Apa Sih Tiga Buku Favoritmu? Kasih Tahu, Dong!

Spread the love

rekomendasi buku favorit

Start bulan ini, saya punya buku bacaan favorit terbaru.

Different Seasons yang sudah saya sempat tulis di postingan ini. Stephen King bukan satu-satunya penulis favorit saya, saya juga suka dengan tulisan gila dari Eka Kurniawan, dan novel Cantik Itu Luka sampai saat ini masih berada di dalam lis buku favorit saya, karena asli isinya itu sungguh luar biasa mengoyak pikiran dan membuka pintu hati seluas-luasnya. Lalu saya juga tak bisa melupakan dalamnya penderitaan seorang Geisha di buku Memoir of Geisha.

Jadi ketika dua minggu lalu saya menyelesaikan buku tebal Stephen King itu, saya masih membukanya lagi untuk menemukan hal-hal yang harus saya baca ulang untuk mendapatkan feel lagi dan mencari satu dua poin yang rasanya kemarin hilang dari tiap karakternya. Membacanya bisa sangat berkesan sekaligus membuat saya bergidik sampai berkata, “Gila!”. Dari empat novela di dalam Different Seasons, ada satu novela cerita yang begitu membekas ceritanya dan termasuk yang terpanjang di dalamnya. Yang berjudul. “Murid Cerdas”, bercerita tentang seorang pria tua yang harus berhadapan dengan seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun, Todd, yang berhasil mengenalinya sebagai seorang pimpinan tentara Nazi, DPO Israel: Kurt Dussander. Berada pada situasi yang membawa mereka berdua jadi berteman, pertemanan yang aneh dan canggung, malah berakhir pada terbukanya kotak pandora di dalam diri masing-masing. Ada dorongan di dalam hati anak sekolah itu setelah mendengar cerita-cerita kekejaman Nazi langsung dari Kurt Dussander, demikian juga sebaliknya.

Different Seasons Stephen King

Dussander memutar tombol oven hingga suhu 260 derajat celcius. Terdengar bunyi pop! ketika api pemantik oven menyalakan dua deretan ganda gas yang mendesis. Kucing itu berhenti melolong dan menjerit. 

(Bergidik membayangkan kekejaman itu)

Dussander tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas kotak pandora Todd yang terbuka, karena memang awalnya anak itulah yang mendekati, mengancam memberitahu semua orang bahwa Dussander adalah DPO bila Dussander tidak mau bercerita tentang semua cerita kekejaman itu. Hasil akhirnya memang luar biasa, luar biasa tragis buat keduanya. Spoiler dikit, Todd memang jadi murid berprestasi tapi di dalam dirinya ada kekejaman luar biasa yang muncul sejak dia tergila-gila pada kisah kekejaman Nazi, dan ekskul sampingannya adalah menghabisi para gelandangan.

Lalu, ketika anak saya tanya, kenapa saya tidak baca buku digital saja daripada saya kerepotan memegang buku tebal itu dengan dua tangan (sementara satu tangan kerap membetulkan gagang kacamata), saya katakan padanya, “Biarpun ada digital, tetap yang namanya buku bagus itu harus dikoleksi secara fisik.” Dan buku ini masuk jadi satu buku favorit saya tahun ini. Dan kemudian dia juga menganjurkan agar saya menggunakan buku audio saja, even tetap membaca itu rasanya beda dengan mendengarkan.

Guys, beli kindle Different Seasons di sini dan coba baca buku ini nanti kasih tahu saya pendapatnya ya!

Eniwei, karena memang tak mudah buat kita memilih buku di urutan teratas buku favorit kita, rasanya fair kalau kita katakan tiga yang terbaik, ya kan? Agar saya tak perlu mengeluarkan buku Cantik Itu Luka, padahal buku itu sudah berrrrtahun-tahun yang lalu saya baca.

Nah, adakah yang mau berbagi apa tiga buku terfavorit yang benar-benar favorit dan ingin selalu dibaca lagi dan lagi dan lagi? Kasih tahu ke saya ya rekomendasi buku bacaan yang bagus, siapa tahu bisa jadi pilihan bacaan saya selama PSBB yang terusss berlanjut ini.

Salam,

-ZD-

 

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

10 thoughts on “Apa Sih Tiga Buku Favoritmu? Kasih Tahu, Dong!

  1. Eh aku jd pengen cari buku Stephen king yg mba ulas. Cerita2 ttg Nazi selaku menarik dibaca. Dan setuju, mendengarkan ga sama asyiknya dgn membaca :p. Apalagi utk tipeku yg ga terlalu suka audio :p.

    Kalo bicara buku fav, aku susah milihnya. Terlalu banyak. Aku baru menyatakan buku itu fav, kalo aku sampe baca berulang2 sih. Kalo cuma sekali, dan kemudian males baca lagi, tp isinya bagus, itu cuma sekedar bagus buatku. Tapi ga berkesan.

    Smntara sampe skr, yg bisa bikin aku baca berulang kali, itu baru cerita2 travelingnya mba Trinity, trus novel Gone with the wind dan Scarlett , trakhir Harry Potter hahahahahaha. Eh ada lagi, buku2nya S Mata GD yg ttg detektif Gozali Kosasih itu nth udh berulang kali aku baca :p.

    Mereka sih fav Ampe skr. Walopun setiap Minggu aku slalu menargetkan 1 buku utk dibaca . Tp blm nemu yg bikin aku berkesan lagi :p

  2. Aku lupa buku apa aja yang jadi favoritku mbak zizy. Tapi dari sekian buku yang aku baca, aku paling suka bukunya agustinus wibowo yang judulnya Garis Batas. saking bagusnya, aku agak lama menyelesaikannya. Bacanya ga boleh cepat-cepat biar paham maksudnya.

    Sekarang lagi baca bukunya ahmad yunus, meraba indonesia.

    Duh, itu kopinya bikin gagal fokus…hahahahha

  3. Jadi semakin penasaran dengan novel karya Stephen King ?
    Tapi, apakah semua isi novelnya kebanyakan berisi “kejam” atau “horor”, kak?

    Kalau buku favoritku sejauh ini adalah buku karya Micth Albom yang berjudul The Five People You Meet in Heaven. Buku itu sangat berkesan buat aku ?
    Kalau karya anak lokal, Supernova dari Dee Lestari ?

  4. Bentar-bentar mau tepuk tangan dulu, selalu salut sama orang-orang yang hobi baca buku. Yaowoh semoga ketularan, amiiin!!!

    Kalau ditanya buku apa yang pingin dibaca lagi, KOMIK!! ?
    Spesifiknya sih koleksi komikku yang diloakin nenek dan tak kembali lagi ??

    • Zizy Dmk

      Hahah…. paling sad sih kalau ada koleksi bacaan diloakin. Pas sy pulang ke Medan jg kecarian ke mana ya komik2 Donal Bebek dulu. Keknya dijual jg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *