barbeque dinner dengan talent, hari kedua diisi dengan watersport dan safari night. Dan hari ketiga adalah acara bebas, tidak ada acara khusus, karena ada sebagian rombongan yang harus berangkat duluan pulang ke kotanya.

Kecak Dance – Uluwatu

Berharap bisa menonton tari kecak sekalian menikmati sunsete, namun ketika kami tiba di Uluwatu, hujan deras langsung turun, padahal tadinya panas terik. Dan tak ada ojek payung pula di sana. Hujan sudah berhenti, lalu hujan lagi. Syukurlah ya menjelang jamnya, hujan benar-benar berhenti. Semua tempat terisi, sebagian besar adalah wisatawan asing.

IMG_5687

Tari Kecak adalah tarian yang sangat unik, karena tidak menggunakan musik sama sekali. Hanya diiringi oleh irama suara dari para penarinya, para lelaki yang bertelanjang dada. Setiap penonton diberikan sinopsis dalam bahasa masing-masing, agar bisa mengikuti alur cerita yang dibagi dalam 5 babak adegan, yang merupakan kisah dari pewayangan Ramayana.

Sinopsis tentang Tari Kecak bisa langsung googling atau bisa juga lihat di sini ya.

Pertunjukan yang sangat memukau. Saya dan teman, kami terpana. Bahkan teman sampai merinding menontonnya. Ini pertama kalinya saya menonton Tari Kecak, dan ternyata di sela pertunjukan ini pun ada komedinya. Bikin penonton tertawa. Kocak deh, apalagi yang jadi Hanoman. Ada-ada saja tingkahnya.

Berikut foto-fotonya.

DSC05062

IMG_5728

IMG_5743

IMG_5745

IMG_5761

IMG_5781

IMG_5811

Untuk mencapai Uluwatu ini, kami menempuh waktu sekitar 1,5 jam (karena macet) dari Legian. Kemudian harga tiket masuk kalau tidak salah kemarin itu Rp 10.000 per-orang. Kita semua diberi kain untuk menutupi bagian pinggang ke bawah (bila paha dan betis kelihatan harus ditutupi). Kemudian untuk menonton Tari Kecak, harus merogok kocek sekitar Rp 120.000 per-orang. Tontonan ini katanya akan sangat memukau karena belakangnya sunset. Namun karena kemarin mendung, kami tidak mendapat sunset. But still, ini pertunjukan yang sangat luar biasa.

Tips bila ingin ke sini, ingat untuk membawa payung antisipasi hujan. Juga berhati-hati dengan topi, kacamata atau aksesoris yang digantung di badan karena ada monyet-monyet iseng juga.

Album lengkap bisa cek di Flickr ya.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Related Post

Penyu si Penjaga Wiken kemarin habis main ke Kepulauan Seribu. Menyelesaikan sedikit project sambil hepi-hepi juga tentu saja. Menginap di Pulau Pramuka, yang secara kondisi sebenarnya biasa sekali. Tapi itu yang paling possible kemarin jadi kami menginap di sana....
Permainan Interaktif di teamLab Future Park Pulang dari Medan kemarin, saya yang masih cuti kepikiran mau bawa Nona Vay kemana ya, sebelum kembali masuk kantor minggu depan. Dan kemudian, berkat melihat postingan beberapa teman, ternyata ada satu tempat baru yang keren banget yang wajib di...
Sore-sore di Central Park Mall Ada yang sudah main ke Central Park?! Central Park ini mall baru, di Podomoro City, Jakarta. Jaraknya dari rumah saya ya sekitar 45 menitlah, tapi lancar. Mall super besar yang satu ini tepat berada di sebelah Mall Taman Anggrek, masih soft openin...
Casa Batllo dan Sagrada Familia Barcelona, bukan hanya terkenal oleh pebukitan atau pantainya yang cantik – meski saya tak sempat ke pantainya – tapi bentuk kotanya yang unik menjadi daya tarik utama wisatawan. Kalau bicara tentang arsitektur kota Barcelona, tak lepa...
Danau Toba & malam takbiran di Siantar   Sehari sebelum lebaran (lebarannya di Siantar, bukan di Medan), main dulu sebentar ke Danau Toba. Berfoto (again), sampai dikomentarin hubby, "Heran, kayak baru pertama kali ke danau toba aja." Yang saya jawab dengan,"Gpp, foto untuk syarat a...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

38 thoughts on “Menonton Kecak Dance di Uluwatu, Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *